Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Perhatian


__ADS_3

Sore hari waktunya sisil untuk pulang.gadis itu sudah menyelesaikan pekerjaan lalu berpamitan pada sahabatnya dina.


Sisil terlihat sudah menaiki mobil jemputannya dengan membawa goody baag pemberian Deren.langsung menuju kediaman Han.


Setelah sampai sisil segera masuk.dilihatnya Lion sedang menonton tv diruang tengah.


"hai tampan lg nnton apa??" ucap Sisil mendekati Lion yang sedang asyik memperhatikan tv tanpa menyadari kedatangan sisil.


"momy sudah pulang?lion menoleh kearah sisil.


" iya,kelihatannya kamu sudah mandi ya sayang kok wangi banget?"ucap Sisil saat memeluk Lion.


"iya mom aku sudah mandi"


"yasudah mom keatas dulu ya mau mandi,kamu tunggu disini dulu okey.." pinta Sisil sambil melepas pelukannya dan segera


bergegas mandi dikamar Lion.


Lion hanya mengangguk.


Tak lama sisil sudah selesai mandi dan segera turun.


Saat menuju ruang tengah sisil melihat bi surti didapur dan mendekatinya.


"bik surti lagi ngapain?" tanya sisil yang sudah ada disamping bi surti.


"Neng sisil ternyata sudah pulang...ini bibi bikin teh hangat madu buat pak Lee.." jawab bik surti.


Sisil menoleh kearah bi surti merasa heran.


"pak Lee sudah pulang Bik?tumben...?"


"iya dari tadi jam 4.sepertinya pak Lee sedang tidak enak badan neng...makanya bibi bikinin teh hangat ini!"


"tidak enak badan bik?sini Sisil bantuin bik!." sisil merasa penasaran sebenarnya Lee sakit apa.


"ini aja neng bawa kekamar pak Lee..soalnya bibi masih mau masak lagi,biar bibi yang ngawasin tuan Lion dari sini." pinta Bi surti sambil menyerahkan satu nampan berisi satu cangkir teh hangat madu.


"tapi bik saya tidak enak masuk kekamar pak Lee..." ujar Sisil penuh keraguan.


"tidak apa apa neng,kan cuma nganter ini,"


Sisil pun mau tidak mau menuruti perintah bi surti.ia berjalan menuju lantai dua kamar Lee.kamar yang terletak diujung dan memiliki balkon sendiri.


Sisil mencoba membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci pemiliknya.Sisil sudah diberi tahu bik surti tidak perlu mengetuk pintu karena takut mengganggu jika pak Lee sedang tidur.


Sisil berjalan pelan masuk kekamar yang luas dan terlihat mewah itu.dengan nuansa warna abu dan hitam yang dominan menguatkan sisi maskulin pemiliknya.


Gadis muda itu melihat lee sedang duduk bersandar diranjang king size nya.menutup matanya.


Sisil dengan sangat pelan meletakkan nampan itu dimeja sebelah ranjang Lee.


Wajah yang sedikit pucat terlihat jelas oleh sisil.membuat hatinya tiba tiba merasa khawatir.


Tanpa sadar gadis itu menempelkan jari jarinya dikening Lee.


"badannya panas...apa dia demam..?guman sisil lirih setelah menarik tangannya dari kening Lee.

__ADS_1


Lee pun membuka matanya merasa ada yang menyentuhnya.


" Sisil..."ucap Lee setekah membuka matanya.


"maaf pak.saya lancang...." jawab sisil yang langsung merasa begitu gugup ketika Lee memanggil namanya.


" tidak apa apa Sil.kamu bawa apa?"


"ini pak saya bawa teh madu hangat.bapak minum ya...!" ucap Sisil sambil menyodorkan secangkir teh pada Lee.dan membantu Lee meminumnya.


"makasih sil.." ucap Lee sambil memegang kepalanya.


"apa kepala bapak pusing?"


Lee hanya mengangguk menjawab pertanyaan Sisil.


"apa boleh saya memijat kepala bapak?" tanya sisil pelan.


Lee terdiam sesaat mendengar ucapan Sisil.


"kalau kamu tidak keberatan.." jawab cepat Lee.


Sisilpun dengan pelan duduk disamping Lee.membuat jarak mereka begitu dekat.


Hati keduanya sama sama merasa berdebar.


Dengan lembut gadis itu memijat kening dan pelipis Lee.memberi sentuhan yang membuat Lee merasa rilexz.Lee sangat menikmati pijatan yang diberikan Sisil.


Lee bisa dengan jelas memandangi wajah Sisil yang cantik.mata bulat,hidung yang mancung dan bibir yang merona membuat Lee susah menahan salivanya.


Lee membuang pandangannya kearah lain saat ketahuan Sisil sedang menatap wajah gadis itu.


"tlong bapak jangan memandangi saya seperti itu....." ujar sisil yang membuat Lee menoleh kearahnya lagi.


"maaf sil .....apa saya boleh bertanya suatu padamu?" ucap Lee yang hatinya semakin berdetak kencang.


"silahkan pak..!"


"apa kamu senang tinggal dirumah ini?apa kamu tidak capek mengurus Lion padahal dia bukan sapa sapa kamu....?''


Sisil menghentikan pijatannya.Terseyum kearah Lee yang sudah memandanginya.


" saya bahagia pak,karena saya mendapat kekuarga baru.bapak dan kak Fei sudah begitu baik pada saya.apalagi Lion,saya sangat menyanyanginya.sudah saya anggap seperti adik bahkan seperti anak saya sendiri."jawab Sisil penuh penekanan disetiap katanya.


Lee terseyum kearah sisil.mendengar jawaban sisil hatinya merasa lega.


"saya juga senang kamu disini..." ucap spontan Lee.


Sisil membulatkan kedua katanya.


"maksud bapak apa?" ucap Sisil penuh tanya.


"maksud sayaaaa......." sudah lah lupakan....apa kamu bisa memijit saya lagi...pijatan kamu menengkan pikiran saya."ucap Lee yang sedikit gugup dan mengalihkan pembicaraannya lagi.


Sisil pun memijat lagi kepala Lee.


"tapi badan bapak panas,apa perlu saya kompres?ucap Sisil.

__ADS_1


Lee yang memejamkan matanya hanya menggeleng menjawab pertanyaan sisil.


Setelah beberapa saat memijat kepala Lee,Sisilpun menghentikannya.merasa tidak enak berlama lama didalam kamar hanya berdua dengan pria itu.


Sisil mencoba berdiri pelan,karena terlalu lama duduk kaki sisil merasa kesemutan.tubuh sisil pun tak sengaja terjatuh dipangkuan Lee yang masih duduk bersandar memejamkan matanya.


Lee membuka matanya merasa terkejut mendapati Sisil yang terjatuh ditubuhnya.


Untuk beberapa saat mereka saling bertatapan.Sisil yang merasa malu lalu tersadar.


" maaf pak kaki saya kesemutan.."ucap sisil yang segera mencoba bangun dari tubuh Lee.


"iya tidak apa apa sil"


Sisiil segera beranjak dan keluar dari kamar lee,tapi bunyi dering ponsel Lee menghentikan langkahnya.


"apa kau bisa mengambilkan ponselku Sil diatas nakas itu.?''pinta Lee.


Segera sisil mengambilnya dan menyerahkannya pada Lee..


" Haallo kak ada apa?"ucap Lee.


"apa kamu sudah dirumah" jwab suara diujung panggilan itu yang ternyata adalah Feiluo.


"iya sudah."


"apa aku bisa bicara dengan Sisil?" pinta Feiluo.


Lee segera memberikan ponselnya pada sisil yang merasa bingung.


"hallo" ucap Sisil pelan.


"Sil ini kak Fei....apa Lion merepotkanmu?"


"Kak fei....tidak kak...."


"hemmm...Sil maaf ya kepulangan kakak harus diundur sekitar tiga hari lagi karena urusanku belum selesai disini..kamu masih mau merawat Lion kan?" tanya Feiluo penuh harap.


"Tentu kak...kakak tenang saja..aku akan merawat Lion sampai kakak pulang."


"bagus,,terima kasih ya sil..tollong beritahu Lee dan bik surti ya..kakak tutup dulu telponnya." ucap Fei kemudian menutup panggilan itu.


Sisilpun mengembalikan ponsel itu pada Lee.


"apa kata kak fei?" tanya Lee.


"urusan kak Fei belum sekesai pak,jadi kepulangannya diundur sekitar tiga hari." jawab sisil.


"hemm, kamu tidak keberatan sil merawat Lion sampai kak Fei pulang?"


"iya pak,sisil tidak merasa keberatan kok...yasudah sisil kebawah dulu..."


Sisil pun segera turun kelantai bawah,menemani Lion yang masih melihat acara animasi kesukaannya.


Setelah sisil keluar dari kamarnya. Lee menarik nafasnya dalam..


**kenapa aku senang kepulangan kak Fei diundur...?kenapa aku tak suka sisil pergi dari rumah ini..?perasaan ini membuatku pusing....**gumam Lee dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2