Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Menyatukan.


__ADS_3

Suasana makan siang disebuah restoran ternama nampak lenggang.


Terlihat Sisil sudah duduk bersebelahan bersama Dina,Daren duduk dihadapan mereka.


Ini pertama kalinya mereka bertiga bisa makan bersama.


Daren menyodorkan buku daftar menu pada dua gadis cantik didepannya.


"silahkan kalian pesan apa yang kalian suka,jangan sungkan!


Dina membuka dan membacanya.


" Kau mau makan apa Sil?"


"Terserah kamu aja Din.,!


Setelah memesan beberapa makanan pada seorang pelayan.suasana menjadi canggung.


Apalagi Dina yang merasa begitu gugup berada didepan pria yang ia sukai.


" Terima kasih ya kalian sudah mau menerima tawaran makan siang bersamaku!"


Ujar Daren membuka percakapan.


"sama sama Tuan,saya dan Dina senang bisa makan bersama anda!"


Sisil menoleh kearah Dina sambil menggodanya.


Dina hanya bisa menatap tajam kearah Sisil yang menggodanya.


"Jadi Sisil tinggal dirumahmu nona Dina?"


"Iya pak Daren,,,saya butuh teman karena sata hanya tinggal sendirian!" Ucap Daren dengan menahan kegugupannya.


"Lalu dimana tuan Johan Santosa berobat?Bagaimana kondisinya sekarang?"


Tanya Daren yang sudah mengenal ayah Dina dari dulu.


"Ayah berobat ke Cina,Dia lebih memilih obat tradisional disana,sekarang keadaannya juga sudah membaik!"


"Syukur klo begitu...Apa boleh kapan kapan aku berkunjung kerumahmu?" Tanya Daren tiba tiba yang membuat Dina membulatkan kedua matanya.


Deg....jantung Dina berdetak kuat.


Pria yang sangat ia suka ingin berkunjung kerumahnya,tentu.ia sangat bahagia.


"Tentu saja boleh tuan Daren....kami sangat senang anda bisa datang...!ujar Sisil menyela begitu saja,karena ia tahu sahabatnya itu sangat gugup.


Daren terseyum simpul.


Sementara Dina hanya melirik tajam kearah Sisil yang terseyum.


Hingga seorang pelayan datang membawa pesanan mereka.


Mereka segera menyantap makanan yang sudah terhidang.


" Bagaimana Kabar Lee Sil?kudengar dia sedang berada di Shanghai..!"Tanya Daren disela sela makan mereka.


Sisil diam,raut wajahnya berubah sendu.hanya menunduk sambil melihat makanannya.


Dina dan Daren menatapnya dalam.


"Kau merindukannya?apa dia sudah mengabarimu?"tanya daren lagi.


Sisil mengangkat wajahnya memperlihatkan seyum simpul yang sedikit ia paksakan.


Terlihat jelas ia begitu sedih berada jauh dari orang yang ia sayangi,hal itu membuat Daren semakin sadar kalau tidak ada celah kosong dihati Sisil untuknya.


Daren terseyum kecut.


" Kuharap ia segera kembali,agar kalian bisa bersama lagi....!"


"Terima kasih Tuan Daren!"


jawab Sisil yang nampak biasa.

__ADS_1


Mereka makan dengan hening,sesekali Dina melirik kearah Daren yang fokus makan.Itu tak luput dari pandangan Sisil.


Ia pun berusaha memberi waktu untuk sahabarnya itu berdua dengan Daren


"Saya keToilet dulu ya Tuan,,,!"pamit Sisil sambil melihat kearah Dina dan Daren.


Sisil segera pergi menuju toilet,meninggalkan Dina dan Daren.


Suasana bertambah hening.Daren belum menyadari perasaan Dina padanya.


"Apa kalian bersahabat sudah lama Nona Dina?" tanya Daren yang masih menikmati makannya.


"Iya kami sudah hampir dua tahun bersahabat.Kami mulai dekat sejak awal masuk ketoko Bakery...!"


"Apa aku boleh tau alasannya kenapa kau justru bekerja ditoko Bakery padahal kau putri seorang konglomerat?"


Tanya Daren yang merasa penasaran.


Dengan setenang mungkin Dina menjelaskan alasannya menyembunyikan identitas aslinya dan malah bekerja ditoko bakery.


Jawaban Dina membuat Daren kagum,Ia tak menyangka putri seorang konglomerat yang biasanya sombong,angkuh dan suka hidup mewah ternyata tidak terlihat didiri seorang Dina.


Tanpa pria itu sadari,ia sudah kagum dengan sosok Dina.matanya sedikit terbuka.


Dibalik Wajah cantik dan latar belakang keluarganya yang hebat,Dina seorang gadis yang sederhana,apa adanya,ceria dan rendah hati.Itu pandangan Daren sekarang pada Dina.


Tak beda jauh dari pandangannya keSisil yang selain cantik,gadis desa itu sangat lembut,ceria,kuat dan sederhana.


Daren merasa beruntung bisa mengenal Dua gadis yang begitu berkesan baginya.


Tak lama Sisil kembali.


Setelah selesai mereka bergegas meninggalkan tempat itu dan kembali kekantor masing masing.


"Bagaimana tadi Din,Kalian ngorolin apa?" goda Sisil pada Dina saat mereka berada didalam lift kantor.


Dina gemas dan mencubit lengan sahabatnya itu.


"Kamu ya dari tadi godain aku terus...sengaja kan ninggalin aku sama dia sendiri?"


"Apaan sich Sil...Udah ah,aku balik keatas dulu ya nanti kamu kalau udah mau pulang samperin aku diruangannku ya..!"


"Oke sahabatku,bye....!" pamit Sisil berjalan keluar saat pintu lift terbuka.


Seminggu telah berlalu.


Sesuai perkataan Daren tempo hari,Ia akhirnya berkujung kerumah Dina saat malam hari.


"Non ada tamu...!" ucap pelayan Saat Dina dan Sisil diruang tengah.


"Siapa bi?"


"Pria tampan Non,Tadi dia bilang namanya Tuan Daren.!"


Deg.kedua mata Dina melebar.Dengan cepat ia merapikan rambut dan bajunya yang kusut.


"Cie Cie yang pangerannya datang....duhhh senangnya....!" goda Sisil yang langsung dilempar bantal sofa oleh Dina sambil melotot kearahnya.


Dina segera menuju pintu utama.


"Selamat malamTuan Daren....!Sapa Dina saat sudah berdiri didepan Daren dipintu utama.


Dina semakin terpesona dengan Daren.penampilannya malam ini terlihat rapi dan cool dengan gaya casualnya.


Daren juga dibuat kagum dengan penampilan polos Dina tanpa make up yang terlihat lebih natural dan manis.Dengan hanya menggunakan kaos putih pendek dan celana diatas lutut yang memperlihatkan putih pahanya.dengan rambut yang ia kuncir keatas,membuat pancaran Dina terlihat lebih segar dan imut.


" Malam juga Nona Dina,Apa aku.menganggu datang malam ini?"ucap Daren dengan seyum ramahnya.


"Tentu tidak,Silahkan masuk!"


Dina mempersilahkan Daren masuk dan duduk diruang tengah agar lebih akrab lagi.


"selamat datang tuan Daren?"Sapa Sisil yang berdiri menyambut kedatangan Daren.


Daren terseyum kearah Sisil.baginya Sisil selalu terlihat manis dan imut dengan kesederhanaan dan kepolosannya.

__ADS_1


" Apa bisa kalian memanggilku Daren saja....kita kan sudah berteman!"ucap Daren yang sudah duduk berhadapan dengan Dina dan Sisil.


Sisil dan Dina saling pandang.mereka ragu memanggil Dareng dengan namanya saja.


"Sisil tidak bisa Tuan,,!" ucap spontan gadis itu.Ia sangat menyadari posisinya.


"Ayolah...kita kan sudah berteman akrab...aku ingin kita tidak canggung lagi...!"


"Baik kalau itu maumu Daren....!" jawab Dina mantap.


"Nah gitu nona,aku lebih suka...kau juga harus begitu ya Sil..?"


Sisil terpaksa menuruti keinginan Daren.


Merekapun berbincang bincang hangat diselingi dengan canda tawa hingga suara dering ponsel dimeja mengagetkan mereka.


Sisil segera meraih ponselnya.Ia terseyum setelah melihat siapa yang menghubungi dilayar ponselnya.


"Maaf saya tinggal dulu!" pamit Sisil yang hendak pergi.


"Pasti itu Lee kan Sil?" tanya Spontan Daren.


"Cie.....yang kangen nich..." Goda Dina.


"Iya pak,maaf saya tinggal dulu..!"


Daren terseyum kecut melihat Sisil pergi berlalu.Gadis itu terlihat sangat bahagia mendapat telpon dari Lee.


"Sepertinya Sisil terlihat sangat bahagia ya!" ucap Daren pelan kearah Dina.


Dina hanya terseyum simpul meskipun Hatinya terasa perih melihat kekecewaan dimata Daren.


Masih terlihat bahwa pria yang ia sayangi itu masih menyimpan rasa untuk sahabatnya.


Ditaman belakang Sisil mengangkat panggilan dari kekasihnya.


**Hallo.....**Ucap Sisil pelan


**Sayang....aku sangat merindukanmu...!**


**Hemmm aku juga......!**


**Sedang apa Sayang?**


**Sedang bersantai dengan Dina,,**jawab Sisil bohong dia tak mungkin bilang ada Daren dirumah itu.


**Ohhh ,cepat tidur ya.Aku tak mau kau sakit..**


**Kapan pulang?**Ucap Sisil keceplosan.


Diujung sambungan Lee terseyum simpul,gadisnya sudah tak sabar ia pulang.


**Sebentar lagi,,tunggu ya...Sesuai perkataanku setelah aku kembali secepatnya kita menikah,Oke..!!**


Deg ..Hati sisil berbunga.


**Terserah......**jawab Sisil menyembunyikan kegugupannya.


**Sayang berikan aku Kiss mu dulu...**


**Apa??**


**Ayolah,,,Aku merindukan bibirmu yang mungil itu...ayo cepat...**


Sisil pun dengan ragu menjawabnya.


**Emuachhhhh,,sudah ah....cepat tidur,jaga dirimu baik baik disana..**


**Eh sayang apa kau malu??Harusnya aku yang bilang begitu,,Yasudah.Selamat malam calon istriku....**


Panggilan itu terputus.


Sisil melihat kelangit malam yang cerah bertabur bintang.Pikirannya menerawang jauh.Seulas seyum muncul dari wajah cantiknya.


"Aku sangat merindukanmu Sayang,,,Cepatlah pulang...!**desahnya pelan.

__ADS_1


Sisil segera menemui Daren dan Dina kembali.


__ADS_2