Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Hati kecil.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Digedung Han's Group terlihat Lee yang sudah sampai didepan loby kantornya.


Nino dengan cepat membukakan pintu mobil untuk atasannya itu.


Lee turun dari mobilnya dan berjalan dengan tegap memasuki kantor menuju Lift pribadinya.


Dengan setelan jas mahal dan celana yang senada berwana Biru tua membuat tubuhnya yang proposional semakin bertambah sempurna.Ditambah dengan kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya yang membuat Ketampanannya bertambah.


Dia berjalan tegap dengan penuh wibawa,Aura Lee yang dulu dingin dan angkuh kembali lagi semenjak kepergian Sisil.


Semua karyawan hanya berani menuduk saat Bos besar itu melewati mereka.Setiap sapaan dari karyawan biasa ataupun para komisaris tak pernah ia hiraukan.


Mereka sempat heran dengan perubahan sikap Lee yang menakutkan ini,Tidak dengan Nino yang sudah tau betul apa yang sudah terjadi dengan atasannya itu.


Lee duduk dikursi kebesarannya setelah sampai diruanganya.


"Apa Jadwal ku hari ini?" Tanya Lee dengan wajah dinginnya pada Nino.


"pukul 10 nanti ada meting keperusahaan Santosa Group pak dan ini ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani!" jawab Nino sambil meletakkan beberapa berkas dimeja Lee.


"Baik,siapkan semua berkas untuk meeting nanti.kau boleh pergi.....!"


Pria itu fokus dengan berkas berkas dan layar Laptop yang berada dihadapannya.


Baru beberapa jam berkutat dengan pekerjaannya.Lee merasakan sakit dikepalanya.Pria itu segera membaringkan tubuhnya keruangan pribadinya yang berada dibalik rak buku besar diruangannya itu.


Baru duduk ditepi ranjangnya Lee merasa ada yang berbeda.Lee membaringkan tubuhnya sambil memijit mijit kepalanya.


Sekilas ia melihat Sosok Sisil tidur berbaring disamping ranjangnya.


Lee tersentak dan membulatkan kedua matanya.


"Apa dia juga pernah tidur disini?Kenapa aku melihatnya berbaring disini sambil menangis...ahhhkrrrrrrkkkk apa ini,lama lama bisa gila aku....kenapa dimana mana ada dia...!!" Teriak Lee dengan wajah yang terlihat marah.


Kehadiran Nino membuyarkan lamunan Lee.


"Apa kepala bapak sakit lagi?"


"Aku tidak apa apa....ada apa kau kesini?'Ucap Lee yang sengaja menutupi apa yang sudah ia alami.


" Kita harus berangkat sekarang Pak kekantor Santousa Group.,takut jalanan macet!"


Lee segera turun dari ranjangnya,merapikan kemejanya dan meraih jasnya.Tak lupa mengusap wajahnya dengan sapu tangan dulu sebelum keluar ruangan bersama Nino dibelakangnya.


09,45

__ADS_1


Lee sudah memasuki ruang meeting Kantor Santosa group bersama Nino


Tak lama Daren tiba,Dari jauh wajah Dingin Daren malas menatap kearah Lee.


Tanpa menyapa Daren dan asistennya Bily duduk begitu saja dihadapan Lee dan Nino.


Suasana menjadi tegang dan hening.


Hingga kedatangan Dina yang merupakan Tuan rumah mencairkan suasana.


"Selamat Siang Tuan tuan,Kita langsung mulai saja meeting kita hari ini...!" sapa Dina yang sudah duduk dengan wajah ramahnya.


Meeting berjalan hampir kurang dua jam sampai waktu makan siang.


Setelah selesai semua berdiri untuk saling bersalaman.


Saat Bersalaman dengan Dina,spontan Lee menanyakan sesuatu.sedangkan Daren masih berada disitu.


"Bagaimana kabarnya,apa dia terpuruk karena perkataanku?" Tanya Lee dengan tatapan dinginnya pada Dina.Sontak semua yang berada diruangan itu terkejut.


Dina terseyum miring.


"Untuk apa Pak Lee menanyakan sahabatku itu..Apa pak Lee sudah mengingatnya?"


"Aku hanya ingin tau saja...!" jawab Lee ringan.


Sekarang Lee yang terseyum tipis.


"Kenapa kau harus emosi Daren,aku hanya menanyakannya saja...!"


"Sahabatku baik baik saja Pak Lee...dia gadis yang kuat.Tidak semudah itu membuatnya jatuh terpuruk.!" Ucap Dina penuh penekanan.


"Bagus kalo begitu...Setidaknya saya tidak merasa bersalah sekarang...Kalau begitu saya pamit dulu Bu Dina...!


Lee segera melangkahkan kaki keluar ruangan itu.Tapi seketika terhenti karena ucapan Dina yang menohoknya.


" Benarkah sekarang anda merasa lega pak Lee...atau bahkan sekarang justru hati pak Lee yang terluka karena sedikit demi sedikit mengingatnya?Kuharap aku salah.Tapi jika itu benar maka tanyakan pada hati kecil pak Lee sendiri,Apa kebenarannya...!!"


Untuk sesaat Lee terdiam,menelaah setiap kata yang keluar dari bibir Dina.


Tanpa menoleh kebelakang Lee melanjutkan langkahnya,meskipun sebenarnya Kata kata dina tadi sukses membuatnya merasa ketakutan.


Dina melihat kepergian Lee dengan menggelengkan kepalanya pelan.


"Dasar pria keras kepala!" ucapnya lirih tapi masih didengar Daren yang berada disampingnya.


Daren terseyum simpul kearah Dina.

__ADS_1


"Apa bisa kita makan Siang bersama nona Dina??" Ajak Daren yang sontak membuat Dina menoleh kerahnya dengan wajah bingung.


"Pak Daren mengajak saya makan Siang?" Ucap Dina dengan polosnya.


"Iya...kau bersedia?" Ajak Daren dengan sorot mata yang dalam.


Spontan Dina menganggukan kepalanya,meskipun dia masih heran dengan sikap Daren yang tiba tiba berubah padanya.


Keduanya pun berjalan beriringan menuju sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor tersebut.


Sesuai dengan permintaan Sisil,Daren mencoba membuka diri untuk Dina.Ia berusaha mendekatkan dan mengenal sosok Dina lebih dalam.


Sore harinya.


Terdengar suara dering diponsel Sisil.


Sisil yang baru saja sampai dikosnya segera mengangkat panggilan yang ternyata dari sahabatnya Dina.


Memang semenjak Sisil berada jauh darinya, Dina sering menghubungi Sisil untuk memastikan keadaan sahabatnya itu.


**Hallo Din....Tumben sore sore telfon ada apa?**Ucap Sisil membuka percakapan mereka.


**Aku sedang bahagia Sil ,,!**ucap Dina yang begitu terdengar antusias.


**Katakan Din,,jangan buat aku penasaran!**


**Tadi Daren ngajakin aku makan siang bareng Sil,,,aku hampir gak percaya.Kita ngobrol lama banget.Dia bisa terseyum dan tertawa didepanku Sil...aku benar benar bahagia Sil.**


Sisil terseyum mendengar penjelasan sahabatnya itu.Ia merasa lega ternyata Daren memenuhi permintaannya untuk mencoba membuka hati untuk Dina.


**Aku ikut bahagia Din,semoga hubungan kalian semakin dekat ya...!**


**Terima kasih doanya ya Sil,,oh ya...tadi aku......**ucap Dina menggantung.


kening Sisil mengerut begitu saja.


**ada apa Din...jangan menyembunyikan sesuatu dariku.!"**


**Tadi Aku bertemu dengan Dia Sil dikantorku.Dia menanyakanmu dengan wajah dinginnya.menyebalkan sekali...!!"gerutu Dina.


Sisil terseyum kecut mendengar itu.


**Biarkan saja Din.....Yasudah aku mandi dulu ya Sahabatku ..**


Ucap Sisil mencoba menghentikan pembicaraan yang bisa membuatnya menangis lagi.


**Apa kau mulai mengingatku.Sayang.....!!"Ucap Sisil lirih dengan wajah sendu yang menahan segala kesedihannya.

__ADS_1


Dalam kesendirian nya Sisil merasa sangat kesepian.Tiap malam ia habiskan hanya dengan menangis sendirian.Ia hanya berharap semua ini cepat berlalu.Meskipun dia sendiri tak tahu sampai kapan ia akan bertahan dengan rasa cinta yang begitu besar itu pada Pria dewasa yang berada jauh darinya.


__ADS_2