
Satu bulan telah berlalu.
Sejak kejadian itu,Kini semua berjalan dengan normal lagi.Gerald sudah pergi keChina bersama mama dan adik tirinya untuk berobat.Sedangkan Dilan sudah menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
Sedangkan Lee semakin protektif terhadap kesehatan Sisil.
Lee begitu perhatian terhadap kehamilan istrinya.Lee juga yang mengantar Sisil keklinik.Dr.Paula untuk cek kehamilan.
Seperti malam ini,sebelum tidur Lee selalu membuatkan segelas susu hamil untuk Sisil.
"Minumlah!" perintah Lee sambil memberikan segelas susu hangat pada istrinya.
Sisil terseyum menerima susu itu lalu meminumnya pelan sampai habis.
"Terima kasih Sayang"
"sama sama,Ehmm apa kau ingin sesuatu,Biasanya wanita hamil muda selalu ngidam?" ucap Lee yang duduk disofa bersama Sisil.
"Tidak ada,Hanya saja...!"
"Hanya saja apa sayang?" ucap Lee bingung.
"Aku selalu ingin mencium aroma tubuhmu Sayang,itu bisa menenangkanku.biasanya seorang wanita hamil malas berdekatan dengan suaminya,tapi aku berbeda.Aku ingin selalu berada didekatmu.bukankah itu aneh ya??" ucap Sisil tanpa ragu.
Lee terseyum simpul ia mengusap lembut surah Sisil.
"Kenapa aneh,,aku justru merasa senang.itu artinya anakku juga ingin selalu berada didekatku_,Bagaimana kalau besok kau ikut kekantor?"
"Apa tidak menganggumu?"
"Tentu tidak,Tapi jika kau tidak mau tidak apa apa''
",Aku mau Sayang!'ucap Sisil Cepat.membuat Lee tertawa reyah melihat tingkah lucu istrinya itu.Jika dipikir pikir usia Sisil yang baru 19 tahun,membuat dirinya tanpa sadar bertingkah kekanak kanakan.Dan itu sangat dapat dipahami oleh Lee.Resiko memilik istri yang sangat muda dengan jarak usia yang terpaut 17 tahun.
"Yasudah Ayo tidur,ini.sudah malam!"Ajak Lee lalu menarik tangan Sisil.
Seperti biasa Sisil selalu merasa nyaman tidur berada dipelukan tubuh kekar suaminya.
Keesokan Hari,Lee dan Sisil sudah sampai digedung Hans group tentunya juga bersama Nino.
Semua karyawan merasa iri melihat kemesraaan bos besar mereka dengan istri cantiknya yang masih sangat muda.
Sampai diruangan Lee,Sisil duduk disofa sedangkan Lee langsung memulai pekerjaanya dikursi kebesarannya.
Dengan sabar Sisil menunggu dan menemani sang suami.
Beberapa saat kemudian Lee melihat Sisil mulai bosan.
" Sayang kemarilah?"pinta Lee yang masih duduk ditempatnya.
Sisil yang sedang membaca sebuah majalah mendongak.
"Hmmm,apa?"
"Kemarilah!" pinta Lee lagi.
Sisil terseyum kecil lalu berdiri berjalan mendekati suaminya.
"Ada apa?"
"Duduk lah sini!" pinta Lee sambil menepuk kedua pahanya.
Kedua mata Sisil membulat.
"Gak ah,,malu.nanti kalau ada yang melihat bagaimana?"
"Ayolah,,tidak akan ada yang melihat!"
"Ck......" Sisil berdecak tapi mau tidak mau menuruti permintaan suaminya.
Sisil perlahan duduk dikedua paha suaminya.posisi mereka kini begitu dekat.Lee bisa dengan jelas melihat wajah istrinya.
__ADS_1
Sisil merasa risi dengan tatapan suaminya.
"Sayang jangan terus melihat ku seperti itu...Ayo kerjakan perkerjaanmu!" Ucap Sisil yang duduk dipaha Lee dengan posisi menyamping.
Lee terseyum simpul lalu fokus lagi memandang layar lap topnya.
"Tidur lah kalau ingin tidur,,,kau pasti lelah kan?" ucap Lee tanpa mengalihkan pandangannya ke Sisil yang susah menyenderkan kepalanya didada bidangnya.
Seakan Lee tau tempat ternyaman Sisil tidur adalah berada didadanya.
Tak lama Sisil benar benar terlelap dalam pelukan Lee yang masih menatap laptopnya.
Lee terseyum merasa Nafas Sisil terasa teratur,itu tandanya sang Istri sudah tertidur lelap.
"Akhirnya kau tidur Sayang!"
Lee segera berdiri sambil menggendong tubuh Sisil kekamar pribadinya yang berada dibalik rak buku yang tinggi.kamar exsklusif Lee yang khusus dibuat diruangannya.
Lee membaringkan tubuh Sisil diatas kasur lalu mengecup pelan keningnya.
Lee kembali melanjutkan pekerjaannya kembali.
Sampai jam makan siang Sisil masih tertidur,Lee yang sudah melepas jas dan sepatunya ikut berbaring sambil memeluk tubuh istrinya yang semakin padat karena kehamilannya.
"Papa akan temani kalian tidur ya sayang!"ucap Lee pelan sambil mengusap lembut perut Sisil.
Mereka pun tidur bersama sampai pukul 2 siang.
Sisil yang merasa lapar terbangun dan melihat sang suami yang ikut tidur bersamanya.
Sisil mencium setiap inci wajah sang suami hingga Lee terbangun.
" Sudah puas menciumiku?"ucap Lee yang menatap lekat kedua manik Sisil.
Sisil terseyum simpul.
"Sekarang giliran ku!" ucap Lee lalu mencium bibir Sisil.Ciuman yang hangat dan dalam itu berlangsung ckup lama.membuat Sisil memukul mukul dada bidang Lee.
"Aku lapar...!" ucap Sisil malu malu.
"Yaampun,aku lupa sayang....ayo duduk disofa biar aku pesankan.Kau ingin makan apa?''
" Steak ayam saja...!"
"Okey Honey.....!"
Tak lama pesanan mereka datang.
Sisil makan begitu lahap membuat Lee terseyum simpul.
"Pelan pelan Sayang.....!"
Sisil terseyum malu lalu segera menghabiskan makanannya,Dengan telaten Lee mengusap lembut sisa makanan disudut bibir Sisil,lalu mengambilkan Sisil segelas air.
"Sayang!!" panggil Sisil pelan..
"Hmmm.....?"
"Jika nanti aku menjadi gendut apa kau masih mencintaiku?" tanya Sisil yang merasa khawatir.
Lee terseyum sambil menatap Sisil lekat.
"Bagaimanapun keadaanmu aku akan tetap mencintaimu..apalagi jika kau gendut karena mengandung anakku...bukankah jika gendut itu lebih sexi??"
Sisil tertawa kecil.ia begitu bahagia memiliki suami yang begitu pengertian.
Sisil memeluk posesiv suaminya.
"Diluar sana pasti banyak wanita yang lebih dari pada aku yang begitu menginginkan suamiku ini!!" ucap.Sisil yang semenjak hamil memang sangat posesiv terhadap suaminya,dan Lee sangat menyadari itu.
Lee membalas pelukan erat Sisil,lalu mencium pucuk kepala istrinya.
__ADS_1
"Memang banyak.....tapi aku tidak sedikitpun tertarik.Percayalah hatiku cuma buat istri ku yang cantik ini,,wanita yang menjadi ibu dari anak anakku!"
"Tapi aku masih takut,,Diluar sana banyak wanita yang bisa saja menggunakan segala cara untuk mendekati suamiku ini!" ujar Sisil yang mengeluarkan kekhawatirannya.
Lee semakin gemas dengan sikap posesiv istrinya.
"Bagaimana jika diponselku dipasang alat pelacak atau aku akan memakai suatu alat dipakaianku agar kau bisa mengetahui dimana keberadaanku?" usul Lee yang terdengar agak berlebihan.Tapi Sisil justru merasa senang.
"Apa tidak terlalu berlebihan sayang,Maaf jika aku terlalu posesif, entah aku sekarang merasa ketakutan jika kau berada jauh dariku!"
"Tidak,,,agar kau bisa tenang jika berjauhan denganku,,Tidak apa apa Sayang,Aku justru senang dengan sikap Posesifmu itu!"
Sisil terseyum bahagia,ia sangat lega suaminya bisa mengerti kekhawatirannya.
Suara Dering posel Sisil menghentikan obrolan mereka.
"Hallo Din!"sapa Sisil pada Dina yang menghubunginya.
" Kau berada dimana Sil,bisa kita bertemu ada kabar bahagia dariku untukmu!*
"Datanglah kekantor suamiku,aku sedang berada disini!".
" Baiklah,aku segera kesana!"
Ucap Dina yang langsung meluncur kekantor Lee.
15 menit kemudian.
"Apa aku mengganggu kalian?" tanya Dina yang baru saja datang.
"Tidak.Din,duduklah!" ucap.Lee yang sudah akrab dengan Dina.
Dina duduk disofa disamping Sisil,sedangkan Lee dikursi kebesarannya.
"Ada apa Din?" tanya Sisil penasaran.
"Semalam Daren melamarku Sil!" ucap Dina dengan wajah bahagiannya.
Sisil terseyum lebar ada kelegaan yang ia rasakan.akhinya Daren mau menerima sahabatnya dengan sungguh sungguh dan benar benar sudah melupakannya.
Begitu pula dengan Lee,Kekhawatirannya sedikit berkurang.jujur ia masih cemburu dengan tatapan Daren pada istrinya.
Sisil memeluk erat Dina.
"Aku ikut bahagia Din,, akhirnya kau bisa mendapatkan cintamu,sudah pernah kubilang kan,dengan ketulusamu pasti lambat laun hati Daren akan terbuka untukmu!"
"Selamat ya Din!" ucap Lee spontan.
"Terima kasih ya Sil,Lee.karena kalian selalu mendukungku!"
"Lalu kapan kalian menikah?" tanya Lee.
"Rencananya Setengah tahun lagi!"
",Humm cukup lama ya.tidak apa apa..sabar dan nikmati saja prosesnya Din.anggap sebagai masa pedekatan dan pengenalan pribadi serta karakter kalian masing masing.!" ujar Sisil terdengar bijak.
Dina hanya mengangguk sambil terseyum.
Setelah beberapa saat berada dikantor Lee Dina pun pamit untuk kembali kekantornya.
"Kau lega sayang?" tanya Lee pada Sisil setelah Dina berlalu.
"Iya aku sangat Lee dan sangat bahagia akhirnya sahabatku mendapatkan cintanya,Kau juga merasa lega kan sayang?" tanya balik Sisil.
"Yah setidaknya pesaingku berkurang satu dan aku tidak perlu cemburu lagi saat Daren didekatmu.!"
Sisil seketika mengerucutkan bibirnya.
"Sayang kita sudah mau punya anak Kau masih saja cemburu dengan Daren!"
"Hehe......wajar lah sayang....Tapi aku juga ikut bahagia,semoga semuanya lancar sampai hari pernikahan mereka!" ucap Lee sepenuh hati.
__ADS_1
Sisil hanya mengangguk dan terseyum,harapannya juga sama seperti harapan suaminya.