Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Membebani


__ADS_3

Hari hari Sisil berjalan dengan saat indah,hubungannya dengan Lee semakin dekat.Dia sudah benar benar sudah menerima pria dewasa itu.meskipun masih ada sedikit keraguan dihatinya.


Sisil bersikap layaknya seorang wanita kepada kekasihnya.Ia sering pergi kekantor Lee hanya untuk sekedar mengantar makanan untuk calon suaminya itu atau menemani pria dewasa itu saat merasa jenuh.


Siang ini seperti biasa gadis itu berada diToko bekery untuk bekerja,meskipun Lee memintanya untuk berhenti bekerja tapi gadis itu menolak.


"Sil kulihat hubunganmu dengan Pak.Lee semakin dekat..aku senang melihatnya...!!Ucap Dina yang berdiri disebelah Sisil.


Sisil terseyum mengarah keDina.


" Ya begitulah Din,Sepertinya hatiku sudah benar benar terbuka untuknya...tapi jujur aku masih ada sedikit keraguan Din...!"


Dina mengusap lembut bahu Sahabatnya.


"Percaya lah lama lama keraguanmu itu akan hilang.Kau cukup lihat betapa seriusnya Pak Lee terhadapmu...,!!"


Sisil mengangguk pelan,ia memahami maksud dari sahabatnya itu.


Sampai terlihat ada seorang Wanita cantik masuk kedalam toko dan mendekati keduanya.Dina dan Sisil langsung menoleh kearah suara.


"Nona Sisil bisa kita bicara sebentar?" Ucap Dilan yang tiba tiba datang menemui Sisil dengan wajah angkuhnya.


Sisil awalnya terkejut melihat kedatangan wanita itu.tapi ia langsung mencoba bersikap biasa.


"Nona Dilan,kau mencariku?"Ucap Sisil dengan ramah.


" Bisa kita bicara empat mata sebentar?"


"Tentu,,,silahkan duduk disana.!!" ajak Sisil setelah mendapat anggukan dari Dina.


"Apa yang ingin kau bicarakan nona??maaf karena ini masih jam kerja,Jadi aku tidak bisa berlama lama...!"ujar Sisil setelah duduk saling berhadapan dengan Dilan disudut ruangan.


Sementara Dina hanya bisa melihat dan mengamati keduanya.


Dilan menatap lurus kearah Sisil.


Flash Back On.


Kejadian setelah pertengkaran Lee dan Deren dipesta waktu itu,Dilan mengajak Kakaknya untuk kembali pulang keapartemen.Dengan pelan Dilan mendudukkan tubuh Daren kakaknya disofa.ia lantas mengobati memar memar yang ada diwajah tampan Daren.


" Apa kakak tadi sudah gila haaa......aku tak menyangka Kakak kenal dengan gadis kampung itu apalagi kakak bisa menyukai gadis itu...!Ucap Dilan dengan suara tinggi.


"Tutup mulutmu Dilan,,Kakak tidak suka kau menghina Sisil...?" ucap Daren dengan nada tinggi juga.


Dilan terseyum siniz sambil menggelengkan kepalanya pelan


"Apa mata kakak sudah buta???Apa hebatnya gadis itu sampai kakak bertaruh nyawa dengan Lee tadi?Kak,diluar sana banyak wanita yang Lebih cantik,Kaya,Sexi dan Pintar Yang menggilaimu,Kenapa kau justru tertarik padanya??"Ucap Dilan yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya.


" Bahkan Lee juga sepertimu...Apa yang gadis itu perbuat hingga kalian berdua bisa segila ini...!!"imbuh Dilan lagi.


"Yang jelas dia berbeda dengan gadis gadis diluar sana....Terserah kau mau berfikiran apa,Tapi jangan coba coba mengatur atau ikut campur dalam urusan pribadi kakak.Kau mengerti Dilan?"


Daren berdiri meninggalkan Dilan yang masih menatapnya dengan mata yang tajam penuh amarah.


Dilan meremas kuat gaun yang berada dilututnya melihat kakaknya berlalu.


"Dasar gadis Kampung Sialan....!!!Selain Lee kau juga membuat Kakakku gila....!Lihat saja nanti bagaimana aku menghancurkan hubunganmu dengan Lee!" gumam Dilan lirih dengan sorot mata yang masih tajam.

__ADS_1


Flash back Off.


Setelah diam beberapa saat,Tersirat seyum licik diwajah Dilan.


"Jauhi dan tinggalkan Lee serta Kakakku....Kalau kau butuh uang aku bisa memberimu banyak nona Sisil...!" ucap Dilan tanpa basa basi.


Sisil sontak terkejut,ia tak menyangka wanita cantik itu menghinanya sedalam itu.


"Apa mksudmu nona Dilan,,jangan anggap karena kau kaya ,kau bisa mengaturku dengan uangmu.!" jawab Sisil lantang.


Dilan masih terseyum miring.


"Apa kau tak sadar dengan status dan derajatmu..!Kau dengar Aku yang lebih pantas untuk Lee bukan kau.Meskipun Lee mencintaimu tapi apa kau tak merasa kasihan padanya,Diluar sana akan ada banyak cacian dan hinaan untuknya karena memilih gadis biasa sepertimu.Lee itu bukan pria sembarangan,dia dilahirkan dari keluarga bangsawan dan berpendidikan sangat tinggi,sedangkan kau....??Apa kau mau membenaninya dengan keadaanmu nona?" Ucap Dilan panjang lebar mencoba menggoyahkan perasaan Sisil.


Gadis cantik itu tertegun dengan perkataan wanita yang berada didepannya.


"Apa...Membebani???" Ucap Sisil dengan mata nanarnya.


"Iya,Dengan keadaanmu dan keluargamu sekarang bukankah itu akan membebani Lee kedepannya...!"imbuh Dilan dengan lugas.


Sisil hanya diam tak bisa menjawab Perkataan Dilan yang seakan menambah keraguaannya,membuka lebar kesadaran dan pikiran Sisil akan perbedaan yang membentang jauh antara dirinya dan Pria dewasa itu.


" Baiklah aku pergi dulu,pikirkan dengan baik perkataan ku ini nona...!"Ucap Dilan sambil berdiri untuk meninggalkan tempat itu.


Seperginya Dilan,Sisil masih duduk terdiam sambil menundukkan kepalanya yang terasa pening.


Dina yang melihat itu mencoba mendekati sahabatnya itu.


"Jangan dengarkan ucapan wanita jahat itu,Kau harus percaya pada perasaanmu dan pada Pak Lee..!" ucap Dina sambil memeluk sahabatnya itu.


Tanpa terasa air mata sudah jatuh dari pelupuk mata Sisil saat berpelukan dengan sahabatnya itu.


Tak lama setelah sudah merasa tenang,Keduanya melanjutkan pekerjaan mereka.


Pukul 5 Sore,Sisil berjalan pulang melewati trotoar jalan bermaksud mencari taxi karena Lee tak bisa menjemputnya kali ini.


"Baifren Celia Wijaya....!!panggil seorang pria paruh baya yang berwajah oriental berdiri dibelakang Sisil.


Sontak Sisil berbalik mendengar nama lengkapnya dipanggil.


Seketika kedua mata Sisil membulat dan kakinya seakan lemas menahan tubuhnya.


Ia dengan cepat mengenali siapa pria itu.


Pria yang meskipun sudah Sepuluh tahun lebih telah meninggalkannya,ibu dan juga adiknya dulu.


" Ayah....."ucap Lirih Sisil yang diam mematung melihat kearah pria itu.


"Bagaimana kabarmu nak?" Ayah merindukanmu!!"ucap Pria yang berdarah Thailand itu.


Namanya adalah Jim Tshutapak.Pria berusia 48 tahun dengan wajah oriental dan tubuh yang masih terlihat tegap.


Dengan perlahan Jim mendekati putrinya.


Sedangkan Sisil semakin sulit untuk berlari karena kakinya terasa lemas.


"Untuk apa ayah menemuiku lagi setelah sepuluh tahun lebih meninggalkan kami?" Ucap Sisil dengan wajah yang menunjukkan amarah.

__ADS_1


"Maaf kan Ayah nak....Ayah mengakui kesalahan ayah dulu,Sekarang ayah ingin menebus kesalahan Ayah,Kemarin Ayah sudah menemui ibu dan adikmu untuk meminta maaf.Tolong maafkan ayah nak...!Ucap Jim sambil menarik Sisil kesebuah kursi panjang disamping trotoar.


Sisil tak habis pikir dan masih bertanya tanya kenapa ayahnya tiba tiba muncul setelah sekian lama.Jujur didalam hatinya sangat merindukan ayahnya tapi dia juga sangat membenci pria yang sudah dengan tega meninggalkan keluarganya begitu saja demi wanita lain.


" Aku sudah memaafkanmu tapi aku tidak mau mengenalmu lagi.!"Ucap Sisil sambil berdiri dari duduknya dengan wajah datar.


"Ayah dengar Kau akan menikah dengan pegusaha muda, Apa ayah bisa meminta bantuanmu?" Ucap Jim yang tak merasa malu.


Seketika Sisil mengerutkan keningnya.


"Bagaimana Kau bisa Tahu ,,Apa ini tujuanmu datang menemuiku?''


" Ayah tau karena ada banyak media surat kabar dan elektronik yang mengabarkan beritamu!"


"Lalu,apa maumu?" tanya Sisil dengan lugas.


"Ayah butuh Uang nak,Ayah terlilit hutang.Mungkin kau bisa meminjamkan ayah uang pada calon suamimu yang kaya itu.!!" ucap Jim tanpa ragu.


Seketika Sisil merasa emosi dengan ucapan pria itu.


"Apa .....???apa kau tak punya malu?Maaf tapi aku tidak bisa,Lagipula aku sudah tidak punya hubungan lagi dengannya.Kau mengerti!!!!" Ujar Sisil lalu berlari meninggalkan ayahnya.


"Jika kau tak bisa membantu,maka Ayah sendiri yang akan menemui pria itu...!!" teriak Jim yang dapat didengar oleh Sisil.


Sisil berhenti dan menoleh kearah ayahnya.


"Jangan coba coba menemuinya,Aku sudah tidak punya hubungan dengannya.Tolong jangan mempermalukanku...!!" ucap Sisil tegas lalu melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Jim ayahnya yang masih duduk.


Jim hanya terseyum miring melihat kepergian putrinya.


Sementara perasaan Sisil menjadi kacau balau.


Sampai diapartemanmu pun Sisil hanya mengurung diri dikamar.Perkataan Dilan dan Ayahnya selalu berputar diotaknya.


Sisil masih melamun sampai malam,sampai tak menyadari kepulangan Lee.


"Apa yang kau pikirkan Sayang...?" ucap Lee yang sudah selesai mandi.


Sontak Sisil tersadar dari lamunannya dan menoleh kearah Lee yang sudah duduk diatas ranjang bersamanya.


Sisil menatap Lekat Lee,lalu terseyum simpul.


"Aku tidak memikirkan apa apa,Aku hanya kelelahan saja,Aku tidur dulu ya...!!" ujar Sisil lalu merebahkan tubuhnya menyamping memunggungi Lee.


Lee mengerutkan keningnya


Ia menyadari ada keanehan pada diri calon istrinya itu.Tapi Lee belum berani bertanya.Ia akan menunggu sampai Sisil mau bercerita sendiri padanya.


Lee mencium pipi Sisil dari samping.


"Tidurlah Sayang,Mimpi indah....!" ucap Lee lalu beranjak untuk keluar kamar.


"Maafkan aku Sayang.......Apa aku ini benar benar akan membebanimu.....Aku tidak mau kau susah karena aku....!!!Lirih Sisil sambil menangis terisak.


Ia benar benar dalam keadaan yang kacau.Apalagi setelah mengetahui ayahnya yang datang menemuinya lagi hanya untuk uang Lee.


Keraguannya bertambah besar.Kata kata membebani sangat memukul hatinya.

__ADS_1


Semalaman Sisil menangis dalam diam.mencoba menyembunyikan semuanya dari Lee.


__ADS_2