Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Menghilang


__ADS_3

Hari menjelang pagi,saat matahari belum terbit Sisil sudah terbangun dari tidurnya.


ia segera mandi dan merapikan keperluannya.ia ingin pergi dari rumah mewah itu sebelum Lion terbangun.


Dengan air mata yang tak henti membasahi pipinya,Sisil mencium kening lion sebelum pergi...


"Momy pergi dulu ya tampan,,,baik baik bersama mama Fei,,,sampai jumpa lagi sayang...."


Sisilpun segera pergi menuju kampung halamannya dengan menaiki taxi online yang sudah dipesannya.


Perjalanan yang membutuhkan waktu hampir tiga jam.akhirnya Sisil sampai juga dirumah.Disebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.Sisil menatap rumahnya saat turun dari taxi.Rumah yang sederhana dan tidak terlalu besar,dengan halaman yang cukup luas.Rumah yang selalu membuatnya rindu untuk selalu pulang.


Sisil langsung masuk kedalam rumah,begitu masuk langsung tercium bau harum masakan ibunya yang sedang membuat pesanan untuk pelanggannya.Sisil langsung menuju dapur rumahnya.


Terlihat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan bugar sedang memasak.wanita yang selalu membuatnya kuat dan menjadi inspirasi hidupnya.


"ibu..." panggil Sisil pelan saat berdiri dipintu dapur.


Wanita paruhbaya itu pun menoleh dan terkejut mendapati putri sulungnya sudah tiba.


"Putri ku sayang kau sudah tiba..." wanita yang bernama Sita itu mematikan kompornya.ia langsung mendekati putrinya dan memeluknya erat.


"aku sangat merindukanmu bu......tak terasa sudah tiga bulan sisil tak pulang,maafkan


putrimu ini karena jarang pulang." ucap Sisil dengan menahan air matanya yang hampir jatuh.


"ibu juga sangat merindukanmu Sil...jangan bilang begitu,ibu tahu kesibukanmu nak..." ucap wanita yang berumur 45 tahun itu sambil mengusap lembut rambut panjang putrinya.


"apa adik sedang sekolah bu?" tanya Sisil setelah pelukan mereka berakhir.


"iya nak,adikmu kan sudah kelas 3,sebentar lagi dia mau ujian.jadi akhir akhir ini dia sangat sibuk.yasudah kau istirahat dikamar dulu sebentar,,inikan sudah pukul 9,apa kau sudah sarapan?"


Sisil hanya menggeleng pada ibunya.


"kalau begitu mandilah dulu baru ibu siapkan makan untukmu."


Sisil menuruti perintah ibunya dan langsung menuju kamarnya.


DiKediaman Han.


Feiluo yang sudah mengetahui kepergian sisil pagi pagi tadi,bergegas menemui putra tercintanya yang sudah kebingungan mencari sisil.


"boy....." panggil feiluo saat sudah berada dikamar Lion.


"mama sudah pulang.....aku rindu mama" ucap Lion sambil memeluik feiluo.


"benarkah.....dan kenapa kau bingung sayang..."


"aku mencari momy....dimana momy mah?" tanya Lion yang sudah mulai menangis.


"momy??"kak Sisil maksud kamu?" tanya Feiluo yang baru mengetahui bahwa putranya itu sudah sangat dekat dengan sisil.dan memanggil gadis itu dengan sebutan Momy.sungguh feiluo terkejut tapi didalam hatinya merasa sangat bahagia,ternyata Sisil begitu berarti dihati putranya.

__ADS_1


"iya ma...dimana momy...?


" momy kamu sudah berangkat kerja dari tadi pagi boy...kau jangan bersedih ya...secepatnya dia akan kembali....ayo mama mandikan kamu lalu kita turun untuk sarapan."ucap fei lembut pada putranya.


Segera mereka menuju kamar mandi.


Tak lama mereka sudah turun dan duduk dimeja makan.tak berselang lama Lee yang sudah rapi dengan jasnya juga turun dan langsung duduk didepan Lion dan kakaknya.pandangannya mencari cari seseorang yang belum terlihat olehnya.


"kamu mencari Sisil,Lee??"


"Dia sudah kembali kekostnya dari tadi pagi.mungkin sekarang dia sudah bekerja." sambung Feiluo yang menatap lurus adiknya itu.


"apa???yasudah aku berangkat dulu kak..." jawab Lee spontan lalu beranjak dari kursinya.ia terkejut mendengar jawaban kakaknya.


"apa kau tidak sarapan dulu Lee?"tanya Fei luo sedikit berteriak karena adiknya sudah berada agak jauh darinya.


" aku sarapan dikantor saja kaaakkk"jawab Lee yang berteriak.


Fei luo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku adiknya itu.


Lee dengan cepat mengendarai mobil mewahnya menuju toko bakery Sisil.


Sesampainya disana Lee langsung masuk.pandangannya tertuju kemeja kasir tapi gadisnya itu tidak ada.hanya terlihat Dina yang sedak sibuk sendiri.


"selamat pagi....apa nona Sisil ada?"ucap Lee saat mendekati Dina.


Dina langsung menoleh kearah suara yang ckup ia kenal itu.


" pak Lee...ada yang bisa saya bantu?"


Seketika Dina mengingat permintaan Sisil semalam untuk tidak memberi tahu alamatnya didesa.


"Sisil sedang cuti kerja pak dia ingin pulang kedesanya,katanya dia merindukan ibu dan adiknya." jawab dina sambil melihat kearah Lee.


"apaaa???Lee begitu terkejut.dia mengusap wajahnya kasar.


" apa kau bisa memberi alamat rumah Sisil didesa nona?"tanya Sisil yang tak ingin menyerah.


"Maaf pak,saya tidak tahu" jawab Dina berbohong.


"kalau begitu aku pergi dulu nona."


Lee segera keluar toko dan mengeluarkan ponselnya.


mencoba menghubungi Sisil tapi tak bisa tersambung.karena Sisil sengaja mematikan ponselnya.


Didalam mobil Lee mengeratkan pegangannya kekemudi mobilnya.emosinya mulai naik,pikirinya kacau.


"kenapa kau menghilang sayang......apa kau sengaja ingin lari dariku?" ucap Lee dengan wajah frustasinya.


dengan matanya yang mulai memerah Lee menghubungi seseorang dengan ponsel pintarnya.

__ADS_1


"cepat cari tahu dimana alamat rumah kekasihku didesa...aku ingin kau mencarinya secepat mungkin." ucap Lee pada orang yang berada diujung sambungan lalu menutup panggilan itu.


Disisi lain di kantor Feng grup.


Dilan menemui Daren Fang yang tak lain adalah kakaknya.


"kakak....." sapa dilan pada seorang pria tampan yang sedang fokus pada laptopnya.


Daren fang lansung menoleh kearah suara itu.


"Dilan kau sudah kembali?kenapa tak mengabari kakak?" ucap Lion dengan sedikit merasa kecewa.


"aku ingin memberi kejutan padamu kak..tadi aku datang ke apartemenmu tapi kakak sudah berangkat kekantor."


"apa ada hal penting yang membuatmu pulang keindonesia dil?"tanya Daren yang sudah hafal betul sifat adiknya itu.


" kontrakku sudah selesai kak...dan aku ingin kembali pada Lee,tapi justru aku yang dibuat terkejut.,saat aku kerumahnya aku malah bertemu dengan Calon istrinya..."jelas Dilan sambil menyilangkan kakinya duduk disofa panjang.


"calon istri???" ucap Daren penasaran.


"iya seorang gadis belia.lumayan cantik lah...tapi terlihat kampungan" ucap Dilan dengan angkuhnya.


Daren terdiam mencerna ucapan adiknya.apa mungkin itu Sisil.Daren semakin merasa penasaran.


"Kakak pergi dulu ada urusan,,kau mau disini atau...." ucap Daren mengambang sambil berdiri dari kursinya.


"apa..kakak kok malah mau pergi...aku kan baru bertemu denganmu kak...tapi yasudah lah aku pergi saja." ucap Dilan pergi berlalu sambil menunjukkan wajah sebalnya.


Daren segera menuku toko bakery Sisil.ia segera masuk mencari keberadaan Sisil.


"maaf nona apa nona Sisil ada?tanya sopan Daren pada Dina yang sedang berdiri sendiri dimeja kasir.


Seketika hati Dina berdesir melihat Daren sudah ada didepannya.entah perasaan apa yang muncul dihatinya pada pria itu tapi dina mencoba menepisnya.


" maaf tuan,Sisil sedang cuti kerja.Dia sedang berada dikampung halamannya."jawab Dina cepat.


"kenapa mendadak dia ingin pulang...apa sisil ada masalah nona?" tanya Daren yang merasa khawatir.


Dina terdiam dengan raut wajah yang mulai berubah sendu.


Daren yang mengetahui perubahan expresi wajah dan sikap Dina sudah bisa menebak,ada sesuatu yang terjadi pada Sisil.


"kau tak perlu menjawabnya nona....apa kau tau dimana alamat rumah sisil didesa?"


Dina hanya menggelengkan kepalanya.


Darenpun berpamitan dan langsung keluar toko.


Saat sudah dimobil daren mencoba menghubungi nomer sisil tapi tak bisa terhubung.


Daren dengan emosi memukul setir mobil didepanya.

__ADS_1


Ia lalu menghubungi orang suruhannya untuk segera mencari keberadaan gadis yang ia cintai.


"kau pergi kemana sil....?aku bisa gila jika tak bisa bertemu denganmu.....aku akan secepatnya menemukanmu.''ucap Daren dengan wajah yang terlihat kacau.


__ADS_2