Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Rasa


__ADS_3

Seminggu berlalu.


Sisil masih teguh dengan pendiriannya untuk tetap berada dirumah Dina.


Sementara Lee semakin frustasi setelah mendapat kabar dari asistennya bahwa perusahaannya di Shanghai bermasalah.


Pria itu dengan berat harus segera pergi kesana untuk menyelesaikan kekacauan disana ditengah hubungan asmaranya yang sedang tidak baik.


Diruang kerjanya Lee sedang bersama Nino asistennya.


Pria tampan itu duduk memejamkan matanya sambil memijat sebelah keningnya.


Kepalanya terasa pusing,memikirkan gadisnya dan Perusahaannya yang sedang kacau diSanghai.


"Bagaimana pak?Sebaiknya anda segera berangkat kesana...!" ucap Nino yang berdiri didepan Lee.


Lee membuka matanya lalu menghembuskan nafasnya kasar.


"Baiklah,besok pagi kita berangkat!!"


"Baik saya akan menyiapkan segalanya pak,Saya pamit dulu...!" pamit Nino yang langsung keluar dari ruangan atasannya itu.


Disisi lain,Dina sedang meeting bersama Daren dikantornya.


Pertemuan itu membahas tentang rincian tander yang akan mereka kerjakan.meskipun Lee tak bisa hadir karena sibuk dengan persiapan keberangkatannya besok.


Dina yang sudah memendam perasaan pada pria tampan itu sesekali melirik dengan ekor matanya.


Tak dapat dipungkiri,Dina semakin hari semakin menyukai pria pemimpin Fang Group itu.


Namun Daren seakan diam dan bersikap biasa,meskipun Ia sedikit merasa aneh dengan sikap wanita cantik didepannya itu.


Pesona dina memang cukup membuat pria diluar sana terpesona,tapi belum untuk seorang Daren Fang yang masih memiliki perasaan dengan Sisil.meskipun pria itu sadar mungkin cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Jadi besok Lee akan keShanghai ya?" Ucap Daren yang sudah mengetahui dari asistennya.


"Kudengar begitu,Jadi saya mohon selama pak Lee disana,Anda yang akan menghendle sepenuhnya tander ini sampai Pak Lee kembali..!" Ucap Dina yang mencoba menyembunyikan kegugupannya.


"Baik nona Dina..Yasudah kalau begitu saya pamit dulu,karena Meeting kita sudah selesai.tlong Sampaikan salamku untuk Nona Sisil..!" Ujar Daren lalu melangkah keluar dari ruangan itu.


Dina hanya terseyum kecut melihat kepergian pria yang disukainya itu,Tak dapat dipungkiri Dina merasa sakit saat Daren menitip salam untuk sahabatnya Sisil,Tapi Dina tak pernah sedikitpun merasa benci dengan sahabatnya itu,Karena baginya yang namanya jodoh tak akan kemana.


Malam harinya.


Dikediaman Han,Lee sedang duduk bersama Fei luo dan Lion diruang tengah setelah makan malam.


"Besok aku berangkat keShanghai kak,sepertinya agak lama.ada kekacauan diperusahaan sana!" ujar Lee dengan malasnya.


"Pasti kau merasa berat bukan meninggalkannya disaat seperti ini...!" jawab fei yang sudah paham betul perasaan adiknya.


"Andai aku tak perlu kesana kak,,,!!"


"Sabar Lee,anggap saja kau sedang memberi waktu untuk Sisil berfikir,Setelah pulang baru kau berusaha lagi memperbaiki hubungan kalian,Sebaiknya kau temui dia sekarang.Setidaknya kau bisa berpamitan padanya.!"


"Aku memang ingin kesana kak,,baiklah aku berangkat dulu...!" ujar Lee yang sudah berdiri dari sofa.


Tiba tiba Lion mendekati sang paman.


"Dad apa boleh aku ikut...aku juga merindukan Momy....!" ujar Lion dengan wajah lucunya.


Lee terseyum,ia sangat tau keponakannya ini sangat dekat dengan calon istrinya itu.


"Tentu,Ayo boy......!"


Lion pun terseyum senang melihat kearah sang ibu.

__ADS_1


Feiluo hanya mengangguk melihat keinginan sang putra.


Sementara Dirumah Dina


Dina sedang berbincang dengan Sisil ditaman belakang.


"Sil ada salam buatmu dari pak Daren,tadi dia meeting bersamaku..!" Ucap Dina membuka suara.


Sisil yang tadinya melamun langsung menoleh kearah sahabatnya itu dengan wajah sendu.


"Maaf kan aku ya Din,Pasti kau sakit karena ini....!" ucap Sisil yang merasa bersalah.


"Tidak apa apa Sil,Kuakui aku semakin menyukai Pak Daren,Tapi aku juga sadar perasaan itu tidak dapat dipaksakan.Aku juga yakin jika jodoh tak akan kemana..!" ujar Dina dengan bijaksananya.


Sisil terseyum,Ia sangat beruntung memiliki sahabat yang begitu baik dan bersifat dewasa.


"Terima kasih ya Din kau begitu baik,Kau juga lebih dewasa dari aku..aku berharap kau bisa secepatnya memiliki seseorang yang menyanyangimu!"Sisil langsung merasa harus turun tangan untuk hubungan Dina dan Daren.


Dina mendekati Sisil dan menggenggam tangan Sisil.


"Sil aku juga ingin kau bahagia,tolong jangan kau sia siakan pria yang sepenuh hati menyanyangimu.bagaimana sekarang perasaanmu dengannya?"


Sisil menatap dalam kearah Dina lalu menghembuskan nafasnya.


"Entahlah Din ,,sebaiknya aku besok kembali bekerja ketoko Bakery,agar aku tidak terlalu memikirkan ini Din,,!"


"Hemmm,Bagaimana kalau kau bekerja dikantorku,bagaimana?" Ucap Dina spontan.


"Tapi Din,Aku kan cuma lulusan SMA,,?"


"Tidak masalah,aku kan bosnya,,,Agar kau tidak terlalu pusing,Kau menjadi staf didivisi marketing saja bagaimana?itu sesuai dengan kepribadianmu yang ramah dan ceria!"


"Baik kalau begitu...." ujar Sisil penuh semangat.


"Yasudah mulai besok kita berangkat dan pulang bersama,oke!" Ujar Dina dengan seyum lebarnya.


"Maaf Non,Ada tamu diruang tamu.!'


" Baik bi,kami segera kesana.


Dina dan Sisil menuju ruang tamu bersama.


Dina yang sudah bisa menebak siapa yang datang tidak lagi terkejut melihat tamunya itu.


Sedangkan Sisil terpaku melihat siapa yang datang


"Momyyyyyyy...." Teriak Lion sambil berlari menghampiri dan memeluk Sisil.


Gadis cantik itu membalas pelukan Lion dengan erat.


"Aku sangat rindu Momy,,Kapan Momy pulang......?" ucap Lion dengan Lugunya.


Sisil bingung harus menjawab apa hingga hanya bisa terdiam.


"Apa momy sedang marahan sama Dady?"


Glek...Pertanyaan bocah itu membuat Sisil mati kutu.Sisil melirik kearah Lee yang menatapnya dalam dari jarak yang tak terlalu jauh


"Tidak tampan,Momy tidak marah sama Dadymu,,Momy disini cuma mau nemenin tante Dina,dia kan sendirian disini..!" Ujar Sisil yang beralasan.


Melihat suasana menjadi canggung dan melihat sepertinya Lee ingin berbicara dengan Sisil,Akhirnya dina berinisiatif.


Dina mendekati Lion.


"Hay tampan,Kau mau ikut tante,tante punya kue coklat kesukaanmu!biarkan Momy dan Dady bicara dulu ya agar mereka tidak marahan lagi...!"

__ADS_1


"Baik tante ,Aku mau..!" Jawab Lion dengan senang hati.


Lee terseyum simpul melihat dina begitu pengertian,sementara Sisil semakin gugup.


"Sil,kalian bicara dihalaman belakang saja...!perintah Dina.


Sisil langsung berjalan menuju taman belakang diikuti Lee.


Sisil seakan memcoba menjaga jarak dari pria itu.Ia lebih memilih berdiri membelakangi pria itu.


" Aku akan ke Shanghai besok pagi,Mungkin cukup lama..Aku harap setelah aku pulang nanti,hubungan kita akan membaik seperti dulu...!"ucap Lee setelah suasana hening.


Sisil masih terdiam tak mau melihat kearah Lee.


Lee yang merasa diabaikan langsung mendekati dan menarik tubuh Sisil dipelukannya.


"Apa yang bapak lakukan,Lepasin....!!" ucap Sisil yang merasa terkejut dengan tindakan Lee.


"Jika kau ingin ikut bersamamu,aku baru akan melepasmu!bagaimana?"


Spontan Sisil terkejut dengan ajakan Lee.


"Apa bapak sudah gila.....Sisil gak mau...!"


"Aku memang sudah gila.,Aku lebih gila lagi jika pergi tanpamu.apalagi dalam waktu lama.Apa kau benar benar tak kasihan pada calon suamimu ini?"


"Hentikan ucapan bapak,,jangan semakin membuat Sisil bingung dan semakin merasa bersalah.Sebaiknya bapak pulang!!"


Lee tak tahu lagi harus bagaimana saat gadisnya itu sangat keras kepala.


Lee dengan cepat mencium kilat bibir Sisil.


"Baik aku akan KeSanghai sendiri besok,jaga dirimu baik baik selama aku tidak ada.Aku beri kau waktu sendiri dulu.Tapi setelah aku pulang nanti,mau atau tidak Kita akan langsung menikah...!"Ucap Lee dengan sorot mata tajam.


Glek.....!" Sisil.sudah menelan salivanya.


"Apa????" ucap Sisil dengan nada tinggi.


"Aku tidak suka dibantah....!"Aku pulang dulu...!" Ucap Lee masih dengan sorot mata yang mematikan.


Sebelum melangkah Lee mencium kening Sisil sebentar dan memeluk erat gadisnya itu.


Sisil tak bisa melawan tenaga kuat pria itu.


Lee berjalan meninggalkan Sisil yang masih berdiri tertegun.


Lee pun menghampiri Lion dan Dina.


Lee menyuruh Lion untuk berpamitan pada Sisil dulu sebelum pulang.


"Ingin aku rasanya menggendong Sisil pulang dan secepatnya menikahi Sisil,Nona Dina...!" Ucap Lee dengan wajah kacau.


Dina hanya terseyum simpul.


"Sabar Tuan Lee,,Mungkin Sisil masih butuh waktu sendiri.!"


"Aku titip dia ya nona,saat aku tidak ada!"


"Anda tenang saja....kuharap secepatnya anda bisa kembali...!!"


Lion pun datang bersama Sisil yang menggandengnya.


Lee segera berpamitan pada Dina dan menatap Sisil untuk beberapa saat dengan tatapan sendunya.


"Bye momy..Bye tante cantik....!''pamit Lion lalu berjalan keluar bersama Lee.

__ADS_1


Perasaan Sisil bertambah kacau melihat kepergian pria yang sangat ia cintai itu.ia langsung berlari menuju kamarnya.ia mencoba menyembunyikan kesedihannya didepan sahabatnya Dina.


Dina hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat betapa kerasnya sikap sahabatnya itu.


__ADS_2