
Pagi Harinya.
Orang tua Lee,Tuan Xian dan nyonya Micell sudah tiba dari Bali,Begitu pula dengan Bibi Merisya juga baru saja tiba dari china.
Mereka berkumpul dikediaman besar keluarga Han.Feiluo juga memanggil Daren dan Dilan untuk menjelaskan pada Papanya agar lebih mengeri dan paham titik permasalahannya.
Sementa Lee sendiri sedang bersama Nino mencari keberadaan Sisil.Dan mencoba mengecek keberadaan Gerald yang tiba tiba juga menghilang.
"Bibi akhinya sampai juga diIndonesia.Maaf jika ini mengejutkan Bibi,Daren akan menjelaskan semuanya Bik juga pada Papa dan Mama.!"
"Memang sudah saatnya Bibi kesini Nak!'jawab Merisya.
" Ayo Daren katakan sebenarnya apa yang tejadi!"ucap Tuan Xian yang sudah merasa ada yang tidak beres.
Daren pun menceritakan semuanya secara detail tanpa ada satu pun yang terlewatkan pada Ketida orang tua tersebut.
Tuan Xian,Nyonya Micell dan Nyonya Merisya benar benar terkejut mendengarnya.
Air mata Merisya pun sudah jatuh membasahi pipinya
Ia tak menyangka tabir Rahasia yang sudah ia tutup rapat akhinya harus terbuka lagi.Ia juga tak menyangka putranya masih mengingatnya bahkan mencarinya sudah lama.
"Jadi Putraku selama ini mencariku,Hiks hiks hiks!" ucap Merisya dengan isakan tangisnya.
.
"Benar Bibi,Gerald begitu mengharapkan kehadiran anda,Yang aku dengar Ayahnya terlalu bersikap keras dan kasar padanya sejak kecil!" ujar Daren yang semakin membuat hati Merisya merasa sakit dan menyesal.
"Jadi apa bisa kalian menjelaskan ini semua?"Ucap Feiluo yang memandang Papa dan Mamanya bergantian.
" Biar Papamu yang akan menjelaskannya!"ucap Micell sambil menenangkan Adiknya yang terus menangis.
"Baik Papa akan menceritakannya,Dulu Bibimu ini tinggal Dikorea bersama suaminya Andrea Liu yang juga berkebangsaan China seperti Papa.Tapi ia lebih memilih tinggal dan mengembangkan bisnisnya dinegara Gingseng tersebut.Andrea liu dan bibimu dikaruniai seorang putra tampan,Tapi 29 tahun yang lalu saat Gerald berusia 5 tahun,Andrea Liu menuduh bibimu ini berselingkuh,Ia juga tak segan memukul dan mengurung bibimu.Kabar itupun sampai ditelinga papa disini,Papa tak tega melihat adik ipar papa disiksa terus oleh suaminya.
Papa memutuskan menjemput Bibimu keKorea dan membawa nya kembali keIndonesia.Tapi Saat Itu Andrea Liu memberi syarat pada Papa jika ingin membawa kembali bibimu!"
"Syarat....syarat apa pa??tanya Feiluo bingung.
" Syaratnya,Bibimu harus pulang tanpa membawa putranya.Bibimu juga dilarang bertemu dengan Gerald kecil waktu itu.Jika Bibimu tidak menuruti syarat itu,Andrea Liu akan melukai Gerald juga meskipun dia putranya sendiri.Andrea terkenal memiliki sifat Psikopat.Sungguh keputusan yang sulit untuk bibimu,tapi demi keselamatan putranya Bibimu ini rela menjauh.
Akhinya Ayah menjodohkan bibimu ini pada adik teman papa,agar Bibimu tak mengingat terus tentang Gerald.Saat itu usiamu baru 9 tahun Fei dan Lee baru berusia 7 tahun jadi kalian tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.Kalian juga belum pernah melihat Gerald.Jadi kami berjanji untuk menutup rahasia ini serapat mungkin.Tapi kelihatannya Takdir mempermainkan anak anak kami,Justru kalian sudah saling mengenal!!"ujar Tuan Xian panjang Lebar.
"Pantas aku tak pernah mengenal Gerald dari Kecil.Yang aku tahu Bibi hanya mempunyai satu putri yaitu Sandra Lim.
"Jadi benar Gerald adalah adik sepupu Lee,,Sungguh ini sangat diluar dugaan.!" ucap spontan Dina.
"Kau benar Sayang,Pasti jika Lee mendengar kenyataan ini pasti dia akan merasa sangat terkejut!"
Sementara Dimansion Gerald Liu.
__ADS_1
Sisil mulai terbangun.Kepalanya terasa pusing tubuhnya begitu lemas.
Ia sangat terkejut saat membuka matanya.
"Dimana aku?" Lirihnya.
Sisil tak menyadari seorang pria tampan duduk disofa sedang memperhatikannya.
"Kau sudah bangun nona Sisil?" sapa Gerald yang langsung duduk ditepi ranjang.
Sontak Sisil sangat merasa terkejut.ia benar benar Shock dengan apa yang dilihatnya.
Rasa takut dan gugup langsung menyergap dirinya.Perlahan dia bangun dan menyandarkan tubuhnya ditepian ranjang.
"A...apa yang anda Lakukan disini Tuan Gerald?" Ucap Sisil yang sangat merasa takut.
Gerald terseyum simpul pada Sisil dengan tatapan lembutnya.
"Kau berada diMansionku Nona...!"
"Apa??Kau menculikku??Ucap Sisil dengan expresi terkejutnya.
"Dimana Dilan.....atau kalian sudah bekerja sama...?"
"Tenanglah Sil,,,Aku tidak akan melukaimu.Maaf hanya dengan cara ini aku bisa berada dekat denganmu.Kau tau selama sebulan kemarin aku begitu tersiksa berada jauh darimu!" ucap Gerald dengan seyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.
"Ini salah Tuan Gerald.Saya sudah memiliki suami.Saya rasa seorang pria seperti tuan Gerald bisa mendapatlan gadis yang lebih dari saya.Saya mohon lepaskan saya!" ucap.Sisil.dengan wajah yang sangat gugup.dan takut.
"Kau benar Sil,Aku memang bisa mendapatkan wanita mana saja yanf aku inginkan.mereka seakan tergila gila padaku.Tapi aku hanya ingin dirimu,kau wanita pertama yang menolakku.Aku tak akan melepasmu!"
Gerald mencoba menyetuh wajah Sisil tapi Sisil dengan cepat menghindar.
",Jangan kurang ajar Tuan Gerald...Kumohon lepaakan aku!"
"Pasti Kau tak ingat semalam aku sudah mencium keningmu,bahkan semalaman memeluk tubuhmu.Aku bisa saja melakukan lebih dari pada itu tapi aku masih menghargaimu sebagai wanita Nona...!"
Ucapan Gerald membuat Sisil sangat terkejut,ia seperti tak percaya mana mungkin ada pria lain.yang mencium keningnya bahkan memeluk tubunya selain suaminya.
"Makan lah.....karena aku tidak ingin kau sakit,,Oh ya dengarkan,,Nanti sore kita akan pergi jauh dari sini.Aku pastikan suamimu itu tidak.akan bisa menemukanmu!" Ucap Gerald lalu berdiri dari duduknya.
Deg........Hati Sisil tersekat,Ia akan dibawa pergi jauh,ia begitu takut jika tak bisa bertemu suaminya lagi.Ia juga takut bagaimana nasib janinnya nanti.Air matanya mulai membasahi pipinya.
"Kumohon Tuan Gerald jangan bawa aku pergi karena aku sekarang sedang....Ha...mil!" Ucap Sisil terbata bata sambil menangis.
Gerald seketika mematung.expresi.wajahnya datar.jujur sangat terkejut wanita yang ia cinta tengah berbadan dua.
Secepatnya Gerald menetralkan raut wajahnya dan terseyum.
"Benarkah kau sedang hamil?Kalau begitu aku siap menjadi papanya!" Ucap Gerald dengan santainya.
__ADS_1
Sisil dibuat tertegun dengan ucapan pria itu.Ia sudah tak tahu harus berucap apa lagi pada pria didepannya.
Gerald lalu meninggalkan Sisil dikamar itu.
Tangis Sisil semakin pecah,Wajahnya juga sudah mulai memucat.
"Sabar ya Nak....Mama yakin,Papa akan menemukan kita,hiks hiks hiks...!" ucap.Sisil sambil menangis dan mengusap perutnya.
Sementara dikantor Hans Group,
Lee terlihat sangat kacau.Ia benar benar merasa takut jika tak bisa memukan keberadaan istrinya.ia sama sekali tak bisa fokus pada pekerjaannya.
Sampai Sore Lee masih menunggu kabar dari anak buahnya yang mencari keberadaan Sisil.Daren juga ikut membantu.Hingga Nino dan Daren datang dengan terburu buru padanya.
"Lee sepertinya aku sudah tau dimana Sisil berada!" ucap Daren dengan wajah datarnya.
Flash Back On.
Daren yang baru saja tiba dirumahnya setelah dari rumah kak Fei.Melihat adiknya Dilan sedang menghubungi seseorang dengan gelagat yang aneh dan mencurigakan.
Daren mendekati posisi Dilan tanpa sepengetahuan adiknya itu.
*Bodoh kenapa kau belum berangkat...?cepatlah!!Apa kau ingin Lee dan kakakku menemukanmu?Aku tak perduli dia sakit.
Kalau begitu aku kesana dulu!"**
Dilan memutuskan panggilan telponnya dan segera bersiap untuk pergi tentunya keMansion Gerald.
Daren yang sudah curiga dengan adiknya itu segera mengutus seseorang untuk membuntuti adiknya.
Gerald benar benar tak percaya adiknya ikut terlibat dalam kejahatan ini.
Flash Back Off.
"Dimana?"ucap Lee yang merasa sedikit lega.
",Dimansion mewah milik Tuan Gerald!"
"Anak buah kita sudah menemukan alamat mansion itu tuamln,menurut laporan mereka,Sepertinya Tuan Gerald akan pergi meninggalkan negara ini Tuan!" sambung Nino.
",Breng..k kau Gerald...!"
Lee reflek mengepalkan tangannya kuat dan langsung berdiri.Ia tak ingin membuang buang waktu lagi.
Lee langsung mengambil pistol yang selama ini ia bawa kemana mana.
"Ayo kita kesana,Bawa semua anak buahku.!" ucap Lee pada Nino.
Daren pun ikut pergi bersama Lee dan langsung menghubungi Kak Fei dan Dina.Untuk segera mengajak.Tante Merisya keMansion Gerald.
__ADS_1