Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Pahit.


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu.Meskipun Lee sudah melewati masa kritisnya,Tapi ia masih dalam keadaan koma.Selama itu pula Sisil masih setia berada disamping Lee.


Dengan lembut dan segala kesabarannya Sisil mengurus,merawat dan menjaga Lee.


Nyonya Micell juga sudah datang dari Bali untuk melihat kondisi putra tersayangnya.


Sisil,Feiluo dan Micell saat ini sedang duduk diluat ruangan.


Wajah Sisil yang terlihat Pucat dan lelah membuat Micell dan Feiluo menjadi khawatir.


"Nak sebaiknya kau betistirahat dihotel dulu,sudah satu minggu ini kau berada disini.Tante takut kau bisa jatuh sakit.!"


Ujar Micell yang menatap lekat wajah gadis calon menantunya itu.


" Tidak tante,Sisil gak papa kok...Sisil ingin selalu disamping Pak Lee.!"jawab Sisil dengan mata sendunya.dengan lingkar hitam dibawah dua matanya yang menandakan bahwa Sisil sangat lelah dan beberapa hari dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Ayolah Sil,jangan membuat kami khawatir!" Timpal Feiluo yang mencoba menasehati Sisil.


Tak lama Dina yang menggandeng Lion datang bersama Daren dikuti Nino yang juga baru saja sampai.karena ini hari minggu jadi mereka memiliki waktu senggang.


"momy.......!!" Panggil Lion yang juga sudah merindukan Sisil.


"Lion...kau kesini sayang...!" ucap Sisil yang sudah memeluk Lion.


"jangan bersedih ya momy,Dady akan segera bangun.!"


Sisil terisak sambil memeluk Lion.


"Din ajak sahabatmu ini ke hotel yang sudah aku siapkan,Ajak Lion juga.Sisil terlihat lelah, sebaiknya dia istirahat dulu.!" Perintah Feiluo pada Dina.


"Baik kak...Ayo Sil...kau harus bisa menjaga kesehatanmu juga.!" ujar Dina.


Sisilpun patuh dan menurut.


"Yaudah Sisil mau,Tapi Sisil mau pamitan sama Pak lee dulu didalam!"


Sisil segera berdiri dan berjalan masuk keruang perawatan Lee.


Sisil menggenggam tangan Lee dan berbisik ditelinga Lee.


"Sayang cepat bangun aku merindukanmu hiks hiks hiks....."


"Sayang kau bilang ingin cepat menikah denganku hiks hiks hiks.!


Sisil terdiam sesaat sambil masih berdiri menatap wajah Lee yang masih tak sadarkan diri,seakan berat meninggalkan pria dewasa itu meski hanya sebentar.


" Sayang Aku mencintaimu,cepatlah bangun.....aku pergi dulu ya,nanti sore aku kembali...!"Pamit Sisil dengan suara paraunya.


Sisil yang hendak melepas genggaman tangannya pada tangan Lee tiba tiba terkejut merasakan dan melihat pergerakan jari jari Lee.


Kedua mata Sisil melebar.


"Sayang kau bangun.....!" Ucap Sisil yang terlihat bahagia.


Dengan cepat Sisil menekan tombol didinding diatas ranjang Lee,memanggil dokter untuk segera datang.


Semua orang yang ada diluar ruangan merasa bingung melihat Dokter dan beberapa perawat masuk keruangan Lee.


"Dok..jari nya bergerak,apa dia sudah sadar?" tanya Sisil setelah dokter sampai.


"Sebaiknya anda keluar dulu nona,biar kami periksa dulu pasien."


Sisil pun segera keluar.

__ADS_1


"Apa yang terjadi Sil?" tanya Feiluo yang merasa panik.sama halnya dengan yang lain.


"Jari jari Pak Lee bergerak kak..!"


"Apa....syukurlah...itu tandanya adikku sudah sadar....!" ucap Feiluo yang merasa lega.


Cukup lama Dokter memeriksa dan akhirnya keluar.


"Bagaimana dok putra saya?" Tanya Micell.


"Pasien sudah sadar dari komanya nyonya.detak jantung dan nafasnya juga sudah stabil.jadi kami akan memindahkannya keruang perawatan.!"


"Syukurlah..saya sangat lega...terima kasih Dok...pindahkan putraku keruangan yang pling bagus dan nyaman.!" ucap Micell yang sudah bisa terseyum.


"Baik nyonya."


Dokter itu pun segera masuk kembali.


Feiluo memeluk mamanya erat,sedangkan Dina memeluk Sisil.


"Kau sudah lega kan Sil? dia sudah baik baik saja...."


Sisil hanya mengangguk dipelukan Dina.


Tak lama Lee yang masih setengah sadar keluar dari ruang ICU untuk dipindahkan keruang rawat.


Semua ikut kemana perawat membawa Lee.


Setelah mendapat suntikan dan perwatan Lee akhirnya benar benar sudah sadar.


Semua masuk keruang inap Lee.Micell dan Feiluo segera mendekati Lee yang terpasang perban dikepalanya.


"Bagaimana keadaanmu nak?mana yang sakit?" tanya Micell sambil mengusap lembut Pipi Lee.


Sisil Hanya terdiam dari sudut ruangan melihat kekasihnya itu yang sudah sadar.


"Aku tidak apa apa ma,kak...!jangan mengkhawatirkan aku.!"


"Mama begitu bahagia melihatmu sudah sadar.Apalagi calon istrimu yang sudah setia merawatmu.Kesini lah Sil...!" panggil Micell pada Sisil.


Kening Lee berkerut melihat seorang gadis cantik mendekat kearahnya.


Sisil terseyum kearah Lee sambil menggenggam tangan Lee.


"Hai...mana yang sakit...kau membuatku hampir mati Sayang...!"


Lee masih terdiam menatap kearah Sisil.


Tak disangka Lee melepas genggaman tangan Sisil.


"Siapa dia ma??" ucap Lee pelan


Cetarrrrrr


Seakan ribuan kaca pecah dihati Sisil.Ia seakan terpaku dengan ucapan Lee barusan.


Sisil reflek menjauh dari tubuh Lee.


"Apa yang kau katakan Lee,Dia Sisil,kekasihmu dan juga Calon istrimu...!" Ujar feiluo dengan nada sedikit meninggi.


"Aku tidak ingat Kak...!" ucap Lee pelan,seakan menambah hati Sisil sakit lebih dalam.


"Sudah pelan pelan dulu.mungkin Lee masih bingung!" ujar Micell.

__ADS_1


Feiluo menggelengkan kepalanya.Ia pun berinisiatif menemui dokter.


"Ayo kalian ikut aku menemui dokter!" ajak Feiluo pada Sisil,Dina,Daren dan Nino.


Mereka juga merasa bingung dengan perubahan Lee.


Dokter yang kebetulan baru keluar dari ruangannya berpapasan dengan mereka.


"Dok kenapa adik saya tidak mengingat sebagian orang orang terdekatnya?" Tanya Feilyo langsung.


"Saya sudah menduganya nyonya mungkin ini akibat dari gumpalan darah dan luka yang ada dikepala tuan Lee.Ini bisa dinamakan amnesia sebagian.jadi pak Lee justru lupa dengan orang orang yang belum lama ia kenal.!"


Deg....Hati Sisil semakin hancur.


"Berapa lama adik saya bisa pulih dok?"


"Saya tidak bisa memastikan Nyonya,bisa cepat bisa saja sampai bertahun tahun.itu tergantung keadaan pasien sendiri.Tapi saya menyarankan jangan memaksakan memory pasien karena itu bisa berpengaruh buruk pada kesehatan pasien.!"


"Apa ada hal yang bisa mengembalikan ingatan adik saya dengan cepat dok?" tanya Fei yang masih berusaha.


"lakukan saja terapi nyonya dengan cara mencoba memberi tahunya pelan dengan menceritakan tentang kenangan bersama orang orang terdekatnya.!"


"Baik dok..terima kasih atas penjekasannya.!"


Dokterpun berlalu


Semua yang mendengar penjelasan dokter hanya terdiam.


Dina menggenggam kuat tangan Sisil,ia sangat tahu betapa terpukulnya sahabatnya itu.Dina mencoba menguatkan Sisil.


Daren semakin merasa kasihan pada Sisil,ia bingung harus melakukan apa untuk membuat Sisil tenang.


Mereka kembali keruangan Lee.


Sekarang hanya tinggal ada Sisil didalam ruangan itu.


Sisil hanya duduk diam sambil menatap kearah Lee yang juga menatapnya.


"Sudah berapa lama kita menjalin hubungan nona?" tanya Lee pelan.


Sisil menjawab dengan penuh kegugupan.


"Sekitar 6 bulan pak!" jawab nya pelan.


"Kenapa aku tak bisa mengingatmu?Apa kau benar kekasihku?"


"Jangan dipaksakan,,,Istirahatlah...Aku akan menemanimu!ucap Sisil yang berusaha tenang meskipun hatinya terasa sakit.


" Sebaiknya kau pulang,Aku tidak mau ada orang sakit karena aku!"ucap Lee yang semakin membuat Sisil sedih.


",Baiklah kalau itu mau mu Sisil pergi dulu!"


Ucap Sisil.yang langsung keluar dari ruang inap Lee sambil menahan tangisnya.


Lee manatap kepergian Sisil.Ia juga sangat bingung kenapa dirinya bisa tak ingat apapun tentang gadis itu.


Sementara semua orang terkejut melihat Sisil keluar dari kamar Lee dan berlari pergi begitu saja.


Semua merasa khawatir dengan keadaan Sisil.


Dina pun segera menyusul Sisil yang berlari.


Micell dan Feiluo segera masuk keruangan Lee,sementara Daren dan Nino hanya bisa terdiam dengan perasaan yang bercampur aduk.

__ADS_1


keadaan ini sungguh diluar perkiraan mereka.


__ADS_2