
Hari berlalu dengan cepat.Sore ini Sisil sudah terlihat keluar dari tokonya.bersiap untuk acara Ulang tahun perusahaan Lee malam ini.
Satu mobil mewah BMW silver sudah menunggunya diparkiran dengan pemiliknya yang sudah bersandar dikap depan mobilnya.
Dengan memakai kaca mata hitam yang semakin membuat Lee terlihat lebih tampan.
"Ayo sayang"
Sisil mendekati pria itu dengan seyum simpulnya.Lee dengan cepat membukakan pintu untuk gadisnya.
Mereka segera menuju kebutik Feiluo.
Tak sampai 30 menit mereka sudah sampai dan langsung masuk kebutik.
Sisil sempat tertegun melihat Butik Feiluo yang terlihat besar dan mewah.
Lee terus menggenggam tangan Sisil.
"Nyonya Fei sudah menunggu tuan dan nona dilantai atas Silahkan...." ucap seorang pegawai pada Lee dan Sisil dan mengantar mereka kelantai dua.
"Kalian sudah datang rupanya....!" ucap Feiluo yang melihat kedatangan sepasang sejoli itu.
"acaranya tiga jam lagi kak jadi aku ingin istirahat dulu sebentar disini...oh ya mana jas ku kak,kakak sudah menyiapkannyakan?" ucap Lee yang sudah duduk disofa panjang diruangan itu.
Feiluo segera mengambil satu stel Jas mewah berwarna hitam berbalut plastik transparan yang sudah tergantung dilemari etalasenya.
"tentu adikku yang tampan...pakailah...aku yang merancangnya sendiri..." ucap Feiluo sambil memberikan jas itu pada Lee.
Lee terseyum tipis melihat jas rancangan kakaknya.
"Sil sebaiknya kau mandi dulu dikamar mandi itu baru kau bisa dirias..aku sudah memanggil beberapa MOA kesini untuk meriasmu.." ucap Feiluo sambil menujukkan kamar mandi pribadinya diruang kerjanya ini.
Sisil pun menuruti perintah Feiluo untuk segera mandi.
Tak lama sudah keluar dari kamar mandi.para MOA sudah Siap dengan peralatan Make upnya.
Sisil terlihat gugup dan berdiri memaku.
"Kak Fei apa ini tidak berlebihan..?"
"tidak Sil,ini kan acara spesial jadi wajar kalau kau berhias..." ucap Feiluo sambil melirik kearah Lee.
"Yasudah Sayang aku tinggal dulu,kita bertemu disana,kak aku titip Sisil.." pamit Lee lalu beranjak pergi dari butik kakaknya.
Feiluo hanya terseyum melihat kearah adiknya.
__ADS_1
Sisilpun sudah duduk didepan sebuah kaca yang ckup besar dengan lampu yang terang.
"Lakukan tugas kalian dengan sempurna...aku ingin calon adik iparku ini terlihat mempesona" perintah Feiluo dengan tegas.
"Baik nyonya" jawab serempak para MoA itu.
Feiluo pun segera menghubungi mamanya yang berada dirumah.
"Hallo ma ,,sekarang Sisil sedang dimake Up.tolong dandani Lion ya ma aku sudah menyiapkan bajunya dilemari.Sampai jumpa Ma...kita bertemu dihotel." ucap Feiluo lalu menutup panggilannya.
Feiluo segera mandi juga dan bersiap diri,,dia juga menyuruh MoA untuk meriasnya.
Dua jam lebih telah berlalu.
Diapartement Lee.pria dewasa itu sudah berpenampilan rapi,terlihat begitu tampan dan sangat berwibawa dengan setelan jas pemberian kakaknya.dengan model rambut yang terlihat fres membuat aura ketampanan seorang Lee semakin kuat.
Lee bersama Nino yang juga sudah nampak rapi berangkat menuju hotel tempat acara dimulai.
Dibutik Sisil yang sudah selesai dirias keluar dari ruang wadrope.Begitu terpukaunya Feiluo melihat penampilan Sisil yang begitu cantik dan anggun dengan make up dan baju rancangannya yang berwarna hitam.Yang tentunya berharga fantastis.
Feiluo tak menyangka Gadis sepolos Sisil bisa terlihat begitu mempesona seperti ini.ia sangat yakin Kalau adiknya akan semakin tergila gila dengan Sisil.
"kakak begitu terpukau dengan penampilanmu Sil,kau begitu cantik...." puji Feiluo didepan Sisil.
"kakak jangan memuji Sisil seperti itu..kak apa gaun ini tidak terlalu terbuka Sisil malu kak..." ucap Sisil ragu.
"Yasudah ayo kita berangkat."
Feiluo mengandeng tangan Sisil yang berjalan pelan.karena belum terbiasa memakai sepatu higt hils.
Diruang tunggu.
Lee terlihat termenung dan merasa gugup.
Hingga acara pun dimulai,Lee masuk keruangan itu dan mulai menyalami tamu tamu yang hadir di hotel bintang lima itu.
Daren dan Dilan datang bersama.Lee dengan sikap biasanya mau menyalami mereka.
"Terima kasih kalian sudah mau hadir" ucap Lee dengan seyum simpulnya.
Sementara Daren hanya terdiam,justru Dilan yang menjawab ucapan Lee.
"Tentu Lee kami pasti datang.Selamat Ulang tahun untuk Perusahaanmu Lee"ucap Dilan dengan seyumnya lalu berlalu mengandeng tangan kakaknya.Keduanya berlalu mencari tempat nyaman sambil mememui tamu tamu yang lain.
__ADS_1
Denis dengan beberapa petinggi perusahaannya pun juga sudah terlihat datang.Lee pun menyalami mereka.
Suasana ditempat itu sudah terlihat sangat ramai.Dengan para tamu yang didominasi kaum adam petinggi dari berbagai perusahaan dan kalangan atas.semua berkumpul diacara itu.juga ada begitu banyak reporter dan wartawan yang meliput.karena tidak dipungkiri perusahaan Lee sangat terkenal dan berpengaruh didalam dan diluar negeri dengan banyak nya anak cabang perusahaan yang tersebar luas.
Nyonya Micell dan Lion juga sudah sampai dari tadi.
Lee masih menunggu kehadiran gadis yang ia cintai.
Tak lama sebuah mobil mewah berhenti tepat didepan pintu masuk Hotel.
Sisil turun dan berjalan pelan menuju tempat acara itu didampingi Feiluo.papa wartawan yabg berada diluar sempat dibuat penasaran dengan siapa tamu yang baru saja tiba itu.
Dengan pelan Sisil turun dari dalam mobil.
Seyuman indah selalu menghiasi wajah cantiknya.walaupun sebenarnya hatinya begitu gugup melihat ramainya tempat itu ditambah banyaknya juru kamera yang ada ditempat itu.
Kedua bola mata Lee melebar melihat kehadiran Sisil ditempat itu.
Pandangan Lee untuk sesaat tak bisa berkedip melihat kecantikan Sisil yang begitu mempesona.Lee benar benar tak percaya gadisnya bisa berubah secantik itu.
Semua pandangan tertuju pada Sisil yang begitu mempesona.bahkan para wartawan mengira Sisil adalah tamu elite dari luar negri.
Daren dan Denis hanya bisa tertegun tak berkedip melihat kecantikan Sisil.sedangkan Dilan menelan salivanya kasar seakan ia telah kalah bersaing dengan Sisil.
"kenapa batu usang itu bisa berubah menjadi berlian?" gumam Dilan dalam hatinya.
Daren ingin melangkahkan kakinya mendekati Sisil tapi terhenti karena melihat Lee lebih dulu telah sampai didepan Sisil.
Tatapan keduanya bertemu.merasa sangat gugup dan saling canggung.Feiluo segera meninggalkan mereka berdua dan menemui Lion dan mamanya.
Lee segera mendekat kearah Sisil dan membisikkan sesuatu ditelinga Sisil.
"Sayang kau begitu Cantik...."
Seketika pipi Sisil merona mendengar pujian dari Lee.
Sisil semakin gugup dan hanya bisa terseyum kearah Lee.
Ingin rasanya Lee memeluk Sisil saat itu juga tapi ini belum waktunya.
Pemandangan itu pun tak luput dari kilatan kamera para wartawan.
Sementara ditempatnya,Daren yang melihat kedekatan Lee dan Sisil sudah mulai terbakar cemburu.Untuk sementara Daren hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.menahan segala emosi dihatinya.
__ADS_1
Sedangkan Denis hanya bisa mengagumi kecantikan Sisil dari jauh.menyesali dirinya sendiri yang dari dulu tak berani mengungkapkan perasaannya pada gadis cantik itu.