
Setelah berjalan beberapa menit keduanya sampai didepan halaman rumah sisil,betapa terkejutnya mereka saat melihat ada satu buah mobil mewah berwarna hitam terparkir disamping mobil mewah Lee.Lee merasa tidak asing dengan mobil itu begitu juga dengan Sisil.perasaan Sisil mulai tidak enak.
Lee mengepalkan tangannya setelah dengan jelas melihat siapa yang datang.
"Daren untuk apa kau kesini?" ucap Lee saat sudah memasuki rumah Sisil.
Daren menoleh dengan seyum smriknya.
"Hallo Lee ternyata kau sudah disini..!"
Sedangkan Sisil sangat terkejut melihat keduanya sudah saling kenal.
"kalian sudah saling mengenal yaa?" ucap Sisil merasa bingung.
"iya Sil,Lee adalah rival bisnisku!benarkan Lee.?" ucap Daren dengan nada sinis dan melirik kearah Lee.
Lee hanya mengerutkan keningnya mencoba untuk menahan emosinya.
Diruangan itu juga ada Bu Sita dan Jeno yang juga mulai merasakan aroma persaingan.
"Tuan Daren kenapa bisa sampai disini dan untuk apa kesini?"
"hal yang tidak sulit untukku menemukan alamatmu...dan aku kesini untuk mengajakmu kembali keBandung!" ucap Daren dengan enthengnya.tanpa menghiraukan Lee yang sudah menahan amarahnya.
Sekilas Jeno melihat Expresi wajah Lee.
"Wah bakalan seru nich.....kak Sisil hebat....dua Ceo tampan dan kaya ini bisa naksir kakak....!!!" gumam Jeno dalam hati sambil tangannya bertepuk tepuk kecil.
Flash back On.
Sesaat saat Sisil dan Lee berlalu menuju kebun teh.ada sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumah sisil,bu Sita yang masih berada diluar pun berdiri begitu pula dengan Jeno yang berada didalan rumah ikut keluar.
"Siapa lagi ini??" lirihnya.
Tak lama seorang pria tampan berusia 33 thn,turun dari mobil dengan menggunakan setelan kemeja putih dan jakec mantel selutut berwarna navi dan celana jins yang senada.wajah tampan,postur tubuh yang beda tipis dengan Lee juga rambut ikal pendekknya berwarna coklat membuatnya terlihat bukan seperti pria biasa.
Daren orangnya.dia datang untuk menemui Sisil dan mengajaknya kembali bersamanya tapi setelah tahu sudah ada mobil Lee ditempat itu dirinya mengumpat.
"Siiitttt.....ternyata Lee lebih cepat dariku..."
Daren menghampiri Sita dan Jeno.
"selamat Sore,apa benar ini rumah Nona Sisil?"
"iya benar....Sisil sedang keluar....anda siapa ya?" tanya Sita yang memandangi ketampanan Daren sama kagumnya dengan ketampanan Lee.
Daren terseyum simpul
"perkenalkan bu saya Daren Hui Fang teman Sisil."
Jeno membulatkan kedua bola matanya,ia tahu betul siapa Daren hui fang itu.sama seperti dia tahu siapa Lee,Jeno juga sempat melihat foto Daren menjadi sampul majalah bisnis.
"ohhh,saya sita ibunya Sisil dan ini Jeno adiknya Sisil.mari silahkan masuk.," ucap Sita sambil mempersilahkan Daren masuk.
ia pun segera kedapur meninggalkan Jeno dan Daren.
"jadi kau adalah adiknya Sisil,masih sekolah?sepertinya kau suka basket ya,postur tubuhmu bagus sama tingginya denganku...." ucap Daren yang mencoba akrab dengan adik sisil.
"iya saya masih sekolah kelas 3 sebentar lagu ujian.bapak benar, basket olah raga favorit saya.maaf sebelumnya apa bapak benar Daren hui fang yang ada dimajalah itu?" tanya jeno tanpa ragu.
__ADS_1
Daren terseyum sambil mengangguk pelan.
"Kenapa bapak bisa kenal kakak saya?"
"Sisil gadis yang sudah menolong saya saat saya hampir terjatuh pingsan dipinggir jalan." jelas Daren
bu Sita pun datang dengan secangkir teh hangat.
"Silahkan nak Daren diminum..." ucap Sita sambil duduk di samping Jeno.
Tak berselang lama jeno melirik kearah luar ternyata muncul Sisil yang tangannya digenggam oleh Lee.membuat hatinya panaz seketika.
Flash back off.
Sisil semakin bingung harus bersikap bagaimana didepan dua pria dewasa ini.
sampai suara ibunya memecahkan lamunan Sisil.
"ayo Sil,ikut ibu kedapur bantu ibu memasak untuk makan malam.biar mereka berbincang disini.Jeno temani tamu tamu kita ya!!" perintah Sita pada kedua anaknya.
"baik bu" jawab Jeno.
Sisilpun mengikuti langkah ibunya kedapur dengan lemas.
Sisil membantu Sita memasak meskipun pikirannya sedang bingung.
"mereka berdua kan yang kamu ceritakan kemarin?ucap Sita membuat sisil menoleh.
Sisil mengangguk sambil wajahnya ditekuk.
"Sisil harus bagaimana bu?mereka membuat sisil pusing.Sisil tuh sebenarnya gak ingin mereka punya perasaan lebih kesisil...sisil tuh cukup tahu diri bu....!" ucap Sisil sambil mengupas bawang.
Sita terseyum kearah putrinya.
Sementara Diruang tamu hanya ada keheningan.Daren dan Lee sibuk dengan ponselnya masing masing.
Jeno heran melihat keduanya.dia juga merasa senang bisa berada didekat dua CEO yang hebat hebat ini.muncul niatnya untuk mengerjai keduanya.
"apa om om ini.....upssssss sory....."belum sempat jeno melanjutkan perkataannya keduanya melihat Jeno dengan sorot mata tajam.
**mengerikan sekali tatapan mereka,,apa ini ya tatapan tajam seorang CEO yang sedang marah**gumamnya dalam hati.
" apa kakak kakak ini kesini cuma mau mainan ponsel .....?"ucap Jeno lagi.
"atau mendingan Kak Sisil kembali sama jeno aja,kalian pulang saja....." sambung Jeno dengan entengnya
"Tidak....Sisil pulang bersamaku...." jawab Lee cepat.
"Enak saja....ya Sisil sama aku lah Lee...." timpal Daren dengan ketusnya.
Jeno terkekeh melihat keduanya saling bertatap.
"kalian seperti anak kecil.....jadi kakakku sama siapa dong.....?" ucap Jeno memancing lagi.
"Aku...." jawab Lee.
"aku Lee" timpal Daren dengan tegas.
Keduanya saling bertengkar.
__ADS_1
mendengar keributan keduanya Sisil dengan cepat melerainya
"Stoppppp.....bisa tidak bapak bapak ini tenang...jangan bertengkar,,,ayo makan malam dulu.......dan kamu dek kenapa kamu biarin mereka berantem....!ucap Sisil dengan amarahnya.....
Kedua pria dewasa itu seketika diam dan memandang sisil dengan tatapan terkejut,tak menyangka Sisil yang lembut bisa galak.
Akhirnya mereka makan dimeja makan,Jeno mengambil satu kursi lagi untuknya karena ada tambahan Daren.
" Ayo silahkan tamu tamu ibu.....dimakan ...maaf ibu hanya bisa menghidangkan makanan sederhana...."ujar Sita setelah mereka duduk bersama.
Sisilpun terpaksa memgambilkan nasi dan lauk untuk Lee dan Daren bergantian.sedangkan sisil hanya mengambil sedikit makanan untuknya sendiri karena nafsu makannya hilang begitu saja.
Jeno yqng melihat perubahan expresi wajah Sisilpun ,spontan jeno menyuapi sisil.
"ayo kak makan....jangan sampai magh mu kambuh karena mereka!ujar Jeno sambil melirik kearah Daren dan Lee.dan itu sukses membuat kedua nya tersedak.keduanya segera minum.
" Makasih dek.....kakak gak papa kok."ucap Sisil yang terseyum kearah Jeno.
Lee dan Daren melihat interaksi antara kakak beradik itu.
Setelah mereka selesai makan.mereka duduk diruang tamu.
"Maaf bu...sepertinya Sisil kembali malam ini....gak enak sama pak Agung,sudah dua hari Sisil tidak masuk kerja." ucap Sisil yang berada didekat ibunya.
Lee dan Daren merasa senang akhirnya sisil mau kembali malam ini.
tapi mereka juga deg deg'an...siapa yang akan bersama Sisil....
"Terserah kamu nak....ibu bisa memahami pekerjaanmu....tetap jaga kesehatan kamu ya...."
"ya bu..ibu juga....kalau Sisil libur pasti Sisil akan pulang lagi....yasudah Sisil beres beres dulu ya buk." ucap Sisil sambil beranjak kekamarnya meninggalkan semuanya yang berada diruangan itu.
Tak lama Sisil sudah bersiap,memakai setelan kaos merah dengan jacket hitam dan celana panjang Levis.juga tas ranselnya.
Sisil mendekati Daren dengan berat hati.
"Maaf ya tuan Daren,Sisil tidak bisa ikut tuan ,karena sisil sudah berjanji pada Pak Lee....semoga tuan Daren mengerti....!"
Daren terseyum kecut....merasakan kekecewaan tapi tetap bersikap biasa didepan Sisil.
"iya Sil,aku tidak apa apa.yang penting kamu bisa kembali....ya sudah aku duluan ya...!ucap Daren lalu berpamitan pada Sita dan Jeno....
Sementara Lee terseyum penuh kemenangan.
Setelah didalam mobil Daren memukul setir kemudinya.
" Sial.....harusnya aku lebih cepat datang.......awas kau Lee mungkin sekarang kau menang,tapi lain kali tidak......"ucapnya dengan sarkas.
Setelah beberapa saat mobil Daren berlalu pergi.
Sisil memeluk ibu dan Jeno.
"Sisil pergi dulu bu....Dek jaga ibunya.....kamu sekolah yang pinter...." ucap Sisil saat sudah selesai memeluk jeno.
"siap kak....nanti kalau Jeno udah selesai ujian,jeno bakalan nyusul kakak sama ibu..."
Sisil hanya mengangguk.Lee pun juga berpamitan pada Sita dan Jeno.
"Terima kasih bu karena sudah mengiijinkan saya menginap disini....saya akan menjaga Sisil dengan baik....kan kau Jen sampai ketemu dibandung kakak tunggu..."ujar Lee sambil menepuk bahu Jeno.
__ADS_1
Sisil terkejut melihat keakraban adiknya dengan Lee.
Kedua nya kasuk kedalam mobil mewah berwarna putih itu.