Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Berdua


__ADS_3

Sisil masih duduk terdiam diranjang king Size milik Lee.


Lee hanya terseyum simpul melihat gadisnya itu terlihat ketakutan.


"aku mandi dulu...tunggu disini...dan ya tlong pilihkan baju untukku diruang itu karena kita akan keluar..."perintah Lee sambil menunjuk sebuah ruangan wadrope.lalu beranjak kekamar mandinya.


Sisil masih ternganga mendengar ucapan pria dewasa itu.


" aku..memilihkan baju untuknya.....???yang benar saja...memang aku istrinya....lagian jam segini mau keluar....."oceh Sisil sambil menuju ruang Wadrope itu.


Sisil dibuat terpana dengan ruangan itu..begitu banyak busana dan asecories juga sepatu tersusun rapi memenuhi ruangan itu.


Begitu banyak Jas kerja yang harganya mahal tersusun rapi berjejer dengan corak,model dan warna yang berbeda beda.kemeja yang beraneka warna menggantung sempurna dan kaos yang begitu banyak tersusun rapi.begitu juga dengan banyak jacket yang menggantung dibagian atas.jacket yang hanya dikeluarkan dengan edisi terbatas tentunya.ditengah ada kotak besar berisi puluhan bahkan ratusan koleksi jam mewah dan dasi yang beraneka warna.Tak lupa disudut ruangan terpajang etalase tinggi yang didalamnya tersusun berbagai macam model sepatu yang super mahal.


Sisil benar benar tercengang dengan semua itu.hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Sisil segera memilihkan baju untuk Lee.


dilihatnya secara seksama.akhirnya satu buah kaos pendek polos hitam,blezer jas warna merah dan celana jins panjang.dengan sepatu kats putih menjadi pilihannya.baginya dengan gaya casual ini akan membuat Lee terlihat lebih muda.


Tak sadar Lee sudah sekesai mandi sudah berdiri dibekangnya dengan handuk putih besar yang melilit dipinggangnya.


"sudah memilihnya?" ucap Lee.


Spontan Sisil membalikkan badannya dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.merasa malu sendiri melihat Lee hanya mengenakan handuk.


Lee hanya terseyum melihat sikap pemalu gadisnya itu.mendekati sisil pelan dan menarik pinggangnya cepat merapatkan ke tubuhnya.posisi mereka sangat dekat.


"kau sudah memilihnya sayang?ucap bisik Lee disamping telinga Sisil.


Sisil yang masih memejamkan matanya hanya mengangguk dan menunjukkan dengan jarinya diatas kursi ,baju yang sudah ia pilih.


" apa kau ingin disini terus sayanng melihatku mamakai baju?goda Lee.


Dengan celat Sisil berjalan keluar ruangan itu.


Lee menahan tawanya melihat tingkah sisil yang lucu.


**Pria itu kenapa sekarang jadi mesum banget ya....!!!"**gumam sisil setelah duduk diranjang Lee lagi sambil meremas kedua tangannya.

__ADS_1


Tak lama Lee sudah keluar mengenakan pakaian yang sudah dipilihkan sisil tadi.tak lupa dengan semprotan parfum dibadan atletisnya.


**bagus juga pilihan gadis itu..**ucap Lee saat berkaca diruang wadropenya sebelum keluar dari ruangan itu.


Sisil hanya tertegun melihat penampilan Lee yang terlihat begitu tampan dan cool.terlihat lebih muda.tak nampak kalau pria itu sudah berumur 36 th.


Lee hanya terseyum simpul melihat Sisil yang terpesona akan penampilannya.pria itu berjalan menuju laci nakasnya mengambil dompet lalu menghampiri Sisil.menarik tangannya menuju kamar Lion.


"aku tunggu 10 menit disini,cepat ganti bajumu..!" perintah Lee saat sudah sampai didepan kamar Lion.


"Haa......ck...." sisil cemberut masuk kedalam kamar,dia merasa sebal harus selalu menuruti perkataan pria dewasa itu.


10 menit berlalu Sisil sudah keluar dengan celana pendek hot pand selutut dan atasan kaos putih,juga dengan sepatu kats putihnya.dengan riasan tipis dan rambut pangjangnya yang ia cepol keatas memperlihatkan lehernya yang putih mulis.


Lee sangat suka penampilan Sisil itu,meskipun dengan riasan seadanya dan pakaian sederhana tapi kecantikan sisil begitu terpancar.


"ayo.." Lee mengandeng kuat tangan Sisil menuju garasi rumahnya dilantai bawah.


Lee memilih satu mobil sport favoritnya, mobil ferari merah untuk ia kendarai bersama sisil malam ini.


"ini udah jam 9 pak...kita mau kemana?"tanya sisil saat keduanya sudah berada didalam mobil.


Sisil hanya terdiam melihat jawaban Lee.dia lalu menatap kearah luar jendela tak ingin mengucapkan sepatah kata pun.


Setelah 30 menit dengan kecepatan tinggi mobil mereka sudah berhenti disebuah tempat yang ckup membuat Sisil takjub akan pemandangannya.


Malam ini Lee mengajak gadisnya itu kesebuah tempat yang indah diperbukitan ditepi kota besar itu.dengan kafe yang langsung menghadap kepegunungan dan menghadap ke pemandangan kota yang begitu indah dimalam hari penuh dengan lampu kerlap kerlip.


Suasane kafe yang outdoor dan privet membuat keduanya merasa senang.apalagi Siisil yang sedari tadi terus memandangi kerlap kerlip kota bandung yang indah.


Lee spontan memeluk sisil dari belakang saat gadis itu berdiri masih fokus dengan pandangannya.


Gadis itu sontak terkejut dan mencoba melepaskan lilitan tangan Lee dipinggangnya tapi tak bisa.


"diam sayang aku hanya ingin memelukmu untuk beberapa saat." ujar Lee pelan disamping telinga Sisil.


"Tlong jangan seperti ini pak....aku merasa risi" jawab Sisil pelan.


"aku kan kekasihmu.....dan kau akan terbiasa dengan pelukan ini" ujar Lee sambil mencium tengkuk leher Sisil.

__ADS_1


Tubuh Sisil bergetar kuat saat Lee menyentuh daerah sensitifnya itu.Lee mengetahuinya dan terus menggoda Sisil.


"aku mencintaimu Sil,tulus...aku tak pernah melihat status atau latar belakangmu.."ucap Lee serius.


"tapi kita belum saling mengenal.....apa sisil cuma pelampiasan bapak saja?" tanya sisil dengan sedikit tegas.


" kau salah sil,meskipun kadang aku menggodamu...tapi aku pastikan sebelum kau resmi menjadi milikku aku tak akan berbuat diluar batas....dan masalah pengenalan,kita bisa saling mengenal pelan pelan seiring jalannya waktu,kau paham sayang?


" tapi....sa....!ucapan sisil terpotong.


"kenapa apa kau menolakku?apa aku terlalu tua untukmu....?" ucap Lee mulai sendu.


"bukan begitu pak.....Sisil belum yakin dengan diri sisil sendiri....maaf..."


"kita jalani saja....akan kubuat kau mencintaiku sampai saat itu tiba jika kau tetap tak bisa mencintaiku maka kau boleh pergi dariku....." ucap Lee pelan dengan masih memeluk tubuh sisil kuat.


Sisil memejamkan matanya,Hati sisil merasa begitu bahagia dengan perkataan Lee tapi disatu sisi hatinya masih belum yakin dengan perasaannya,dia takut disakiti karena ia masih terlalu polos untuk hal percintaan ini.


Lee melepaskan pelukannya dan menarik tangan Sisil untuk duduk disampingnya.


"sekarang makanlah....jangan takut gendut, aku tak mempermasalahkan itu..." gurau Lee mencairkan suasana tegang itu.


"Sisil masih kenyang pak...Sisil minum jusnya aja ya..." jawab sisil sudah dengan seyum simpulnya.


"bukan pak tapi sa..yang.....yasudah kalau kau masih keyang."ucap Lee.


Sisil hanya terseyum canggung.


" ayo kita jalan kesana,ada oase padang rumput yang indah didekat bukit tinggi itu."ajak Lee yang sudah berdiri.


Sisil menuruti permintaan Lee,berjalan pelan menuju tempat itu dengan genggaman kuat lee dijemarinya.


mereka duduk berdua dipadang rumput itu.melihat pemandangan langit yang penuh bintang.suasana romantis ini sangat mereka nikmati.


Udara semakin lama semakin dingin,Lee yang melihat Sisil mulai mengusap usap tangannya karena kedinginan dengan cepat melepas jaketnya.memakaikannya ketubuh sisil.meletakakkan kepala sisil didadanya yanh bidang.Lee memeluk hangat tubuh ramping itu dari samping.


Sisil hanya terdiam menerima semua perlakuan manis Lee.tak ingin berucap apa apa.karena hati dan pikirannya sedang berperang.


Cukup lama mereka berada ditempat indah tersebut dengan posisi itu.hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena malam sudah larut.

__ADS_1


__ADS_2