
Sisil segera membantu sang mertua didapur,sedangkan Lee lebih memilih duduk bersama Lion diruang tengah.
"Wah pengantin baru sudah datang rupanya!" ucap Fei yang baru saja tiba.
Semua nya memandang kearah Feiluo.
"Kak Fei....dari mana kak!" ucap Sisil dari dapur.
"Aku ada urusan dengan Klien sebentar tadi Sil....yasudah aku kekamar dulu ya,Ma Lion apa nakal?''Tanya Fei pada Micell yang berdiri disebelah Sisil sedang mengaduk masakannya.
" Tidak Fei....kau cepat mandi dulu lalu kita makan malam bersama!"titah Micell.
"Iya Ma..!"
Fei pun segera naik kelantai dua menuju kamarnya.
Tak lama semua sudah berkumpul dimeja makan termasuk Tuan Xian yang selalu melempar seyum pada menantu barunya.
Mereka makan dengan suasana yang begitu hangat,apa lagi Saat Lee menceritakan permintaan Lion pada Feiluo.
Feiluo tak menyangka putranya sekarang bertambah pintar dan bisa sejail itu pada sang om.
Setelah makan malam mereka berkumpul diruang tengah.
''Jadi besok kita kemana Tampan?"tanya Sisil pada Lion yang sudah berada dipangkuannya.
"Terserah Dady saja...!" ucap Lion sambil melirik kearah Lee.
"Pokoknya besok kita ketempat tempat yang mengasyikkan Boy.!" ujar Lee dengan seyumnya.
Lion terseyum lebar.
Semua orang ikut bahagia.
"Apa Mama,Omma dan Kakek ikut?" tanya Lion spontan.
''Omma dirumah saya ya sayang mememani kakek.''jawab Micell pada cucunya itu.
"Mama juga tidak bisa ikut sayang ada meeting penting besok.!" imbuh Feiluo.
"Jangan nakal dan membuat lelah momy ya Lion...!" ucap Xian pada Cucu satu satunya itu.
"Iya Kakek....Lion Janji gak nakal...!" ucap Lion mantap pada sang Kakek.
"Oh ya Lee kapan kalian Honeymoon?" tanya Feiluo.
"Memangnya kita mau kemana Sayang?" Tanya Sisil yang memang belum tau rencana suaminya.
"Kau mau kenegara mana Sayang?" tanya Lee pada Sisil yang duduk disampingnya.
"Loh kok malah tanya aku?", ucap Sisil bingung.
" Kita Ke Korea saja ya....kau ingin kesana daru dulu bukan?"
__ADS_1
"Siapa yang bilang?" ucap Sisil tambah bingung.
"Jeno...dia bilang kau sangat suka negara Korea karena sangat mengidolakan seorang penyanyi dari negara itu!"
Sisil menunduk karena merasa sangat malu.
"Dasar.....Jeno emberrrrr......!!!" gumam Sisil.
"Jangan malu Sil,,,kurasa Korea pilihan yang sangat bagus.aku sudah beberapa kali kesana dan memang negara itu sangat indah.Kapan berangkat nya Lee?"ucap Feiluo yang membuat Sisil mendongak.
"Lusa Kak.!" jawab Lee cepat.
"Lalu Visa dan Paspor Sisil?" tanya Fei lagi.
"Semua sudah siap Kak.aku menyiapkan semuanya sebelum menikah kemarin.!"
"Bagus....!"
Obrolan hangat itu pun berlanjut hangat,setelah ckup larut mereka kembali kekamar masing masing.
Sesuai janji Lee tadi,ia membiarkan istrinya pergi kekamar keponakannya untuk menemani tidur.
Lee membuang nafasnya kasar lalu berjalan membali kekamarnya.
Satu jam...dua jam...Lee menunggu Sisil kembali kekamar tapi istrinya itu tak muncul muncul hingga ia sudah tak kuat dengan rasa kantuk yang menderanya dan tertidur dengan sendirinya.
Pukul 23.,30 Sisil yang merasa Lion sudah benar benar pulas dalam tidurnya.Segera kembali kekamarnya,ia juga tak bisa membiarkan suaminya tidur sendiri.
Sisil membuka pintu pelan
Sisil terseyum melihat Suaminya yang terlihat begitu tenang saat tidur.
Sisil segera naik kaatas ranjang lalu melebarkan selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua.
Sisil mematikan lampu kamar yang terang diganti dengan lampu hias yang temaram.
"Kalau dilihat begini suamiku justru bertambah tampan " Saat menatap wajah suaminya.
Dengan perlahan Sisil merebahkan tubuhnya mendekatkan pada tubuh suaminya dan memeluknya dari samping.
"Selamat tidur sayang ,,mimpi indah" ucapnya lirih lalu memejamkan matanya yang sudah sangat mengantuk.
Baru beberapa saat terpejam mata Sisil kembali terbuka karena pergerakan sang suami yang dengan cepat sudah menindihnya tanpa berucap apapun hanya memandanginya.
"Sayang ini sudah sangat larut..ayo tidur saja!" ucap Sisil saat sudah membuka matanya.
Sorot mata tajam Lee mengarah kesisil yang tubuhnya sudah dalam kungkungannya.
"Mana mungkin aku melewatkan malam ini Sayang setelah tadi menunggu lama.!"
"Suamiku ini marah karena sudah menunggu lama?ucap Sisil dengan seyum lembut dan tangan mengusap pelan pipi Lee.
" Lakukan Kewajibanmu Sayang baru aku tidak marah...Lets play baby!"ucap Lee lalu dengan cepat mencumbui istriya.
__ADS_1
Sisil pun harus bisa mengimbangi perlakuan Suamianya diatas ranjang karena itu salah satu kunci dari keharmonisan suatu rumah tangga.Jujur Sisil merasa kewalahan melayani hasrat suaminya yang selalu begitu besar padanya tapi ia sadar ia harus berusaha sekeras mungkin untuk membahagiakan suaminya.
Wanita muda ini sangat menikmati setiap sentuhan,cumbuan dan rangsangan yang diberikan suami tampannya terlebih dahulu karena ia masih merasa malu jika harus memulainya dulu.Pengalamannya dalam urusan ranjang memang masih sangat polos berbeda jauh dengan sang suami yang masa mudanya dikelilingi banyak wanita.
Bibirnya mulai mendesah saat Suaminya menghisap leher jenjangnya kuat, meninggalkan tanda merah kepemilikan yang begitu banyak sampai dadanya.
Sisil meremas kuat rambut Lee saat pria itu mulai bermain di aset nya yang bulat,besar dan kenyal.Gunung kembar itu merupakan tempat favorit suaminya.
Lama diarea itu Lee lalu turun memainkan daerah sensitif istrinya dengan dua jari yang masuk terlebih dulu.
For play ia lakukan.Sisil semakin menggeliat.
Belum juga memasukkan miliknya Lee sengaja membuat istrinya sedikit marah dengan hanya diam.
Sisil langsung mengerti kemauan sang suami.
Dengan gerak cepat Sisil kini berada dibagian atas menindih tubuh sang suami yang minta dipuskan terlebih dulu.
Sisil yang sudah tidak jijik atau malu mulai memberikan sentuhan sentuhan diarea sensitif suaminya.setelah mencumbui leher dan dada kekar suaminya.perut sexi seperti roti sobek itu pun tak luput dari cumbuannya.
Sisil semakin berani memainkan milik suaminya.Ia mencoba melakukan yang terbaik untuk melayani sang suami.
Terus ia mainkan dimulutnya benda panjang dan besar itu.
Lee hanya bisa mengerang nikmat sambil sesekali memejamkan mata menikmati pelayanan istrinya.
Lee yang sudah tidak sabar kembali menindih istrinya lalu dengan cepat menyatukan tubuh mereka.
Gerakan demi gerakan terus Lee lakukan ditambah hentakan hentakan yang keras.
Peluh membasahi sekujur tubuh mereka.Desahan dan erangan nikmat keluar dari bibir mereka berdua bergantian.
"Lebih cepat Lee" ucap Sisil spontan saat dirinya hampir berada dipuncak.
Lee terseyum miring mendengar panggilan istrinya.
"Panggil namaku terus sayang,,aku suka !" ujanya sambil terus memompa keras tubuh sang Istri.
Tak lama keduanya sudah mencapai puncak.cairan hangat mengisi rahim Sisil.
Lee mencium perut Sisil yang rata lalu mengelusnya pelan.
"Semoga cepat berkembang jadi babynya Dady......!" ucapnya dengan seyum.
Lee lalu memeluk tubuh Sisil dengan erat sambil menyelimuti tubuh mereka yang sama sama polos.
"Kau ingin cepat punya baby ya Sayang....?" tanya Sisil.
",Hemmmm,,,usia ku sudah tidak lagi muda Sayang...tapi jangan menjadi beban buatmu ya!"
"Aku juga ingin secepatnya mendapat anugrah itu dan membuatmu lebih bahagia lagi sayang.Semoga keinginan kita cepat terkabul....!"
",Aminnn sayang....sudah tidurlah sudah pukul 2,Besok kita harus mengajak Lion jalan jalan dulu.!"
__ADS_1
Sisil hanya mengangguk didalam dekapan Lee yang hangat.
Keduanya sama sama merasa bahagia menjalani biduk rumah tangga ini.