Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Gila


__ADS_3

Keesokan harinya.


Sisil sudah terbangun dan nampak sudah rapi sedang menata sarapan diatas meja bersama seorang pelayan.


Sedangkan Lee yang terbangun tiba tiba karena suara dering ponselnya.Dengan cepat ia bangun dan melihat bahwa Nino yang pagi pagi sudah menelponnya.


"Ada apa,kenapa pagi pagi kau sudah menghubungiku No?" tanya Lee dengan suara seraknya.


"Gawat tuan.....Dia sudah berada dinegara ini,kemarin sore dia baru saja sampai!" jawab Nino dengan suara gugupnya diujung sambungan.


Lee sontak terbangun dan mengumpat karena terkejut.


"Shitttttttt mau apa dia datang kenegara ini...Kau awasi pergerakannya!"


"Baik tuan!"


Panggilan pun terputus.


"Apa rencanamu Gerald......Sepertinya kau ingin bermain main denganku!" gumammya lirih.


Lee segera menghubungi seseorang.


"Hallo Miceal Jung....datanglah keIndonesia,kau jaga istriku.Akan ku bayar kau dua kali lipat.!"


"Baik tuan,,saya segera berangkat.sore ini saya sudah sampai di Indonesia!" ucap Miceal Jung tegas.


"Bagus" Lee menutup panggilannya.


Ia memang sangat percaya dengan bodyguard yang berasal dari Korea tersebut.tentunya Lee susah sangat mengetahui bagaimana kemanpuan pria berbadan tinggi dan besar itu.Tentunya dengan bayaran yang super mahal,karena bagi Lee tentunya itu tidak menjadi masalah.Keselamatan istrinya adalah nomer satu.


Lee langsung mandi kilat dan segera turun menemui Istri tercintanya.Ia sangat merasa khawatir.


"Pagi sayang!" Lee segera mendekati Sisil dan mencium pipi putihnya.


"Pagi juga....ayo segera sarapan?" Ajak Sisil lalu mereka duduk bersama.


Saat makan Lee banyak diam membuat Sisil merasa aneh.


"Apa ada masalah Sayang?" tanya Sisil yang membuat Lee terhenyak.


Ia tak mungkin bilang pada Sisil,Kalau Gerald ada disini,Ia sangat tahu kalau istrinya itu masih ketakutan pada sosok Gerald.


Lee teseyum simpul kearah Sisil.


"Tidak ada Sayang...oh ya...Nanti sore Miceal Jung akan tiba kesini,aku menyewanya untuk menjagamu selama 24 jam,Apalagi aku sering tak bersamamu."


Sisil mengerutkan keningnya.


"Bodyguard dari korea itu?Sayang kenapa aku harus dijaga Segala...memang sebenarnya ada apa?" tanya Sisil bingung.


"Aku hanya merasa khawatir sayang,saat kau jauh dari pandanganku.,itu saja!"


Sisil mencoba mengerti kekhawatiran suaminya.


Sisil melihat kearah Lee dengan gugup.


"Ada apa Sayang,,sepertinya kau ingin berkata sesuatu?"tanya Lee yang sudah mengerti sifat istrinya.


" Nanti siang aku sudah janji dengan Dina untuk makan siang bersamanya dikantornya.Boleh ya sayang?"


Lee befikir sejenak.


"Apa bersama Daren juga?"


Sisil menjawab dengan ragu sambil memainkan sendok ditanganya.


"iya...tapi jangan cemburu ya.mereka kan sudah resmi pacaran!"


"Tidak Sayang...Justru aku merasa tenang jika ada Daren,setidaknya dia juga bisa menjagamu.Pergilah...tapi jangan terlalu lama ya!"


Sisil terseyum senang lalu memeluk tubuh suaminya yang sudah wangi.


Lee pun segera berangkat keKantor dengan Nino.Setelah sebelumnya mencium kening istrinya.


Sisil terseyum sambil mengusap lembut perut datarnya.


"Sabar ya Sayang belum saatnya Dadymu tau kehadiranmu dirahim mama!" Lirihnya.


Siang Hari diKantor Santosa Group.


Sisil yang nampak mengenakan dres dibawah lutut dengan sepatu flatt nya sudah duduk bersama Dina menunggu kedatangan Daren.


"Sory sedikit telat...biasa jalanan macet,,Ayo kita makan direstoran dekat sini!" ucap Daren yang baru saja tiba.


Tak lama ketiganya sudah suduk disudut ruangan dengan fiew pemandangan indah diluar.

__ADS_1


Sementara disebuah ruang kerja.terlihat Gerald sedang berbicara melalu earphone ditelinganya.


"Dia disana?"


"Iya Tuan..."


"Baik,,Sudah waktunya aku menemuninya?"


"Tapi tuan Gerald,dia bersama Ceo Fang Group, Daren Fang dan CEO santosa Group,bu Dina." ucap anak buah Gerald diujung sambungan.


"Tidak masalah,Daren juga sahabatku.ini akan seru!Terus kau awasi!"


Daren lalu menutup pembicaraan itu.


"Aku datang Cantik" ucapnya sambil terseyum smrik.


Direstoran Mereka sedang menikmati makan siang yang terlihat menggugah selera.Tidak dengan Sisil yang akhir akhir ini nafsu makannya berkurang.


Daren pun juga banyak diam,Dia ingin memberitahu Sisil sesuatu tapi takut membuat wanita cantik itu gugup dan takut.


Dengan ragu Daren memulai perkataannya.


"Sil ada sesuatu yang harus aku beritahukan padamu,,Tapi kau harus janji kau harus tenang.mengerti!"


Sisil dan Dina saling pandang mereka merasa heran pada Daren yang terlihat gugup.


"Ada apa Daren.....jangan buat aku penasaran!" ucap Sisil.


"Ehmmmm sebenarnya,Dia sudah berada disini...Dia baru sampai keIndonesia kemarin Sore!"


Sontal Sisil menjatuhkan sendok dari tangannya.


Ia tahu betul siapa yang dimaksud oleh Daren.


"Maksudmu Gerald Liu,sayang?" tanya Dina yang belum paham.


"Iya Sayang....Dan aku tidak tau apa rencananya datang kesini.Sebaiknya kau harus lebih berhati hati ya Sil!" ucap Daren yang merasa khawatir.


Sisil langsung paham kenapa suaminya memangil Micael Jung untuk menjaganya..


"Aku paham sekarang kenapa suamiku tadi bilang ia sudah menyewa seseorang Bodyguard jauh jauh dari Kores untuk menjagaku.Ternyata suamiku sudah mengetahui kedatangannya!"


Daren mengerutkan kening ya.


"Bodyguard?dari Korea?Apa Miceal Jung?" tanya Daren yang membuat Sisil terkejut.


"Tentu,Aku dulu juga memakai jasanya.Kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.dia begitu kuat dan terlatih.Pilihan tepat Lee memilihnya untuk menjagamu!" jelas Daren.


Tiba tiba seseorang hadir dengan suara datarnya.


",Apa aku bisa bergabung disini?" ucap Gerald yang langsung duduk disebelah Daren berhadapan dengan Sisil.


Sontak kedua mata Sisil dan Gerald membulat.Sisil merasa sangat terkejut,seketika keringat dingin muncul didahinya,tubuhnya terasa lemas karena saking takutnya.


Berbeda dengan Dina yang belum mengenal Gerald.


",Maaf anda siapa,kenapa duduk disini!"


Gerald terseyum miring pada Dina


",Kau pasti Dina kekasih Daren,CeO Santosa Grup...perkenalkan Aku Gerald Liu,pemilik GL Corporation.!" ujar Gerald dengan santainya sambil melirik kearah Sisil yang menunduk.


Dina seketika menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


*Apa...Gerald Liu....Dia disini???dia terlihat sangat tampan dan sangat mapan,tapi kenapa dia mengejar ngejar Sisil,Dasar pria Gila"gumam Dina dalam hatinya.


Daren Langsung menarik kerah kemeja Gerald.


"Untuk apa kau kesini Gerald?" ucap Daren dengan sorot mata yang begitu tajam.


Gerald segera melepaskan genggaman tangan Daren dikerah kemejanya.


"Kenapa kau terlihat khawatir Daren....Tentunya ada urusan pekerjaan yang membuat aku datang jauh jauh dari Korea.Dan satu alasan lagi adalah...Kau pasti sudah tau bukan?" Ucap Gerald dengan seyum tipisnya.Dan lagi lagi melirik kearah Sisil.


"Cepat pergi dari sini atau aku akan menghabisimu!" ujar Daren Tegas.


Gerald sama sekali tisak menghiraukan ucapan Daren lalu menatap Sisil.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Nona Sisil saja Daren.Apa kabar nona Sisil,,sudah sebulan kita tidak bertemu,kau terlihat lebih cantik...!" ucap Gerald sambil menatap Sisil dengan seyum tipisnya.


Pandangan Daren dan Dina begitu tajam pada Gerald.


Sisil perlahan menatap Gerald.


"Saya baik tuan Gerald,,,untuk apa anda kesini tuan?" ucap Sisil dengan tatapan takut.

__ADS_1


"Tentu untuk menemui wanita yang sudah membuatku gila Nona!"


DEG......Jantung Sisil berdetak cepat.ia semakin takut.


Hingga membuatnya merasakan sakit diperutnya secara tiba tiba.Sisil baru menyadari Stres bisa mengganggu kehamilannya.


"Auwwwww auw.......sakit Din!" pekik Sisil sambil memegang perutnya yang sontak membuat Dina,Daren dan Gerald menjadi panik


"Kau kenapa Sil?,Katakan.....!" ujar Dina yang sudah memeluk Sisil,sementara Daren dan Gerald sudah berdiri


"Tolong antar aku pulang....perutku sakit...!" lirih Sisil dengn wajah yang sudah sangat pucat.


Langsung Daren menggendong tubuh Sisil menuju mobilnya diikuti Dina.


Gerald yang hendak ikut langkahnya dihentikan oleh Daren yang menoleh dengan tatapan tajamnya.


"Pergi kau Gerald ,,Kau sudah membuat keadaan Sisil jadi begini.Dan ingat urusan kita belum selesai.!"


Daren dengan cepat melangkah sampai kemobil.


Gerald melihat mereka berlalu dengan sorot mata yang lebih tajam dengan kedua tangan yang mengepal kuat.


Dina segera menghubungi Lee untuk segera pulang.


Tak lama mereka sampai dirumah Sisil.


Daren membaringkan Sisil yang masih sadar diatas kasur king size nya.


"Cepat panggil Dokter sayang!" perintah Daren pada Dina.


Dengan cepat Sisil menggelengkan kepalanya.Ia tak ingin semua tahu kehamilannya.


"Jangan....aku tidak apa apa,hanya Kram saja....karena aku terlalu takut dan gugup.!" ucap Sisil lirih.


Dina pun tak jadi menghubungi dokter.


Tak lama Lee datang bersama Nino dengan wajah Paniknya.


"Sayang apa yang terjadi?"Tanya Lee yang langsung memeluk tubuh Sisil.


" Aku hanya Kram!"jawab Sisil lemah.


Lee pun beberapa saat memeluk tubuh istrinya dengan erat untuk memberi ketenangan.


Daren pun memberi kode pada Lee untuk berbicara diluar.


"Sayang aku keluar sebentar,tidurlah!!ucap Lee lembut.


Sisil hanya mengangguk.


Daren pun berbicara diluar bersama Lee dengan Nino juga.


Tangan Lee mengepal kuat dengan sorot mata kematikan setelah mendengar penuturan Daren.


"Aku tidak bisa tinggal diam,Pria Gila itu sudah menggangu Istriku lagi!"


"Kau harus berfikir dingin dan tenang Lee,Cari langkah yang tepat untuk menghadapi Gerald.Kita sudah hafal bukan sifatnya,Sepertinya kali ini dia tidak.main main!"


"Tuan Daren benar Tuan,Tuan harus berfikir tenang,jangan emosi dan salah mengambil tindakan.!" sambung Nino mengingatkan bosnya itu.


Lee menghela nafasnya kasar


"Baik aku akan memikirkannya dengan baik,Kalian bisa pulang.Terima kasih Daren untuk bantuanmu!"


"Sama Sama Lee,Aku pergi dulu!" Daren pun memanggil Dina yang ada dikamar bersama Sisil.


"Aku pulang dulu ya Sil,jaga dirimu baik baik.kalau ada apa apa kau bisa menghubungiku aku ya Sil,Bye!" Dina mencium pipi Sisil lalu pergi bersama Daren.


"Aku tidak kembali lagi kekantor,Kau urus semua pekerjaanku No!" perintah Lee pada Nino.


Nino membungkuk pelan.


",Baik tuan,saya pamit!"


Lee segera masuk kekamarnya.


Lee segera melepas sepatu dan Jasnya lalu berbaring disamping Sisil.Memeluk erat tubuh istrinya.


"Tidurlah....Aku akan menjagamu!" ucap Lee lalu mencium kening Sisil lembut.


"Jangan pergi....!" ucap Sisil lirih yang masih merasa takut.


"Tidak Sayang,aku tak akan kemana mana.Cepat tidurlah!"


Sisil menelungsup kedada bidang Lee,lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


Lee terus memekuk tubuh Sisil sambil mengusap lembut kepala istrinya.


"Kau benar benar sudah Gila Gerald.....Tunggu,aku akan membuatmu jera karena sudah membuat istriku ketakutan seperti ini!Gumam Lee sambil menunduk melihat wajah istrinya.


__ADS_2