
Hari hari berlalu dengan cepatnya.malam itu suasana ditoko sisil ckup ramai pengunjung.Sisil dan Dina terus bersikap ramah kepada semua pengunjung yang datang ditoko mereka.
Waktupun sudah menunjukkan pukul 20.30 malam.pengunjung ditoko itu sudah mulai berkurang.
Sisil pun segera berberes merapikan tempat itu.terdengar bunyi dering dari ponsel gadis itu.dengan cepat sisil melihat dilayar siapa yang menghubunginya.
"kak Fei???"" ujar Sisil setelah mengetahui siapa yang menelponnya.
"hallo kak fei apa kabar?" jawab sisil setelah menjawab panggilan itu.
"hallo Sil,kabarku baik.." jawab fei diujung panggilan.
"ada apa kak Fei?apa ada yang bisa aku bantu?" tanya sisil penasaran.
"hemmmm kau pulang jam berapa sil?? bisakah kau kerumahku ada yang ingin aku bicarakan...nanti biar supirku yang menjemputmu!".
" jam 9 kak.memang ada apa kak?"
"nanti kau juga tahu...bagaimana kau bisa kan?" ucap feiluo sedikit memaksa.
"baik kak..." jawab sisil yang merasa tidak enak jika tak menuruti permintaan Feiluo.
Tak lama sisil sudah menutup tokonya.diparkiran sudah ada satu mobil sedan mewah silver yang menunggunya.
Sisil langsung masuk dan menuju Rumah mewah kediaman Han.
Hanya butuh 15 menit mobil mewah itu sampai di rumah mewah bergaya tiongkok itu.
Sisil langsung masuk kerumah itu setelah supir pribadi feiluo berjalan lebih dulu.
Diruang tamu feiluo sedang menunggu kedatangan sisil.
"Nyonya mbak Sisil sudah sampai,,!" lapor supir pribadi feiluo.
"bagus, sekarang istirahatlah" jawab feiluo sambil berdiri menatap pria paruh baya itu.
Priia itupun menunduk memberi hormat untuk segera undur diri.
"Sisil kemarilah" perintah feiluo saat sudah melihat gadis kecil itu berdiri dan menunjukkan sofa yang kosong disampingnya.
Sisil pum segera menghampiri feiluo dan duduk disebelah wanita anggun itu.
"Maaf ya sil kakak memaksamu kesini?" ucap fei membuka percakapan mereka.
"tidak apa apa kak,,dimana Lion kak??" tanya Sisil saat melihat situasi rumah besar itu yang terlihat sepi.
"Lion sudah tidur dari tadi sil....dan Lee masih lembur dikantor."
Pernyataan Feiluo membuat sisil terdiam pasalnya dia tak menanyakan keberadaan pria tampan itu,sisil hanya terseyum mendengar kabar pria yang sudah sedikit membuatnya penasaran.
"Begini sil,besok pagi aku harus berangkat ke london selama seminggu.aku harus menghadiri pertemuan Disainer dari seluruh dunia dalam acara Fasion Show terbesar tahun ini..." jelas feiluo yang masih setengah.
"lalu apa yang bisa sisil bantu kak?"
"Selama seminggu pula aku harus meninggalkan Lion,meski sudah ada om dan asiten rumah tangga dirumah tapi hatiku masih belum tenang sil.kau tau sendiri kan Lee terlalu sibuk dan kau tau bukan saat putraku itu rewel hanya kau yang bisa menenangkannya sil..apa kau bisa tinggal disini sil selama aku pergi??"ucap feiluo dengan ragu.
''tinggal disini kak???tapi aku juga harus berkerja kak....!ucap sisil menggantung."
"kalau soal pekerjaanmu aku tidak keberatan sil,, kau cukup mengurus Lion saat pagi dan malam hari sil,temani dia tidur.anggap saja aku menyewamu selama seminggu sebagai Babysisternya Lion bagaimana??"
__ADS_1
Sisil masih terdiam,merasa bingung memikirkan permintaan Feiluo itu.
"Hanya kau yang bisa aku andalkan sil,oma dan oppa Lion ada diBali jadi aku tidak bisa meminta bantuan mereka." ucap feiluo dengan wajah yang mulai sendu.
Sisil merasa kasihan pada kak Fei ia juga sudah menganggap wanita dewasa itu seperti kakaknya sendiri.
"baik kak aku mau,aku akan menjaga Lion sebaik mungkin dan saat aku liibur nanti aku akan mengajak Lion jalan jalan kak."
Feiluo terseyum lebar mendengar jawaban sisil.
"makasih banyak ya sil,,,maaf aku merepotkanmu lagi,besok biar supir pribadiku yang antar jemput kamu saat bekerja."ucap fei sambil menggenggam kedua tangan sisil.
" kakak tak perlu sungkan,aku juga sangat menyanyangi Lion."
Kedua wanita itu berpelukan erat.
"Yasudah sekarang kamu naiklah keatas.Mandilah dikamar Lion sil,aku sudah menyiapkan bajumu didalam lemari lion.lalu makan malam bersamaku karena aku juga belum makan.Malam ini mulailah menginap disini ya sil."
"Baik kak..." jawab sisil sambil berdiri menuju lantai atas kamar Lion.
Saat Sisil sedang mandi dikamar Lion.
Dilantai bawah muncul Lee yang baru pulang dari kantor dengan wajah yang kusut dan penampilan yang berantakan.
"malam kak,kenapa kakak belum tidur?"tanya Lee sambil merebahkan tubuhnya diatas sofa berseberangan dengan kakaknya.
" kau sudah pulang Lee,,kakak menunggumu..."
"menungguku??ucap lee sambil melonggarkan dasinya.
" besok pagi kakak terbang ke London.selama seminggu disana tolong jaga Lion ya.kakak juga sudah meminta bantuan seseorang untuk merawat Lion".
"London...seseorang...??hemmm baiklah kakak jangan khawatir."ucap lee dengan nada datar.
Dikamar Lion,Sisil yang sudah selesai mandi lalu mengenakan dres tidur selutut dengan lengan pendek tulip.penampilan Sisil terlihat menarik dan segar walau hanya dengan memakai dress simple itu.
Seyum mengembang diwajah cantiknya.
pandangan mata Sisil pun menangkap seseorang pria tampan yang sudah duduk diruang tengah bersama kak fei.
Sisil seketika merasa gugup tapi ia masih bisa menutupinya.gadis itu melanjutkan langkahnya.
Lee yang tak sengaja mengarahkan pandangannya ketangga sangat terkejut dengan keberadaan Sisil.
Pria dewasa itu tertegun melihat penampilan Sisil yang terlihat segar setelah mandi.
Lee menelan salivanya pelan memandangi sisil yang semakin mendekat.
Kulit putih bersih dengan seyum yang begitu indah berhasil membuat jiwa lee bangkit sebagai seorang pria.
Seketika lelah dan penat ditubuh Lee hilang.matanya terus menatap Sisil,sampai kak Fei memergokinya.
Spontan Kaki Feiluo menendang kaki Lee yang berada tak jauh didepanya.
"awauuuu sakit kak" Lee kesakitan sambil memegangi kakinya."
"makanya mata tuh dijaga...." ucap Feilluo dengan tatapan yang tajam.
"selamat malam pak Lee." sapa sisil yang masih berdiri disamping fei.
Sisil merasa heran dengan tingkah lalu kedua kakak beradik itu.
"kamu disini Sil?" tanya Lee yang merasa penasaran.
__ADS_1
"ayo kita makan sil," tanpa menunggu sisil menjawab pertanyaan Lee,fei luo langsung menarik tangan sisil menuju meja makan.
Lee memajukan bibirnya karena merasa kesal dengan sikap kakaknya.
"kau mau makan tidak Lee" suara Feiluo dari meja makan yang tak jauh dari ruang tengah .
Lee segera bergabung dimeja makan karena perutnya dari tadi siang belum tersisi.
Lee duduk berhadapan dengan Sisil.
"makanlah sil" ucap feiluo sambil memberi Sisil beberapa lauk dipiringnya.
"ini terlalu banyak kak...." protes Sisil.
Lee hanya terdiam mendengarkan percakapan dua wanita didepannya sambil menikmati makanan yang ada dipiringnya.
sesekali Lee melirik kearah Sisil yang selalu menyebar seyum.
Saat mereka sudah selesai makan Lee ingin segera beranjak kekamarnya.
"tunggu Lee dengarkan kakak'' suara fei menghentikan langkah Lee.
" ada apa kak aku ingin segera mandi tubuhku sudah sangat lengket."jawab Lee lesu.
"jadi Sisil yang akan membantu kamu dan Bibi mengurus Lion selama kakak dilondon."
"Sisil???bukannya dia harus bekerja kak" ujarl lee yang sedikit heran dengan kemauan kakaknya itu.
"soal itu sisil tidak keberatan,kami sudah membicarakannya." jelas fei pada adiknya.
"kalau begitu terserah kakak saja,asal Sisil tidak keberatan aku tak masalah." jawab Lee sambil berlalu meninggalkan dua wanita yang masih duduk itu.
"besok pesawat kakak jam 6 pagi....jadi kamu jangan kesiangan bangunnya..." suara feinyang sedikit berteriak karena adiknya itu sudah berada ditangga paling atas.
Sisil pun segera masuk kekamar Lion atas perintah Feiluo karena waktu sudah cukup malam.
Lee yang sudah selesai mandi lansung memakai kaos putih polos dan celana tidur panjang hitam.Dengan rambut yang masih sedikit basah Lee keluar kamar untuk melihat Lion sebentar.
Saat masuk kamar Lion,Lee tertegun melihat Sisil sudah tertidur diatas ranjang Lion,sambil memeluk tubuh mungil keponakan tersayangnya itu.
Lee maju beberapa langkah dengan pelan.
tatapan matanya tak bisa lepas dari wajah cantik sisil yang begitu manarik perhatiannya.wajah yang membuat hatinya merasa nyaman.
Untuk beberapa saat Lee terdiam diposisinya.setelah puas manandangi wajah Lion dan Sisil,Lee segera berbalik kembali kemarnya.ia tak ingin mengganggu kenyamanan sisil.
Merasa ada yang melangkah didekatnya,sisil membuka matanya.
"Pak Lee anda disini??"suara sisil membuat Lee berhenti.
" maaf sil aku mengganggu kamu,aku cuma mau lihat Lion,''dengan perasaan gugup Lee menjawab pertanyaan Sisil.
"kenapa bapak pergi?silahkan kalau mau mencium kening lion" ucap sisil dengan pelan.seakan tahu isi pikiran Lee.
Lee pun dengan cepat mendekati ranjang Lion.dan mencium kening anak balita itu.
Sisil yang sudah duduk disamping lion hanya terseyum melihat kasih sayang Lee yang besar pada anak itu.
"cepat tidur Sil,aku kekamarku dulu.selamat malam." ucap Lee sambil memandang Sisil dari jarak yang cukup dekat.
"malam juga pk..." jawab sisil singkat.
Jantung Sisil berdebar kencang berada didekat Lee.sama halnya pria tampan itu.
__ADS_1
Ia melangkahkan kakinya cepat menuju kamarnya untuk meredakan dada yang tiba tiba tiba berdetak cepat.
"syiiittttt apa ini......kenapa gadis kecil itu terlihat begitu mempesona" umpat Lee dibalik pintu kamarnya.