Bu Guru Cantikku

Bu Guru Cantikku
bab 37 Menjemput pulang


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam makan siang terlihat Dion bergegas keluar kantor untuk menuju rumah sakit.


Karena pihak rumah sakit telah menghubunginya jika Sitha siang ini sudah di perbolehkan untuk pulang.


" Heyy.. mau kemana bro? buru buru banget, " ucap Dimas karena melihat Dion berjalan di depan nya dengan langkah terburu buru.


" Ke rumah sakit, siang ini Sitha sudah di perbolehkan untuk pulang. " ucap Dion tanpa menghentikan langkah nya.


Dimas pun kemudian mengikuti Dion dan berjalan di samping nya.


" Mau kemana kau, " ucap Dion menghentikan langkah nya menatap Dimas.


" Ikut dengan mu, aku juga ingin melihat bagaimana keadaan Bu guru Noval yang cantik itu bro.. boleh dong ..?? " ujar Dimas tersenyum lebar kepada Dion.


Tanpa menjawab ucapan Dimas Dion melanjutkan langkah nya ke area parkiran mobil.


" Kau yang menyetir. " Dion melemparkan kunci mobilnya kepada Dimas yang tengah berjalan di sampingnya.


" Happ !! " dengan cepat Dimas pun menangkap nya.


" Untung aku jago tangkap menangkap, " ucap Dimas lalu masuk ke dalam mobil,


di susul Dion yang duduk di sampingnya.


Setelah kurang lebih tiga puluh menit mereka berdua pun telah sampai di halaman rumah sakit.


Dion turun terlebih dahulu dan menuju ruangan tempat Sitha di rawat.


Sedangkan Dimas memarkirkan terlebih dulu kendaraan nya.


Sesampainya di depan ruangan Sitha, tanpa mengetuk pintu terlebih dulu Dion pun masuk dan melihat putra nya sedang tertidur pulas di pelukan Sitha.

__ADS_1


Karena memang sekarang waktu nya untuk Noval tidur siang.


Sitha yang belum menyadari kehadiran Dion masih membelai lembut rambut kepala Noval dan bersenandung lirih agar bocah itu dapat tertidur lelap.


" Ohh.... sosweeiitt,,, sungguh calon ibu idaman... aku sungguh iri dengan Noval.. " ucap Dimas setengah berbisik tepat di belakang Dion.


Dion hanya menggelengkan kepalanya mendengar celoteh sahabatnya itu kemudian melangkah mendekati ranjang dimana Sitha dan Noval tengah berbaring di sana.


" Apakah dia sudah tidur, " ucap Dion lirih, tapi sukses membuat Sitha terkejut karena tidak menyadari kehadiran nya terlebih dahulu.


Kemudian Sitha membalikkan badan dan melihat Dion tengah berdiri di belakangnya ada pula Dimas yang juga berdiri tidak jauh dari situ .


" Emm.. pak Dion, maaf saya tidak tahu anda datang, " ucap Sitha berusaha bangkit untuk duduk bersandar di ranjangnya itu.


" Noval baru saja terlelap pak, " sambung nya kemudian pandangan nya beralih kepada Dimas.


Dimas pun menghampiri Sitha dan bertanya tentang bagaimana keadaan nya saat ini.


Yang di lirik memutar bola matanya jengah.


" Tidak apa apa kak Dimas, saya sudah lebih baik, dan saya tahu anda orang yang sangat sibuk, " ucap Sitha tersenyum kepada Dimas.


" Apa tadi dia bilang.. kak Dimas?? sedangkan aku dia panggil dengan sebutan pak. Padahal aku dan Dimas seumuran.. apa aku setua itu di matanya? dan tadi apa, Dimas orang yang sangat sibuk?! Oh..! asal kau tahu saja Sitha dia itu sering sekali makan gaji buta. " batin Dion sedikit kesal karena Sitha memanggil Dimas dengan sebutan kakak.


" Terimakasih karena ibu guru telah mengerti keadaan saya.. " ucap Dimas tersenyum lebar dan mengangguk kepada Sitha.


Sitha hanya menggeleng kan kepala melihat sikap Dimas itu,


" Jangan panggil saya seperti itu.. panggil saja dengan nama saya, "


" Memang kenapa.. anda memang ibu guru kan? dan cantik, " sambung Dimas mengedipkan matanya

__ADS_1


" Oh ya Sitha, hari ini kau sudah di perbolehkan untuk pulang. ." ucap Dion memotong pembicaraan Dimas yang menurutnya tidak penting itu.


" Apakah kau sudah bersiap, " sambung nya


" Alhamdulillah sudah pak, " jawab Sitha.


" Lihat dia memanggilku dengan sebutan itu lagi. " batin Dion


" Mana barang barangmu biar Dimas bantu membawanya ke dalam mobil. "


" Hanya tas kecil ini pak, " ucap Sitha menunjuk tas yang berada di samping tempat tidurnya.


" Baiklah, sekarang kau Dimas angkat Noval gendong dia bawa masuk mobil, " ucap Dion menunjuk Dimas.


" Iih kau saja, aku yang akan membantu Sitha mendorong kursi roda nya nanti, " ujar Dimas mengambil kursi roda dari tangan suster yang baru datang.


" Noval itu sangat berat tau, " sambung nya.


" Biar suster saja yang akan membantu Sitha, sekarang cepatlah gendong Noval, "


Dengan terpaksa Dimas pun menuruti permintaan Dion, karena jika tidak dion sangat mungkin untuk memotong gajinya bulan ini.


Dimas, Sitha juga Noval telah berada di dalam mobil untuk menunggu Dion keluar karena sedang menebus obat untuk Sitha.


Dan tidak berapa lama Dion pun muncul dan segera masuk duduk di samping Dimas.


" Sudah.." tanya Dimas


" Iya sudah, sekarang ayo jalan " mobil pun perlahan meninggalkan area rumah sakit.


Sitha bersyukur karena dia telah keluar dari gedung kesusahan itu.

__ADS_1


Karena yang berada di sana mayoritas orang yang sedang mengalami kesusahan karena sakit.


__ADS_2