
Lee ditemani Nino segera melaju menuju tempat Sisil yang jaraknya cukup jauh.Setelah mendapatkan alamat Sisil dari dina tadi.
Lee juga sengaja membatalkan semua meeting dan kegiatannya selama dua hari demi menyakinkan kekasihnya itu kembali kepelukannya.
Pukul 7 malam Lee sampai setelah melakukan perjalanan hampir 4 jam.
"Sudah sampai pak,,ini restorannya.Apa bapak ingin langsung menemui nona Sisil?" Tanya Nino yang sedari tadi mengemudi.
Lee berfikir sesaat.
"Aku akan masuk dengan menyamar.aku akan melihatnya dulu dari jauh No..!" ucap Lee tanpa keraguan
Lee pun segera melepas jasnya dan memakai jaket.Lee juga memakai topi,Masker dan kaca mata hitam untuk menutupi wajahnya.
Ia pun masuk sendiri keRestoran itu meninggalkan Nino yang berada didalam mobil.
Suasana Restoran malam itu cukup ramai dengan pengunjung.
Lee dengan tenang masuk dan duduk disudut ruangan yang menghadap kepantai.
Hingga seorang pelayan datang memberi daftar menu untuknya.
Setelah memesan makanan dan minuman pada pelayan tersebut,Lee terdiam sambil mengamati keadaan sekitar.
Kaca matanya ia lepas.Matanya menelisik mencari keberadaan gadis pujaannya.
Deg......Terlihat Sisil muncul dengan seyum ramahnya sedang membawa pesanan makanan untuk pelanggannya.Jarak Lee yang tidak terlalu jauh membuat Lee dengan jelas melihat kekasihnya itu.
Hatinya berdesir.....ini kah Cinta yang sempat hilang dari dirinya.Belahan jiwanya yang menghilang cukup lama.
Lee tak bisa mengalihkan pandangannya.
Ia belum sanggup menemui gadisnya itu sekarang.
Lamunan Lee tersadar saat seseorang mendekati mejanya.Lee dengan cepat memakai kaca matanya lagi.
Yah yang datang membawa pesanannya adalah Sisil sendiri.
Tanpa rasa curiga Sisil berdiri disamping tempat duduk Lee.Dengan pelan meletakkan pesanan Lee yang dibawanya keatas meja.
Dengan jelas Lee bisa mencium wangi parfum Sisil kesukaannya yaitu aroma bunga mawar.
Lee mengepalkan kedua tangannya kuat.menahan segala hasrat dihatinya yang Ingin langsung meraih tubuh itu kepelukannya.tapi ia sadar sekarang bukan waktu yang tepat.
"Silahkan Tuan menikmati Hidangannya!!" Ucap Sisil lembut dengan seyum ramahnya lalu meninggalkan Lee begitu saja.
Lee melihat gadisnya itu pergi menjauh.
Sisil terlihat sangat sibuk sekali.
Lee yang hanya memakan makanannya sedikit segera keluar dari restoran itu menuju mobilnya.
"Bagaimana tuan sudah bertemu dengan nya?" tanya Nino setelah Lee masuk kedalam mobil.
"Aku hanya melihatnya No,,bahkan saat dia mengantar pesanannku aku hanya bisa diam saja.Aku belum siap,Aku masih merasa malu bertemu dengannya..Nyaliku menciut Saat melihatnya." Ucap Lee pelan,wajahnya kembali sendu.
"Bagaimana kalau anda meminta bantuan Nona Dina saja untuk bertemu Nona Sisil?"
Saran Nino itu sangat membantu Lee.Dengan Cepat Lee meraih ponselnya untuk menghubungi Dina.
Setelah mendiskusikan sesuatu bersama Dina lewat panggilan telpon tadi Lee meminta Nino untuk mengukuti saat Sisil pulang Kekos nya.Itu tandanya mereka akan menunggu Sisil sampai.pulang kerja.
Pulul 10 malam.
Akhinya Sisil keluar dari restoran.
Lee dengan jelas melihat gadisnya itu berjalan menyusuri trotoar jalan dengan pelan, tangan Sisil memegang tengkuknya sendiri.mungkin dia merasa pegal dan lelah setelah bekerja.
__ADS_1
Nino dengan penyamarannya segera mengikuti Sisil dari kejauhan.
Karena tempat kos Sisil yang dekat dengan Restoran,tak butuh waktu lama Nino kembali.
"Bagaimana No?" tanya Lee yang sudah tidak sabar.
"Beres Boz...Kostnya dekat dari sini.lingkungan sekitar cukup bersih.Kos''an itu terdapat 15 pintu.Dan Nona Sisil tinggal disalah satu kamar itu."
"baiklah,sekarang kita cari hotel untuk menginap!"
perintah Lee yang langsung diangguki oleh Nino.
Keduanya meluncur keHotel.
Keessokan Harinya.
Sisil yang kebetulan mendapat sif pagi kali ini bisa pulang jam 5 sore.
Sisil terkejut melihat Dina dan Daren yang sudah berada didepannya.
"Dina,Tuan Daren...kalian disini??"
Sapa Sisil yang masih terkejut.
"Kejutan untukmu sahabatku....Kami kesini karena merindukanmu...!" ucap Dina sambil memeluk Sisil erat.
Memang sudah tiga bulan Dina tak bisa mengunjungi Sisil karena kesibukannya.
"Bagaimana kabarmu Sil?" Tanya Daren dengan seyum manisnya.
"Sisil baik Tuan....Sisil senang melihat kalian berdua dekat seperti ini..!"
Membuat Dina merasa malu karena ucapan Sisil.
"Ayo Sil kekosmu ,kau harus segera mandi lalu ikut kami...kami ingin mengajakmu kesuatu tempat!"Ujar Dina lugas.
Sisil pun mengajak.keduanya keKostnya.
30 menit kemudian Sisil sudah terlihat rapi dengan kaos putih lengan pendek dan celana hot pantnya sepanjang betis.Dengan rambut yang ia kucir keatas membuat tampilannya terlihat sangat Fres.Sepatu flat dab tas kecil dengan warna senada membuatnya semakin manis.Sapuan Make Up yang tipis membuat wajahnya terlihat flawess cantik natural.
" Kau sudah siap Sil...?"tanya Dina.
"Sudah...tapi kita mau kemana Din?" Tanya Sisil yang merasa heran dengan sikap keduanya.
Dina dan Daren terseyum simpul kearahnya.
"Nanti mau juga akan tahu Sil.!" jawab Dina yang langsung menarik tangan Sisil.
15 menit Mobil yang dinaiki mereka sampai diloby sebuah hotel.
Sisil semakin bingung kenapa sahabatnya mengajak ketempat ini.
"Kenapa kita keHotel Din?"
"Ada hal yang harus kukerjakan dulu Sil sebelum kita pergi..aku tadi lupa!" ucap Dina yang berbohong.
Dina dan Daren pun mengajak Sisil masuk kekamar no 120.
Tanpa rasa curiga Sisil duduk berhadapan dengan Dina.
Tak lama Deren yang keluar kamar kembali dengan seseorang.
Karena posisi duduk Sisil yang membelakangi pintu membuat gadis itu tak tahu siapa yang hadir dikamar itu.
Deren pun memberi aba aba pada Dina untuk keluat kamar.
"Sil sebentar ya..aku mengambil pesananku dulu..!" ucap Dina beralasan.
__ADS_1
Sisil mengangguk.
"Jangan lama lama ya Din...!"
"Okey Sayang.....!"
Dina pun segera keluar kamar tersebut bersama Daren.
Pria yang datang bersama Daren adalah Lee.
Sisil yang masih memainkan ponselnya tak menyadari siapa pria yang berdiri dibelakangnya.
"Sayang......" Suara panggilan Lee untuk belahan jiwanya itu.
Deg..........ponsel Sisil lepas dari tangannya.
Matanya membulat sempurna.bibirnya kelu dan tubuhnya seketika lemas.
Gadis itu hafal betul suara itu.
Suara yang selama setahun ini ia rindukan.
Sisil masih terdiam hingga suara panggilan Lee yang kedua semakin mendekat.
"Sayang ini aku......!"
Dummmm.....
Sisil seketika berdiri dan berbalik.Matanya berbinar sekaligus berkaca kaca.Seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
Sapuan bulu matanya yang lentik terlihat saat ia beberapa kali berkedip.
Tanpa pikir panjang Lee mendekati tubuh itu dan menarik kepelukannya.Memegang erat pinggang ramping Sisil merapat ketubuhnya.
Dada Sisil sesak hampir tak bisa bernafas karena terlalu merasa bahagia.
"Aku mencintaimu Sayang....Maaf kan aku....!" Ucap Lee dengan suara seraknya karena menahan tangis.
Sisil masih terdiam tak membalas pelukan itu.
"Maaf sudah membuatmu lama menunggu Sayang.....tolong kembalilah padaku!" Ucap Lee yang langsung menciumi tengkuk leher Sisil yang putih mulus.salah satu tempat favoritnya melepas hasrat cintanya.
Tubuh Sisil bergetar kuat mendapat sentuhan Lee dilehernya.
Sisil melepas paksa pelukan itu.
Menatap dalam kedua bola mata Lee.
"Apa kau benar banar sudah ingat padaku?"
Lee mengangguk cepat menyakinkan gadis pujaannya itu.
Air mata sisil terus mengalir.Ia tak mampu berkata kata lagi.
Dengan cepat Lee menyatukan Bibir mereka.Bibir ranum yang menjadi candu baginya.
Lee memberi ciuman hangat untuk Sisil.Lama kelamaan Ciuman itu semakin intens.Lee menekan tengkuk lehar Sisil agar semakin dekat.Lee menggigit bibir bawah Sisil hingga membuat bibir itu terbuka,Lidah Lee segera menyapu bersih isi mulit gadisnya itu.Sisil sangat menikmati Ciuman yang sudah lama ia rindukan.
Hingga suara desahan lolos dari bibir ranumnya.Semakin membuat pagutan Lee semakin menggila.Dilumatnya habis bibir mungil itu.
Hingga Sisil memukul dada Lee karena ia sudah kehabisan nafas.
"Maaf Sayang aku terlalu bernafsu padamu....!!" Ujar Lee yang sudah melepas pagutannya dan mengusap Bibir Sisil dengan ibu jarinya dengan lembut.
"Baru bertemu saja sudah nakal....''ucap Sisil sambil cemberut.
Lee terseyum lebar melihat sikap gadisnya yang terlihat polos dan lucu.
__ADS_1
Lee pun memeluk erat lagi tubuh indah itu.
menyalurkan semua kerinduannya selama ini.