Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Patuh


__ADS_3

Setelah kedua nya masuk.dimobil mewah Lee,pria itu segera melajukan mobilnya.Sisil sempat melambaikan tangannya pada ibu dan adiknya.


Lee fokus mengendarai mobil dengan semburat seyum diwajahnya.karena Sisil akhirnya ikut bersamanya.


Sisil hanya diam sambil melihat pemandangan luar jendela.


" tidurlah sayang...."ucap Lee sekilas menoleh ke arah Sisil.


"Gak ....kalau sisil tidur bapak nanti ngantuk nyetirnya....!''ucap nya masih memandang kearah luar.


" aku udah biasa sayang...lagian perjalanan kita hampir 4 jam..aku akan pelan pelan karena ini sudah gelap."


" Sisil tidak ngantuk pak..."ucap Sisil bohong sebenarnya matanya sudah tidak bisa diajak kompromi.


Lee hanya menggelengkan kepalanya.


Setelah satu jam perjalanan,Lee mengehentikan mobilnya.


"kenapa berhenti pak?" tanya Sisil heran.


"aku ingin membeli secangkir kopi dikedai itu,kau mau turun apa tetap disini?''


" yaudah Sisil ikut"


Keduanya turun dari mobil dan mendatabgi sebuah kedai kopi kecil dipinggir jalan itu.


"kamu mau sayang?" tanya Lee saat sudah duduk dikedai itu.


'boleh...kopi susu satu gelas."


Setelah beberapa saat pesanan mereka datang,lalu Lee membayarnya dan kembali kemobil sambil membawa dua gelas pesanannya tadi.


Mereka menikmati kopi untuk beberapa saat didalam mobil.


lalu melanjutkan perjalanan mereka.


Sisil jusru tertidur membuat lee terseyum kearahnya.


Bukannya mengantar Sisil kembali kekosnya,Lee mengarahkan mobilnya menuju apartemannya.


Hampir pukul 12 malam mobil itu sampai di apartemen elite milik Lee.


Lee memamdang lekat Sisil yang tertidur pulas.tak tega untuk membangunkannya.


Lee pun mengendong tubuh Sisil ala bridel menuju apartemennya dilantai 15.


Setelah keluar dari Lift Lee segera menuju pintu apatemennya,dibukanya pintu itu dengan kartu yang ia gesekkan menggunakan tangan kanannya sambil masih menggendong tubuh Sisil.


setelah masuk Lee masuk kekamarnya dan meletakkan tubuh Sisil diranjang king Size yang sudah lama tidak ia tiduri.


Lee melepas jaket dam sepatu Sisil dengan pelan.lalu.menyelimuti tubuh sisil.

__ADS_1


Lee lalu bergegas kekamar mandi dan mengganti pakaiannya.


Lee menyusul gadisnya yang masih tertidur dengan tenang.Lee berbaring disamping tubuh Sisil,menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik Sisil.


"cantik.....gumamnya...."


Lee mencium kening Sisil dengan lembut.


"Mimpi indah gadisku...." ucap Lee sambil memeluk tubuh Sisil dari samping.mulai memejamkan matanya yang sudah sangat mengantuk.aroma mawar ditubuh Sisil membuat Lee merasa tenang dan nyaman.


Pagi hari pukul 07.00


Sisil mulai menggeliat,merenggangkan tubuhnya.tapi terasa berat diperutnya.Sisil meraba apa yang ada diatas tubuhnya.


Perlahan membuka matanya.


Betapa terkejutnya dia melihat Lee sedang tidur didepannya.ia segera mengecek tubuhnya sendiri.Sisil langsung merasa lega karena pakaian ditubuhnya masih menempel dengan utuh.


Tangan besar Lee memeluk erat perut Sisil.


Lalu pandangan Sisil menangkap tempat yang asing dihadapannya saat ini.bukan kosnya.


Ia pun melihat kearah wajah tampan yang masih tertidur tenang dihadapannya.tak pernah ia bayangkan sebelumnya bisa tidur bersama pria setampan Lee juga bisa memandang dengan jelas pahatan sempurna dari sang pencipta itu.


Untuk beberapa saat Sisil menikmati wajah tampan itu.lalu ia dengan pelan berusaha menggeser tangan besar yang berada diperutnya.tapi ternyata sungguh sulit.


Dengan terpaksa Sisil menususuk nusuk dada Lee dengan jarinya,mencoba membangunkannya.


Lee yang merasa ada sentuhan didadanya terbangun dari tidurnya.Lee langsung ingat didepannya sudah ada gadisnya.


"sudah bangun......?morning Kiss.," ucap Lee dengan suara parau lalu dengan cepat mencium kening Sisil.


Sisil merasa sangat gugup mencoba untuk beranjak dari posisinya tapi ditahan oleh Lee


"lepasin Sisil pak....dan ini dimana?"


"ini diapartemenku...." ucap Lee sambil masih berbaring memeluk Sisil.


"apa??? kenapa bapak tidak mengantar Sisil kekos?''


Lee terseyum simpul.


" Mulai sekarang kau tinggal disini sayang ...aku tidak mau kau tinggal disana lagi..."ucap Lee tegas.


"Sisil gak mau....." ucapnya sambil mencoba bangun.


"aku tidak suka dibantah....dan diamlah dulu atau aku akan memakanmu sekarang!" ucap Lee membuat bulu kuduk Sisil meremang.


Sisilpun hanya bisa diam sambil memalingkan wajahnya karena Lee masih berbaring memeluknya.


Dengan posisi seperti itu membuat sisil merasa sangat gugup.menghirup aroma tubuh Lee dari dekat membuat jantungnya berdetak sangat cepat.ia begitu sangat bahagia tapi Sisil belum mau mengakuinya.dan masih bersikap biasa didepan Lee.

__ADS_1


"sayang hari ini kau masuk kerja kan aku juga akan berangkat kekantor.tapi sebelumnya buatkan aku sarapan dulu ya." ucap Lee yang masih memandangi wajah Sisil.


"yasudah lepasin sisil dulu pak....Sisil buatin sarapan...." ucap Sisil yang belum mau memandang kearah Lee.


"apa kau tidak suka berada didekatku..?.kenapa kau memalingkan wajahmu....aku akan melepaskan pelukanku asal kau kau mau memandangku dulu...!"


Dengan terpaksa Sisil menoleh kearah Lee,bersamaan dengan Lee yang mendekatkan wajahnya.hingga bibir keduanya saling bertemu.ciuman yang walau hanya beberapa detik membuat keduanya merasa bahagia meskipun Sisil terlihat sangat terkejut.


"Morning Kiss yang sebenarnya sudah kudapat...yasudah aku mandi dulu....!" Ucap Lee yang langsung beranjak dari ranjangnya lalu masuk kedalam kamar mandi mewahnya.


Sementara Sisil masih bengong dengan serangan Lee tadi.


Gadis itu segera menuju dapur.membuka lemari pendingin untuk melihat ada bahan baku makanan apa yang bisa ia masak.


Sisil sempat terpukau dengan dekorasi dan interior aparteman mewah milik Lee yang didominasi dengan warna hitam dan putih ini.melihat kesekeliling aparteman yang terlihat begitu bersih,rapi dan menawan.


akhirnya Sisil memutuskan untuk memasak nasi goreng yang ia campur dengan sedikit sayuran,sosis dan telur.


Sisil merasa senang bisa memasak didapur cantik itu.ini adalah pertama kalinya dirinya memasak untuk seorang pria.


Hingga tubuh Sisil menegang merasakan ada tangan besar yang melilit pinggangnya.aroma segar maskulin begitu terasa.


"sedang masak apa sayang?" tanya Lee yang sudah memeluk Sisil dari belakang sambil wajahnya ia sandarkan diceruk leher Sisil.


"nasi goreng......lepasin Sisil pak....!" ucap Sisil sambil terus mengaduk nasi didalam wajan.


"kenapa kalau aku peluk terus...kau kan kekasihku..."


"Sisil merasa risi pak..." jawab Sisil sambil mulai berontak.


"biasakan sayang.....nanti kalau kita sudah menikah setiap pagi saat kau memasak aku akan memelukmu bahkan lebih dari ini..." ujar Lee spontan yang membuat pipi sisil berubah menjadi merah.


Setelah Sisil sudah selesai memindahkan nasi goreng kedalam dua piring,Lee baru melepas pelukannya.


Sisil baru sadar akan penampilan Lee yang terlihat sangat sexi dengan kaos hitam ketatnya itu.menunjukkan dadanya yang bidang,perut sixpacknya juga otot lengannya yang besar.Lee memang belum menganti pakaiannya dengan pakaian formalnya setelah mandi tadi.


Gadis itu tak penampik pesona seorang Lee yang begitu kuat dihadapannya.hanya saja ia enggan untuk mengakuinya dan berusaha tetap bersikap biasa didepan pria dewasa itu.


Mereka hanya terdiam saat makan.setelah selesai Sisil bergegas mandi dan Lee mengganti bajunya.


Tak lama Lee sudah siap dengan setelan jasnya berwarna grey dan duduk diruang tengah menunggu Sisil.


"Kau sudah siap sayang...ayo kita berangkat sekarang...." ajak Lee saat Sisil sudah berdiri disampingnya.


"Tunggu pak....Sisil ingin bilang kalau Sisil tidak bisa tinggal diapartemen ini....sisil merasa tidak pantas dan Sisil juga khawatir orang orang akan membicarakan Sisil dengan bapak jika Sisil berada disini.''ucap Sisil dengan wajah menunduk.


Lee paham akan maksud gadisnya itu.


" kau tenang saja sayang.....Diapartement ini semua privasi terjaga dengan aman...kau kan kekasihku jadi kau berhak tinggal disini.."ujar Lee yang sudah berdiri didepan Sisil sambil sedikit menundukkan kepalanya mendekat kewajah Sisil.


"tapi pak..."

__ADS_1


"sudah tidak ada tapi tapi an...kau harus patuh padaku sayang.....dan jangan coba coba lari atau membohongiku.....!" ucap Lee tegas dengan tangannya yang sudah menarik jemari Sisil.


Sisil tak tahu lagi bagaimana cara untuk menjauhi Lee.dengan terpaksa saat ini dia harus pasrah patuh pada pria dewasa ini.


__ADS_2