
Hari ini Sisil tengah berada ditoko Bakery,seperti biasa dirinya melanyani pengunjung dengan seyum ramah.
Terkadang tanpa sadar Sisil melamun,memikirkan tingkah kedua pria yang akhir akhir ini membuatnya pusing.
Gadis itu juga menceritakan semuanya pada sahabatnya Dina.
Dina mencoba menghibur suasana hati sahabatnya yang sedang kacau itu.
"udahlah Sil,jangan terlalu dipikirin...mereka kan sama sama baik,jadi bersikaplah biasa saja...mungkin seiring jalannya waktu kamu bisa tahu tentang perasaanmu sendiri..."
"hemmm aku juga berusaha bersikap biasa sama mereka Din...tapi kok kesannya aku harus memilihya...,?padahal aku ini cuma gadis biasa....." ucap sisil dengan wajah cemberutnya.
"udah jangan berpikiran macam macam,saranku..jalani aja Sil selama hatimu nyaman..."
"entahlah Din....lebih baik aku menghindari mereka dulu....''jawab sisil dengan wajah lesunya.
Percakapan mereka terhenti ketika pak Agung datang menghampiri keduanya.
" Sil tolong antarkan pesanan kue ini ya.!!lumayan banyak nich,soalnya Dimaz lagi keluar juga nganter pesanan,alamatnya ada disini."perintah pria itu sambil menyodorkan beberapa kardus kue dan selembar struk pembayaran.
"baik pak"
Sisil segera mengambil jacetnya dan segera menuju alamat yang tertulis dikertas itu dengan menaiki sepeda motor.
Tak butuh waktu lama Sisil sudah berada dilantai bawah sebuah gedung perusahaan yang menjulang tinggi dan terlihat elite.
"Selamat Siang nona ada yang bisa saya bantu?" ucap salah seorang wanita dimeja resepsionis panjang itu.
"Saya ingin mengantar kue kue ini kak atas nama tuan Fang." jawab sisil.
"oww iya silahkan nona sudah ditunggu Presdir diruangannya lantai 25.silahkan nona lewat lift itu..." ucap wanita itu sambil kenunjukkan kearah Lift berada.
"haa Presiden direktur???kenapa hatiku tiba tiba merasa tidak enak ya.''gumam Lirih Sisil sambil masuk kedalam Lift.
Setelah sampai dilantai yang dituju,gadis itu menemui seorang wanita yang duduk dikursi sekretaris.
" Maaf.saya ingin mengantar pesanan kue ini kepa....."ucapan Sisil terpotong saat wanita itu langsung menyadari kedatangannnya.
"silahkan masuk keruangan itu nona!!"ucap wanita itu dengan cepat serta menunjukkan sebuah ruangan yang bertulis Ruang Presdir.
Sisil merasa aneh dengan sikap sekretaris itu.
Tok tok tok....
__ADS_1
"masuk...." jawab sipemilik ruangan.
Ceklek...Sisil membuka pelan pintu itu dan masuk sambil menundukkan kepalanya.
Dia belum sadar siapa pria yang ada didepannya.
"maaf pak saya dari Toko bekery ingin mengantar pesanan bapak." ucap Sisil masih menunduk.
"baik dan taruh saja dimeja itu nona Sisil." ucap pria itu yang tak lain adalah Daren Hui Fang.
Sisil spontan membulatkan kedua matanya setelah tahu siapa pria tampan yang sedang duduk dikursi kebesarannya itu.tubuhnya menengang dan terasa kaku.niat ingin menghindari pria didepannya ini justru sekarang dia sendiri yang datang kekantor pria itu.
"Tuan Daren...jadi anda......?
Daren terseyum simpul melihat wajah Sisil yang terlihat terkejut mengetahui dirinya seorang Presdir.Pria itu bangkit dari kursinya dan mendekati sisil yang masih berdiri mematung.
" ayo duduk"ucap daren sambil menarik tangan Sisil.
ingin rasanya Sisil lari tapi kakinya lemas.
"kenapa harus terkejut......aku senang kau bisa datang kekantorku"
"Saya sungguh tidak tau kalau ini kantor tuan...untuk apa memesan kue sebanyak ini?" tanya Sisil dengan polosnya.
"untuk memancingmu agar kesini.." jawab Daren dengan santainya.
"maaf ya....tapi aku merindukanmu...aku tak bisa tahan kalau lama lama tidak bertemu dengan mu nona dan aku ingin kau tau siapa sebenarnya diriku..karena aku serius dengan perasaanku."
Sisil semakin dibuat lemas oleh perkataan dan tatapan lekat pria dihadapannya.Tak diragukan lagi Daren Fang memang begitu tampan,11 12 dengan Lee Zang han.Sisil sempat beberapa detik mengamati ketampanan yang terlihat jelas didepannya itu.
"kau pasti belum makan siang kan,,ayo makan bersamaku disini...." ucap Daren sambil mengambil dua box makanan yang sudah ia siapkan.
Dengan cepat Sisil berdiri untuk menghindari Daren.
"Maaf tuan,terima kasih untuk kebaikan anda. saya harus segera kembali toko." ucap Sisil yang mencoba berbalik untuk keluar dari ruangan itu.Tapi dengan cepat tangan besar Daren menarik kuat tangannya.membuat tubuh sisil membentur tubuh atletisnya.
Kedua bola mata sisil membulat sempurna,menatap pria yang sudah merengkuh pinggangnya dengan kuat.pandangan mereka beradu untuk sesaat.
"apa kau coba menghindariku nona Sisil?" ucap Daren dengan wajahnya yang sudah sangat dekat dengan wajah Sisil.
Sisil berusaha melepas tautan tangan Daren dipinggangnya.
"apa maksud tuan....saya harus kembali bekerja lagi..." ujar Sisil yang semakin merasa gemetaran.
__ADS_1
"benarkah.....???bukannya ini sudah jam makan siang....jangan beralasan lagi,,duduk dan makanlah bersamaku." ucap tegas Daren yang masih menatap lekat kedua bola mata Sisil.
Mereka terdiam untuk beberapa saat.
"atau aku akan memberimu hukuman....,!" ucap daren mengintimidasi.
Sisil masih berusaha melepaskan tangan Daren yang begitu kuat dipinggangnya.
Cup....satu ciuman meluncur dipipi mulus sisil.
"kau cukup keras kepala ya...!?" Daren terseyum setelah berhasil mencium pipi gadis itu.
"Harusnya tuan mencari wanita yang lebih dari saya....apa bagi tuan,saya mudah untuk dipermainkan seperti ini?maaf saya harus pergi...!" ucap Sisil.dengan wajah yang tak bisa diartikan.
"apa kau mengira aku mempermainkanmu nona Sisil...bagaimana kalau wanita yang kumau adalah dirimu..aku tak perduli wanita lain.yasudah ayo kuantar kau ketoko.....biar motormu diantar karyawanku." ucap tegas Daren dan langsung menarik tangan Sisil keluar ruangan menuju base mant lantai bawah.
Tanpa menghiraukan pandangan karyawan karyawannya yang melihatnya.Daren Fang terus menarik tangan Sisil yang mencoba berontak.Para karyawan yang kebanyakan wanita merasa terkejut dengan pemandangan itu.Bos besar mereka dengan terang terangan menarik tangan seorang gadis pelayan toko kue.
"apa yang tuan lakukan....tolong lepaskan tangan saya...saya bisa kembali sendiri....saya malu tuan,,mereka memandang kita..." ucap Sisil yang terus berjalan mengikuti Daren sambil mencoba melepas genggaman kuat tangan pria kekar didepannya.
"Diam dan patuhlah" ucap singkat Daren tanpa menoleh kearah Sisil.
Setekah keduanya berada didalam mobil mewah milik daren.pria itu segera memasangkan sabuk pengaman untuk Sisil dan segera melajukan mobilnya dengan cepat.
Dalam perjalanan.
Hening......hanya suara deru mesin mobil.hingga mobil itu sampai diparkiran toko bakery sisil.
"Turunlah dan jangan coba coba untuk menghindariku nona...."ucap Daren menatap lekat sisil.
Tanpa sepatah kata pun Sisil membuka sabuk pengaman dan segera keluar dari mobil daren.
" terima kasih"hanya satukata keluar dari bibir sisil,saat sudah berada diluar mobil dan langsung berbalik untuk masuk ketokonya.
Daren terseyum penuh arti melihat gadismuda itu berlalu meninggalkannya.lalu segera pergi kembali kekantornya.
Semua itu lak lepas dari pengamatan orang suruhan Lee.yang selalu mengawasi Sisil 24 jam.
Sementara Sisil yang baru saja masuk toko dibuat terkejut. dengan keberadaan seseorang yang sudah duduk di sudut tokonya sambil menikmati sepotong kue.
Keduanya bola matanya terbuka lebar dan susah untuk menelan salivanya.
**Yaampun kepalaku tambah pusing......haruskah aku lari...**gumam sisil sambil memijat pelipisnya.
__ADS_1
Dina hanya menggelengkan kepalanya saat melihat expresi wajah Sisil yang menolah kearahnya.
"Din tolong aku....''ucap Lirih Sisil dengan sikap memohon......