Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Harapan


__ADS_3

Sisil berdiri dibalkon menatap langit malam indah,Hatinya merasa sangat sedih pria yang sangat ia cintai harus pergi keluar negri,ingin rasanya ia ikut tp egonya masih blum bisa mengijinkannya.


"sampai kapan kau membohongi perasaanmu sendiri Sil?masih ada waktu jika kau ingin ikut dengannya!"Ucap Dina yang sedari tadi sudah berdiri dibelakang Sisil.


Sisil menoleh kearah Dina pelan.


" Aku tidak ingin ikut Din,Biarkan dulu seperti ini.aku masih belum yakin dengan diriku sendiri,apa aku mampu menepis semua perberadaan antara aku dengannya?Apa aku bisa menutup telingaku jika ada yang mencoba merendahkannya karena diriku.Dia itu terlalu sempurna dan baik buatku Din,sepertinya gadis biasa seperti aku ini hanya akan jadi benalu untuknya...!"Ujar Sisil yang kembali menatap langit malam.


Tanpa Sisil sadari,Dina merekam semua ucapannya.


"Dasar kau ini kenapa kau begitu keras kepala,Apa kau tidak takut dia berubah setelah pulang dari Shanghai?" ucap Dina mencoba memancing isi hati sahabatnya itu.


Sisil melihat cincin yang melingkar lagi dijari manisnya.


"Kalau dia benar benar jodoh yang digariskan Tuhan pasti dia akan mendekat Din,tp kalau bukan,berarti dia akan berubah dan menjauh Din.sudah ah Din,Aku ingin tidur,besokkan hari pertamaku bekerja dikantormu!" ucap Sisil yang mengalihkan pembicaraan itu.


"Dasar....ya sudah tidurlah.aku keluar dulu."


Dina segera keluar dari kamar Sisil.wanita cantik itu segera mengirim rekaman pembicaraannya tadi pada Lee.


Sementara Lee yang masih duduk melamun ditepi ranjangnya dikejutkan dengan pesan yang masuk.


Bibirnya tersungging mendengar rekaman itu.


"Dasar gadis keras kepala,Kau ini hanya minder sayang!..Tunggu saja aku akan membuatmu yakin sepenuhnya padaku!.lirihnya sambil melihat foto Sisil.


Pagi harinya pukul 5.30.


Tak diduga Lee yang sudah rapi dengan Nino,Berada dirumah Dina.


Dina begitu tak menyangka pria dewasa itu begitu nekad datang kerumah sepagi itu.


" Apa dia belum bangun?"tanya Lee pada Dina yang terlihat baru bangun tidur.


"Yaampun pak Lee,anda mengagetkan saya.ini masih pagi sekali.Dia masih tidur!"


"Maaf ya nona Dina kalau mengejutkanmu.Penerbanganku kurang dari satu jam lagi,sebelum pergi aku ingin melihatnya.!"ucap Lee dengan serius.


"Naiklah....!"perintah Dina yang langsung membuat Lee begitu senang.


Nino hanya menggelengkan kepalanya melihat kegilaan atasannya itu.


Lee segera naik menuju kamar gadisnya.


Lee dengan mudah masuk kekamar itu,Karena Sisil tak pernah mengunci kamarnya.


Pria itu terseyum melihat Gadisnya masih tidur dengan nyaman dengan posisi miring.


Lee langsung melepas Sepatunya dan berbaring disamping Sisil sambil memeluknya erat.


Sisil yang awalnya biasa saja,lama lama merasa aneh.Bau tubuh maskulin yang sangat ia kenali mulai tercium dihidungnya.


Tangannya seakan menyentuh sesuatu yang keras dan hangat.


Sambil masih dengan memejamkan mata sisil meraba raba dengan tangannya.


" Apa ini?kenapa seperti ada pak Lee didekatku,,,ahhhh kenapa aku ini,kenapa aku memikirkannya terus....hiks hiks hiks"gumam Sisil begitu lirih dengan suara seraknya karena dia tiba tiba menangis.


Lee yang dari tadi sedikit menunduk menatap wajah gadisnya hanya terseyum senang melihat tingkah lucu gadisnya itu.


"Ini benar aku Sayang....!" ucap Lee yang terdengar jelas didepan telinga Sisil.


Spontan Sisil membuka matanya.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaa,,,,," teriak Sisil sambil menjauhkan tubuhnya tapi begitu sulit.


"Ngapain bapak kesini,Bukannya bapak mau pergi..?"Ucap Sisil yang mencoba melepas pelukannya.


" Biarkan seperti ini dulu sayang...Aku kesini ingin memberimu dua pilihan.?!"ucap Lee yang semakin mengeratkan pelukannya ketubuh Sisil.


"Pilihan??" apa maksud bapak....Tolong lepasin Sisil pak...!"


"pilihan pertama,Kau ikut aku keSanghai!


pilihan kedua kau harus mengucapkan kata Aku sangat mencintaimu sayang secara keras jika ingin aku secepatnya pergi dari sini.!"


Sisil membulatkan matanya mendengar dua opsi yang sama sama berat untuknya.Pria dewasa itu benar benar pintar memanfaatkan keadaan.


Sisil hanya diam tak menjawab.


"Ayo sayang pilih yang mana waktuku tak banyak?kalau kau tak menjawab aku bisa saja langsung menggendongmu ikut denganku kebandara." Ucap Lee penuh intimidasi.


"Aku.........bapak tuh pinter banget sich,ini tuh bukan pilihan tapi perintah.aku tidak mau jawab.!" Ucap Sisil dengan wajah dilipatnya.


"Ohhh jadi kau mau ikut denganku...dengan senang hati sayang...!Ujar Lee lalu bangun dan mencoba menganggkat tubuh Sisil.


" Eh Eh apa apaan ini,Turunin Sisil pak,,iya iya Sisil jawab.,Dasar Om om gila!"Umpat Sisil yang langsung membuat Lee semakin nekad.


Cup...satu kecupan manis dibibir Sisil meskipun gadis itu belum gosok gigi,pria itu langsung nyosor gitu aja.


"Itu hukuman mu karena berani bilang aku om om gila...!!" cepat bilang kau mau pilih yang mana?"Ujar Lee dengan tatapan tajamnya.


"Turunin Sisil dulu...!'ucap Sisil sambil memegang bibirnya yang baru saja dicium.


Lee membaringkan tubuh Sisil lagi diranjang dan mengungkung dengan tubuh kekarnya.


Sisil begitu gugup,jantungnya berdetak cepat.nafasnya mulai sesak apalagi dengan posisi tubuh Lee diatasnya,seakan menguncinya.


"Yang kedua....!" Ucap Sisil cepat.


Lee terseyum menang.


"Yasudah cepat katakan.....!!"


Gadis itu mengambil nafas sebelum mengatakannya.


"Sisil......sa...ngat mencintai bapak..!Ucap Lirih sisil.


"Sekali lagi sayang aku tak dengar....!" Ucap Lee yang sengaja memancing sisil.


"Apa?" Mata Sisil menatap tajam kearah Lee seakan ingin marah.


"Ayo cepat.!!" perintah Lee dengan masih mendekap tubuh Sisil dibawah tubuhnya.


"Sisil sangat mencintai bapak...puas!!ucap Sisil begitu cepat dan keras.


Lee terseyum penuh kemenangan...


Cup....


Satu ciuman mesra mendarat dibibir Sisil tanpa ia bisa mengelak dulu karena gerakan Lee sangat cepat.


Lee begitu menikmati ciuman yang semakin dalam itu.sementara sisil terus memukul dan mendorong dada Lee yang begitu dekat dengan dadanya.Tapi pria tampan itu tak menghiraukan pergerakan Sisil yang seakan ingin berontak.Ia semakin ******* habis bibir ranum nan sexi itu.


Sisil hanya bisa pasrah tak membalas


kelakuan pria dewasa itu.

__ADS_1


Cukup lama Lee bermain dibibir gadisnya,terus menyesap dan ******* hingga ia melepaskan bibir yang sedikit bengkak itu.nafasnya sedikit terengah.


Lee menyatukan dahinya dengan dahi Sisil.membuat wajah mereka begitu dekat.


" Aku juga sangat mencintaimu sayang...jangan pernah berfikir kau akan jadi benalu dihidupku,dan apapun aku akan lakukan asal kau bersamaku.aku juga rela dihina atau bahkan dicaci asal terus bisa bersamamu,jangan pernah menghindar dari diriku lagi.karena jika kau terus menghindar lama lama aku bisa mati,kau mengerti kan sayang."Ucap Lee dengan jelas.


Bulir air mata Sisil jatuh begitu saja.Ia sangat bahagia sekaligus tertegun dengan ucapan pria didekatnya ini.


Lee mengusap lembut air mata dipipi Sisil.


"Jangan menangis sayang...aku tidak ingin melihatmu bersedih sebelum aku pergi...!"


"yasudah aku pergi dulu,Tunggu aku ya Sayang,Aku segera kembali.." Ucap Lee lalu mencium kening Sisil lembut.


Lee segera bangun dan merapikan kemejanya yang terlihat sedikit kusut.


"Apa kau tak ingin mengantarku sampai depan?"


Sisilpun bangun perlahan dan merapikan rambutnya.


Ia lalu berjalan disamping Lee untuk keluar dari kamarnya.


Dina dan Nino yang menunggu dibawah merasa lega melihat sepasang kekasih itu turun bersama.


"Wah sepertinya ada yang lagi baikan nich...!" Sindir Dina yang langsung mendapat pandangan tajam Sisil kearahnya.


Lee hanya terseyum melihat tingkah laku dua gadis itu.


"Baiklah Nona Dina,Aku berangkat dulu,aku titip calon istriku ini dulu padamu selama aku pergi,kupastikan aku akan segera kembali nona!"


"Baik pak Lee,anda tenang saja.


Sebelum melangkah Lee mencium kilat kening Sisil.lalu segera berjalan keluar rumah mewah itu.


" Hati hati.....pak!"Ucap Sisil yang sedikit keras karena jarak Lee sudah berada diluar teras sedangkan dirinya didepan pintu utama.


Lee menoleh sambil terseyum kearah Sisil.


"Iya Sayang....Tunggu aku....!!''ucap Lee keras dan melambaikan tangannya.


Pria itu langsung masuk kedalam mobil bersama Nino.


Sisil melihat mobil mewah itu berlalu pergi.


**cepat kembali sayang...!!" gumamnya dalam hati.


Sisil membalikkan tubuhnya untuk kembali kekamarnya,tapi pandangan Dina yang dari tadi berdiri dibelakangnya menghentikannya.


"Aku senang kalian udah baikan...aku sangat Lega kau tidak ragu lagi Sil!"


"Terima kasih ya Din,,aku ternyata tidak bisa membohongi perasaanku sendiri.!''


" Yasudah ayo kita masuk dan bersiap berangkat kekantor.!"ucap Dina yang menarik satu tangan sahabatnya itu.


Sisil hanya mengangguk dan terseyum kearah Dina.mereka pun segera mandi dan bersiap untuk melakukan aktivitas mereka.


Sementara Dimobil Lee terseyum mengingat momen manisnya tadi.


"No suruh orang untuk selalu mengawasi dan melindungi calon istriku selama aku pergi.!"


"Baik.pak...!"


Mobil itu semakin melaju kencang menuju bandara.

__ADS_1


__ADS_2