Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Candu


__ADS_3

Sisil membuka matanya saat sinar matahari mulai masuk mengenai wajahya.Seyum mengembang diwajah cantiiknya.mengingat momen manisnya semalam bersama pria dewasa yang tak pernah ia sangka bisa dekat dengannya.


Sisil menggeliat pelan dan segera bangun.melihat sikecil lion yang masih pulas tertidur.


Sisil mencium hangat kening anak itu dan coba membangunkannya.


"ayo bangun tampan ini sudah siang..." ucap Sisil pelan.


Lion menggeliat dan membuka matanya.


"morning Momy"lion mencium pipi sisil.


"morning tampan,ayo cepat bangun dan segera mandi.momy siapkan dulu seragammu."


"okey mom...." Lion langsung bangun dan mandi.


melihat Lion masuk kamar mandi.Sisil segera menyiapkan seragam lion.


Tak lama anak mandiri itu sudah selesai mandi,Sisil dengan lembut membantu memakaikan seragam anak itu.


"sudah ..sekarang kau terlihat sangat tampan...turunlah dan tunggu momy dibawah,momy mandi dulu." perintah Sisil stelah selesai mendadani lion."


"okey mom...."


Lion mengambil tas ransel kecilnya dan segera turun kelantai satu.


Setelah beberapa saat Sisil sudah rapi mengenakan seragam kerjanya dres terusan berwarna merah muda sepanjang lutut.


Sisil menghampiri Lion yang sudah duduk diruang makan.


''Neng Sisil sarapannya sudah bibi siapkan sekarang bibi minta tolong bangunin pak Lee karena pesennya kemarin,pak Lee ingin berangkat pagi tapi sampai sekarang beliau belum turun."ujar Bi surti saat melihat Sisil sudah ada dilantai bawah.


"Ha...membangunkan pak Lee....enggak.ah bik ,Sisil gak enak...." tolak sisil halus.


"bibi mohon neng....biar bibi yang beresin ini,,." ucap bi surti memelas.


Dengan berat hati dan ragu gadis muda itu naik kelantai dua,menuruti permintaan Bi surti.


Saat sudah sampai didepan kamar pria dewasa itu,sisil mencoba mengetok pintu itu beberapa kali tak ada jawaban.Dia tak sengaja menekan panel pintu yang ternyata tidak dikunci.


Sisil dengan ragu masuk kekamar luas itu,meskipun bukan pertama kalinya ia berada dikamar itu tapi tetap saja dia masih merasa kagum dengan dekorasi dan kemewahan kamar itu.

__ADS_1


Nampak pria tampan itu masih memejamkan matanya dengan selimut tebal menutup bagian bawah tubuhnya.


Sisil untuk sesaat mengamati wajah tampan itu,bagaikan ukiran yang sempurna dari sang pencipta.Tak bisa dipungkiri ketampanan seorang Lee zhang Han memang sangat mempesona.terlalu kuat termasuk untuk seorang gadis muda seperti sisil.meskipun didalam hatinya sudah muncul rasa kekaguman tapi Sisil masih bisa menyembunyikannya.


"pak Lee bangun ,ini.sudah pukul tujuh." ucap Sisil sambil mengoyangkan sedikit bahu Lee.


Lee yang mendengar suara gadisnya langsung mengerjapkan matanya,dan mencoba bangun.


Sisil yang mengetahui pria itu sudah bangun secepatnya menjauhkan badannya.tapi tangan Lee dengan cepat menarik tangannya hingga tubuh Sisil terjatuh kepelukan Lee.


"Morning Kiss" ucap Lee yang sudah mencium kilat bibir mungil sisil.


"apa yang bapak.lakukan?" ucap Sisil yang terkejut dengan serangan mendadak dari pria dewasa itu.


Sisil mencoba bangun dengan mendorong tubuh Lee.tak mau kalah pria itu juga dengan sigap turun dari ranjangnya dan mendekati sisil lalu memeluknya.


Lee sengaja menghirup aroma tubuh sisil yang wangi,meletakkan wajahnya diceruk leher putih sisil.Untuk beberapa saat mereka larut dalam posisi itu.Sisil terlalu lemah untuk tenaga Lee yang kuat.tak bisa melepas pelukan itu.


"lepasin Sisil pak...kenapa bapak jadi semesum ini?"tanya Sisil dengan beraninya.


" Mesum.....hahaha,aku juga bingung,begitu banyak wanita yang mendekatiku,aku tak tertarik sama sekali tapi saat aku didekatmu aku tak bisa mengotrol diriku...kau ini seperti Candu ku sayang....''goda Lee yang tertawa lalu mencium tengkuk leher Sisil.


"hentikan pak..." ucap Sisil dengan nada tinggi.


Jlebb


perkataan Lee membuat Sisil merasa sangat malu.Sisil merasa dirinya tak berkutik didepan Lee.


"aku mandi dulu sayang,,siapkan baju kerjaku ya,karena cepat atau lambat itu akan menjadi tugas utamamu setiap hari.." ucap Lee penuh penekanan,melepaskan pelukannya dan pergi menuju kamar mandinya.


Sisil mencoba mencerna ucapan pria dewasa itu.


"apa maksud perkataannya....apa mungkin....tidak tidak aku tidak boleh berfikiran terlalu jauh...aku cuma tamu disini bukan siapa siapa..." gumam lirih Sisil sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan wajah yang penuh kebingungan.


Sisil masuk keruang wadrope milik Lee.memilikan baju untuk pria itu.


Kemeja hitam dengan setelan jas dan celana panjang berwarna biru navy adalah pilihan sisil.


Setelah meletakkan baju itu di atas ranjang,Sisil segera keluar dari kamar itu.kembali keruang makan.


Tak begitu lama pria super tampan itu turun menuju ruang makan.

__ADS_1


untuk beberapa detik Sisil terpana dengan penampilan Lee yang terlihat lebih manly.


Sisil mencoba tenang dan membuang pandangannya kearah lain.


"ayo boy cepat habiskan sarapanmu.." perintah Lee yang sudah duduk.


Merekapun sarapan bersama.Sisil makan dengan menahan rasa kesal dihatinya karena sikap Lee yang menjadi super mesum sekarang.


Mereka sudah menghabiskan mereka masing masing dan segera menuju halaman depan.


Sebuah mobil sedan mewah berwarna merah sudah terpakir siap untuk dikemudikan Lee.


Mobil melaju cpat menuju sekolah Lion lalu ketoko bakery.


"jangan telat makan ya sayang,,balas pesanku dan ingat aku tak ingin kau dekat dengan pria itu.." ucap Lee saat mobil sudah sampai didepan toko bakery.


"kenapa bapak jadi over protektif seperti ini?" protes Sisil.


"karena kau kekasihku,jadi wajarkan aku bersikap seperti ini..." jawab Lee dengan santainya.


Sisil hanya cemberut mendengar jawaban Lee yang sudah memperlihatkan sikap posesifnya.


"jangan cemberut seperti itu,membuatku gemas ingin memakanmu sayang...." ucap Lee yang menggoda Sisil.


"Haa......" mulut sisil terbuka mendengar ucapan mesum itu lagi.


Cup...


satu kecupan kilat dibibir itu lagi.


Setelah mencium kilat,Lee segera turun dan membukakan pintu untuk sisil.


"kau mau turun atau ikut aku kekantor?" tanya Lee saat sudah membuka pintu sisil dan melihat gadisnya masih diam tertegun karena ciuman tadi.


"dasar.....mesum..." Sisil merasa sebal sendiri dan turun dari mobil mewah itu.


"biarin aja aku mesum,tapi itu cuma sama kamu sayang." ucap Lee sedikit keras.karena melihat Sisil sudah berjalan meninggalkannya.


Lee terseyum puas bisa mengerjai gadisnya itu lalu segera masuk lagi kemobilnya.melaju dengan cepat kekantornya.


Tak disangka sedari tadi Dina melihat kedekatan sahabatnya itu dengan pria dewasa itu.membuatnya semakin merasa penasaran.

__ADS_1


Sementara tak jauh dari toko itu,ada seseorang yang terus mengikuti dan mengawasi Sisil.dari kediaman han sampai ketoko.Juga mengabadikan kedekatan Lee dan Sisil lewat jepretan jepretan fotonya.


Tentu saja pria berkaca mata hitam itu adalah orang suruhan Daren.CEO dari Fang Group yang juga mulai tertarik dengan seorang gadis yang cantik,sederhana,lembut dan baik seperti Sisil.


__ADS_2