Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Perngorbanan


__ADS_3

Sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan tinggi diatas rata rata.Miceal Jung begitu lihai melajukan mobil itu,Tentu ia sangat tahu,bosnya ingin segera sampai.


Nino yang duduk dikursi depan sangat merasakan aura dingin dan pekat yang menyelimuti atasannya yang sedang duduk dikursi penumpang itu.


Sementara Daren yang duduk disamping Lee terlihat lebih tenang.ia hanya berharap semoga semuanya berakhir dengan baik dan jangan sampai ada pertumpahan darah antara kedua sahabatnya itu.


Lee mengepal kuat,kedua matanya merah dengan rahangnya yang mengeras.amarahnya sudah begitu besar,ingin rasanya ia segera menghabisi Gerald.


@@


Dimansion Gerald.


Gerald duduk disamping Sisil,yang masih terus menangis.Wajah cantiknya sudah sangat pucat dan tubuhnya sangat lemas.karena seharian Siisil tidak mau makan sedikitpun.


Gerald begitu sedih melihat keadaan Sisil.


"Ayo Sil makanlah sedikit,pikirkan kandunganmu juga!'ucap Gerald lembut,tapi Sisill tak menghiraukannya.


Gerald mencium kening Sisil kilat,tanpa ada penolakan dari Sisil yang sudah tidak bertenaga.


" Aku sangat menyanyangimu Sil,juga bayimu!"ucap Gerald dengan kesungguhan hatinya.


"Oh jadi wanita ini sedang hamil??kenapa kau begitu bodoh Gerald,harusnya kau membuat kandungannya gugur!" ucap sarkas Dilan yang baru saja tiba.


"Tutup mulutmu Dilan!" ucap.Gerald yang merasa tidak suka dengan ucapan wanita licik itu.


Sisil menoleh kearah Dilan dengan wajah sembabnya.


"Kenapa kau begitu jahat padaku Dilan.Apa salahku padamu?"


Dillan tertawa keras.


"Hahahaha....Kau tanya apa salahmu,,,Salahmu adalah kau sudah merebut cintaku Lee dari hidupku.Dan sebentar lagi.aku akan sangat senang karena Gerald akan membawamu pergi jauh dari negara ini!,Bukankkah Helynya sudah siap Gerald,sebaiknya kau pergi sekarang!"


Sisil mengelengkan kepalanya pelan.


"Aku tidak mau ,tolong jangan bawa aku hiks hiks hiks...!"


Tanpa mendengar permohonan Sisil,Daren Segera mengangkat tubuh Sisil menuju landasan Hely nya yang berada ditaman belakang mansion.


"Maafkan aku Sil,sudah saatnya kira pergi dari sini!"


Sisil tak bisa berontak kuat,tenaganya seakan sudah habis.


Sementara itu mobil Lee dan beberapa mobil anak buahnya dan Daren sudah sampai.


Penjagaan begitu ketat.mereka semua segera turun dari mobil dan langsung menghadapi anak buah Gerald yang berjaga dengan jumlah yang cukup banyak.


Sementara anak buahnya berkelahi diluar,Lee dan Daren merangsek masuk kedalam mansion mewah itu.


Lee berlari cepat mengitari mansion dikuti Daren.


Lee pun melihat Gerald sedang menggendong tubuh istrinya turun tangga diikuti Dilan dibelakangnya.


"Lepaskan Istriku breng...k!" Teriak lantang Lee yang. mengejutkan Gerald,Dilan dan Sisil.


Sisil terseyum simpul melihat suaminya sudah datang,sementara Dilan berubah menjadi pucat melihat kehadiran Lee dan kakaknya Daren.


"Oh jadi kau bersekutu dengan Gerald, Dilan?Dasar Wanita licik!" sarkas Lee dengan sorot mata tajam kearah Dilan.


Sedangkan Daren hanya menatap.dingin pada adiknya itu.


Getald menurunkan tubuh Sisil disofa.Lalu mendekat kearah Lee dengan seyuman smriknya.


"Kita berduel saja Bagaimana?Siapa yang menang akan mendapatkan Sisil!" ucap Gerald dengan sedikit berbisik pada Lee.

__ADS_1


Keduanya saling bertatapan dengan sorot mata tajam.


"Tunggu Hentikan perselisihan kalian!" teriak Daren tiba tiba.


"Apa maksudmu Daren,apa kau sudah gila?" jawab Lee keras.


Daren merasa ini saatnya mengatakan yang sebenarnya.


"Kalian bersaudara Lee...Gerald itu adik sepupumu!!" ucap Daren lantang.


Lee pun membulatkan matanya.


Sementara Gerald hanya tertawa renyah.


"Lelucon apa ini Daren?Apa kau ingin mengelabuiku!" ucap Gerald datar.


"Ini kenyataan Gerald,Kau harus mempercayainya.!"Ucap Daren dengan sorot mata yang mencoba menyakinkan.


" Cih ...aku tak percaya padamu Daren..Ayo Lee,apa kau takut padaku?"ucap Gerald memancing Lee.


Lee pun menuruti ajakan Gerald yang gila itu.


Gerald melepas jasnya menyisakan kaos ketatnya.Sedangkan Lee melepas dasi dan jasnya,lalu menggulung kedua lengan kemejanya sampai sikut.


Sisil yang ingiin berdiri ditahan oleh Dilan.


Sementata Daren tak.bisa berbuat apa apa lagi,ia sangat pahan bahwa kedua sahabatnya itu sedang diliputi amarah yang besar.


Perkelahian antara keduanya pun tak bisa dihindarkan lagi.Miceal Jung pun hanya bisa melihat dua Ceo itu berduel.


Lee dan Gerald adalah lawan yang imbang,keduanya memilik tubuh yang propisonal dan atletis.sama sama tinggi dan memiliki dasar bela diri yang kuat.


Keduanya saling memukul dan menendang,Wajah mereka sudah sama sama lebam dan berdarah diujung bibir mereka.Sungguh perkelahian yang sangat seru.Niino yang melihat merasa sedikit ngeri.


Hingga keduanya sudah babak belur dan terjatuh dilantai dengan luka lebam disekujur tubuh mereka.


Tanpa disangka semua orang keduanya mengeluarkan pistol masing masing dan saling mengarahkan kewajah lawannya.


"Tunggu,apa yang kalian lakukan.....kalian bisa mati.Lepaskan pistol kalian!!" ucap Daren yang mulai panik.ia tak ingiin keduanya gelap mata.


"Aku akan membunuhmu Gerald....beraninya kau ingin membawa istriku pergi!" ucap Lee dengan pistol ditangan kanannya yang mengarah kewajah Gerald.


"Kita akan sama sama mati Lee....jadi tidak akan ada yang bersama Sisil.!"Ucap Gerald yang juga mengarahkan pistolnya kearah Lee.


Keduanya tertahan untuk beberapa saat,dengan posisi yang ingin saling menembak.


Hingga suara teriakan seorang wanita mengejutkan semuanya terutama Gerald.


Flash Back


Dina yang datang dengan wajah panik mengejutkan Feiluo dan semua orang yang ada dikediaman Han.


" Kak Fei kita harus keMansion Gerald sekarang,Lee dan semuanya sedang menuju kesana.Ini saatnya bibi Merisya menemui Gerald sebelum semuanya terlambat!"


Feiluo mengusap lembut tangan bibinya


"Kita harus pergi kesana bik,Bibi sudah siapkan bertemu putra bibi?" ucap Feiluo pada Bibi Merisya.


Merisya mengangguk pelan.


"Bibi sudah siap nak!" ucap Merisya mantap


"Kakak yakin kamu bisa menyadarkan putramu mery!" ucap Micell pada Mery.


Ketiganya langsung menuju Mansion Gerald.

__ADS_1


Flash back Off.


"Hentikan Gerald!!!" teriak Merisya yang sudah datang bersama Feiluo dan Dina.


Daren bernafas lega melihat kedatangan mereka.


Gerald sangat terkejut melihat wanita paruh baya yang selama ini ia cari dan ia sangat rindukan.


"Mama.....!" ucap Gerald Lirih tapi masih dengan poisi menembaknya.


Merisya perlahan mendekati putranya dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi.Putra kecilnya yang sudah ia tinggalkan hampir 30/tahun lamanya sekarang tumbuh menjadi pria yang tampan dan tegap.Ini seperti mimpi untuknya.


"Iya ini Mama nak...Maaf kan mama yang sudah meninggalkanmu bersama papamu yang jahat itu!Mama mohon nak hentikan ini.Lee adalah saudara sepupumu.Ibu Lee adalah Kakak mama!" ucap mery dengan derai air mata


Deg......Gerald tertegun dengan kenyataan ini,Begitu pula Lee,Sisil dan Dilan yang sangat terkejut.


Gerald terdiam menunduk.Mery mengusap lembut tangan Gerald yang tiidak memegang Pistol.


"Lepaskan pistolmu nak...Mama mohon,apa kau tak kasihan pada wanita yang sedang mengandung keponakanmu itu.Jangan jadi orang jahat nak..Ayow kita pergi bersama Nak.!" Ucap Mery lembut mencoba membujuk putranya


Gerald pun luluh dan melepas pistolnya kelantai.


Gerald masih terdiam dan hendak dipeluk mamanya.Lee pun juga menurunkan senjatanya.


Pistol Gerald terjatuh kelantai dan terseret hingga berada didekat Dilan.Dengan Cepat Dilan memungutnya dan langsung mengarahkan ketubuh Sisil yang sudah terkulai lemas dilantai.


"Sebaiknya Kau mati saja Sisil!!Jika aku tak bisa mendapatkan Lee kau juga tidak boleh!"lantang Dilan..


Spontan semua menjadi terkejut dan panik.


" Lepaskan Pistol itu Dilan....apa kau ingin menjadi pembunuh....Dengarkan Kakak Dilan!!"Ucap Daren yang berteriak.


"Aku sangat membencinya Kak....aku tak bisa melihatnya bahagia bersama Lee..!" ucap Dilan tegas.


Wajah Sisil.sudah sangat ketakutan.Hingga darah keluar dari tubuhnya dan mengalir dibetisnya.


"Sisil berdarah!" ucap Dina spontan.


Lee semakin bingung dan panik.


"Aku bilang lepaskan pistolmu Dilannnnn!!" teriak lantang Lee dengan sorot mata tajamnya.


Bukannya mendengar ucapan Lee,Dilan justru menarik pelatup pistol itu.


Dorrrrrr......


Bunyi suara tembakan menggema diseluruh ruangan mewah Mansion itu.Semua terperanga.


Mata Sisil tertutup ia mengira ia yang tertembak,tapi matanya terbuka saat seorang tubuh tegap pria terkulai lemas ditubuhya.Sisil membola melihat Darah yang mengalir keluar mengenai bajunya.


"Gerald.......!!!" teriak.semua orang.


Gerald yang tertembak.Ia ternyata berlari cepat untuk melindungi Sisil dari tembakan itu,Karena posisinya yang paling dekat dengan Dilan dan Sisil.


Semua langsung menolong dan mengangkat tubuh Gerald yang sudah tak sadarkan diri.Membawanya keRumah sakit terdekat.


Lee mendekap tubuh Sisil yang menggigil ketakutan dan Syock.


Sementara Dilan masih mematung melihat siapa yang ia tembak.


"Nino urus Dilan dan masukkan ia kepenjara!!"Perintah Lee tegas dan keras lalu mengangkat tubuh istrinya menuju Rimah sakit.


Daren hanya melihat adiknya dengan pandangan datar.Ia memilih pergi bersama yang lainnya.


Dan Nino beserta anak buah Lee yang lain segera membawa Dilan ketempat yang semestinya ia berada.

__ADS_1


__ADS_2