Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Rindu


__ADS_3

Setelah keberangkatan Lee ke hongkong,Sisil tinggal diapertement sendiri.Ia juga masuk kerja seperti biasa.ia juga sudah memberi tahu Kak Fei dan Nyonya Micel tentang kepergian Lee lewat telfon karena ia belum sempat pergi kekediaman Han.


Siang itu diToko bekery ia sedang mengobrol dengan Sahabatnya Dina.


"Aku perhatikan dari kemarin kau tidak diantar pak Lee,Sil?" tanya Dina yang melihat sahabatnya itu dari tadi lebih banyak diam.


"Dia pergi keHongkong Din dua hari yang lalu." ucap Sisil yang menoleh kearah Dina.


"Owww pantas saja kau lebih banyak diam dari kemarin...kau rinda ya dengan nya???" ucap Dina yang meledek Sisil.


"Haa gak ah,,,,biasa aja..." jawab Sisil yang mencoba mengelak meskipun sebenarnya ia merasakan itu.


"Udah gak usah ngeles,,kalau Rindu ya bilang aja....Tau tidak Sil,saat pertama aku melihat tentang beritamu yang dilamar Pak Lee,aku benar benar terkejut.aku tak menyangka pria dewasa itu benar benar serius padamu...kau harusnya merasa beruntung,Dia itu pria idaman banyak wanita.!!!" ujar Dina dengan lugas.


Sisil hanya diam sambil mengerucutkan Bibirnya,ia memikirkan setiap kata yang diucapkan sahabatnya itu.


"Mulai sekarang lebih terbukalah padanya,jangan menyimpan perasaanmu yang sesungguhnya.kalau hatimu sudah nyaman ya sudah jalani hubungan ini dengan serius,kau paham kan Sil?" ujar Dina penuh penekanan.


Sisil masih saja terdiam sambil memandang lurus kedepan.seperti memikirkan sesuatu.


"Apa dia sudah menghubungimu selama disana?"tanya Dina.


Sisil menggelengkan kepalanya.


" Belum,,mungkin dia sibuk....!!"jawab Sisil cepat.


Dina sungguh bingung dengan sikap sahabatnya ini.


"Harusnya kau dulu yang menghubunginya.!!"


"Tidak,aku takut mengganggunya...!!" jawab Sisil cepat.


''Kau ini,,,,kau kan sudah menerima lamarannya...jadi sekarang kau harus tahu setiap menit keadaannya.payah......!!"ujar Dina yang mendengus kesal pada sikap Sisil.


Sedangkan Sisil sendiri bingung harus bagaimana.hingga obrolan mereka terhenti saat pelanggan berdatangan.


Sisil memutuskan untuk kerja lembur saja sampai malam dari pada diapartemen sendirian.


Malam pun tiba,Sisil sudah keluar dari Toko Bakery,Ia masih malas untuk kembali keApartemen.Ia memutuskan berjalan kaki menuju sebuah taman yang ckup ramai didatangi orang.pemandangan air mancur yang indah membuatnya ingin datang ketempat itu.


Ia lalu duduk dikursi panjang sendirian sambil menikmati udara malam yang segar dan pemandangan yang indah.ia begitu nyaman berada ditaman itu,dihirupnya dalam udara yang segar itu sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Ling termenung memikirkan Lee,Ia pun mengambil ponselnya.Ia buka beberapa fotonya bersama pria dewasa yang sudah menjadi tunangannya itu.


"Apa aku benar bebar merindukanmu...?Entah kenapa saat kau pergi aku merasa hampa...!!"


gumamnya sambil memandangi foto Lee.


Tiba tiba seorang pria duduk disebelahnya.


"jangan lama lama disini nanti kau kedinginan!!" ujar Pria yang tak lain adalah Daren.


Sisil merasa terkejut dengan kehadiran pria tampan itu.


"Tuan Daren....disini??"" ucap Sisil dengan pandangan kagetnya.


"iya,aku mencarimu Sil,Aku ingin meminta maaf padamu soal waktu itu.apa kau mau memaafkanku...!!" tanya Daren sambil memandang lekat Sisil.


Untuk sesaat mereka saling bertatapan,Sisil kemudian dengan cepat mengalihkan pandangannya.


"Iya Sisil udah maafin tuan,,!" jawab Sisil tanpa menoleh kearah Daren.


"Kenapa kau menerima lamaran Lee?Apa kau juga mencintainya Sil?"


Pertanyaan Daren ini membuat Sisil merasa canggung.ia juga bingung harus menjawab apa.


Spontan Daren memeluk Sisil.membuat Sisil membulatkan kedua matanya.


"Kenapa?Kau tak bisa menjawabnya Sil?"


"Tolong lepasin Sisil Tuan...!" ucap Sisil yang mencoba melepaskan pelukan Daren,tapi justru semakin kuat.


"Kudengar Lee berada DiHongkong kan...jadi biarkan aku memelukmu seperti ini dulu,karena dia tidak akan bisa menghentikanku saat ini..!" ucap Daren dengan suara pelan disamping telinga Sisil.


Sisil semakin susah untuk bernafas karena dadanya terhimpit dada Daren yang bidang,Ia berusaha melepas pelukan itu tapi taj bisa.


"Tolong Tuan lepasin Sisil,Sisil sesak...!!" ujar Sisil dengan suara pelan.


Sebelum Daren melepas pelukannya Ia mencium tengkuk leher Sisil dengan cepat Seketika bulu kuduk Sisil berdiri merasakan itu.Bibir kenyal mencium lehernya.


"Apa yang Tuan lakukan??" ucap Sisil yang sedikit mendorong tubuh Daren.


"Aku bisa saja menculikmu,membawamu keapatartemenku,menjadikanmu tawananku untuk bisa selalu bersamaku.Tapi aku tidak ingin melakukan itu,Aku ingin merebut hatimu dengan halus bukan paksaan Sil..Kau kan belum resmi menjadi miliknya,jadi masih ada kesempatan untukku...''ujar Daren dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Sisil hanya tertegun mendengar semua ucapan pria tampan didepannya.


Ia segera berdiri.mencoba untuk segera pergi untuk menetralkan pikirannya.


" Ini sudah malam,Sisil pulang dulu ya Tuan!"


"Aku antar!" jawab Daren cepat lalu menggandeng tangan Sisil menuju mobilnya.


Sisil tak bisa menolak niat baik Daren,Ia hanya merasa tidak enak jika menolak kebaikan Daren.


Semua kejadian tadi disaksikan oleh bodygard bodygard suruhan Lee yang selalu mengawasi Sisil dari kejauhan.mereka pun segera melaporkan semuanya pada bos mereka.


Saat diperjalanan mereka hanya terdiam dimobil,Hingga mereka sampai di Apartement Lee.


"Terima kasih Tuan Daren.saya mssuk dulu." ucap Sisil sambil membuka sabuknya lalu keluar dari mobil.Sisil melambaikan tangannya saat mobil daren pergi.


"Apa kau sudah mulai mencintainya Sil?'gumam Daren sambil melajukan mobilnya dengan kencang.


Sementata Sisil sudah berada dikamarnya,Setelah selesai mandi ia menjatuhkan tubuhnya keranjang.ia sungguh merasa lelah.


Tatapan Sisil mengarah lurus keatas tempat tidurnya.pikirannya menerawang mengingat ucapan Daren tadi.ia tak habis pikir kenapa pria itu bisa sangat menyukainya.


Sisil tak sengaja menoleh kesamping tempat ranjang yang kosong,ia meraba tempat itu seketika ada perasaan sedih dihatinya mengingat Lee.


" Kenapa dia belum menghubungi ku?"Apa aku benar benar merindukannya.?kenapa aku merasa kosong dan hampa saat dia tidak ada seperti sakarang.?ujar Sisil yang berucap sendiri.


Sebenarnya Sisil ingin menghubungi Lee lebih dulu tapi ia tahan,Ia tak ingin mengganggu pria dewasa yang sudah berada dihatinya itu.


Sisil lebih memilih untuk memejamkan matanya.karena ia sudah merasa mengantuk.


Sementara ditempat lain,DiHongkong.


Lee sedang berdiri menatap langit yang indah.Ia baru saja mendapat laporan dari anak buahnya yang melihat Sisil dengan Daren.


Tangan Lee mengepal kuat tapi ia masih bisa mengontrol emosinya.Ia tak menyalahkan Sisil,karena ia tahu Daren lah yang berusaha mati matian mengejar gadisnya.


"Atur ulang jadwalku disini No agar aku bisa cepat pulang..!!" perintah Lee dengan tegas pada Nino yang berada diruangan itu juga.


"Baik boz...!" jawab Nino yang sudah paham betul kenapa bosnya itu ingin cepat pulang ketanah air.


Lee masih menatap langit dengan tatapan sendunya....

__ADS_1


"Apa kau tak merindukanku Sayang....?Disini aku hampir tak bisa bernafas karena menahan rindu untuk selalu berada didekatmu....Aku akan cepat pulang.!!"


Gumam Lirih Lee yang hanya bisa ia dengar sendiri.


__ADS_2