Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Heran


__ADS_3

Hari ini hari minggu Sisil sudah siap untuk berangkat bekerja lebih awal,meskipun tubuhnya masih capek tapi dia tak ingin mengecewakan Pak Agung,boz yang sudah begitu baik padanya.


Lion masih belum bangun mungkin karena terlalu lelah setelah jalan jalan ke kebun binatang kemariin.Sisil tak ingin membangunkannya.


Sementara Lee yang sudah mandi dan mengenakan kaos pendek putih dan celana cinoz panjang duduk diruang tengah sambil menikmati segelas kopi.


"Selamat pagi pak..." sapa Sisil saat sudah turun dari tangga.


Lee menoleh pada Sisil dan merasa heran dengan penampilan gadis itu yang sudah rapi.


"pagi,kamu sepagi ini mau kemana Sil?" tanya Lee penasaran.


"Hari ini harii minggu pak saya ingin berangkat kerja lebih awal....tlong bapak bilang pada Lion ya..soalnya dia belum bangun.takut nanti dia mencari saya." jawab sisil menjelaskan.


"apa kamu tidak capek?" Lee berdiri dan mendekati Sisil yang masih terdiam ditempatnya.


"saya sudah terbiasa pak..." jawab sisil singkat.


"baiklah,, aku akan mengurus Lion hari ini karena hari ini aku libur..yasudah ayo sarapan...''ajak Lee sambil menarik tangan Sisil.


Sisil merasa terkejut dengan perlakuan Lee.


Akhinya mereka sarapan bersama.


Sisil hanya diam sambil meninkmati sarapannya.sedangkan Lee dengan wajah datarnya sesekali melirik kearah Sisil.


**duhhh harus cepat pergi dari sini...aku tidak tahan lama lama dekat sama pak Lee gini..**gumam Sisil dalam hatinya.


Sisil meletakkan sendoknya.


" Saya berangkat dulu pak!"ucap sisil sambil terburu buru berjalan keluar rumah.


"tunggu..aku antar..." ucap Lee tanpa menoleh kearah sisil.


Sisil mengehentikan langkahnya.


"tidak usah pak,biar pak budi saja yang mengantar.bapak jagain Lion saja.!" ucap Sisil yang merasa sangat gugup.


"aku tidak suka dibantah.''!ucap Lee yang sudah berjalan kearah Sisil.


Lee dengan cepat menarik tangan Sisil kearea bagasi.Terdapat banyak deretan mobil koleksi Lee.pria itu pun menuju satu mobil kesayangannya.mobil Sport Ferari merah.


Lee membuka pintu mobil itu dan menyuruh Sisil duduk didalam.


Pria tampan itu pun juga masuk dan duduk kekursi kemudi.


Sisil membulatkan kedua bola matanya saat Lee mendekatinya,memasangkan sabuk pengaman ditubuhnya.Jantung Sisil rasanya ingin copot saja saat wajah Lee berada didepan dadanya.hampir bersentuhan.Sisil dengan sangat jelas melihat pahatan sempurna ciptaan tuhan itu.wajah yang sempurna.


Lee lalu fokus melajukan mobil itu dengan cepat menuju toko bakery tempat sisil bekerja.

__ADS_1


Keduanya hanya terdiam.Sisil sampai tak bisa berkata kata.perubahan sikap Lee yang drastis ini membuatnya bingung.


Tak sampai lima belas menit mobil itu sudah berhenti diarea parkiran depan toko itu.


Lagi lagi Lee mendekat dan melepas sabuk pengaman ditubuh Sisil.


" turunlah...."ucap Lee memandang lekat sisil.


"terima kasih Pak...saya kerja dulu." jawab sisil dengan gugupnya.


"hemmm...hati hati dan kalau bisa pulanglah lebih awal."ujar Lee dengan penekanan.


" baik pak"jawab sisil sambil memberi hormat pada Lee dan segera keluar dari mobil mahal itu.berlari menghampiri kedua temannya.


**sitttttt kenapa aku menyuruhnya pulang lebih awal...apa yang aku pikirkan.....**gumam lirih Lee sambil memijat keningnya yang terasa pusing.


Didepan toko.sudah ada Dina dan Dimas yang baru saja datang.mereka terkejut saat melihat Sisil keluar dari mobil mewah itu.


"hai kalian sudah juga datang rupannya?" sapa Sisil yang sudah berada didepan kedua temannya itu.


sementara Dina dan Dimas masih bengong melihat kearah mobil Sport yang hendak pergi itu.


"kamu diantar siapa sil??mobilnya keren bangetttt" ucap spontan Dimas yang merasa kagum dengan body mobil super mahal itu.


"oww itu pak Lee....!" jawab santai Sisil.


"udah deh jangan mikir macam macam.Pak Lee sedang Libur jadi ingin nganter aku aja..." jelas sisil.


"aneh...pria sesibuk itu mau nganterin kamu,,ini udah berlebihan sil...apa kamu gak ngarasa aneh??"ujar Dina yang merasa ada seseatu antara Sisil dan pria dewasa itu.


" udah ah jangan membahas ini lagi..ayo kita masuk...hari ini kan hari minggu jadi pasti akan banyak pengunjung yang datang."ujar Sisil mengalihkan pembicaraan.


Mereka segera masuk toko dan melakukan tugas masing masing.


Satu jam kemudian toko sudah buka.


Sisil dan Dina berdiri dimeja kasir sambil melayani para pengunjung yang mulai berdatangan.


Pak Agung juga sudah standbuy ikut melayani pengunjung dan mengawasi setiap sudut toko.


Hari sudah siang,Sisil yang masih berdiri disamping Dina tak sadar sudah melamun.memikirkan kata kata sahabatnya tadi dan juga memikirkan perubahan sikap Lee padanya.


"Momy....."


Lamunan Sisil buyar seketika.matanya membulat melihat Lion datang bersama Lee.


Sementara itu pak Agung yang berdiri disamping Sisil dan Dian merasa kager ada seorang anak memanggil karyawannya dengan sebutan itu.


"Lion kenapa kesini?''ucap sisil bingung.

__ADS_1


" aku mau makan Cake mom....memang tidak boleh...?protez Lion.


"maaf sil kalau kedatangan kami mengejutkanmu...Lion merenget minta diantar kemari..." ucap Lee yang sudah berada didepan Sisil.


"iya tidak apa apa pak.."


Lee pun memesan beberapa cake dan minuman lalu membayarnya.mereka langsung duduk dikursi paling ujung toko.


"Sil siapa anak itu,kenapa memanggil kamu dengan sebutan momy...apa dia anak dan suamimu??ucap Pak agung yang merasa penasaran karena selama ini dia tidak pernah tahu tentang kehidupan karyawannya.


Dina menyenggol lengan Sisil keras dengan lenganya.


''Tuh pak.Bos aja ngira gitu kan......" bisik Dina didekat Sisil.


"bukan pak...saya sangat dekat dengan anak itu,jadi dia memanggil saya dengan sebutan momy....pria itu unclenya..." jelas Sisil.


"oww saya kira.....tapi kamu juga pantes kok sil jadi momynya...kamu punya sifat keibuan...dan pria itu terlihat baik dan mapan..."ucap pak Agung.


Sisil tertegun mendengar ucapan bosnya itu.sementara Dina menutup mulutnya menahan tawa.dina merasa pemikirannya sama dengan bosnya.


Sisil melotot kearah Dina yang meledeknya.


Lee dari posisinya selalu mengamati Sisil.pandangannya tak bisa lepas dari gadis muda itu.


" Dad aku sudah sekesai makan...apa kit masih mau disini atau pulang...?"tanya Lion.


"Yasudah ayo kita pulang." ucap Lee sambil berdiri menggandeng jemari Lion dan berjalan kemena kasir.


"Mom aku pulang dulu...momy jangan malam malam pulangnya ya....aku menunggu." ujar Lion menatap Sisil yang berada dimeja kasir bersama Dina dan Pak Agung.


"okey boy momy janji.kamu jangan nakal ya dirumah sama Dady.bye..." jawab sisil sambil melambaikan tangannya.


Lee hanya menatap datar kearah Sisil.tatapan memprovokasi itu membuat sisil paham kalau ia harus patuh pada permintaannya tadi pagi.Lee juga berpamitan mengangguk kearah boz Sisil.


Dina semakin tidak percaya dengan sikap pria dewasa itu pada sahabatnya.auranya sungguh menakutkan.


"Sil sepertinya wajah pria itu tidak asing...aku pernah melihatnya dimana ya........oh aku ingat dimajalah Bisniz." ujar Pak Agung mengalihkan pandangan Sisil yang menatap kepergian Lion dan Lee.


"iya pak pria itu bernama Lee Zhang Han.Presdir Han's Group yang menaungi beberapa perusahaan dinegara ini."jelas Sisil pada Bosnya.


"Apa.....jadi benar itu pria hebat dimajalah bisnis itu.....wahhh tak kusangka aku bisa bertemu dan punya pelanggan pria sehebat itu.tapi bagaimana bisa kamu mengenalnya Sil??ucap pak agung dengan nada mengintimidasi.


" ceritanya panjang pak..."ujar sisil.


"yasudah kapan kapan saja ceritanya...sekarang lanjutkan pekerjaan kalian." perintah pria berusia 41 tahun itu.


Setelah kepergian Pak Agung,sisil menghembuskan nafasnya kasar.merasa sedikit lega.dan melanjutkan pekerjaannya.


Dian hanya terdiam tak ingin meledek sisil lagi takut membuat sahabatnya itu marah.

__ADS_1


__ADS_2