Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Manja.


__ADS_3

Didalam mobil mereka hanya terdiam,Lee yang fokus mengemudi sedangkan Sisil yang melihat kearah luar.menikmati suasana langit yang hampir gelap.


Gadis itu sesekali hanya melirik kearah pria dewasa yang sedang mengemudi dengan wajah yang dingin.Ia tak berani bertanya apapun.


Hari sudah gelap.Setelah satu jam perjalanan mobil itu berhenti dipinggir pantai yang ckup sepi.


Pandangan mata Sisil membulat saat mengetahui dimana ia berada sekarang.


"Ayo turun...!!" perintah Lee dengan wajah dingin lalu berjalan cepat meninggalkan Sisil yang masih diam.


Gadis itu segera turun dari mobil dan berlari mengejar Lee yang sudah berjalan agak jauh.


"Aneh...kenapa dia malah meninggalkanku....!apa dia marah??"gumam Sisil sambil terus berlari kecil.


Lee berhenti disebuah Gazebo dibibir pantai.Tempat yang pas untuk menikmati pemandangan pantai yang indah dimalam hari.


Pria itu duduk sambil menikmati deburan ombak yang tenang dihadapannya.


Sisil pun juga ikut duduk disampingnya.


Untuk beberapa saat mereka terdiam sambil menikmati suasana pantai yang indah dimalan hari.


Sisil merasa heran dengan Lee yang sedari tadi diam sambil menatap lurus kedepan.


Lama lama ia tak tahan,karena merasa diabaikan.


Sisil mendekat kearah Lee pelan,ia menyadari kesalahannya.


" Kau marah?Maafkan aku...."ucap Lirih Sisil sambil menatap Lee dari samping.


" Kenapa harus minta maaf?''jawab Lee singkat tanpa menoleh kearah Sisil.


"Karena aku sudah berbohong padamu...!"


"Sekarang kau baru menyadarinya??" ucap Lee dengan wajah dinginnya menoleh kearah Sisil.


"Maaf bukan maksudku membohongimu,aku cuma tidak mau jadi wanita pengadu,karena bagiku itu hal biasa yang sering aku alami..!" ucap Sisil yang memandang kearah depan.


"Aku sudah pernah bilangkan jangan pernah kau menyembunyikan sesuati dariku,aku tidak suka kau memendam sesuatu sendiri..!"


Ucap Lee yang mulai marah pada Sisil.


Gadis itu memanyukan bibirnya mendengar perkataan Lee.


"Apa kau belum yakin padaku?Apa kau lebih percaya perkataan mereka..!" ucap Lee lagi.


Sisil bingung harus menjawab apa!"


"Sejujurnya masih ada keraguan dihatiku...perbedaan kita terlalu banyak...Perkataan mereka ada benarnya,Entah aku mampu atau tidak mewatinya..!"ucap Sisil dengan segala kejujurannya.


Lee memandang lekat kearah gadisnya.


" Kau butuh bukti apa lagi,Agar kau yakin sepenuhnya dengan ku?"


Sisil menggelengkan kepalanya.


"Mungkin aku hanya perlu waktu untuk mengusir keraguanku.!"


Lee menghembuskan nafasnya pelan.


"Yang terpenting kau harus percaya padaku,hiraukan saja semua ucapan orang diluar sana.Dengarkan aku,Aku serius padamu Sayang dan aku tidak pernah melihat perbedaan diantara kita.Aku tulus mencintaimu karena sikap dan hatimu...ingat itu....!!" ucap Lee penuh penekanan sambil masih menatap Sisil lekat.


Sisil hanya menunduk dan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Lee tiba tiba menyandarkan kepalanya dipaha Sisil.Ia berbaring menyamping menghadap pantai.membuat Sisil terkejut.


"Diam dulu,aku ingin menikmati posisi ini...!!"


Mau tidak mau Sisil patuh dan diam saat kepala Lee menjadikan kedua pahanya sebagai sandaran.


Lee memejamkan matanya untuk sesaat.begitu damai ia rasakan dengan posisi itu bersama orang yang ia cintai dan berada ditempat yang indah.


Lee lalu bangun.


"Sekarang Cium aku....!" perintah Lee tiba tiba.


"Apa?"Sisil membulatkan matanya lagi.


" Iya Cium aku....ini hukuman buatmu karena membohongiku....ayow cepat......!!!


"Ehmmm tapi pipi ya......!"


"iya Pipi juga lumayan..Cepatttt....,!" ucap Lee lalu mendekatkan pipinya kewajah Sisil.


Sisil dengan pelan mendekatkan bibirnya kepipi Lee,tapi saat jarak mereka sudah sangat dekat Lee dengan cepat memalingkangkan wajahnya.


Cup


Kedua bibir mereka menempel.tanpa menyia-nyiakan kesempatan Lee ******* habis bibir ranum itu.


Sisil memejamkan matanya menikmati perlakuan manis Lee yang seakan membiusnya.


Pria dewasa itu menyalurkan semua kerinduan dan hasratnya lewat ciuman yang awalnya biasa itu berubah menjadi panas.


Saat nafas keduanya mulai habis,Lee melepas pagutannya.


"Jangan mengulanginya lagi...aku tidak suka!" Ujar Lee sambil jarinya mengusap lembut bibir mungil Sisil.


"Yasudah ayo kita berjalan jalan sebentar...!" ajak Lee sambil menarik tangan Sisil.


Mereka berdua berjalan bersama menyusuri bibir pantai.


Sisil begitu senang bisa berada ditempat itu,kakinya yang basah tersapu ombak membuat ia begitu menikmati momen itu.


Seyum merekah diwajah cantiknya.


"Kau senang sayang...?" tanya Lee saat terpukau dengan seyum indah kekasihnya itu.


"Iya aku senang bisa berada disini.Terima kasih sayang....!!" ucap Sisil sambil menatap lekat kedua mata indah pria tampan itu.


"Kita akan pulang besok pagi,kita akan menginap dihotel dekat sini,aku lelah Sayang...!''Ujar Lee sambil terus menggenggam kuat jemari Sisil.


" Terserah Kau saja....aku kan hanya penumpang,harus patuh pada pengemudinya....hehehe!!"ujar Sisil sambil terkekeh.


"Kau ini.....semakin menggemaskan....lama lama aku tidak tahan berada didekatmu...!!" ujar Lee yang sudah mecubit kedua pipi Sisil dengan kedua tangannya.


"Auwwwww.....lepasin sakit.....apa maksudnya tidak tahan....?" ucap Sisil sambil melotot kearah Lee saat pipinya sudah lepas dari tangan pria itu.


Lee menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil terseyum canggung.


"Aku kan pria normal Sayang,,Wajarlah kalau aku berusaha kuat menahan hasratku jika berada didekatmu....!!" ucap Lee dengan ragu ragu.takut Sisil marah.


Sisil melirik kearah Lee.


''Dasar....inget umur masih saja mesum...!!"


"Loh aku tuh masih muda Sayang,makanya hasratku masih tinggi padamu...!!"Ucap Lee dengan santainya.

__ADS_1


" Iya masih muda kok,,makanya aku panggil Om saja ya.....bye Om Lee....!!!"ledek Sisil sambil berlari menghindari Lee yang sudah melotot padanya.


"Awas kamu Sayang........dan ingat kata kataku ini,Suatu saat nanti kau akan cinta mati dengan Om ini.....!!" ucap Lee keras sambil mengejar Sisil.


Mereka berdua berlarian saling berkejaran hingga baju mereka basah.


Lee berhasil menangkap Sisil lalu membopong tubuh gadis itu dibahunya.


"Turunin Sisil pak...!Ucap Sisil kecelposan lagi.


" Apa Kau memanggilku bapak lagi...!!"awass ya nanti malam jangan harap kau bisa tidur nyenyak....!!!"Ucap Lee dengan seyum tipisnya.


"Mati aku......!!malan ini apa yang ia akan lakukan" gumam Sisil dalam hatinya.


Lee menggendong tubuh Sisil sampai dikamar hotel yang sudah ia pesan sebelumnya.Semua orang yang melihat Lee membopong tubuh Sisil hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


Lee mendudukkan tubuh Sisil disofa.


"Gantilah bajumu yang basah ini,aku sudah menyiapkannya diatas meja!'perintah Lee sambil duduk disamping Sisil.


Sisilpun segera mengganti bajunya yang memang sudah basah dikamar mandi.


Setelah keduanya selesai berganti pakaian,Lee mengajak Sisil makan diruang terbuka diluar kamar mereka.


Mereka menikmati makan malam dengan pemandangan pantai yang memanjakan mata mereka.


Setelah selasai makan dan puas memandangi keindahan pantai malam itu.


Lee mengajak Sisil masuk kamar karena udara sudah sangat dingin.


Sisil duduk bersandar dipinggiran ranjang sambil meluruskan kakinya.


Lee pun merebahkan tubuhnya sambil kepalanya ia taruh dikedua paha Sisil.


Pria itu sangat suka tidur dipaha Sisil.


" Sayang.....!!!"panggil Lee manja.


"Ehmmm...apa?


" Apa aku benar benar terlihat seperti om om?"


Sisil terseyum mendengar pertanyaan Kekasihnya itu.


"Maaf aku tadi aku cuma bercanda,,Kau masih terlihat muda,,,!!" jawab Sisil dengan lirih sambil menunduk memandang wajah pria tampan didepannya.Ia juga mengusap lembut kepala Lee hingga pria itu merasa nyaman.


Lee terseyum lebar mendengar ucapan Sisil.


Ia semakin menyungsupkan wajahnya keperut Sisil yang rata.seakan mencari kehangatan.


"Aku suka belaianmu dan sentuhan mu ini Sayang.....biarkan aku tidur seperti ini sebentar...!!"Ucap Lee yang wajahnya sudah sembunyi diperut Sisil.


" Dasar manja......apakah ini benar benar CEO yang tegas dan dingin itu...??"ucap Sisil sambil terus mengusap kepala Lee.


Sisil mengira Lee sudah tidur,Ia pun mengecup kepala Lee lembut.


"Aku juga bahagia didekatmu seperti ini Sayang....!!", Ucap Sisil yang jelas jelas didengar oleh Lee.


Lee terseyum senang Ia semakin mengeratkan lilitan tangannya diperut Sisil.membuat gadis itu langsung tersadar kalau pria itu belum benar benar tertidur.


Sisil merona dan begitu malu,Ia segera memejamkan matanya dengan posisi kepala yang bersandar dipinggiran ranjang.


Merekapun tertidur dengan posisi itu.Keduanya larut dalam mimpi indah masing masing.

__ADS_1


__ADS_2