
Setelah mereka sarapan bersama dengan makanan yang dipesan Lee lewat online,Lee pun mengajak gadisnya menuju sebuah pusat perbelanjaan terbesar dikota itu.
Setelah sampai Lee membukakan pintu untuk gadisnya dan langsung menarik tangannya.Sontak membuat semua pandangan orang orang mengarah kepada mereka berdua.
Orang orang dengan jelas sudah tahu siapa Pria tampan yang sedang berjalan itu,mereka juga sudah paham siapa Sisil karena berita Lee yang melamar Sisil sudah menyebar luas.tatapan iri tertuju pada Sisil.
Sementara Sisil masih bingung kenapa pria dewasa itu mengajaknya kesini.
"Pak kenapa kita kesini?" ucap Sisil pelan.
Lee menoleh cepat kearah Sisil dengan tatapan tajamnya.
"jangan panggil aku dengan sebutan pak,panggil aku Sayang....kalau kau tidak mau kau akan menerima hukuman." ujar Lee dengan wajah datarnya yang mampu membuat Sisil takut.
"Iya sa....yang..." jawab lirih Sisil.
Lee pun terseyum lalu berjalan lagi sambil mengenggam kuat jemari calon istrinya itu.
Sampailah mereka disebuah galeri mewah yang menjual segala macam pakaian,tas dan sepatu bermerek.
Para karyawan menyambut kedatangan bos besar mereka.
"Selamat pagi Bos Lee ada yang bisa kami bantu?" tanya salah seorang karyawati yang terseyum ramah.
Seketika Sisil terkejut karena para karyawati itu memanggil Lee dengan Boz.
"Pilihkan calon istriku baju,tas dan sepatu yang cocok.tentu yang edisi terbaru...!ujar Lee dengan wajah dinginnya.
Sisilpun hanya bengong saat para karyawati itu mengajaknya lebih kedalam.
Sisil pun hanya menurut,ia berulang kali mencoba baju dan diperlihatkan kepada Lee
Setelah beberapa pilihan baju yang sudah susuai dengan tubuh Sisil dan dengan persetujuan Lee.
Sisil berganti memilih milih tas dan sepatu.
Gadis muda itu terperanga saat tahu berapa harga harga aoutfit yang dijual disitu.
Setelah ckup lama memilih Tas dan sepatu,Sisilpun duduk disamping Lee untuk beristirahat.
Tanpa Sisil duga Lee melepas sepatunya dan mengganti dengan sandal yang cukup nyaman.
" Apa yang kau lakukan?"ujar Sisil yang tergagap.
Semua karyawan juga terperanga melihat seorang CEO besar begitu perhatian pada calon istrinya.
"Kakimu pegal kan sayang.....,Yasudah ayo kita makan ini sudah jam makan Siang.aku akan membayar semuanya dulu." ucap Lee yang sudah berdiri hendak kekasir.
Lee mengeluarkan Black kard nya untuk membayar semua belanjaan tadi.nominal yang menembus angka 100 juta lebih itu terbilang kecil untuk seorang Lee.
Sisil hanya menelan salivanya kasar.
Mereka berdua pun sudah sampai disebuah restoran cepat saji dimall besar itu.
Mereka duduk berhadapan.pandangan wanita wanita yang berada disekeliling mereka tak bisa berkedip melihat ketampanan Lee,tapi pria itu sama sekali tidak menghiraukan mereka,justru Sisil yang merasa tidak nyaman dengan pandangan mereka.
Lee memesan beberapa makanan dan minuman.untuk mereka berdua.
__ADS_1
"Apa ini tidak terlalu berlebihan?Sisil tidak butuh pakaian,tas dan sepatu yang mahal mahal itu lebih baik uangnya disimpan saja..." ujar Sisil polos.
Lee terseyum simpul kearah Sisil lalu mengusap lembut pipi Sisil.
"Itu hal kecil untukku sayang,kau bisa meminta apapun padaku....!!apa kau tak sadar seberapa kayanya calon suamimu ini!" ucap Lee yang menyombongkan dirinya.
Sisil hanya terdiam memandang kearah Lee.
Ia benar benar belum percaya dengan semua ini.
"Aku mengajakmu kesini untuk keluar sebentar sebelum aku berangkat keHongkong nanti malam.ada urusan pekerjaan disana,mungkin sampai satu minggu aku disana...!" ucap Lee dengan jelas.
"Hongkong....?" ucap Sisil yang terkejut.
"Iya sayang..kenapa kau tak mau aku tinggal??" ujar Lee sambil menaikkan kedua alisnya.
Sisil hanya menggelengkan kepalanya meski didalam hati langsung merasa sedih mendengar pria dewasa itu pergi kekuar negri.
"Jangan nakal ya Sayang saat aku disana dan jaga baik baik dirimu.Aku akan secepatnya kembali..." ucap Lee dengan wajah sendunya.
Sisil hanya mengangguk sambil terseyum kecut kearah Lee.
Tak lama mereka sudah selesai makan dan langsung kembali ke Apartement.
Sisil segera merapikan barang belanjaan tadi.
"Sayang ayo kekamar... !" ajak Lee sambil menarik tangan Sisil.
"Kamar..mau ngapain??" ucao Sisil gugup dan pasrah ketika Lee menarik tangannya.
"Temani aku tidur siang dulu ya sayang sebelum aku berangkat nanti malam.pasti disana nanti aku akan sangat merindukan wangi tubuhmu ini!" ucap Lee yang sudah merebahkan tubuhnya bersama Sisil yang ia peluk dengan erat dari belakang.
Lee begitu manja saat bersamanya.
Sesekali Lee mencium tengkuk leher Sisil dan menenggelamkan wajahnya dipunggung Sisil.
Tak lama nafas pria tampan itu terdengar halus menandakan ia sudah tertidur tenang.
Sisilpun tak bisa bergerak karena Lee memeluknya dengan sangat erat.la pun memejamkan matanya.
Hingga sore hari Lee baru terbangun.
melihat gadisnya masih tertidur.
Lee mengusap lembut pipi Sisil dan menciumnya lembut.
"Sayang bangun ini sudah sore...." ucap Lee sambil mengusap usap pipi Sisil.
Gadis itu membuka matanya.ia sedikit terkejut karena Lee sudah menatapnya intens.
"Sayang buatkan aku makanan dulu ya sebelum aku berangkat...aku akan mandi dulu dan berkemas.
" ucap Lee yang langsung berdiri menuju kamar mandinya.
Sisilpun segera bangun dari ranjangnya dan segera menuju kedapur.ia ingin membuat hidangan yang ringan saja.
Lee yang sudah selesai mandi dan berpakaian rapi mendekat dan memeluk sisil dari belakang.seketika bau harum parfum maskulinnya tercium oleh Sisil.
__ADS_1
"Sayang apa sudah matang masakannya?satu jam lagi aku harus kebandara,penerbanganku maju satu jam." ujar Lee menjelaskan.
"Iya sudah,duduklah..." ucap Sisil lalu menaruh makanan itu dipiring.
Dengan cepat Lee duduk dan langsung menyantap makanan itu.
Wajah Lee terlihat lebih sendu dan ia lebih banyak diam.
Sebenarnya ia berat meninggalkan Sisil sendirian diapartemen tapi karena ada hal mendesak yang harus ia urus sendiri disana maka ia terpaksa harus pergi mendadak.
Sisil juga banyak diam dan hanya memandangi wajah tampan Lee yang sedang makan.
Entah kenapa dirinya merasa berat ditinggal oleh pria dewasa itu.bukankah seharusnya dia senang bisa bebas sementara waktu.
Hingga suara bel membuyarkan lamunan mereka.
Ting tong.
Sisil segera membukakan pintu.
"Selamat sore Sil!" sapa pria yang tak lain adalah Nino asisten pribadi Lee.
"Sore juga Kak Nino.." jawab Sisil dengan seyum ramahnya.
"Pak Lee mana? aku ingin menjemputnya kebandara.karena takut jalanan macet nanti.''
" Dia sedang makan didalam,Ayo masuk kak..!"
Nino lalu masuk bersama Sisil dibelakangnya.
Lee yang sudah selesai makan langsung berdiri dan mengambil jaket juga kopernya.
"Apa berangkat sekarang?" tanya Lee pada Nino didepannya.
"Iya bos,takut jalanannya macet."jawab singkat Nino.
Lee pun mendekat kearah Sisil lalu memeluknya.
" Jaga dirimu baik baik ya sayang...sampaikan pamitku pada mama dan kak Fei.aku berangkat dulu ya sayang secepatnya aku akan kembali.."
Lee mencium kening Sisil ckup lama lalu melelasnya dan berjalan keluar apartemen bersama nino.
"Sampai jumpa ya Sil" pamit Nino.
Sisil hanya terdiam sambil melihat pria dewasa itu menghilang masuk kedalam Lift.
Tiba tiba Sisil merasa tubuhnya Lemas,Hatinya sangat sedih.
Ia kembali masuk kedalam apartemen dan menutup pintunya.
**Kenapa aku seperti ini...??**gumamnya.
Didalam mobil Lee juga terlihat sedih.
"Jaga dan terus awasi calon istriku No,Kalau perlu sediakan bodygard untuknya..!" perintah Lee pada Nino.
"Baik bos."jawab Nino singkat.
__ADS_1
Walapun sudah ada dua orang suruhannya yang sudah stand bay menjaga Sisil diluar apartemen.tapi Lee masih merasa khawatir.