Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Berhadapan


__ADS_3

"Sayang ayo pulang" ucap tegas Seorang Lee Zhang Han yang sudah berdiri menjulang didepan Sisil.


Sontak Sisil terkejut dan langsung berdiri.


"Pak Lee....kenapa ada disini?" ucap Sisil yang mulai gugup dan takut melihat sorot mata Lee yang begitu tajam.


Seyum simpul Lee muncul.


"menjemputmu sayang...ayo" ucap Lee yang langsung menarik tangan Sisil,tapi secara bersamaan Daren juga menarik tangan Sisil yang satunya hingga mereka terdiam diposisi mereka masing masing.


"Tunggu Lee,,,kenapa kau memaksa Sisil...lepaskan dia...aku yang akan mengantarnya pulang..." Ucap Daren dengan sorot mata yang tak kalah tajamnya melihat kearah Lee yang masih membuang mukanya kesembarang arah.


Lee pun menoleh kearah Daren dengan seyum Smriknya.


"Hei bung bukannya kau yang menarik paksa tangan calon istriku kesini.sekarang lepaskan tangannya....." ucap Lee yang sudah mulai emosi.


Sisil menelan salivanya kasar dia merasa sangat takut saat ini melihat sorot mata kedua pria dewasa didepannya.


"Cihhh calon istri kau bilang....aku tak perduli,,sebelum Sisil resmi menjadi milikmu aku akan terus mendekatinya.aku tak perduli apa yang akan kau lakukan Lee." ucap Daren yang sengaja memancing amarah Lee.


Lee dengan wajah yang mulai memerah mendekati Daren.Tangan Lee sudah mengepal kuat bersiap memukul wajah Daren.


"Jangan pernah berani mendekati wanitaku lagi..atau kau akan menerima akibatnya Daren Fang...aku serius kau mengerti..." ucap Lee yang wajahnya sekarang berhadapan sangat dekat dengan wajah Daren.


"kalau aku tidak mau bagaimana haa??" jawab Daren dengan seyum Smriknya yang mematikan.


"Kau........" ucap Lee yang mulai menjuruskan kepalan tangannya kewajah Daren.


"Cukupppppp....." teriak Sisil sambil menghempaskan kedua tangannya hingga terlepas dari genggaman kedua pria didepannya.


Membuat orang orang yang dari tadi melihat pertengkaran mereka semakin terkejut.


Kedua pria itu langsung menoleh kearah gadis muda itu.Lee pun tidak jadi memukul wajah Daren.


"Usia kalian ini sudah dewasa tapi tingkah laku kalian seperti anak kecil saja.....kenapa harus ada pertengkaran.Sudah Sisil pulang sendiri saja.....Terserah kalian mau apa aku tidak perduli..." ucap Sisil dengan tegas lalu berlari pergi meninggalkan keduanya.


"Sil tunggu..." ucap Lee.


"Sil jangan pergi.." teriak Daren.


Tapi Sisil tak bergeming terus berlari.


**huftt apa mereka sudah tidak waras...kelakuan mereka benar benar membuatku pusing.**gumam Sisil.


Hingga Sisil masuk kedalam sebuah taxi yang kebetulan lewat.


"Urusan kita belum selesai Daren...ucap Lee sambil berjalan meninggalkan Daren.


"ingat kata kataku tadi Lee.....aku akan terus mendekati Sisil...." ucap Daren yang sedikit berteriak.


Tanpa menoleh kebelakang Lee yang mendengar ucapan Daren mengepalkan tangannya kuat.

__ADS_1


Tapi Lee tak mau terpancing lagi dia segera menuju mobilnya untuk mengejar Sisil.


"Aku bisa lebih nekat dari ini Lee...." ucap Daren lirih dengan seyum mematikannya yang memandang kearah Lee yang sudah menjauh darinya.


Taxi Sisil sudah sampai diapartemen Lee,Sisil segera berlari masuk kekamar dan mengunci pintunya.


Sisil segera melepaskan bajunya untuk segera berendam dibath up kamar mandi.Sisil ingin meredakan ketegangan ditubuhnya.


Lee yang sudah sampai diapartement mencari keberadaan Sisil.Lee pun tau Sisil mengunci kamarnya.dengan kunci cadangan yang ia punya Lee membuka pintu itu.


Lee langsung duduk bersender ditepian ranjang menunggu Sisil selesai mandi.


30 menit berlalu,Sisil pun keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk putih besar yang melilit ditubuh indahnya.


Ia keluar kamar mandi dengan santainya,tak menyadari Lee sudah menatapnya sambil membulatkan kedua matanya.


Lee menelan saliva kasar saat melihat pemandangan indah didepannya.


Sisil tersentak kaget,kedua matanya membulat mendapati Lee sudah berada didalam kamar.dengan cepat ia membalikkan tubuhnya berjalan ingin masuk lagi kekamar mandi.


Tapi tangan besar Lee sudah melingkar dipinggangnya,memeluknya erat dari belakang.


"Tunggu Sayang,kau mau kemana?apa kau marah padaku?"tanya Lee yang sudah mencium bau harum tubuh Sisil.


Sisil benar benar gugup dan sangat malu.


"ba bapak kenapa bisa masuk?iya Sisil marah dengan sifat bapak yang seperti anak kecil.." ucap Sisil yang merasakan nafas Lee ditubuhnya.


Jantung Sisil semakin berdetak cepat merasakan sentuhan sentuhan Lee.


Sisil baru ingat,Lee kan pemilik apartemen ini jadi pasti dia punya kunci duplikatnya.


"Lepasin Sisil pak,Sisil mau ganti baju..." ucap Sisil yang mulai berontak.


Gerakan Sisil justru membuat sesuatu ditubuh Lee menegang.


"Diam sayang...atau aku akan memakanmu sekarang,apa kau tak bisa merasakan ada sesuatu yang sudah menegang karena gerakan gerakanmu ini."


Sisil tertegun, benar saja ia merasakan ada sesuatu yang menempel ditubuhnya yang mulai mengeras.membuatnya semakin merasa malu.


Lee terus menciumi tengkuk leher Sisil yang mulus dan wangi.


"Hentikan pak,Sisil risi..." Sisil takut bisa lepas kendali jika Lee terus menyentuhnya.


"aku hanya ingin mencium lehermu ini sayang...apa kau mau lebih?" ucap Lee menggoda yang semakin mengeratkan pelukannya.


Sisil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Lee yang terdengar Vulgar itu.


Sisil terpaksa diam untuk beberapa saat,menerima segala perlakuan Lee.


sampai Lee membalikkan tubuhnya menghadap ketubuh pria tampan itu.hingga pandangan mereka bertemu.

__ADS_1


Lee sempat tertegun melihat belahan dada Sisil yang terlihat jelas didepannya.


Sisil yang mengetahui itu reflek dengan segera menutupi itu dengan kedua tangannya.


Membuat Lee terseyum simpul.


Sisil menjadi salah tingkah.


"Lusa,ada pesta Ulang tahun perusahaanku.mama mengundangmu.. kau harus datang...!" ucap Lee yang masih memandang Sisil lekat.


"tapi pak....." ucap Sisil terpotong.


"tidak ada tapi tapian,kau tenang saja segala kebutuhanmu sudah disiapkan Kak Fei,nanti kau juga akan berangkat bersamanya ke Hotel tempat acara itu berlangsung.jangan coba coba untuk tidak datang ya Sayang...." ucap Lee lalu dengan cepatnya memcium bibir Sisil kilat.


Sisil yang terkejut dengan serangan Lee hanya bisa tertegun.


"pakailah bajumu,aku akan keluar...aku masih bisa menahannya Sayang..." ucap Lee yang sudah berbisik ditelinga Sisil.


Lee segera keluar dari kamar menuju kamar tamu untuk mandi.


Kalimat terakhir Lee barusan sukses membuat Sisil merinding.ia tak bisa berfikir normal.


Dengan cepat Sisil memakai pakaian dan segera keluar dari kamar.mencari keberadaan Lee ternyata pria itu sedang mandi dikamar tamu.


Sisil menyadari sudah ada makanan dimeja makan.Ternyata Lee sudah memesan makanan itu lewat online.


Tak lama Lee keluar kamar dengan rambut yang masih basah.dengan kaos putih ketatnya memperlihatkan dadanya yang bidang,perut six spak nya dan juga otot lengannya yang besar. membuat dirinya terlihat begitu sexi.Sisil sempat dibuat melongo melihat itu.


"Kenapa kau suka dengan tubuhku sayang?"


ucap Lee sambil tanganya memegang handuk kecil dan melemparkannya kearah Sisil.


Sisil hanya mengeleng gelengkan kapalanya dan merasa bingung dengan handuk kecil yang dilempar Lee.


Lee lalu duduk dilantai didepan Sisil yang duduk disofa.


"Keringkan rambutku Sayang..." ucap Lee yang sudah menunduk,duduk dilantai memunggungi Sisil.


Sisilpun menuruti permintaan pria dewasa itu.dengan lembut Sisil mengusap usap rambut basah lee.


"Tenang Sayang,kalau nanti kita sudah menikah,kau akan memiliki tubuh ini seutuhnya.." Goda Lee yang masih menunduk.


Sisil menghentikan gerakan tangannya dikepala Lee.


"kenapa sekarang bapak suka berbicara vurgar?"ucap Sisil sambil berdiri meninggalkan Lee.tapi dengan cepat Lee menarik tangan Sisil hingga tubuh Sisil terjatuh kepangkuannya.


" mau kemana..?tugasmu belum selesai Sayang..."ucap Lee dengan seyum simpulnya.


"Sisil mauu.....belum sempat berbicara Lee sudah mencium bibir Sisil dengan lembut.terus memainkannya hingga ******* ******* itu membuat Sisil tak berdaya.Sisil pun hanya bisa pasrah dengan perlakuan manis Lee ini.


Entah kenapa Sisil tidak marah mendapat perlakuan itu.hatinya susah untuk menolak.Tubuhnya seakan lemas saat berhadapan dengan Lee sepertii ini.

__ADS_1


__ADS_2