Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Langkah seribu


__ADS_3

Sisil terbangun dari tidurnya disore hari.Saat membuka mata yang pertama kali dilihatnya adalah wajah tampan suaminya yang masih terlelap tidur.


Seyum indah terukir diwajah cantiknya,Tangannya mengusap lembut pipi Lee berulang.


Dengan cepat Lee yang menyadari pergerakan Sisil,Menangkap tangan mungil sisil diwajahnya.


"Kau sudah bangun sayang?" tanya Lee yang masih menutup matanya.


"Hemmm....Apa kau sudah terbangun dari tadi?"


Lee membuka matanya,memandang lekat manik mata Sisil yang hitam pekat.


"Tidak...hanya saja aku sekarang lebih sensitif dengan sentuhanmu Sayang.Bagaimana apa perutmu masih kram?"


"Sudah tidak karena suamiku ini selalu menjagaku dan memelukku hangat,,Apa kau lapar,Ayo kubuatkan makanan!" Ucap Sisil yang hendak bangun tapi tangan kekar Lee menahannya.


Lee mencium lembut bibit Sisil kilat.


"Jangan melakukan apa pun dulu...Hemmm Sayang kau jangan merasa takut lagi.aku akan selalu melindungimu.!"


Sisil terseyum hangat memeluk tubuh suaminya yang menjadi candu untukknya.


"Aku tidak takut jika bersama dirimu,Jangan meninggalkanku!"


"Tentu,,Langkah seribu akan kuambil jika itu menyangkut keselamatanmu,,Kau akan berada diSisiku selamanya.!" ucap Lee lembut dengan pelukannya yang semakin mengerat pada tubuh Sisil.


Tok tok tok,suara ketukan pintu menghentikan keromantisan mereka.


"Biar aku yang membukanya Sayang!" Lee segera bangun dan membuka pintu kamarnya.


"Maaf tuan Mengganggu.Didepan sudah ada tamu yang datang.seorang pria asing bertubuh tinggi besar.!" ucap pelayan itu pada Lee.


"Dia sudah tiba rupanya.suruh dia masuk dan menungguku diruang tamu.!"


"Baik tuan!" Pelayan itu segera turun.


"Aku kebawah dulu ya Sayang!" ucap Lee menghampiri Sisil yang sudah duduk diranjang.


"Aku ikut kebawah ya?"


"Yasudah ayo....!" Lee segera menggenggam jemari Sisil lalu turun kelantai bawah.


Miceal Jung sudah nampak duduk diruang tamu.


"Akhirnya kau sampai juga!" ucap Lee yang muncul bersama Sisil.


Pria bertubuh tinggi besar itu berdiri dan menunduk hormat.


"Selamat sore Tuan dan Nyonya Lee.Senang saya bisa datang kemari!"


"Duduklah...!" perintah Lee.


"Kau sudah tau bukan tugasmu,Intinya adalah Lindungi istriku dari Gerald Liu.Kau pasti sudah hafal bukan orangnya.Laporkan juga padaku jika ada yang mencurigakan!"

__ADS_1


"iya Tuan.!"


"Beristirahatlah dulu,aku sudah menyiapkan kamar untukmu dilantai bawah ini.Besok kau baru mulai bekerja!"


"Baik tuan.Terima kasih."


Miceal Jung pergi kemarnya diantar seorang pelayan.


Malam hari disebuah restoran mewah dikota besar itu.Nampak seorang Gerald Liu duduk berhadapan dengan seorang wanita cantik yang sudah ia kenal lama.


"Untuk apa kau mengajakku bertemu Nona Dilan Fang?"


Wanita cantik itu adalah Dilan Fang adik dari Daren Fang.Wanita yang masih sangat mengharapkan mantan kekasihnya yaitu Lee kembali kepelukannya.Dilan tahu kalo Kedatangan Seorang Gerald Liu keIndonesia karena pria bermata biru itu sangat menyukai istri Lee.


Dilan sudah lama mengenal.Gerald saat masih menjadi kekasih Lee dulu.


Dilan terseyum licik pada Gerald.


"Sebelumnya aku mengucapkan selamat datang dulu kenegaraku tuan Gerald,dan sudah lama aku tidak berjumpa denganmu.Aku juga sangat tahu apa maksud kedatanganmu keIndonesia,Jadi Aku ingin menawarkan kerja sama denganmu!"


Flash back


Siang tadi Dilan yang baru saja kembali kerumah berjalan menuju kamarnya.Tak sengaja ia melihat kakaknya Daren Fang tengah berbicara serius lewat sambungan telpon diruang kerjanya yang kebetulan pintunya terbuka sedikit.


Dilan menguping pembicaraan kakaknya dengan seksama.


"Cari tahu kelemahan Gerald Liu,,Aku tak ingin dia mengganggu kehidupan istri Lee terus menerus.Dan Cari tahu apa kerja sama yang akan Gerald jalin dinegara ini.Satu hal lagi awasi pergerakannya.!" ucap Daren dengan nada lugas.


Dilan yang mendengar langsung menutup mulutnya rapat.


Ia pun segera menyuruh seseorang untuk menghubungi Gerald untuk membuat janji bertemu.


Flasback Off.


Gerald mengerutkan kedua alisnya.


"Kerja sama?apa itu menguntungkan untukku?tanya Gerald datar.


" Aku bisa membawa Sisil kehadapanmu,lalu kau bisa membawanya pergi bersamamu sejauhu mungkin.sementara itu aku bisa mendapatkan Lee kembali tanpa ada gangguan lagi.bagaimana?"Tawar Dilan.


Gerald tertawa reyah memandang Dilan.


"Ternyata kau masih mencantai Lee?Tak kusangka adik seorang Dareng Fang bisa selicik ini!"


"Apa kau setuju?"Tanya Dilan memastikan.


"Apa kau sudah memikirkan resikonya.bahkan yang lebih parah kau bisa kehilangan kakakmu,karena aku juga tahu dulu kakakmu juga sangat memcintai Sisil.!'


" Aku sudah memikirkannya.Karena alasan itu aku sangat membenci Sisil,dia merebut semua orang yang menyanyangiku!"Ucap Dilan yang penuh amarah dan benci.


"Baiklah kalau kau yang memaksa!"


"Okey,Dua hari lagi aku akan membawanya padamu!"

__ADS_1


"Antar ke Mansionku!"


Dilan hanya mengangguk dan terseyum lalu pergi meninggalkan Gerald yang masih menikmati kopinya.


"Apa harus dengan cara ini untuk ku bisa dekat denganmu Sil!" gumam Gerald dengan sorot mata menerawang jauh.


Keesokan harinya.


Lee bersama Nino,Daren bersama Bily dan Dian bersama Rangga menghadiri sebuah Metiing besar yang dihadiri oleh para pengusaha sukses.Meeting yang akan membahas sebuah tander besar yang membutuhkan modal yang cukup besar dengan beberapa insvestor yang juga akan hadir dengan penanaman modal hingga bernilai trilyunan.


Semua sudah duduk dikursi mereka masing masing hingga seseorang mengenalkan kepada semuanya bahwa ada seorang insvestor asing yang akan ikut menanam modal dengan nilai fantastis.


Wajah Lee,Daren dan Dina seketika terkejut melihat siapa yang baru saja hadir diruangan tersebut.


Gerald Liu bersama Asisten nya berjalan dengan santainya memasuki ruang meeting yang besar itu.Sorot matanya langsung menatap kearah mata Lee yang sudah menahan amarahnya.


"Jadi ini Rencananya....Dia ingin membuat aku berhutang padanya,Awas kau Gerald!" gumam Lee dengan emosi yang sudah memuncak.


"Tenang Lee jangan bersikap emosi.Kita lihat dulu apa maunya!" ucap Daren yang menasehati Lee.


Dina yang melihat keduanya sudah diliputi amarah merasa ikut takut dan gugup.


Tak pernah Dina banyangkan sebelumnya Gerald akan menjadi insvestor terbesar diproyek kali ini.


"Selamat Siang kepada seluruh pemimpin perusahaan yang hadir dan seluruh staf.Saya Gerald Liu,saya Ceo GL corporation ingin menjadi investor terbesar diproyek ini,saya berharap proyek ini memberikan keuntungan yang besar juga pada saya.!" ucap Gerald dengan tenangnya.


Semua pun merasa senang karena ada suntikan dana segar untuk proyek ini tapi tidak untuk Lee,Daren dan Dina.


Setelah beberapa saat Meeting pun sekesai,semua orang sudah keluar ruangan menyisakan Gerarld ,Lee dan Daren saja.


Lee yang sudah tidak bisa menahan emosinya langsung mendekati Gerald yang sudah berdiri menatapnya.


"Untuk.apa kau datang kesini Breng...k?apa pukulanku tempo hari diKorea masih kurang untukmu!" ucap Lee yang mencekeram kuat kerah kemeja Gerald dengan sorot mata yang mematikan.


"Tenang lah Lee,,,bagaimana kabarmu sebulan ini.....Aku.kesini karena ingin ikut andil dalam.proyek besar ini.kenapa apa kau keberatan?"


"Iya aku keberatan sebaiknya secepatnya kau tarik semua uangmu itu, kami tidak memerlukannya.!" ucap Lee tegas.


",Benarkah....tapi yang kudengar Proyek ini masih kekurangan dana.!" ujar spontan Gerald yang membuat Lee semakin marah.


Daren yang melihat keduanya bersitegang langsung melerai keduanya.


"Tenanglah Lee....kau harus menahan emosimu.ingat Sisil menunggumu dirumah jangan lakukan hal bodoh!" ucap Daren sambil mengusap bahu Lee.


Lee pun melepas pegangannya.


"Jangan Ganggu Istriku lagi Daren,kau sudah membuatnya sangat ketakutan.Jangan membuat kesabaranku habis dengan tingkah gilamu!"


"Aku ingin melihat sejauh mana kau melindungi istrimu Lee!" ucap Gerald dengan seyum tipisnya.seakan mengajak Lee untuk berperang dengannya.


"Dengan cara apapun Gerald!aku pastikan kau tak akan bisa mendekati Istriku meskipun kau ingin membuat perusahaanku bangkrut dengan pinjaman modal darimu itu!" ucap Lee lalu meninggalkan Gerald diikuti Daren.


Gerald terseyum puas karena sudah berhasil memancing emosi Lee.

__ADS_1


"Kita lihat cinta mana yang lebih besar Lee,Cintaku atau cintamu?"


__ADS_2