Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Mencari


__ADS_3

Hampir Dua jam perjalanan Sisil turun dari taxinya.Ia memutuskan untuk pergi Kesuatu Pantai yang berada dipinggiran kota.Suasana pantai yang sejuk akan membuat perasaannya lebih baik.Ia segera duduk disebuah Gazebo sambil menikmati suasana pantai menjelang sore.


Sisil mencoba melupakan semua beban dihati yang menyiksanya.


Sementara Lee terus mencari Sisil,ia datang ketoko bekery kemudian keKost lama Sisil.Lee juga berputar putar mengelilingi setiap sudut jalan Kota kembang itu tapi tetap tidak menemukan gadisnya.


Lee benar benar merasa frustasi mencari keberadaan Sisil.Setelah merasa cukup Lelah Lee memutuskan kembali kerumahnya.Ia ingin mencurahkan perasaannya pada kakaknya.


"Lee....!" ucap feiluo melihat kedatangan Adiknya dengan wajah yang kacau.Dengan dasi dan kemeja yang sudah tidak terpasang rapi.


Lee langsung duduk bersandar disofa.


Melihat Lion yang sudah tidak bersama ibunya.Lee langsung bercerita pada Feiluo.


"Sisil pergi Kak....?" ucap Lee dengan nada lemah.


Feiluo melebarkan matannya.


"Lagi???kenapa Lee?


" Sepertinya Sisil salah paham Kak setelah mendengar percakapanku dengan Dilan dikantor tadi siang."


"Dilan kekantor??Hemmm gadis itu mungkin segaja ingin membuat hubungan kalian rusak.apa kau sudah mencarinya?" Tanya fei dengan menegakkan tubuhnya dari sandaran sofa.


"Aku sudah mencari ketoko,ke kost dan tempat tempat yang sering kami kunjungi kak tapi aku tidak menemukannya,aku juga sudah berulangkali menghubunginya tapi ia mematikan ponselnya Kak,,Aku bingung harus mencarinya kemana lagi?" Ucap Lee dengan sorot mata sendu.


Feiluo berfikir sejenak.menyangga dahunya dengan satu tangannya.


"Apa kau sudah menghubungi keluarganya?"


"Aku tidak ingin membuat Ibunya khawatir Kak...!"


"Kau hubungi saja adiknya,agar ibunya tak tau!" Ujar Feiluo lagi.


Lee pun mengeluarkan ponsel saku jasnya.Ia langsung menghubungi jeno.Lee memang pernah beberapa kali menghubungi Jeno,mencoba menjalin kedekatan dengan calon adik iparnya itu.


Tut tut tut


"Hallo Jen,Bagaimana kabarmu?" ucap Lee setelah Sambungannya terhubung.


"Baik Pak Lee,,Ada apa Pk Lee?" tanya Jeno langsung karena ia merasa curiga karena tak biasanya Calon kakak iparnya menelefon malam hari.


"Apa Kakakmu pulang?" Ucap Lee pelan.


Jeno terkejut dengan ucapan Pria dewasa itu.

__ADS_1


"Tidak pak,,Sebenarnya apa yang terjadi?" Kak Sisil baik baik saja kan?"


"Kamu tenang dulu Ok,,dan tolong jangan bilang apapun pada ibumu.Sepertinya Kakakmu salah paham dengan ku,Ia tadi siang pergi membawa semua baju bajunya.Aku sudah mencarinya kemanapun tapi tak menemukannya Jen,,!"


"Salah paham pak?bapak Yakin hanya karena Salah paham Kak Sisil pergi?" Ucap Jeno mengambang membuat dahi Lee mengkerut.


"Maksud kamu Jen?" tanya Lee balik.


"Sepertinya ini ada hubungannya dengan Pria jahat itu pk Lee,,!"


"Pria jahat siapa maksudmu,tolong jangan buat aku bingung Jen..!Ucap Lee sambil menatap Feiluo.yang memberi isyarat padanya untuk memperbesar suara diponselnya agar Kakaknya juga bisa mendengarnya.


" Dia ayahku,pria jahat itu sengaja kembali untuk menemui Kakak,Ia tahu setelah melihat berita kalian.Pria itu datang hanya untuk meminta uang pada Kakak,karena ia yakin Kakak akan menikah dengan pengusaha kaya seperti bapak!"


Lee dan Feiluo kaget mendengar ucapan anak remaja itu.


"Apa??Aku tak menyangka Sisil memendam ini sendiri..baiklah kalau begitu,Aku akan terus mencari Kakakmu sampai ketemu Jen.Apa kau bisa memberi foto dan identitas ayahmu itu..!"


"Bisa pak,Nanti saya langsung kirim kebapak!"


"Bagus,,aku minta jangan bilang apa apa pada ibumu ya.Serahkan semua padaku!" Ucap Lee menyakinkan Jeno.


"Baik pak.Terima kasih."


Lee pun menutup panggilannya.


"Apa ini yang dimaksud membebaniku??"


Feiluo bingung dengan gumaman adiknya itu.


"Apa maksudmu Lee?"


"Sepertinya Sisil takut membebaniku Kak jika ayahnya terus terusan mengganggu dan meminta uang padaku...Dasar gadis bodoh....Apa dia pikir aku akan jatuh miskin jika ayahnya meminta uang padaku...!" Ucap Lee dengan terkekeh.


"Cara berfikir wanita dengan pria itu berbeda Lee,Kakak merasa Sisil bukan hanya tidak ingin membebanimu,tapi dia merasa malu dengan dirinya sendiri.Dia juga tak ingin kau sampai malu didepan orang orang dengan sikap ayahnya itu.Dilain Sisi dia juga ingin melindungi citramu Lee.Mungkin jika Kakak berada diposisinya,Kakak juga akan bertindak seperti Sisil."


Lee terdiam mencoba menelaah setiap kata yang diucapkan Kakaknya itu.


"Mungkin Kakak benar,,Ternyata dia berfikir sangat dewasa,,Aku tak salah memilih.Aku akan terus mencarinya.


Yasudah aku pergi dulu kak..!"


Lee kembali bersemangat untuk mencari Sisil meskipun hari sudah malam.


"Temukan Calon adik ipar Kakak,dan jangan putus asa Lee" Teriak Feiluo yang melihat adiknya sudah menjauh.

__ADS_1


Feiluo hanya menggelengkan kepalanya melihat kepergian adiknya.


Didalam mobil Lee yamg sudah menerima pesan dari Jeno langsung menghubungi asistennya Nino.


"Cepat cari tahu dimana keberadaan pria difoto yang sudah aku kirimkan padamu No..!" Ucap Lee lugas lalu mematikan sambungannya.


Sementara Dina yang juga merasa ikut khawatir dengan sahabatnya itu mencoba terus menghubungi Sisil hingga akhirnya Sisil mengangkatnya.


Sisil yang masih terdiam digazebo sambil menangis dan memandang kearah laut merasa tidak ingin membuat sahabatnya itu merasa cemas terpaksa mengangkat panggilan itu setelah dering ke dua puluh kalinya.


"Iya Din...." Ucap Sisil.dengan suara serak dan Lirih.


"Akhirnya kau menganggkat panggilanku Sil,Dimana kamu cepat beritahu aku!!"Ucap Dina dengan nada cemas.


" Aku baik baik saja Din,Tenabg saja."


"Bagaimana aku bisa tenang,Ini sudah malam Sil dan Kau sendirian diluar...cepat katakan mau dimana?Aku janji tidak akan memberitahu Pak Lee!!"Ucap Dina mencoba membujuk Sisil.


"Aku berada Dipantai pinggir kota Din...!"


Seulas seyum dibibir Dina.


"Ok,Tunggu disitu,Aku akan menjemputmu Sil!!"


Dina segera mematikan panggilannya lalu menaiki mobilnya bersama sopirnya.


Sisil memejamkan matanya menarik nafasnya dalam.


Ia sadar tak mungkin ia berada dipinggir pantai semalaman.


Tak sampai dua jam,Dina sampai ditempat Sisil berada.Gadis itu segera berlari menuju gazebo gazebo dipinggiran pantai hingga melihat sosok yang ia cari.


"Sil kau baik baik saja?" Ucap Dina yang membuyarkan lamunan Sisil.


"Dina......Hiks hiks hiks" Tangis Sisil pecah saat Dina memeluknya.


"Sudah sudah tenangkan dirimu,,Ayo ikut aku Sil,Inikan sudah malam.Udara semakin dingin." Ajak Dina sambil mengusap lembut punggung Sisil yang masih menangis.


"Kemana?" Ucap Sisil setelah melepas pelukannya.


"Ayo ikut saja,Aku jamin tidak ada yang tau selain aku.Kau percaya padaku kan?"


Sisil hanya menganggukkan kepalanya menandakan ia setuju dengan ajakan sahabatnya itu.


Kedua gadis itu segera beranjak dari tempat itu.Dina merangkul bahu Sisil menuju mobil.

__ADS_1


Sisil yang sempat heran dengan Dina karena datang dengan Seorang supir pribadi hanya bisa diam.Mobil pun segera melaju kembali ke kota kembang lagi.


__ADS_2