
" Mmph.... mas, sakit,, " lirih Sitha saat Dion menggigit kecil ujung gunung kembar nya
" Iya sayang.. maaf, " ujar Dion kembali bermain-main di sana
Setelah cukup puas Dion pun beralih mengecup bibir istrinya itu,
" Aku mencintaimu, Sitha Azzalfa... " ujar Dion serupa ******* tepat di telinga Sitha membuat gadis itu seolah merasa waktu telah terhenti sesaat tatkala mendengar ucapan Dion yang menggetarkan hati nya
...Hingga kedua matanya terasa memanas dan seketika saja mengeluarkan bulir bening yang tidak bisa lagi ia bendung...
Sitha benar-benar bahagia mendengar nya
" Kau menangis... " tanya Dion ketika mendapati air mata Sitha mengenai wajahnya juga
Sitha pun menganggukkan kepalanya tak sanggup untuk mengeluarkan suaranya
" Ada apa ? apa aku menyakitimu.. " ucap Dion seraya menghapus air mata itu
" Tidak mas.. aku hanya merasa terharu dan bahagia, " jawab Sitha seraya tersenyum lembut
" Kenapa, " ujar Dion menatap mata indah itu begitu dalam, sementara jemarinya membelai rambut Sitha dengan begitu lembut
" Karena suamiku akhirnya mencintai istrinya.. " jawab Sitha lirih membalas tatapan Dion
...Keduanya saling menatap dalam diam sebelum akhirnya Dion mengeluarkan suaranya...
" Maafkan aku Sitha.. yang telah terlambat menyadari perasaan ini, apakah... kau juga mencintai ku, " tanya Dion dengan nada suaranya yang terdengar serius namun tidak mengurangi kelembutan dalam ucapan nya itu
...Mendengar pertanyaan yang di berikan oleh suaminya itu Sitha pun langsung saja meraih tubuh Dion dan mendekap erat tubuh itu yang masih berada di atas tubuh nya ...
" Sangat mas, aku sangat mencintaimu... " lirih Sitha di sertai isakan kecilnya
...Dion pun membalas pelukan itu dengan hangat dan tersenyum bahagia...
" Aku tahu itu, dan sekarang aku tidak yakin akan menghentikan ini saat posisi kita terus seperti ini, " ujar Dion dengan menjilat daun telinga Sitha dan berhasil membuat bulu kuduk Sitha meremang seketika lalu melepas dekapan nya
" Mas.. aku takut mengganggu ibu dan ayah, " ucap Sitha menundukkan wajahnya dengan tersipu malu
" Seperti nya kau sangat berharap kita akan melakukan nya sekarang.. " goda Dion meraih dagu istrinya itu agar kembali menatap mata nya
...Dengan cepat Sitha pun menggeleng kan kepalanya dengan sedikit cemberut namun tidak dapat ia sembunyikan wajahnya yang telah memerah itu...
...Membuat Dion sedikit terkekeh lalu bangkit menyelimuti tubuh Sitha yang sudah setengah telanjang itu ...
__ADS_1
" Tutupi tubuh mu ini, agar aku tidak berubah pikiran nantinya. " ujar Dion lalu menjatuhkan dirinya di samping istrinya
...Dirinya pun ikut masuk ke dalam selimut yang sama dengan Sitha, lalu memeluknya dari samping...
" Aku akan memakai dulu baju ku, " lirih Sitha seraya bangkit dari tidurnya, namun tangan kekar Dion menahan nya dengan cepat
" Tidak perlu, tidur lah. " ucapnya kembali mendekap tubuh istrinya itu layak nya sebuah bantal
" Karena sebagai gantinya, aku akan bermain dengan ini sebelum kita benar-benar tertidur. " lanjut Dion seraya memilin pucuk gunung Sitha dengan satu tangan nya
" Mas... " leguh Sitha ketika Dion memilin nya sedikit kasar
" Ini adalah milik ku sekarang, " ujar Dion dan kembali melahapnya secara bergantian
**
...Pagi hari nya Sitha bangun lebih awal dari biasanya, setelah melakukan sholat subuh ia pergi ke dapur untuk membantu sang ibu menyiapkan sarapan paginya...
...Sementara Dion masih terlelap karena tidur terlalu larut malam meskipun keduanya telah gagal melakukan malam pertama karena sama-sama merasa kurang nyaman jika melakukan nya di kediaman kedua orang tua Sitha ...
...Ketika telah selesai dengan urusan dapur nya Sitha pun kembali ke kamarnya dan tidak mendapati Dion di sana ...
" Apa mas Dion sedang mandi.. " batin Sitha ketika ingin mengecek kamar mandi dirinya seperti mendengar seseorang tengah berbincang-bincang di teras rumah nya
...Suaminya itu terlihat fresh pagi ini, dengan kaos lengan pendek berwarna putih polos menambah sisi ketampanan pada diri Dion...
" Selamat pagi bapak, mas.. " sapa Sitha dengan lembut
" Selamat pagi nak.. " jawab pak Ramli dengan hangat
...Sedangkan Dion menjawab sapaan istrinya itu dengan mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum samar, tentu tanpa sepengetahuan dari bapak mertua nya itu...
...Membuat Sitha mengulum senyum manisnya dan memutus pandangan matanya dengan terburu karena ia masih cukup malu jika di tatap sedemikian rupa oleh suami nya itu ...
" Apakah ibu yang telah terlebih dulu membuatkan kopi ini untuk bapak dan mas Dion... " tanya Sitha
" Tentu nak.. karena kamu terlalu fokus di dapur, sampai-sampai bapak dan suami mu ini lupa kamu buatkan kopi.. " jawab pak Ramli seraya menyeruput kopi hitam nya yang terasa nikmat
" Maafin Sitha ya pak.. lain kali Sitha deh yang akan buatkan kopi nya, " ujar Sitha
" Tidak apa.. memang bapak yang telah meminta ibu untuk membuatkan nya nak, "
" Iya pak, kalau begitu Sitha mau bersih-bersih dulu sebentar setelah itu kita sarapan pagi bersama ya pak, mas.. " ujar Sitha kemudian masuk ke dalam rumah nya untuk mandi terlebih dahulu sebelum ia akan kembali ke kota bersama sang suami
__ADS_1
**
...Dan di sinilah keduanya, Dion mengantarkan Sitha sampai di depan sekolah tempat mengajar nya dengan mengendarai mobil nya...
...Sementara motor yang Sitha bawa kemarin ia tinggalkan di kediaman pak Ramli dan siang nanti akan ada orang suruhan nya yang akan mengambilnya...
...Dion tidak mau jika Sitha mengendarai sendiri motor nya dan ia menaiki mobilnya dari rumah pak Ramli menuju ke kota tempat tinggal nya yang jarak nya memang cukup jauh itu...
" Kabari aku jika waktunya kamu pulang sayang, aku akan menjemputmu " ujar Dion setelah memberhentikan mobilnya
" Aku bisa naik taksi online dan pulang sendiri mas jika kamu sedang sibuk.. " ucap Sitha yang selalu menampilkan senyum manis nya pagi ini
" Baiklah, tapi hati-hati di jalan dan kabari aku, " pesan Dion sebelum Sitha keluar dari mobilnya
" Iya mas.. " ujar Sitha mengambil tangan suaminya lalu mencium nya dengan takzim
...Dan itu sukses membuat desiran aneh pada hati Dion kala merasakan kecupan lembut bibir istri nya itu saat mengenai tangan nya ...
...Dion lebih mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arah Sitha lalu mencium kening istrinya itu setelah Sitha mendongakkan wajahnya untuk menatap suaminya itu...
...Terasa hangat dan sangat nyaman, sungguh Sitha sangat menyukai kecupan lembut di kening nya tersebut...
" Terimakasih mas.. " lirih Sitha saat Dion melepas kecupannya
" Untuk ? " tanya Dion terlihat sebelah alis mata nya sedikit terangkat
" Untuk semua nya, " jawab Sitha dan seketika mencium bibir Dion dengan cepat lalu membuka pintu dan terburu keluar dari dalam mobil itu
" Hey ! " kejut Dion ingin menahan tangan Sitha namun terlambat, gadis itu telah keluar dari mobilnya dan menutup pintu nya
...Dari luar Sitha melambaikan tangan nya dan kedua pipinya terlihat memerah ...
" Assalamualaikum.. hati-hati di jalan ya mas,, " ucap Sitha kemudian berlalu meninggalkan Dion begitu saja yang masih terpaku di dalam kendaraan nya itu
...Dion pun mengusap kembali bibir nya yang telah istrinya cium sekilas itu...
" Wa'alakum salam, " lirih nya
" Awas saja kau Bu guru cantikku, berani-beraninya telah mencuri ciuman pagi ku dan meninggalkan ku begitu saja sebelum aku sempat membalas ciuman manis nya itu. Aku tidak akan mengampuni mu malam ini sayang... " seringai Dion sebelum akhirnya ia melajukan kembali kendaraan nya menuju kantor nya
... ...
... ...
__ADS_1