
Lee yang sadar dengan keadaan Istrinya tanpa berfikir panjang langsung menggendongnya ala bridel style menuju kamar pengantinnya.
Sisil merasa malu dengan tindakan suaminya sedangkan semua keluarga hanya menggelengan kepala sambil terseyum melihat keduanya.
Saat sampai dikamar Sisil terhenyak melihat kamar yang terlihat begitu indah dengan hiasan bunga dan lampu lampu kecil yang indah.juga tebaran bunga mawar merah diranjang juga sepasang handuk berbentuk anggsa ditengahnya.sungguh terlihat romantis untuk malam pertama mereka.
Lee mendudukkan Sisil pelan ditepi ranjang.Pria itu lalu berjongkok melepas sepatu istrinya.
"Apa yang kau Lakukan?" spontan Sisil terkejut dengan tindakan suaminya.
"Jangan sungkan Sayang,aku hanya melepas sepatu mu.Kakimu sampai merah begini..!"
Lee lalu duduk disamping Sisil sambil menggenggam kuat tangan istrinya.
"Terima kasih ya sayang mau menikah dengan pria tua sepertiku!" ucap Lee dengan pandangan lekat kearah Sisil.
"Jangan bicara seperti itu,kenyataannya suamiku ini sangat tampan dan keren seperti Oppa korea.!" puji Sisil pada Suaminya itu.
Lee terseyum lebar lalu berusaha mencium Sisil.tapi dengan cepat Sisil menghindar.
"Mandi dulu...!"
Lee harus bersabar dulu..
"Baiklah aku mandi dulu baru kau sayang,Tapi bantu aku melepas jasku ya.!"
Keduanya berdiri,Sisil membantu Lee membuka Jasnya yang berlapis.
Pandangan mata Lee begitu lekat pada wajah istrinya yang begitu cantik.
"Jangan melihatku seperti itu...!"
Lee terseyum simpul menyadari istrinya sangat malu lalu.segera bergegas untuk mandi.
Sisil duduk disofa kamar berusaha melepas semua hiasan dirambutnya.
Tak lama Lee sudah keluar dengan hanya mengenakan handuk putih yang melingkar dipinggangnya.Ia langsung mendekati Sisil yang berusaha meraih resleting belakang gaunnya.
Lee membuka tesleting itu perlahan membuat Sisil menegang.ia dengan cepat berbalik lalu membuang pandangannya karena semakin malu setelah melihat suaminya bertelanjang dada.
Lee segera menarik pinggang Sisil merapat padanya.
"Kau ini masih malu malu pada Suamimu....cepat kau mandi.aku sudah tidak sabar Sayang...!" goda Lee pada Sisil.
Dengan cepat Sisil masuk kedalam kamar mandi dengan jantung yang hampir lepas.
15 menit Sisil keluar dengan mengenakan baju tidur tipis berbahan sutra berwarna kream yang semakin memperlihatkan bentuk tubuhnya.karena gaun itu panjangnya hanya sepaha nya saja.
Dengan perlahan Sisil mendekati Lee yang masih bertelanjang dada sedang berdiri didepan jendela kamar.
"Sayang....!" panggil Sisil dengan suara lembutnya membuat Lee langsung menoleh kearahnya dengan seyum simpulnya.
Tanpa menunggu lagi Lee mengangkat tubuh istrinya keatas ranjang.
Mereka duduk terdiam dengan saling memandang dalam.
"Apa aku boleh meminta itu sekarang Sayang?"ijin Lee pelan.
" Tentu...''jawab lirih dan singkat Sisil.
__ADS_1
Mata Lee sudah sangat berkabut ia sudah tak bisa menahan hasratnya lagi.
Lee mencium lembut Bibir mungil Sisil sebagai pembukaan kegiatan mereka malam ini.
Ciuman yang awalnya hangat berubah menjadi panas saat Lee memasuki rongga mulut Sisil,menyapunya habis lalu memberi hisapan hisapan kuat pada bibir istrinya.
Keduanya sudah merebahkan diri,Sisil berada dibawah tubuh kekar Lee.Dengan sekali tarik gaun tidur Sisil terbuka menampakan dalamannya yang berwarna senada.
Ciuman Lee semakin panas dan turun keleher putih Sisil,memberikan beberapa tanda kepemilikan dikulit istrinya.
Ciuman itu juga sudah turun kedada Sisil yang masih terbungkus bra cantik.
Dengan cepat Lee membuka pengaitnya.
Kini terpampang jelas didepan matanya Dada istrinya yang menjulang indah.Lee memainkan,meremas dan memilin gunung kembar yang besar dan kenyal itu.
Sisil melengkuh lirih,dan berubah menjadi desahan yang keras saat Lee melahap habis pucuk gunung kembar itu secara bergantian.
Lee sangat kuat menghisapnya hingga Sisil menengang dan membusungkan dadanya kedepan.membuat dadanya semakin banyak masuk kedalam mulut Lee.
Sisil mulai menggelinjang,gadis itu menggigit bibir bawahnya saat suaminya itu menghisap ujung dadanya.
"Sa....yang.....ahhhhh lebih ku...at lagi hisapnya....!" desah Sisil yang semakin meminta Lebih.
Tanpa pikir panjang Lee semakin ******* habis dan menguatkan hisapannya.membuat Sisil berteriak karena merasa keenakan.
Setelah puas Ciuman dan memberikan tanda merah disekujur tubuh mulus Sisil. Lee terus turun hingga kearea sensitif Sisil.Lee memainkannya dulu dengan jarinya.
Sisil semakin merancau tak karuan saat Lee terus memainkan miliknya hingga basah.
Milik Lee yang sudah menegang sudah keluar dari sangkarnya.
Mereka berdua sudah sama sama polosnya.
Sebelum melanjutkannya Lee memandang Istrinya lekat.gadis nya itu terlihat bingung kenapa Lee menghentikan aksinya.
"Katakan...apa yang sudah Dilan katakan padamu tadi?"Ternyata Lee masih penasaran.
Sisil malu untuk mengatakannya.
" Dia bilang aku tak akan bisa memuaskanmu diranjang seperti dia yang sudah memuaskanmu dulu!"
Lee terseyum miring.
"Maka puaskan lah aku malam ini Sayang...tapi sebelumnya aku dulu yang akan membuatmu mengerang dibawah kungkunganku...!!" ujar Lee penuh penekanan.
Lee menciumi wajah Sisil lalu menggigit sedikit telinga Sisil.memberikan rangsangan rangsangan agar gairah istrinya itu semakin menguat.
Sisil terus mendesah menikmati segala sentuhan dan cumbuan suaminya.
"Aku akan pelan pelan Sayang!" ujar Lee,lalu mencoba memasuki pertahanan Sisil dengan senjatanya.
Sisil terpejam dan mendesah keras saat Lee dengan sekali hentakan merobek sekaput daranya.
"Arkkkkhhhh sakit sayang...!!"
Rasa sakit itu berubah menjadi rasa yang membuatnya candu karena terus menghentaknya semakin lama semakin kuat.
Sisil sudah melewati puncaknya tinggal Lee yang sebentar lagi.
__ADS_1
Gerakan Lee semakin kuat dan cepat membuat Sisil mencekeram kuat punggung Lee.
"Akhhhhhh''Lee mendongakkan wajahnya sambil terpejam tanda ia sudah pelepasan.
Sisil bisa merasakan senjata Lee berdeyut didalam miliknya.Cairan benih itu sudah mengisi rahim Sisil.
Lee yang sudah lelah karena pertempuran mereka yang hampir 4 jam membuatnya lansung merebahkan tubuhnya diatas tubuh Sisil.
Lee lalu tidur memeluk istrinya setelah menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
Sisil sudah sangat lelah,ia dengan cepat tertidur sedangkan Lee meletakkan kepalanya didekapan dada Sisil yang besar itu.
Pagi harinya Sisil terbangun lebih dulu.kedua mata indahnya terbuka pelan.Pandangannya lalu tertuju pada pria yang sudah menjadi suaminya itu.
Perlahan Sisil menggerakkan tubuhnya yang terasa remuk semua.
Sisil lalu menyadari bahwa ujung dadanya masih berada dalam mulut suaminya.
Memang posisi Lee adalah tidur menyamping seperti seorang anak yang sedang menyusu.
Tangan kekar Lee masih melingkar kuat diperut Sisil.
Mau tidak mau Sisil membangunkan suaminya itu dengan pelan takut suaminya itu malah menggigit dadanya tanpa sadar.
"Sayang.....bangun......!" ucapnya sambil mengusap lembut pipi Lee.
Ploppp.....Lee melepaskan benda mungil milik Sisil dari mulutnya itu.
Terlihat sangat merah dan mengeras karena ulah suaminya itu.
"Kau sudah bangun Istriku.....mana morning kiss untukku?" sapa Lee saat kedua matanya sudah terbuka
Cup.....Sisil mencium lembut bibir Lee.
"Kau ini semalaman mengulum ini seperti anak kecil saja...!" gerutu Sisil.
Lee terkekeh pelan..
"Itu bagian vaforitku sayang....habisnya rasanya manis...aku suka...!" jawab Lee dengan santainya.
Sisil hanya cemberut merasa miliknya itu setiap malam akan dikulum suaminya.
"Sayang mulai sekarang Kau milikku seutuhnya.,,jadi tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku,,,aku akan berusaha menjadi suami yang baik.aku akan selalu membuatmu bahagia.itu janjiku.!" ujar Lee tegas sambil memandang Sisil lekat.
"Suamiku Sayang kau juga harus berjanji jangan merasa cemburu lagi ya.Karena Aku sekarang adalah milikmu....!" ujar Sisil sambil jarinya memainkan dada Lee dengan membuat pola pola abstrak.
"Apa kau ingin menggodaku lagi Sayang....kalau iya Ayo kita berolah raga pagi dulu.okey.....!!"
"Tidak...tidak aku lelah...!" tolak Sisil,Tapi tenaga Lee begitu kuat.
Mereka pun melakukan olah raga pagi diranjang lagi.entah berapa ronde yang mereka lalui.Yang jelas Sisil benar benar merasa dibuat lemas oleh Lee.Pria tampan nan dewasa itu seakan tak pernah puas dengan tubuh istri belianya.
"Maaf ya Sayang,,,Aku membuatmu sangat Lelah....tapi kau benar benar membuat ku gila Sayang....Apa aku boleh memintanya setiap hari??" ujar Lee saat nafas mereka sudah normal.
Sisil hanya bisa mengabulkan permintaan suaminya itu karena itu adalah kewajibannya
"Terserah ah......aku capek mau tidur lagi!"
"Makasih istriku yang cantik...yasudah tidurlah lagi,,,nanti siang kita baru mandi bersama...!" ujar Lee sambil memeluk erat Sisil dari belakang.
__ADS_1
Bukannya ikut tidur,Lee terus menciumi lehar Sisil dari belakang.Tapi Sisil tak bergeming ia tertidur pulas karena merasa sangat lelah.
Lee terseyum simpul sambil mengeratkan pelukannya."Istri cantikku ,,Istri belia ku...aku akan membuatmu bahagia hidup bersamaku. !!"gumamnya Lirih.