Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Bertemu lagi.


__ADS_3

Keesokan harinya Dikantor Hans Group.


Lee terlihat sedang fokus menatap layar laptopnya.


"boz saya sudah mengirimkan daftar tamu undangan kepada asiaten nyonya besar" ucap Nino yang sudah masuk kedalam ruangan Lee.


"bagus...lalu apa jadwalku hari ini?" tanya Lee tanpa mengalihkan pandangannya.


"Setelah makan Siang anda ada pertemuan dengan direksi perusahaan YG Group di ruang meeting."


"jadi mereka yang datang kekantor kita....baik,siapkan jamuan yang terbaik untuk mereka."


Nino hanya menganggguk mendengar perintah dari atasannya itu lalu undur diri.


Sementara Ditoko Bakery,Daren sengaja menemui Sisil lagi sekalian makan siang bersama asistennya Bily.


"Tuan daren..." ucap Sisil yang melihat kedatangan Pria tampan itu.


"maaf untuk sikapku kemarin Sil," ucap Daren pelan saat sudah berada di dekat Sisil.


"Harusnya saya yang meminta maaf pada tuan karena sudah pergi begitu saja." ucap Sisil yang merasa tidak enak pada Daren.


"kalau begitu lupakan,aku kesini untuk makan kue coklat yang ter enak disini." Ucap Dare. yang sudah terseyum kearah Sisil.


Kebetulan Dina sedang istirahat jadi Sisil sendirian dimeja kasir.


"Tentu tuan sebentar" ucap Sisil yang segera mengambil dua potong kue dari dalam lemari etalase yang kemudian ia letakkan didua piring yang berbeda.


"Silahkan tuan..."


"oke....aku kesana dulu..." jawab Daren setelah membayar kue itu lalu menuju kesudut ruangan bersama Bily mencari tempat duduk.


Tujuan Daren datang sebenarnya hanya untuk melihat gadis yang ia cintai.dengan hanya melihat saja sudah membuat daren merasa lega.sesekali pandangannya tak bisa lepas dari Sisil yang sedang melayani pengunjung dengan seyum ramahnya.


Hingga satu jam berlalu Daren baru tersadar,dirinya pun segera berpamitan pada Sisil dan kembali kekantornya lagi.


Dikantor Hans' Group.


Lee bersiap kebawah menemui kliennya.Dengan langkah tegap dan expresi wajahnya yang tegas dan dingin Lee menuju tempat Meeting dilantai 15.Semua karyawan yang berpapasan dengannya hanya bisa terseyum dan menunduk kearahnya.Lee sama sekali tak menghiraukannya.


Sampai depan ruangan Meeting,Nino membukakan pintu untuk atasannya.


Tamu yang terdiri dari 4 orang pria berjas itu langsung berdiri menunduk memberi hormat pada Lee.


Terlihat salah satu dari mereka terlihat masih sangat muda dan justru merupakan wakil Direktur utama perusahaan yang berhalangan hadir.


"Kau...ucap Lee saat pandangan mereka bertemu..."


Lee ingat betul siapa pria muda didepannya ini.

__ADS_1


"Jadi anda adalah Pak Lee Zhang Han,CeO perusahaan besar ini...senang bisa bertemu dengan anda lagi." jawab pria muda itu,membuat semua orang menjadi sangat penasaran termasuk Nino yang terlihat bingung.


Ya,,,pria itu ada Deniz,,Pria muda dan tampan yang sempat bertemu dengan Lee dikebun Ten saat berada dikampung Sisil waktu itu.ini merupakan pertemuan kedua mereka yang tak disangka sangka.


"Tak kusangka walaupun kau masih muda, kau adalah Wakil direktur perusahaan sebesar YG group .Dunia ini terasa sempit saja...." ucap Lee sambil menaikkan kedua alisnya.


Denis hanya terseyum mendengar perkataan Lee.


"Baiklah bisa kita mulai sekarang Meeting ini?" ucap Nino yang mencairkan suasana.


Mereka serempak mengangguk.Denis pun menyampaikan isi materi kerja sama antara kedua perusahaan tersebut dengan sangat detail dan terperinci.


Hingga waktu dua jam berlalu meeting itu pun baru selesai.dengan kesepakatan perjanjian yang menguntungkan untuk kedua belah pihak.


Lee pun menjabat tangan seluruh kliennya termasuk Deniz.


"Senang bisa bekerja sama dengan anda Pak Lee..." ucap Denis lalu melangkah ingin keluar dari ruangan tersebut.


Lee hanya mengangguk dengan wajah datarnya.hingga pertanyaan pria muda itu membuat wajahnya sedikit menegang.


"apa saya boleh tahu pak bagaimana kabar Sisil sekarang?" tanya Denis yang sudah berbalik lagi menghadap Lee.


Pertanyaan Denis ini membuat Nino langsung bisa menerka.bagaimana bisa pak Lee bisa bertemu dengan pria muda ini sebelumnya.


"Calon istriku baik baik saja ,,oh iya aku juga akan mengundangmu,Lusa besok ada acara ulang tahun perusahaanku ,kuharap kau bisa datang,nanti undangannya akan tiba dikantormu!" ucap Lee dengan angkuhnya.


Denis membulatkan kedua matanya mendengar perkataan pria dewasa didepannya ini.sedikit merasa tidak percaya.


Lee hanya terseyum sinis melihat kepergian pria muda yang menurutnya saingan barunya tapi tidak sepadan dengan dirinya.


Denis masuk kemobilnya kembali kekantornya.perasaannya begitu kacau.ia tak menyangka Pria yang menjadi calon suami Sisil adalah CeO perusahaan raksasa yang cukup disegani didalam maupun diluar negeri.ia merasa menjadi sedikit pesimis untuk merebut hati sisil kembali.baginya saingannya terlalu berat.


Pukul 3.30 Dikediaman Han.


Seorang wanita muda dengan busananya yang cukup sexi bertamu.


Kebetulan Nyonya Micell sendiri yang membuka pintu.


" Tante....."ucap Wanita yang tak lain adalah Dilan hui Fang.


Kedatangannya kali ini untuk merebut kembali simpati dari mantan calon mertuanya ini.ia sudah mengetahui kembalinya nyonya Micell


"Dilan...." balas Micell yang sudah dipeluk erat oleh Dilan.


"Tante gimana kabarnya,sudah lama kita tidak berjumpa." ucap Dillan dengan seyum palsunya.


Sebenarnya Micell malas melayani Dilan tapi dia berusaha bersikap biasa didelan wanita angkuh itu.untung saja wanita ini tak jadi menantunya.


"Kabar tante baik ayo masuk Dil....kamu sudah kembali keindonesia?" tanya Micell yang sudah duduk disamping dilan.

__ADS_1


Feiluo yang baru turun dari kamarnya bersama Lion memicingkan matanya melihat keberadaan Dilan dirumahnya,apalagi bersikap sok akrab lagi dengan mamanya.


"Dilan.....tumben kesini?" ucap Feiluo dengan wajah datarnya.


Dilan yang menyadari kedatangan Feiluo dan Lion langsung memasang wajah ramahnya.


"Hallo kak Fei...Hai tampan kita bertemu lagi...." ucap Dilan yang sudah berjongkok mendekatin Lion sambil mengusap kepala anak itu.


Bukannya terseyum lion justru merasa takut dan bersembunyi dibelakang tubuh mamanya.


"Mama Lion gak mau sama tante genit ini..." celoteh Lion yang sontak membuat feiluo dan Micell membulatkan mata dan menahan tawa.


Sementara Dilan menjadi sangat sebal dengan mengepalkan tangannya.Dia masih berusaha menahan dan bersabar demi tujuannya.


"Ayo main sama tante..." ucap Dilan sambil mendekati Lion yang semakin bersembunyi dibelakang tubuh feiluo.


"sepertinya Lion takut padamu Dil,," ucap Feiluo dengan santainya.


Dilan pun menyerah dan duduk kembali bersama Micell.sementara Feiluo duduk diujung sofa bersama lion yang memainkan robotnya.


"Jadi sekarang kamu disini Dil?" tanya fei dengan wajah datarnya.


"iya kak,kontrakku dilondon sudah berakhir,mungkin kedepannya aku akan meneruskan karir modelku disini.." ucap Dilan yang masih sedikit menyombongkan dirinya.


"Tante berdoa semoga karirmu berjalan mulus disini Dil.." ucap Micell dengan seyum simpulnya.


"maksih tante...oh ya apa Lee masih dikantor tan?" tanya dilan yang sudah tidak punya malu.


Feiluo sedikit geram dengan sikap Dilan itu.dengan penuh penekanan Feiluo sengaja menyindir Dilan.


"Lee jarang pulang Dil,karena sekarang ada kekasihnya diapartemennya."


Ucap feiluo sambil melirik kearah mamanya.


Micel hanya terseyum simpul dengan ucapan putrinya.


Seketika amarah memenuhi dihati Dilan.


"Jadi tante sudah kenal gadis itu?" ucapnya terbata kepada Micell.


Belum sempat Micell menjawab terdengar suara langkah dua orang yang mendekati mereka.


"Selamat so......" ucap Sisil yang terpotong karena melihat keberadaan Dilan.


Lee yang dari tadi sudah menggenggam tangan Sisil langsung merangkul kuat pinggang Sisil.


Sisil hanya menunduk memberi hormat pada semua orang yang berada diruangan tersebut.


"senang bisa berjumpa lagi dengan anda nona Dilan..." ucap Sisil yang masih menghormati keberadaan Dilan.

__ADS_1


Dilan hanya berpura pura terseyum menjawab sapaan Sisil..


Suasana menjadi sangat canggung.pandangan mata Dilan terus tertuju pada Lee dan Sisil.sedangkan Sisil hanya bisa menunduk tidak berani memandang kearah Dilan.


__ADS_2