
Sisil susah berada didalam mobil bersama Lee,setelah beberapa saat yang mereka baru saja take off di bandara Ngurah Rai Bali.
Kini mereka menuju rumah orang tua Lee.
Dalam perjalanan Sisil melihat kearah luar jendela ia terlihat kagum dengan keadaan kota yang penuh dengan warga asing itu."Owhhh banyak banget bule nya"
gumamnya lirih.
Lee yang sedari tadi memandang gadisnya itu hanya terseyum simpul sambil mengusap lembut rambut Sisil yang panjang tergerai.
Tapi seperkian menit raut wajah yang terlihat senang terganti dengan raut wajah yang terlihat gugup.
"Kau kenapa Sayang,,Apa ada yang mengganggu pikiranmu?Tanya Lee yang begitu paham dengan sikap calon istrinya itu.
Sisil memandang lekat dua bola mata indah Kekasihnya itu.
" Aku gugup!!"
Lee menyerngitkan dahinya.
"Gugup kenapa?"
"Aku gugup bertemu papamu...apa dia mau menerima gadis biasa sepertiku?" wajah Sisil terlihat begitu gelisah.
Pria tampan itu dengan cepat menarik tangan Sisil,menyenderkan kepala gadisnya itu didadanya.memeluk hangat dari samping.mencoba memberi ketenangan.
Seyum simpul tak pernah hilang dari wajah tampan itu.
"tenanglah....jangan berfikir macam macam sayang...papaku orang yang baik meskipun beliau terlihat dingin dan tidak banyak bicara.Sebenarnya papa sedang sakit!!"
Sisil langsung mendongak kearah wajah Lee.
"Sakit.....sakit apa??"
"Nanti kau juga akan tau....!!jawab Lee singkat.
Keduanya terdiam larut dalam pikkiran masing masing.
Sampai mobil yang mereka naiki masuk kedalam plataran sebuah rumah mewah dikawasan perumahan elite dikota itu.
Rumah yang cukup besar menyamai rumah Kediaman Hans yang berada diBandung.Rumah yang bergaya eropa dengan warna cat putih dan kream yang mendominasi.
Muncul seorang pelayang wanita paruh baya mendekati keduanya yang sudah turun dari mobil.
"Selamat datang Tuan Lee dan Nona,,Tuan dan Nyonya besar sudah menunggu didalam?!" sapa pelayan itu dengan hormat.
"Terima kasih biAni,,!Ucap Lee dengan seyum ramahnya.
Lee segera menarik tangan Sisil menuju dalam rumah." Ayo masuk!''
"putra mama.....Sisil.....kalian akhirnya sampai...!!" ucap Nyonya Micell lantang yang ternyata sudah menunggu keduanya didepan pintu masuk.
Micell mencium kening putranya dan memeluknya.Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu juga mencium dan memeluk Sisil dengan hangat.
__ADS_1
"Mama senang kalian akhirnya bisa datang kesini...ayo papa kalian ada didalam.oh ya Sil mulai sekarang panggil aku mama ya sayang!"
Sisil sedikit terkejut dengan ucapan calon mertuaanya itu tapi ia juga bahagia karena nyonya micell mau menerimanya sepenuh hati.
Lee terus menggenggam tangan sisil yang terasa dingin berjalan menemui papanya.
"Pa Lee dan Sisil sudah sampai!!ucap Micell pada seorang pria paruh baya yang duduk membelakangi mereka.
" Papa...!"panggil Lee.
Dengan cepat pria itu menoleh dengan seyum simpulnya.
Sisil seketika terperanjat melihat seorang pria paruh baya yang wajahnya mirip dengan calon suaminya,berbadan tegap tapi duduk dikursi roda.Sisil baru mengerti sakit apa calon mertuanya itu.
"Lee,,,kau sudah sampai nak....papa sangat rindu padamu....!" Ucap Pria paruh baya bernama Xian Zu Han itu sambil memeluk putranya erat untuk beberapa saat.
"Pa,,Lee bawa calon istri kesini....." ucap Lee sambil memberii kode untuk Sisil mendekat kepadanya."Ini Sisil pa......!"
"Selamat siang om,Saya Sisil...?" ucapnya ragu sambil mengulurkan tangannya kearah Tuan Xian.
Pria paruh baya itu melihat Sisil dari atas kebawah dengan tatapannya yang dingin lalu membalas uluran tangan Sisil dengan cepat.Tuan Xian hanya mengangguk pada Sisil masih dengan menatap Sisil lekat.membuat Sisil hanya bisa menunduk dengan sejuta perasaan gugupnya.
"Ayolah pa jangan membuat calon istriku takut padamu?" ucap Lee yang sangat hafal dengan watak papanya itu.
"Sudah Lee sebaiknya kalian istirahat dikamar dulu,sebentar lagi kan waktunya makan siang Lee!" sela Micell yang mengerti kegugupan Sisil.
"Lee kekamar dulu ya pa!" pamit Lee.
"Ok pa,,bentar ya..!"
Lee segera menarik tangan Sisil menuju kekamarnya.
Sampai kamar Siisil langsung merebahkan tubuhnya diranjang dan ia masih diam.
"Jangan terkejut dengan sikap papa,,memang seperti itu beliau!"ujar Lee yang duduk disamping Sisil sambil mengusap lembut pipi mulus calon istrinya itu.
Sisil menatap Lee lekat tanpa berkedip.
" Sepertinya Papamu tidak menyukaiku?"lirihnya.
Lee terseyum Simpul lalu mencium kilat bibir Siisil yang menjadi candunya.
"Jangan berfikir aneh aneh.Kau istirahat dulu ya Sayang,aku mau bicara dengan papa sebentar.!"
"Pantas kau itu punya sikap dingin dan terlihat menakutkan ternyata keturunan dari papamu...!" ujar Sisil spontan.
Membuat Lee yang tadinya mau melangkah berbalik lagi.
"Apa kau bilang Sayang......?" ucap Lee dengan lirikan matanya yang tajam.
"Ah tidak tidak...aku tak bicara apa apa kok...sudah sana temui papamu...!"
Sisil menjadi salah tinggah lalu berbalik memunggungi Lee.
__ADS_1
"Tadi aku dengar jelas,,awas ya ada hukuman buatmu nanti Sayang...!"
Lee pun segera turun menemui papanya.
"Ah bodoh nya aku...kenapa aku bisa bilang begitu...ya jelas lah bapak nya aja gitu,,anaknya juga pasti sama...!!" gumam Sisil sendiri.
Lee sudah duduk disamping ayahnya.
"Apa apa pa?"
Xian menatap kedua bola mata putranya lekat.
"Apa kau serius ingin menikahi gadis belia itu Lee,Papa Lihat dia masih sangat muda.pantasnya dia jadi keponakanmu...!"
Lee terseyum simpul pada Papanya.
"Mau gimana lagi pa,Aku sangat mencintainya,Dia juga sama mencintaiku.bukankah jarak usia kami bukan menjadi penghalang pa?"
"Tentu tidak Lee,Papa cuma terkejut saja saat mendengar calon istrimu itu masih berusia 19/tahun.Katakan pada papa kenapa kau memilihnya?Bukankah setau Papa,dulu mantanmu wanita wanita yang usianya setara denganmu,punya latar belakang dan pendidikan yang sama denganmu juga wanita karier yang modern.!"
Lee tertawa reyah dengan ucapan papanya.
"Papa ini masih saja mengingat mantan mantanku.....Papa ingin tau kenapa aku mencintai Sisil,,?karena dia gadis yang sederhana pa,Lembut,Baik dan polos.Dia berbeda dengan wanita wanita yang suka dengan kedudukan dan uangku saja...Nanti papa juga paham kalau sudah mengenalnya!",
Lee menyakinkan papanya dengan pelan.
" Papa hanya bisa mendoakanmu bahagia dengan pilihanmu Lee..Yasudah istirahatlah!!"ujar Xian sambil menepuk bahu putranya.
Lee segera menuku kamarnya.Ia langsung merebehkan tubuhnya disamping Sisil dan memeluk erat gadisnya yang sudah tertidur.
Sisil terbangun karena tangan Lee yang mulai nakal.
"Sayang jangan mulai deh huhhhh!!"Ucap Sisil dengan sebal.
" Tadi kau bilang aku dingin dan menakutkan kan...Berani ya sekarang gadisku ini meledekku haaaa!!"Ujar Lee yang tangannya masih iseng ditubuh Sisil.
"Iya iya maaf....sudah ah jangan nakal lagi,Aku ngantuk mau tidur sebentar..!" Rengek Sisil sambil menjauhi tubuh Lee tapi ternyata begitu sulit.
Dengan Cepat Sisil mencium pipi Lee.membuat pria tampan itu terseyum
"Sudah ya...Tangan nggak boleh nakal lagi.Aku tidur dulu sebentar..!''Ujar Sisil lembut lalu memunggungi Lee.
" Wah Calon istriku tahu apa yang membuatku tidak marah lagi..eh tapi aku tidak suka dipunggungi,sini berbalik..!"
Lee dengan cepat membalikkan tubuh gadisnya.meletakkan kepala Sisil didadanya.
Sisil semakin terbuai dengan aroma tubuh maskulin Lee yang juga menjadi candunya.
Tak lama Sisil sudah tertidur.
Lee mencium mesra kening Sisil.
"Tidurlah Honey ku.....!!"
__ADS_1