
**Makasih yang udah mau baca novel ku yang kedua ini,jangan lupa mampir juga di novel ku yang pertama"hati putri dan sang pengawal".jangan lupa vote nya ya....!!!**
@Hapy reading...@
Sesampainya dirumah gadis itu menyerahkan belanjaan dan membantu memasak ibunya sebentar.lalu Sisil segera mandi.Lee yang lebih dulu mandi sudah duduk bersama Jeno diteras depan rumah.
"jadi sekarang kau sudah mau ujian jeno?" tanya Lee yang duduk disamping Jeno.
"iya pak" jawabnya singkat.
"jurusan apa yang kau ambil?lalu rencanamu seteleh lulus sekolah apakah kau mau kuliah?" tanya Lee lagi.
"jurusan Teknik informatika...sebenarnya jeno ingin kuliah pak,tapi jeno kasihan sama kak Sisil dari dulu kakak udah biayayain sekolah jeno dan jeno gak pengen ngebebani kak Sisil lagi.lebih baik jeno bekerja saja..." ucap jeno dengan sorot mata yang mulai sendu.
Lee benar benar tersentuh dengan perkataan tulus jeno dan perjuangan berat yang dialami oleh gadis yang ia cintai.Lee pun berfikir untuk membantu Jeno.
"jurusan yang bagus.kau bisa bekerja di perusahaan ku sambil kuliah..!bagaimana?"
Mata Jeno berbinar
"benarkah pak?bapak serius?"
"Tentu...hubungi aku jika kau sudah benar benar Lulus sekolah,dan ya jangan panggil aku bapak panggil saja aku Kak Lee."tegas Lee.
Jeno merasa tidak enak kalau harus memanggil pria yang pantas ia panggil om itu dengan kakak.dia juga merasa sedikit heran kenapa pria sehebat Lee bisa dengan mudah mau membantunya,juga mengenai hubungannya dengan kakaknya Sisil membuat jeno sangat penasaran.
" kenapa kau menatapku seperti itu?"ada yang aneh?"ujar Lee saat mengetahui Jeno terus memandanginya.
"kenapa Kak Lee baik padaku. ,dan sebenarnya apa hubungan kak Lee dengan kakakku?" tanya Jeno dengan segenap keberaniannya.
Lee terseyum simpul kearah Jeno.
"bagaimana kalau aku adalah kekasih kakakmu??dan aku sangat menyanyangi kakakmu itu''jawab Lee dengan santainya.
Jeno merasa sangat terkejut.kedua bola matanya membulat sempurna.
" Kak Lee becanda ya?"
"aku serius....memang umurku sudah matang dan jarak umurku dengan kakakmu ckup jauh tapi itu bukan halangan buatku." ucap Lee dengan wajah seriusnya.
__ADS_1
"Tapi Kak Lee harus ingat,jika suatu saat nanti Kak Sisil terluka karenamu,aku akan membuat perhitungan padamu....karena kakakku sangat berarti buat diriku." ucap Jeno yang tak kalah tegas.
"kau bisa pegang janjiku anak kecil" ucap Lee sambil mengacak rambut Jeno.
Sisilpun sempat mendengar percakapan keduanya.Entah perasaannya sekarang sulitt untuk dijabarkan.
"pak Lee,Jeno ayo sarapan..." ajak Sisil lalu masuk lagi kedalam rumah.
Lee pun sudah duduk bersama Sisil,jeno dan bu Sita.
"Silahkan nak Lee jangan sungkan dan maaf hidangannya sederhana.''ucap Sita saat mengambilkan piring untuk Lee.
" iya bu terima kasih,ini justru masakan yang sangat lezat bu.."jawab Lee dengan seyumannya.
"Sil kamu ambilkan lauk untuk pak Lee..." perintah Sita pada putrinya.
Dengan canggung Sisil menuruti perintah ibunya.pelan pelan sisil mengambilkan ikan dan tempe untuk diletakkan dipiring Lee.
"Silahkan pak..."
"terima kasih...."
Sore harinya saat Sisil mandi,Sita sengaja menghampiri Lee yang sedang duduk sendirian diteras rumah sambil menikmati pemandangan kebun teh didepan rumah Sisil.
"apa ibu bisa bicara sebentar nak?" sapa Bu Sita saat sudah duduk disamping Lee.
"tentu bu,saja juga ingin menyampaikan sesuatu pada ibu." ucap Lee.
Sita menarik nafasnya dalam.
"apa Nak Lee kesini untuk menjemput Sisil?"
Lee merasa sedikit gugup berada disamping ibunya Sisil.
"iya bu...maaf kalau kedatangan saya menganggu."
"apa ibu boleh tahu alasannya??"
Lee semakin gugup.
__ADS_1
"sayyaaa....tidak bisa jauh dari Sisil bu!saya menyukai Sisil....dan bagi saya sekarang Sisil adalah kekasih saya.maaf bu kalau saya lancang...."
"Lalu apa jawaban Sisil?dan apakah nak Lee serius,,?nak Lee tahu kan umur Sisil masih sangat belia....''
" Entah bu sepertinya Sisil sepenuhnya belum yakin dengan saya,,,dan tentunya Saya sangat serius bu dengan perasaan ini.saya juga menyadari jarak umur kami cukup jauh.tapi saya sudah menyakinkan hati saya bu,saya juga tidak.akan menyerah mudah.saya akan menunggu sisil sampai dia benar benar membuka hatinya untuk saya..."ucap Lee penuh keyakinan dimatanya.
"Lalu apa keluarga Nak Lee tahu ini?apa nak Lee juga sudah memikirkan perbedaan status sosial dan materi nak Lee terlalu jauh dengan Sisil.sisil hanya gadis biasa dari keluarga yang sederhana." ucap Sita yang masih ingin mengetahui kesungguhan Lee.setelah tadi pagi Jeno menceritakan siapa sebenarnya Lee pada ibunya.
"ibu jangan berpikir seperti itu,bagi saya kenyamanan dan kebahagian hati
adalah yang terpenting,soal materi dan status tak berarti untuk saya.soal keluarga saya,masih kakak perempuan saya yang mengenal Sisil,selanjutnya jika hubungan kami masih berlanjut saya secepatnya akan mengenalkan sisil pada orang tua saya diBali." ucap Lee sambil melihat kearah Sita.
"ibu percaya padamu nak,dan ibu mohon jangan melukai hati sisil,karena sejak kecil sisil sudah sangat menderita karena tidak hadirnya sosok ayah dihidupnya.selama ini sisil juga sudah bekerja keras untuk ibu dan jeno...ibu hanya bisa berdoa semoga hubungan kalian berjalan baiik.Ucap Sita yang melihat ada kesungguhan dimata Lee.
" terima kasih bu....karena sudah percaya dan yakin pada saya."
"tapi biarkan Sisil yang memutuskan tanpa ada tekanan dan paksaan ya nak....jika Sisil memang berjodoh denganmu dia pasti akan mendekat padamu...." ucap Sita sambil mengusap bahu Lee.
"pasti bu......dan mohon ijinkan saya untuk tetap tinggal disini sampai sisil mau saya ajak kembali..." ujar Lee penuh harap.
Sita hanya mengangguk mendengar permohonan Lee.
sampai Sisil yang sudah selesai mandi dan berdandan tipis mendekati ibunya dan Lee.
"Bu......Sisil cari ternyata ibu disini...!" ucap Sisil saat sudah berdiri disamping ibunya.
"ibu cuma menemani nak Lee yang sendirian disini ,,kamu sudah mandikan jadi sekarang ajak nak Lee untuk jalan jalan dikebun Teh suasana sore seperti ini pasti menyenanangkan berada disana!" perintah wanira paruh baya itu sambil melihat kearah kebun Teh yang berada tak jauh didepan rumah Sisil.
Wajah Sisil sedikit cemberut mendengar perintah ibunya,ingin rasanya ia protes tapi Sisil tak bisa melawan perkataan ibunya.
Dengan sedikit malas sisil berjalan lebih dulu..
"ayo pak Lee..." ucap Sisil tanpa melihat kearah Lee yang sudah sangat senang.
Lee berbisik sebelum melangkah menyusul Sisil.
"makasih ya bu....."
Lee segera berlari menyusul Sisil yang sudah berjalan dengan cepat.
__ADS_1