
Sisil sudah keluar kamar dengan penampilan yang terlihat feminim dan anggun.
Dengan mengenakan dres lengan pendek berwarna pasta yang pas ditubuhnya.dengan bagian mengembang dibawah sepanjang lutut.Tak lupa rambutnya ia gerai polos dan sepatu hak yang tidak terlalu tinggi dengan warna senada ia pakai.Dilengkapi dengan tas kecil warna putih yang menggantung dibahu kirinya.
Lee dengan sigap menarik tangan Sisil menuju Lobi aparteman ,Sudah ada Nino yang menunggu didalam mobil.
Dengan cepat Nino membukakan pintu untuk kedua orang tersebut.
Awalnya Nino terkejut melihat Sisil muncul bersama atasannya.tapi ia langsung ingat kalau gadis itu sekarang adalah tunangan resmi bosnya jadi wajar kalau gadis muda itu ikut kekantor.
Didalam mobil suasana hening.Sisil begitu gugup karena ini adalah pengalamannya yang pertama kali pergi kekantor dengan status sebagai tunangan Lee.
Lee yang menggetahui kegugupan gadisnya itu lalu menggenggam kuat tangan Sisil yang duduk disampingnya.
Sisil menoleh kearah Lee dengan seyum simpulnya.
Pria itu mencoba menenangkannya.
Nino hanya melirik interaksi keduanya dari kaca spion diatasnya.
Tak lama mobil mereka sampai diLoby kantor.Nino turun membukakan pintu untuk atasannya itu.Lee turun duluan lalu diikuti Sisil.
Lee terus menggenggam tangan Sisil masuk kantor dan berjalan menuju Lift khusus.
Semua karyawan menunduk memberi hormat saat mereka lewat,semua meresa terkejut dengan kehadiran CEO mereka dengan wanita tunangannya.Pandangan tajam dan sinis para karyawati tertuju pada sosok sisil.
"Eh lihat itu gadis kecil tunangan boz,beruntung banget dia..."
"Dia itu cuma gadis kampung gak sepadan sama pak Lee''
" Lihat body juga gk oke oke banget,kok pak.Lee mau ya??"
Begitulah kira kira mereka berbisik satu sama lain sambil melirik kearah sepasang kekasih itu.
Sisil sungguh meresa tidak nyaman dengan tatapan mereka.ia hanya bisa menunduk dan terus berjalan.
__ADS_1
Setelah sampai diruang kerjanya,Lee menyuruh Sisil duduk disofa.
"Apa agenda ku hari ini?" tanya Lee yang sudah duduk dikursi kebesarannya.sambil memandang Nino yang berdiri didepannya.
"anda ada meeting dengan direksi perusahaan dari Jakarta pak nanti pukul 10...!" ujar Nino sambil membuka buku catatannya.
"Dimana?"
"dibawah pak?"
"Yasudah kau boleh pergi aku akan mengecek laporan dimeja ini." perintah Lee.
Nino pun segera pamit undur diri kembali keruangannya.
Setelah asistennya keluar,Lee mendekati Sisil dan duduk disampingnya.
"Aku bingung harus ngapain.disini..?ucap spontan Sisil pada Lee yang sudah memandanginya.
" Menemaniku saja....kau bisa membaca buku disana atau menonton film dilaptopku...atau kau bisa istirahat rebahan dikamar itu!!"ucap Lee sambil menunjuk rak buku yang tinggi disudut ruangannya.
Sisil bingung dengan ucapan Lee.
Lee pun menarik tangan Sisil mendekati rak buku itu lalu menekan tombol yang ada didinding sebekah Rak itu.
Seketika Rak besar itu bergeser dan memperlihatkan sebuah ruangan dibekakang Rak yang tersembunyi.
Mata Sisil membulat melihat itu.Lee menarik tangan Sisil memasuki ruangan pribadi Lee itu.
Ruangan terang yang terlihat ckup mewah dengan satu ranjang berukuran besar dan sebuah meja kecil dan satu almari tempat Lee menyimpan sebagian kecil Jasnya.
Pandangan Sisil mengelilingi ruangan itu.
"Sayang,ini ruang pribadiku jika aku lelah aku biasanya berbaring disini.Kau bisa beristirahat juga disini sayang...!" ucap Lee pelan.
Mereka sudah duduk berdua dipinggiran ranjang besar itu.Sisil terus memandangi ruangan itu sampai tak sadar wajah Lee sudah berada didekat wajahnya sambil menatapnya tajam.
__ADS_1
"mau ngapain??" tanya Spontan Sisil karena terkejut wajah *** sudah berada didekatnya.
"menciummu...!!" goda Lee.
Blusss..,Pipi.Sisil merona.
Dengan cepat gadis itu memalingkan wajahnya.
''Jangan nakal...ini kantor....."
"Memang kenapa kalau dikantor,ini kan kantor milikku sayang.!''
" Dasar mesum...sudah ah aku mau keluar saja.."ucap Sisil yang sudah berdiri cepat dan berjalan keluar ruangan itu.Ia merasa kalau lama lama berada diruangan itu bisa bisa pria dewasa itu langsung menerkamnya.
Lee terseyum simpul melihat tinggah lucu gadisnya itu.
Lee duduk kembali dikursinya.ia mulai meneliti dan mengamati setiap berkas yang ada dimejanya.
Sedangkan Sisil menyenderkan kepalanya sambil memainkan ponselnya.
Lama kelamaan Sisil merasa bosan.sesekali ia melirik Lee yang fokus pada pekerjaanya.
Sisil sudah memayunkan Bibirnya,membuat Lee yang tidak sengaja melihat menjadi gemas.
Sampai Nino masuk.
"Saatnya Meeting pak,mereka sudah datang..!"
"Baik ayo kita kebawah!!"jawab Lee sambil berdiri dari kursinya.
" Sayang kau disini dulu ya,kau bisa berbaring dikamar sambil menungguku!"ujar Lee lagi pada Sisil sebelum meninggalkan ruangannya.
"Apa aku boleh melihat lihat disekitar sini?" tanya Sisil yang sudah merasa bosan sekali.
"iya boleh tapi jangan jauh jauh dari ruangankku ini ya Sayang,aku cuma meeting sebentar." jawab Lee lalu keluar besama Nino.
__ADS_1
Sebenarnya Lee tak tega meninggalkan Sisil sendiri diruangannya tapi ia juga tak bisa meninggalkan meeting penting ini.
Sisil merasa senang karena Lee mengijinkannya.ia ingin sekali melihat lihat keadaan kantor yang besar ini.