
Sebulan telah berlalu.
Dikantor,Lee terlihat termenung memikirkan keberadaan Sisil yang belum ditemukan.Gadisya seakan hilang ditelan bumi.Orang orang nya juga belum menemukan calon istrinya itu.Tapi Lee tak pernah putus asa.Baginya ini adalah perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan.Karena setelah sekian lama sendiri,Akhirnya ada gadis yang bisa membuatnya jatuh hati lagi.
Nino masuk keruangan atasannya setelah mengetuk pintu.
"Pak saya ingin mengingatkan,pukul Satu nanti anda harus pergi keperusahaan Santosa grup.karena mereka menyetujui penawaran kerja sama kita.!" Ujar Nino yang berdiri sambil menundukkan sedikit kepalanya.
"Baik,Siapkan berkas berkasnya...!" Ucap Lee dengan wajah datarnya.
"Tapi pak,sepertinya perusahaan Santosa juga mengajak kerja sama dengan perusahaan lain.tapi mereka menginginkan kerja sama dengan dua perusahaan sekaligus!" Ucap Nino mencoba menjelaskan.
Kening Lee mengerut.
"Perusahaan lain?"
"Iya pak,Perusahaan itu adalah Perusahaan Fang Group.!!"
Lee melebarkan matanya.
"jadi aku harus berurusan lagi dengan Daren Fang??baiklah aku akan menghadapinya!" ujar Lee dengan tenangnya.
Nino pun pamit undur diri kembali kekantornya.
Pukul 12.00 Siang,di Kantor Santosa Group.
Dina duduk dikursi kebesarannya.Ia sengaja mengatur agar perusahaan Lee dan Perusahaan Daren bisa berkerjasama dengan perusahaannya.
"Apa kau sudah menyiapkan berkas berkas untuk pertemuan nanti dengan perusahaan Hans Group dan Fang Group?Tanya Dina pada asisten pribadinya.
" Sudah bu..semua sudah siap.Pertemuannya satu jam lagi diruang Meeting."jawab seorang pria muda yang bernama Rangga itu.
"Bagus.Jangan lupa beri tamu kita jamuan yang baik.Aku ingin membuat mereka terkejut!!" ucap Dina dengan seyum penuh maknanya.
Satu jam kemudian.
Diruang Meeting kantor Santosa Group,Terlihat Daren sudah datang lebih dulu ditemani bily asisten pribadinya yang duduk disebelahnya.
Tak lama Lee datang,Dari kejauhan Lee sudah melihat Daren yang sengaja membuang muka padanya karena pria bermata sipit itu masih marah pada Lee karena perkelahian malam itu.
"Hallo Daren kita berjumpa lagi!" Sapa Lee yang sudah duduk bersebelahan dengan Nino asistennya.
Daren yang duduk dihadapan Lee,terpaksa menoleh dan membalas sapaan Lee.
"Hallo juga Lee,Lama kita tidak bertemu.kuharap Sisil baik baik saja bersamamu!" Ucap Daren dengan Sinis.
__ADS_1
Seketika satu tangan Lee mengepal kuat dibawah meja.tapi pria itu masih bisa bersikap tenang.
Kedua Asisten,Nino dan Bily hanya saling memandang dengan tatapan datar dan hanya sebagai pendengar saat atasan mereka masing masing sedang mengeluarkan keangkuhan mereka.
"Kau tenang saja,Sisil pasti aman dan bahagia denganku....!!" Ucap Lee penuh percaya diri.membuat Daren geram.
Hingga seorang pria yang merupakan asisten Dina masuk.
"Sebentar lagi CeO kami akan datang,Mohon Tuan tuan bersabar!"
Tak berselang lama seorang Wanita cantik terlihat memasuki ruangan itu beserta beberapa manager anak buahnya.
Dina terlihat anggun dan sexi mengenakan rok sepan selutut warna cream dengan kemeja pink dan blazer jas yang warnanya senada dengan rok dan sepatu hight hils nya.Rambut lurus hitam dibawah bahu menambah kecantikannya.
"Selama Siang Tuan Lee dan Tuan Daren!!" Sapa Dina yang langsung duduk ditengah tengah Lee dan Daren.
Semua pria melebarkan matanya,Apalagi Lee dan Daren yang sangat terkejut dengan kehadiran Dina diruangan itu.
"Nona Dina anda.......?" Ucap Lee menggantung.
Dina terseyum simpul mengarah pada kedua pria yang masih memandanginya dengan wajah terkejut.
"Selamat datang dikantor saya tuan tuan.,Saya Medina Selina Santosa,CeO dari Perusahaan ini.Senang bisa bertemu dengan anda sekalian!!" Ujar Dina dengan penuh percaya diri.
Lee dan Daren semakin terkejut mendengar ucapan wanita cantik itu.
Lee dan Daren dengan cepat menetralkan expresi wajajnya dan mencoba fokus dengan meeting kali ini.
Setelah mendengar persentasi dari kedua perusahaan itu,Dina merasa puas.
"Baik kita Deal,Jadi pengerjaan Tander besar ini akan menjadi tanggung jawab anda anda ini Tuan.Saya mohon anda berdua bisa bekerja sama dengan baik,karena saya tidak ingin ada kekurangan dalam pengerjaannya.!" Ujar Dina Tegas.
"Perusahaan kami akan melakukan ini dengan sebaik mungkin nona dina.!"jawab Daren dengan lugas.
" Perusahaan kami juga tidak akan menyianyiakan tender besar ini nona,anda tenang saja...!"balas Lee.
"Baik.Saya senang mendengarnya.kalau begitu Meeting kita sudahi sampai disini.Terima kasih untuk komitmen dan tanggung kawan anda berdua."Ucap Dina sambil menjabat tangan Daren lalu lee secara bergantian.
" Saya pamit dulu..!"Ucap Daren yang berlalu meninggalkan ruangan itu.
Sementara Lee masih menatap Dina dengan intenz.
"Apa ada yang masih ingin anda tanyakan tuan Lee?" tanya dina yang berdiri berhadapan dengan Lee.
"Dimana kekasihku nona Dina?" tanya Lee tanpa basa basi.
__ADS_1
Dina hanya terseyum simpul.
"Kenapa kau bertanya padaku..Bukankah dia kekasihmu,harusnya kau yang lebih tau dimana keberadaannya tuan Lee?"
"Jangan mencoba mengelak nona Dina,Dia itu sahabatmu...apa jangan jangan kau ya yang selama ini menyembunyikannya??" ucap Lee sambil melirik kearah Dina.
Dina menghembuskan nafasnya pelan,ia harus pintar pintar menghadapi pria dewasa didepannya ini.
Dina terseyum simpul kearah Lee.
"Terseran Tuan Lee mau berfikir apa...Seandainya Sisil ada bersama saya,maka tuan tenang saja.Saya pastikan dia akan baik baik saja.Maaf saya sangat sibuk hari ini,Saya harus kembali keruangan saya." Ucap Dina sambil berlalu meninggalkan Lee yang masih terdiam mematung menatapnya.
Dina berjalan cepat keluar ruangan dengan sudut bibir yang terangkat.
Panggilan Nino pun membuyarkan tatapan Lee kedepan.
"Pak,Sebaiknya kita kembali kekantor..!!" ujar Nino dengan rasa takut melihat emosi atasannya yang memuncak.
Lee pun mengangguk dan berjalan mendahului Nino keluar dari gedung itu kembali kekantornya.
Malam harinya Dina sedang bersama Sisil diteras belakang sambil menikmati udara malam yang segar.
Sisil terlihat melamun dengan pandangan menerawang langit malam yang indah bertabur bintang.
"Kau merindukannya kan?" Ujar Dina yang membuka percakapan mereka.
Sontak Sisil menoleh kearah Dina dengan wajah sendu.Gadis cantik itu hanya terdiam tak berani mengakui isi hatinya.Lalu mengarahkan pandangannya lagi kelangit.
Memang benar saat ini Sisil sangat merindukan pria dewasa dan tampan itu.Namun egonya membuat ia harus menahan rindunya.
"Diammu ini kuanggap adalah jawabanmu Sil,,Sudah sebulan kau begini,Sampai kapan kau akan terus bersembunyi?" Tanya Dina dengan pelan.
"Entahlah Din ,,,Aku juga bingung....!!" jawab Sisil tanpa menoleh kearah sahabatnya itu.
"Tadi Siang aku bertemu dengannya dikantor,Sepertinya dia sangat frustasi mencarimu Sil..!"
Sisil langsung menoleh kearah Dina.Sorot matanya mulai nanar.
"Benarkah begitu?Aku cukup lega dia baik baik saja.!
" Apanya yang baik Sil,Dia terlihat kusut dan stres karenamu.Apa kau tega lama lama menyiksannya?
"Aku juga tak ingin menyakitinya Din,Maaf aku sudah membuatmu pusing dengan masalahku.!" Ucap Sisil dengan menunduk.
"Aku tidak masalah Sil,Asal kau bahagia.Tapi aku minta Kau jangan mengambil keputusan sepihak.pikirkan semuanya dengan matang...Yasudah aku tinggal dulu kekamar.!" Ucap Dina yang mengusap lembut lengan Sisil lalu berlalu pergi kembali kekamarnya.
__ADS_1
Sisil hanya bisa merenungkan setiap kata yang diucapkan dina.Ia mencoba berfikir tenang meskipun hatinya merasa kacau karena kerinduannnya sudah begitu besar pada pria tampan itu.