
Satu hari sebelum pernikahan.
Sisil terlihat sangat sibuk dibantu Kak Fei mempersiapkan semuanya.
"Sepertinya tinggal merapikan sedikit Sil!" Ucap Fei pada Sisil yang sedang Fiting gaun pengantin dibutiknya.
"Iya Kak,tapi Sisil sedikit risi dibagian dadanya!" Ucap Gadis muda itu yang memang terlihat tidak nyaman karena Gaun yang ia pake bagian dada memang agak terbuka.
"Itu wajar Sil,,,tenang saja itu masih dalam batas kok.dimana Lee kenapa dia tidak mengantarmu?"
"Dia sedang menyelesaikan urusan dikantor Kak, sebelum Hari H besok.Karena setelah pernikahan katanya mau libur beberapa hari.!"
"Apa kalian sedang membicarakanku?"Ucap Lee tiba tiba yang baru datang.Seketika pandangannya tertegun pada sosok calon istrinya yang sedang mencoba gaun pengantinnya.Lee sangat kagum dengan keanggunan Sisil mengenakan Gaun mewah itu.
Sisil yang merasa diperhatikan langsung membalikkan badannya dan merona malu.
" Ahhhh sudah jangan memandangi Sisil terus Lee,cepat masuk keruang ganti dan cepat coba jas tuxedomu!"perintah Fei sarkas pada adiknya itu.
Lee mendengus kesal sambil berjalan menuju ruang ganti.
"Apa salah aku memandangi kecantikan calon istriku!"gumannya.
Tak lama Lee keluar dengan mengenakan Tuxedo berwarna putih yang semakin membuat aura ketampanannya bertambah berkali kali lipat.Tuxedo itu begitu memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sangat proposional.
Sisil yang sudah selesai berganti baju untuk beberapa saat tertegun dengan ketampanan calon suaminya itu.
"Aku terlihat tampan ya Sayang?" ucap Lee dengan nada menggoda yang tanpa sadar sudah berada didekat Sisil.
Sisil seketika tersadar dan menetralkan raut wajahnya.
"biasa aja....!" ucapnya dengan sedatar mungkin.menyembunyikan rasa kekagumannya.
Lee terus menatap intens sisil yang sudah merah merona.
"Lee kau ini tak tau tempat ya,,kalau mau bermesraan jangan disini!" Sarkas Feiluo yang terlihat sebal pada adiknya itu.
"Dasar cerewet..yasudah aku ganti baju dulu.Sepertinya Jas ini sudah pas ditubuhku.!"
Lee segera mengganti bajunya kembali.
"Oh ya Sil nanti agak sorean Kakak akan mengajakmu ketempat perawatan kecantikan!''ucap Wanita dewasa itu.
"Apa Sisil harus ketempat itu Kak?" tanya Sisil yang merasa heran.
"Ya harus dong Sil,itu perawatan dari ujung kaki sampai ujung kepala yang harus dilakukan calon mempelai wanita agar besok kau terlihat mempesona dihari spesialmu.kau paham kan?"
Sisil hanya mengangguk patuh pada calon kakak iparnya itu.
"Sayang baru saja aku mendapat kabar kalau ibu dan Jino sudah tiba,mereka langsung diantar keapartemen.!" ucap Lee yang baru selesai berganti baju.
"Sisil terlihat senang,ia sudah tak sabar bertemu ibu dan adiknya.
" Oh ya Lee nanti malam kalian tidak boleh tidur bersama,biar Sisil tidur diapartemen bersama keluarganya dan kau tidur dirumah.lagi pula nanti sore Papa dan Mama sudah sampai."jelas Feiluo dengan lugas.
"Apa??kenapa harus begitu Kak....?"Lee terlihat sangat sebal.
" Sudah jangan banyak protes,patuhi saja ucapanku!"
__ADS_1
Mau tidak mau Lee hanya bisa pasrah sambil mendengus kasar.
Selain pada Ayahnya Lee juga sangat takut pada Kakaknya yang terlihat tegas dan dewasa itu.
"Yasudah kami pergi dulu kak,Kami.mau menemui ibu dan Jeno.Ayo sayang!" pamit Lee lalu menarik tangan Sisil.
Feiluo terseyum melihat kepergian keduanya.
Apartement..
Sisil dan Lee sudah memasuki apartemen mewah itu.
"Ibu,,Jeno.....!" Panggil Sisil pada keduanya yang tengah duduk disofa.
Sontak keduanya menoleh.
"Sisil sangat merindukan ibu dan Jeno,Sisil lega kalian sudah sampai.!" ucap Sisil sambil memeluk keduanya.
Lee memberi hormat untuk Calon mertuanya itu yang dibalas anggukan dan seyuman dari Sita.
"Ibu juga senang Sil,karena tak terasa besok hari pernikahanmu nak.!"
Sita memeluk putrinya erat sambil mengusap lembut punggung putrinya itu.
"Apa kau bahagia nak?Apa kau merasa gugup dengan pernikahanmu besok?"
"Sisil begitu bahagia bu tapi Sisil juga merasa sangat gugup bu!" ujar Sisil lirih.
" Wajar nak kalau kau gugup tapi tetap kau tetap harus tenang ya!"
"Kak Lee pasti gugupya?" tanya jino pada Lee yang berdiri disampingya.
"Sangat Jin.....ini kan momen yang ditunggu kakak.!" ucap Lee yang terlihat masih tenang berbanding terbalik dengan isi hatinya.
"Kak...!"
"Hem??" Lee memandang wajah Jeno yang terlihat serius.
"Tolong bahagiain Kak Sisil ya,jangan pernah menyakitinya.Selama ini Kak Sisil sudah menderita dan berjuang keras tanpa memikirkan dirinya sendiri."
Lee menyentuh bahu Jeno pelan.
"Percayalah pada Kakak...Kakak sangat mencintai saudaramu itu.Kakak akan selalu menjaganya dan membuat dia selalu bahagia.!"
"Terima kasih ya Kak..!" Ujar Jeno lalu memeluk Lee.
Keduanya larut dalan obrolan ringan dan diselingi canda tawa.
Sorenya.
Feiluo terlihat sudah sampai diApartemen Lee.Setelah menyapa Ibu dan adik Sisil,Feiluo mendekati adiknya.
"Aku bawa Sisil perawatan dulu,kau cepat pulang!Papa dan Mama sudah berada dirumah..!" tukas Feiluo dengan datarnya pada Lee.
"Oke aku pulang,tapi jaga calon istriku baik baik ya Kak..!"
Lee segera berdiri hendak berpamitan pada ibu dan adik Sisil.
__ADS_1
"Saya pamit dulu ya bu,sampai jumpa besok ditempat acara!"
Lee,Sisil dan Feiluo keluar apartemen bersama lalu berpisah di parkiran.
"Sayang sampai jumpa besok ya,,rasanya aku sudah tidak sabar menunggu hari esok.
I Love You...!" ucap Lee sambil memeluk kekasihnya sebentar.Ia begitu berat melepas Sisil karena nanti malam mereka akan tidur berjauhan.
"I Love You too...,,Sabar ya....!" jawab Sisil lembut lalu masuk kedalam mobil Feiluo.
Lee melihat calon istrinya itu berlalu sambil mendengus kesal.
Tak lama Feiluo sampai diSpa and treatment beauty.Tempat para kaum hawa memanjakan tubuh mereka.
Feiluo meminta layanan termewah pada Resepsionis untuk calon adik iparnya itu.
Sisilpun diajak oleh seorang pelayan masuk kesebuah ruangan khusus.
Sisil yang awalnya ragu dan takut akhirnya bisa menetralkan dirinya.
Perawatan dari ujung kepala hingga ujung Kaki yang kadang harus membuatnya merasa sedikit sakit harus ia lalui.
Mulai dari perawatan rambut dengan creambat dan lainnya.perawatan wajah dengan sinar leser dan masker,perawatan kaki dengan Waxing dan manypady.juga perawatan tubuh dengan memakai lulur lalu berendam didalam bat up yang berisi berbagai ramuan dan wewangian.
Feiluo dengan Sabar menunggu dan menemani Sisil.
Sampai saat gadis itu selesai dan keluar Feiluo dibuat kagum.Wajah Sisil terlihat lebih bersinar,rambut dan tubuhnya sangat wangi.juga kulitnya yang terasa sangat halus.
Feiluo terseyum merasa puas dengan hasilnya.
"Kau terlihat lebih menawan Sil...!"
Feiluo segera membayar tagihannya lalu menarik tangan Sisil untuk pergi dari tempat itu.
Sisil yang sempat mendengar total biaya perwatannya tadi merasa terkejut karena menurutnya itu sangat sangat mahal.
"Kak benar habis 20 juta??" tanya Sisil yang sudah berada didalam mobil dengan wajah polosnya.
"jangan pikirkan itu Sil,,ini semua untuk hari spesialmu besok.Kau harus tampil menawan dihadapan banyak orang!" ucap fei tenang.
"Apa semua persiapan sudah selesai Kak?"
"Hampir selesai,Daren dan Dina banyak membantu Kakak."
''Mereka memang baik Kak,Aku berhutang budi pada mereka.Semoga mereka cepat segera menyusul untuk menikah!"
"Kita doakan saja Sil..Sil.nanti malam tidur yang cukup ya jangan sampai begadang,Kakak tau kamu pasti sangat gugup tapi kamu harua bisa menjaga tubuhmu,Karena besok adalah hari yang sangat melelahkanmu!"
"Iya Kak,Sisil paham.!"Ucapnya dengan seyum cantiknya.
" Nanti kau bawa ya baju untuk ibu dan adikmu untuk besok,Kakak sudah menyiapkannya!"
"Terima kasih banyak ya Kak.Sisil beruntung memiliki kakak ipar sebaik Kakak.!"ucap Sisil dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Itu sudah kewajibanku Sil,Kau adalah kebahagiaan Lee adikku,jadi sudah seharusnya aku begini...!" ucap Feiluo sambil menggenggam erat kedua tangan Sisil.
Karena tak terasa sudah malam,Feiluo segera mengantar Sisil keApartemen agar calon adik iparnya itu bisa banyak beristirahat.Karena besok akan menjadi hari yang panjang dan melelahkan untuknya.
__ADS_1