
Pukul 5 sore,Korea.
Sisil sudah terbangun dari tidurnya.saat membuka mata sang suami sudah duduk disampingnya sambil memainkan ponselnya.
"Sudah bangun sayang?" ucap Lee yang seketika tau pergerakan kecil istrinya yang sudah bangun.
Sisil hanya terseyum lalu bangun dan langsung memeluk suaminya dari samping.
"Kau tidak tidur?"
"Tidur tapi cuma sebentar.Ayo buruan mandi,kita akan berjalan jalan keluar menikmati suasana malam dinegara ini!"
"Mandi bareng ya?"tanya Sisil menggoda.
Lee masih menatap istrinya lekat.
" Yaudah ayo,,gendong tapi!"ucap Sisil yang membuat Lee tertawa renyah.
"Dengan senang hati Honey...!"
Dengan sigap Lee menggendong tubuh Sisil ala bridel menuju kamar mandi,keduanya pun mandi bersama.
Tak lama mereka sudah siap dengan pakaian tebal yang mereka kenakan.Mengingat suhu udara dinegara gingseng tersebut sangat dingin.
Lee menggandeng tangan Sisil berjalan kaki menuju sebuah tempat yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan manca negara.
Sebuah jalan panjang yang ramai akan akan penjual berbagai makanan,camilan dan souvenir khas dari negara tersebut.
Mereka terlihat mencoba beberapa jajanan yang dijual di stand stand jalan tersebut.Mereka berjalan cukup lama diselingi canda tawa.bagi Sisil ini adalah pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan.
,"Sayang kita kerestoran didepannya,aku ingin bertemu dengan sahabatku.sekalian kita istirahat disana!"ucap Lee setelah mereka cukup lama berjalan.
Sisil hanya mengangguk dan terseyum kearah Lee.
Sampailah mereka didepan sebuah restoran yang cukup mewah.
Lee menggandeng tangan Sisil masuk kedalam restoran tersebut.
Setelah beberapa saat mata Lee mengelilingi tempat itu,ia pun menemukan sosok sahabatnya duduk diujung ruangan.
"Hay sahabatku akhirnya kau datang juga kenegara ini!" ucap pria itu yang langsung memeluk tubuh Lee.
Lee dan Sisil duduk berhadapan dengan pria tampan itu.
Pria itu bernama Gerald Liu,seorang Pria tampan berusia 35 tahun.dia juga berdarah campuran Indonesia dan china seperti Lee.Gerald masih Single dan merupakan sahabat Lee sejak kuliah dulu.Ia lebih memilih tinggal diKorea.karena dia juga Seorang CEO disebuah perusahaan yang cukup besar dinegara tersebut.
"Sudah lama kita tidak bertemu ya Gerald,aku datang kesini karena negara ini adalah negara favorit istriku!" ucap Lee sambil melirik kearah Sisil.
"Kenalin ini Sisil istriku Gerald,,Dan ini Gerald sayang,dia sahabatku dari masa kuliah dulu.Dia juga seorang CEO disini!" ucap Lee saling mengenalkan keduanya.
Gerald yang dari awal sudah tertarik dengan sosok.wanita yang datang bersama Sahabatnya itu langsung melihat kearah Sisil.
Gerald langsung mengulurkan tangannya pada Sisil.
"Senang bertemu denganmu nona Sisil.!"
Sisil dengan lembut membalas uluran tangan Gerald dan menjawab sapaan pria tampan itu.
__ADS_1
"Saya juga senang bisa berjumpa dengan anda Tuan Gerald!"
Ada terselip rasa kekaguman dan ketertarikan dihati Gerald melihat kecantikan dan kelembutan Sisil.Dia pria normal dan masih single.tanpa disadari Sisil adalah tipe wanita yang ia cari selama ini.
"Kau pintar sekali mencari Istri Lee,,selain masih sangat muda istrimu juga sangat cantik dan lembut!" puji Gerald sambil memandang Lee.
"Ah kau bisa saja.Lalu kau sendiri?kenapa masih sendiri?" ucap Lee yang membuat Sisil terkejut,bagaimana mungkin seorang pria tampan dan mapan seperti itu masih single.
"hehe belum ada yang pas!" ucap Gerald sambil terkekeh.
"Yang Pas itu seperti apa,jangan terlalu memilih Gerald,keburu jadi bujang lapuk..!"
"Yang seperti Istrimu ini!" ucap Spontan Gerald yang langsung membuat kedua bola mata Sisil membola.sedangkan Lee justru tertawa.
"Kau ini....sayangnya yang seperti istriku ini hanya ada satu didunia Gerald.!" ucap Lee dengan gurauan.
"Yah...mungkin aku bisa merebutnya darimu!" ucap Gerald lagi dengan santainya disertai wajah datarnya sambil menatap Sisil lekat.membuat Sisil merasa tidak nyaman dan lebih memilik memandang kearah lain.
Lee semakin tertawa keras mendengar ucapan Sahabatnya yang baginya hanya gurauan saja.Tapi berbeda dengan Gerald yang menginginkan itu.
"Sudah lah Gerald jangan membuat ku tertawa terus.Aku kekamar mandi dulu,Sayang aku tinggal sebentar ya!" ucap Lee yang akan pergi kekamar mandi.
Setelah Lee pergi,Gerald memandang lekat kearah Sisil yang merasa canggung dan lebih memilih menainkan ponselnya.
"Sudah berapa lama kau mengenal sahabatku nona?" tanya Gerald.
"Setahun lebih tuan Gerald!" jawab Sisil pelan tanpa berani menatap kearah mata Gerald.
"Sayang,,jika saja aku lebih dulu mengenalmu,maka pasti yang akan menjadi suamimu adalah aku!" ucap Gerald dengan santainya.
Sisil seketika terseyum lebar kearah Gerald,membuat hati Gerald berdesir.
"Kalau aku serius bagaimana?"
Sisil membukatkan matanya lagi.tak tahu harus berbicara apa lagi.
"Kalau aku boleh tau,apa yang membuatmu suka dengan negara ini?" tanya Gerald.
Sisil merasa ragu untuk menjawabnya.
"ehmmm selain negara ini terkenal indah,bersih dan unik.Aku punya seorang penyanyi idola dari negara ini tuan!"
Gerald menautkan kedua alisnya.merasa penasaran.
"Siapa?"
"Ehmm Yesung Super junior" jawab Sisil cepat.
Gerald terseyum tipis.
"Ini sebuah kebetulan!"
Sisil merasa bingung dengan ucapan Gerald.
"maksud tuan?"
"Hemm Kebetulan Perusahaan ku baru saja menjalin kerja sama dengannya.Yesung akan menjadi brand ambasador untuk produk parfumku yang terbaru.Dan besok dia akan stooting untuk iklannya.!" ujar Gerald.
__ADS_1
Sisil terkejut dengan ucapan Gerald.mimpinya bertemu sang idola tinggal selangkah lagi.tapi ia bingung harus berkata apa.
Tiba tiba Lee datang,ia yang sedari tadi melihat dari jauh tatapan Gerald yang terlihat berbeda pada istrinya merasa cemburu.meskipun Gerald sahabatnya tapi sepertinya Gerald benar benar tertarik dengan istrinya.
Lee berusaha bersikap tenang dan menahan rasa cemburunya.
"Kalian sudah akrab rupanya!" ucap Lee tiba tiba yang mengejutkan keduanya.Lee melirik kearah Sisil,dengan cepat Sisil langsung menyadari ada yang tidak beres dengan suaminya.Sisil memilih lebih banyak diam saat suaminya bericara pada Gerald.
Setelah cukup lama berbincang.Lee dan Sisil pun berpamitan untuk kembali kehotell.
Gerald memandang kepergian Sisil dengan hati yang sedih.Dan seketika muncul idenya untuk membahagiakan wanita yang sudah membuatnya tertarik itu.
Sampai dikamar hotel,Lee hanya terdiam dan langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.Sisil yang merasa aneh dan bingung dengan sikap suaminya langsung ikut berbaring keranjang setelah membuka mantel dan sepatunya.
"Sayang kau kenapa!" ucap Sisil sambil memeluk tubuh Lee yang terlentang.
Cukup lama Lee hanya terdiam sambil menutup mata membuat Sisil gemas.ia lalu menciumi seluruh wajah suami tampannya itu.
Lee pun membuka matanya karena merasa tak tahan dengan sikap istrinya yang tak henti menciumi wajahnya.Dengan cepat ia mendoring tubuh Sisil lalu menindihnya.
"Aku tidak suka tatapan Gerald penuh minat padamu Sayang.!" ucap Lee yang sudah mengkungkung tubuh Sisil dibawah tubuh kekarnya.
Sisil terseyum lembut sambil mengusap pipi Lee pelan.
"Ternyata Suamiku ini Cemburu...dia kan sahabatmu sayang!"
"Justru karena dia sahabatku,aku sudah sangat mengenalnya.tatapannya padamu sungguh berbeda.sepertinya ia serius tertarik padamu dan ingin merebutmu dariku!"
Sisil mencium kilat bibir Lee diatasnya.
"Aku ini sudah menjadi milikmu sayang.dan aku akan selalu mencintaimu.Sedikitpun aku tak tertarik dengan sahabatmu itu sayang.!" ucap Sisil yang masih mengusap lembut wajah suaminya yang masih mengunci tubuhnya.
"Aku mau,kau jaga jarak denganya!"
"iya Sayangku.Suamiku ini sudah terlalu tampan buatku.jadi untuk apa aku tertarik pada pria lain.Sudah ya jangan marah lagi.!"
"Buat aku tidak marah lagi!" ucap Lee masih dengan wajah datarnya
Sisil terseyum simpul.ia tahu maksud perkataan suaminya barusan.
Dengan cepat Sisil mencium Bibir Lee dalam sambil menarik tengkuk leher suaminya erat.Lee pun membalas ciuman Sisil yang semakin lama semakin panas.Tangan Lee sudah bergerilnya ketubuh istrnya.
Dengan hisapan kuat Lee membalas ciuman Sisil sambil meremas dada istrinya dari balik bajunya.
Suara leguhan keluar dari bibir Sisil.Dan mereka melanjutkan kegiatan panas itu semalaman.
Saat sudah merasa puas,Lee memeluk tubuh polos istrinya.menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
"Suamiku ini sudah tidak marah kan?" ucap Sisil dipelukan dada bidang Lee.
"Iya...tapi janjinya.Jaga jarak dengan Gerald!"
'Iya Sayang!"ucap Sisil lembut.
"Tidurlah.besok pagi temani aku bertemu klien!" ucap Lee yang semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Sisil.
Sisil yang merasa begitu nyaman kelamaan tertidur.
__ADS_1
Lee mencium kening Sisil dengan lembut lalu menatap wajah istrinya yang sudah terlelap.
*Gerald....tak akan kubiarkan sedikit celah pun kau untuk mendekati istriku!*gumam Lee dalam hatinya.