Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Menemani


__ADS_3

Hari berganti malam.Sisil masih menemani Lion belajar setelah melihat televisi tadi.


Saatnya untuk makan malam.Sisil mengandeng tangan mungil Lion berjalan ke kemeja makan yang besar itu.


Setelah keduanya duduk.muncul Lee yang turun dari tangga.


"bapak sudah baikan,,kenapa harus turun wajah bapak masih pucat?" ucap Sisil merasa khawatir.


"aku tak selemah yang kau kira Sil,aku ingin makan bersama kalian.!" jawab Lee yang sudah duduk didepan mereka.


Sisil hanya terseyum mendengar jawaban Lee.mereka bersama makan malam dengan suasana yang ckup hangat.Sisil dengan sabar menyuapi Lion.dan Lee hanya memandangi interaksi keduanya.


Saat sudah selesai makan sisil mengantar Lion kekamarnya.menemani tidur untuk beberapa saat sampai Sisil melihat Lion benar benar sudah terbang kealam mimpinya.


Gadis itu lalu turun karena merasa belum ngantuk.Sisil berjalan kehalaman belakang rumah.mencari udara segar.


Tanpa Sisil ketahui,Lee sudah duduk sedari tadi dikursi panjang dekat taman.terus memperhatikan garak gerik sisil.


"Sil...." suara Lee memanggil Sisil yang tak jauh dari tempatnya duduk.


Sisil mencari arah suara itu berasal.merasa terkejut ternyata Lee yang memanggilnya.


"kemarilah...." ucap Lee yang melambai kearah sisil.


Dengan perasaan yang campur aduk sisil mendekati Lee yang sudah duduk ditengah taman.


"Duduklah..." perintah Lee sambil menunjukkan kursi yang masih kosong.


Sisil pun duduk disebelah Lee dengan jarak yang lumayan dekat.


"bapak ngapain disini?angin malam gak bagus.. bapak kan belum sehat sepenuhnya.." ucap Sisil membuka percakapan mereka.


"kamu sendiri ngapain tadi berdiri disana...kalau aku senang berada disini karena ini tempat favoritku....!!''


" saya nyari udara segar pak...apa ada yang menganggu pikiran bapak...??"tanya sisil penasaran.


"ada..." ucap Lee mengantung...


**yang mengganggu pikiran ku itu ya kamu sil....**gumam Lee dalam hati.


Sisiil hanya terdiam mendengar jawaban menggantung dari Lee.


Sisil merasa tidak enak jika harus bertanya lagi.lebih memilih mendongakkan kepalanya keatas melihat bintang bintang bertaburan dilangit yang begitu indah..


Sisil terseyum sambil menikmati keindahan langit malam itu.membuatnya tak sadar kalau pria disebelahnya tak bisa berkedip seolah terpesona dengan seyum cantiknya.

__ADS_1


Lee benar benar merasa bahagia bisa berada didekat gadis kecil itu tadi dia masih enggan mengakuinya.kesederhanaan dan kelembutan Sisil telah meruntuhkan tembok keangkuhannya yang tidak percaya lagi dengan Cinta setelah pengalaman buruknya dimasa lalu.


Hembusan angin malam semakin membuat suasana menjadi lebih romantis.


Lee memberanikan diri bertanya sesuatu hal yamh sensitif pada gadis disebelahnya.


"Apa kekasihmu tidak marah Sil kamu lama tinggal disini?" tanya Lee tanpa keraguan.


Sisil yang tadinya melihat keatas langit langsung menoleh kearah Lee dengan tatapan yang lekat.


Untuk beberapa saat Sisil terdiam.lalu terseyum kearah pria dewasa disampingnya.


"kekasih......hemmmm apa ada yang mau sama sisil pak ?saya cuma gadis desa yang sederhana,apalagi pendidikan saya cuma sampai SMU saja pak." ucap Sisil masih dengan seyum maniisnya.


Lee semakin kagum dengan jawaban gadis muda itu.


"Cinta itu tidak mengenal status,harta atau pendidikan sil..kamu harus percaya itu..!"


ucap Lee sambil menatap tajam kearah Sisil.


Sisil tertegun untuk beberapa saat,hatinya merasa terkejut dengan jawaban Lee.


"Lalu dimana kekasih bapak?.....maaf pak kalau saya lancang!"spontan Sisil menutup mulutnya yang sudah berani bertanya hal sensitif itu.


seketika Lee tertawa sisil menanyakan hal itu.


Sisil membulatkan kedua matanya kearah Lee.


" bapak bercanda ya....??"


"aku serius sil....memang umurku sudah 36 thn tapi aku masih sendiri...!"jawab Lee dengan santainya.


" saya belum percaya pak ..memang wanita seperti apa yang bapak inginkan?"ucap Sisil yang penasaran sambil mengalihkan pandangannya.


"hummmm yang seperti kamu......" ucap Lee.Sontak membuat Sisil menoleh kearahnya cepat dengan sorot mata yang bingung.


"kenapa kamu memandangku seperti itu....apa aku tidak pantas buat kamu....memang aku lebih pantas jadi om kamu dari pada jadi kekasih kamu...tapi itu bukan masalah kan Sil???" ucap Lee semakin membuat Sisil salah tingkah.


"bapak jangan ngawur ya....jangan buat saya merasa Ke GRan atau merasa tidak enak sama bapak....yasudah saya kembali kekamar Lion dulu....bapak jangan lama lama ya disini..." ujar Sisil yang merasa semakin salah tingkah didepan Lee dan memutuskan pergi untuk mengakhiri percakapan mereka.


Baru beberapa langkah,Sisil berhenti karena ucapan Lee.


"bagaimana kalau saya serius Sil...,? ucap Lee yang secara tidak langsung sudah mengutarakan isi hatinya.


Deg

__ADS_1


Jantung Sisil rasanya mau copot...hatinya berdesir....mencoba mencerna baik baik perkataan pria dewasa dibelakangnya itu.


Sisil hanya terseyum menoleh kearah Lee dan segera melanjutkan langkahnya.


Dengan langkah cepat Sisil menuju kamar Lion dan segera berbaring disamping Lion.memeluk tubuh mungil anak kecil itu sambil menata hatinya yang merasa campur aduk karena perkataan lee tadi.


Sementara ditaman Lee masih terseyum menggingat expresi wajah polos Sisil yang membuatnya semakin jatuh hati pada gadis muda itu.


Pagi harinya Siisil bangun lebih awal.dan tak lupa membangunkan anak tampan itu terlebih dahulu.setelah menyuruh Lion mandi,sisil segera menyiapkan sarapan.


Sebelum Lee turun sisil sudah selesai menyuapi Lion dan segera bergegas berangkat ketoko bakery.Entah apa yang dipikirkan Sisil,tapi saat ini dia tak ingin bertemu Lee dulu.


Tak lama setelah Sisil berangkat..Lee turun dari kamarnya sudah bersiap berangkat kekantor.


Lee memicingkan matanya mengamati kesekeliling rumah yang terlihat hanya ada Lion yang sudah duduk diruang tengah dengan seragam lengkapnya.


"Boy dimana momymu..?''tanya Lee yang sudah duduk disebelah Lion.


" momy udah berangkat kerja dad..katanya momy hari ini sibuk jadi berangkat pagi.trus momy bilang aku berangkat sekolah sama dady...!"ujar Lion menjelaskan pelan.


"sepagi ini sudah berangkat???" Ucap Lee menyerngitkan dahinya.merasa aneh dengan sikap Sisil.


"yasudah ayo berangkat boy...dady sarapan dikantor saja..." ucap Lee yang sudah mengulurkan tangannya untuk menggandeng Lion.


Sesampainya dikantor Lee langsung menuju lantai 29.dengan langkah cepat masuk keruang kerjanya dengan wajah yang kesal.


Nino yangg sudah hafal betul dengan sikap bosnya itu hanya menggelengkan kepalanya.


"pagi boz....sepertinya suasana hati bos sedang kurang bagus ya??" ucap Nino yang sudah menghampiri Lee diruangannya.


"kamu tau aja no...."ucap Lee yang sudah duduk bersender dikursi kebesarannya.


" pasti karena Sisil kan boz?"tanya spontan Nino yang membuat Lee melotot padanya.


"tutup mulutmu ..jangan berfikiran aku seperti pedofil..." ucap ketus Lee.


"santai bos..saya mana berani berfikiran seperti itu pada boz..lagi pula saya merasa wajar wajar saja kok perbedaaan umur anda sama Sisil...!" ucap Nino yang mencoba menenangkan Lee.


"yasudah kembalilah keruanganmu...saya


ingin sendiri....dan juga tunda dulu jadwal meeting hari ini.."perintah Lee tegas.


" baik bos"ucap Nino menuruti perintah atasannya itu dan segera meninggalkannya.


Sepanjang hari Lee tak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya.wajah Sisil selalu muncul didepannya.membuat Lee jengkel dan menutup laptop kesayangannya.

__ADS_1


Lee berdiri dari kursinya.berjalan ketepi dinding kacanya.Lee berdiri tegak melihat pemandangan kota yang ckup padat.sorotan matanya menerawang jauh kearah depan.Lee mencoba menyakinkan hatinya sendiri.perasaannya kali ini pada sisil sungguh berbeda.membuatnya kehilangan akal sehatnya seharian ini.


__ADS_2