
Sore ini Ditoko Bakery Sisil terlihat sudah bersiap siap untuk segera pulang tentu saja langsung ke kediaman Han.memang benar selama semingguan ini Sisil memilih tidak mengambil lembur agar bisa pulang saat sore hari.
Sebelum pulang Sisil berpamitan dulu dengan sahabatnya Dina yang berada dimeja kasir.
"Din aku pulang duluan ya.." ucap Sisil yang berdiri disamping Dina yang sedang fokus mengecek stok kue dan cake dilemari etalase kaca.
"iya,hati hati sil...apa besok kamu jadi libur Sil?" tanya Dina.
"iya Din,aku sudah janji pada Lion untuk mengajakknya jalan jalan."
"begitu ya....yasudah selamat bersenang senang ya besok."
"hemmm iya makasih...aku pulang....bye" Sisil melambaikan tangan pada Dina dan segera keluar dari toko.Diparkiran sudah ada satu mobil sedan mewah menunggu Sisil.
gadis itu pun masuk dan segera menuju kediaman Han.
Tak lama mobil itu sampai diparkiran rumah mewah itu.
Sisil turun dan langsung masuk kedalam.
"dimana Lion bik?"tanya sisil saat melihat Bik Surti didapur.
" itu mbak Sisil di taman belakang masih mainan pasir."jawab bi Surti.
"hemmn jadi Lion belum mandi ya...yasudah aku akan menyuruhnya mandi."
Sisil meletakkan tasnya diruang tengah dulu dan berjalan kehalaman belakang menemui Lion.
"Lion tampan belum mandi ya....?tegur Sisil yang mengejutkan Lion.
" Mom sudah pulang....iya aku belum mandi."jawab Lion.
"yasudah ayo kita kekamar,mom mandiin kamu...stelah itu ki belajar bersama!"
Sisil menarik tangan Lion menuju kamar.
"Horeee momy mandiin aku..."girang Lion
Tak lama Lion sudah terlihat segar dan tampan.ia sedang berada diruang tengah menunggun Sisil yang sedang mandi.
Setelah menunggu sekitar lima belas menit sisil sudah turun dengan kaos pendek polos berwarna pink dan celana jins selutut.
Sesuai janji Sisil ia ingin menemani Lion belajar sampai tak terasa hari sudah mulai malam.
"Tampan warnai gambar ini dulu ya...mom mau masak buat makan malam didapur." uucap sisil sambil mengusap lembut kepala anak itu.
"okey mom." jawab Lion.
Sisil segera menuju Dapur membantu Bi Surti memasak.
__ADS_1
Ruang tengah dan dapur memang berdekatan.jadi sisil bisa mengawasi lion sambil memasak.
Setelah semua masakan matang dan tertata rapi dimeja makan Sisil menghampiri dan duduk didekat Lion yang masih fokus dengan kegiatannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam.terdengar langkah kaki memasuki rumah.Lee yang terlihat lelah dan kusut berjalan melewati ruang tengah.Pemandangan hangat ia dapati saat melihat Sisil dengan sabar mendampingi Lion belajar.sambil sesekali bercanda mereka terlihat sangat bahagia.seyum indah sisil membuat lelah Lee sedikit berkurang.
Lee pun duduk ujung sofa diruang tengah itu sambil mengendorkan dasi dan melepas jasnya mengamati dua orang itu.
Sisil pun menyadari kalau pria tampan itu sudah pulang dan duduk didekatnya.
"bapak sudah pulang..ingin saya buatkan kopi atau teh?" ucap sisil sambil menoleh kearah Lee.
"Kopi boleh" jawab singkat Lee.
Sisil segera menuju dapur membuatkan secangkir kopi untuk Lee.
"kau sedang mengerjakan apa boy bersama momy mu?" tanya Lee sambil melihat Sisil berjalan kedapur.
"mewarnai Dad." jawab singkat Lion.
Tak lama Sisil sudah membawa secangkir kopi dan meletakkannya dimeja depan Lee.
"ini pak kopinya,silahkan!"ujar sisil sambil kembali duduk didekat Lion.
" makasih Sil."jawab Lee yang langsung menyesap kopi panas itu.
**kopi ini rasanya sungguh nikmat seperti buatan mama**gumam Lee dalam hati.
"Dad keatas dulu mandi ya boy" ucap Lee setelah kopinya habis.
"iya kita tunggu Dad buat makan malam bersama" jawab Lion sambil terseyum kearah Lee yang sudah berada didepan tangga.
30 menit berlalu,Lee sudah turun mengenakan kaos pendek polos hitam dan celana traning panjang.Tubuh atletis Lee terlihat.dengan lengan kekar dan perut kotak kotak nya yang masih terlihat dibalik kaosnya yang lumayan ketat.
Sisill yang tak sengaja melihat itu menjadi sangat gugup.
**duhhh tuh otot memang sengaja mau dipamerin keaku ya...!!**gumam Sisil yang melihat Lee mendekatinya.
"ayo kita makan" ajak Lee yang sudah menarik kursinya.
Sisil segera menggandeng Lion untuk duduk dimeja makan.
mereka bertiga makan dengan suasana hening.hanya suara sendok garpu yang terdengar.
Setelah selesai makan Lee berdiri menuju ruang kerjanya yang masih berada dilantai satu.
"Dad tidak lupa kan besok kita ke Zoo park bogor" ucap Lion mengingatkan.
Lee pun pun terseyum kearah anak tampan itu.
__ADS_1
"iya dady ingat,bsok kita berangkat pagi jam tujuh.dan biar bik surti yang mempersiapkan keperluan kita Sil." jawab Lee yang memandang kearah sisil.
Mendengar jawaban Dady ya Lion sangat gembira.dia pun segera berlari kekamarnya.untuk segera tidur agar besok bisa bangun lebih awal.
Sisil hanya terseyum dan menggelengkan kepalanya lalu menyusul Lion kekamarnya.
menemani Lion tidur untuk beberapa saat.
Setelah dilihatnya Lion yang sudah tertidur pulas,sisil beranjak bangun.karena ia belum merasa ngantuk dan merasa bosan.
Sisil turun dan menuju ruang tengah untuk menonton acara Tv.sementara Lee masih diruang kerjanya yang berada disebelah ruangan Sisil.
Lama kelamaan Sisil merebahkan tubuhnya disofa panjang itu sambil masih melihat acara televisi dihadapannya.
Sisil pun menguap dan secara perlahan terlelap tidur disofa panjang itu dengan televisi yang masih menyala.
Pukul setengah sepuluh Lee baru keluar dari ruang kerjanya.matanya terbelalak melihat tubuh sisil yang sudah terbaring disofa.
Gadis itu terlihat begitu nyenyak.membuat Lee mendekatinya.memandangi wajah cantik Sisil dari jarak yang begitu dekat.
Tanpa sadar seyum mengembang dari bibir tipis Lee.
**dasar gadis polos,bisa bisanya tidur disini..**ucap lirih Lee yang sudah duduk disamping Sisil.
Saat itu situasi rumah sudah sepi semuanya sudah tertidur kecuali Lee yang masih melihat Televisi menunggu berharap sisil terbangun tanpa ia membangunkannya.Lee tak tega meninggalkan gadis itu sendirian diruang tengah.
Satu jam Sisil tak kunjung bangun,Lee yang sudah mulai lelah akhirnya memutuskan untuk menggendong tubuh Sisil kekamar Lion.
secara perlahan Lee mengangkat tubuh Sisil yang masih terlelap tidur.Lee menggendong tubuh Sisil ala bridal.
Tanpa sadar kedua tangan Sisil mengalung dileher Lee.memeluknya erat,sisil juga menyembunyikan wajahnya didada bidang Lee tanpa disadarinya.
Deg.
jantung Lee berdetak cepat.perasaan aneh timbul lagi saat Sisil memeluk tubuhnya erat.wangi tubuh sisil bisa tercium kuat oleh Lee.
Lee menggendong tubuh sisil pelan naik kelantai dua.
Tak henti lee memandang lekat kewajah Sisil.
Sampai dikamar Lion.Lee merebahkan pelan tubuh Sisil disamping Lion dan menyelimutinya.
Lee terseyum dan tanpa sadar sudah mencium kening Sisil.
**tidurlah gadis kecil..**ucap Lee lirih sambil masih menatap wajah Sisil.
Lee pun segera keluar dari kamar dan menutup pintu itu sebelum kembali kekamnarnya sendiri.
Lee merasa bahagia mengingat saat saat Sisil memeluk tubuhnya tadi.Lee pun segera memejamkan matanya.mengingat besok dia harus bisa bangun lebih awal untuk memenuhi janjinya pada Liion.
__ADS_1