
Setelah dua hari sisil sakit,hari ini Gadis itu bisa kembali masuk kerja.
Sisil dan Dina terlihat sudah berdiri dimeja kasir menunggu pengunjung yang datang.
"Sil dua hari yang lalu ada pria yang mencari kamu kesini...itu lho yang bawa anak kecil nangis truz kamu tenangin." ucap dina sambil menatap kearah sisil.
"iya itu pak lee...dia kekost kok!" jawab sisil santai.
"pak.lee???ke kost???" kamu sepertinya sudah akbrab dengannya ya sil??"
"ya begitulah.." jawab sisil menggantung.membuat Dina semakin penasaran.
Dengan wajah serius dina menatap Sisil.
"Sil kamu jangan dekat''sama pria yang sudah beristri,,gak baik...."
Sisil hanya terseyum simpul kearah Dina.
"kok kamu malah terseyum sich sil,aku serius.wanita yang tempo hari datang bersama anak lelaki yang sama itu istrinya kan?" tanya Dina lagi.
"hemmmm dina,pak lee itu masih single...dan wanita yang kesini itu kakaknya.kak Fei namanya...."
"whatttt single sil....tapi kok anak itu panggil dady sama pak Lee itu.?tanya dina yang masih penasaran.
" hubungan mereka sangat dekat,bahkan pak lee sangat menyanyangi Lion makanya Lion panggil om nya dengan sebutan Dady.paham??"
"wahhhh aku benar benar tidak menyangka pria dewasa,mapan,dan super tampan itu masih single...memang berapa umurnya sil?"
"36 tahun" jawab sisil dengan menaikkan kedua alisnya.
"Haaaaa......udah tua dong....itu mah pantasnya jadi om kita....."ujar Dina spontan
"enak aja bilang udah tua,,matang din bukan tua......walaupun umur segitu tapi wajah dan penampilannya seperti masih umur 20 an kan...???
" iya matang....dasar....
memang aku akui pak Lee itu sempurna...terlihat masih muda.siapa sihc wanita yang gak mau sama dia....tapi apa gak aneh sil...masak diumur dia yang udah segitu dia masih sendiri...???"
Kata kata Dina membuat Sisil terdiam.memang benar apa yang dikatakan sahabatnya itu barusan.kenapa pak Lee masih sendiri diumur yang sudah matang sekarang...
Digedung Hans grup.
Lee sedang melakukan meeting dengan beberapa direksi dikantornya.
setelah beberapa jam menjalani meeting yang ckup membuat pikirannya lelah akhirnya keluar dari ruang dilantai lima itu dengan wajah yang kesal.
Ada beberapa masalah yang terjadi diperusahaannya
.
"No cepat cari tahu siapa orang yang berani bermain dibelakangku...aku tak ingin ada penghianat diperusahaanku" perintah Lee dengan nada tinggi pada Nino saat sudah sampai diruangannya.
"baik pak,saya akan mencari tahu secepat mungkin dan serapi mungkin." jawan Nino dengan penuh keyakinan.
"bagus aku tunggu hasil secepatnya."
"sepertinya suasana hati bos sedang tidak bagus bagaimana kalau kita pergi makan diluar bos...ini kan sudah sangat siang."
Ucap Nino sambil menunjuk jam tangan miliknya yang jarumnya sudah mengarah ke angka 2.
Memang meeting tadi berlangsung cukup lama hingga lee tak sadar sudah melewatkan jam makan siangnya.
Meeting tadi juga membuat suasana hari Lee menjadi buruk seketika.
"yasudah ayo kita makan diluar...!" ujak Lee pada Nino.
__ADS_1
kemudian mereka bergegas segera keluar kantor.
"Kita mau kerestoran mana bos?" tanya Nino yang sudah duduk dikursi kemudi mobil BmW hitam itu.sedangkan Lee sudah duduk dikursi belakang.
"ke Toko bekery gadis kecil itu!ucap lee datar.
" toko bekery bos??"tanya Nino memastikan.
"iya... apa kau tak mendengar ucapanku...tidak apa apa kan kita makan siang dengan menu kue atau cake dan Ice cream.??"jawab lee dengan santainya.
" iya bos..."Tentu Nino tak berani membantah perintah bosnya itu.karena ia tak ingin membuat suasana hati bosnya itu tambah buruk.
Nino jadi ingat gadis kecil yang dimaksud bosnya itu..yah Sisil....bukannya beberapa hari yang lalu bosnya itu meminta data lengkap tentang gadis muda itu.
Nino merasa ada yang aneh dengan bosnya itu.mungkinkah......????
"Bos ingin ketemu mbak Sisil ya bos" Nino keceplosan.
Lee membelalakkan matanya kearah nino.tanpa mengatakan sepatah katapun.
**apa yang terjadi padaku...benar kata Nino,,,kenapa aku ingin bertemu sisil??padahal baru dua hari yang lalu aku bersamanya.apa ini Rindu.....???"**gumam Lee dalam hatinya hingga tanpa sadar ada seyum terukir diwajah tampannya sambil melihat kearah samping jendela mobil.
Nino yang melihat itu dari kaca spion diatasnya merasa sudah paham dengan rasa penasarannya.karena jarang jarang bosnya itu bisa perhatian dengan seorang gadis.
Nino berharap semoga harapan nya kali ini menjadi kenyataan.Nino ingin bosnya itu segera mendapatkan pendamping hidup meski jarak umur yang terpaut jauh.
Tak lama mobil mewah itu sudah terparkir didepan toko bekery yang dimaksud.
Nino turun dan mengintari mobil untuk.membukakan pintu bosnya.
Lee pun keluar dengan wajah datarnya tapi tetap terlihat menawan.ia langsung masuk ketoko diikuti Nino dibelakangnya.
Lee memperhatikan sekililing toko ternyata gadis yang ia cari sedang sibuk menata kue dietalase kaca dekat meja kasir.gadis sedang fokus dengan kesibukannya sampai ia tak tahu siapa yang datang.
"ehemm..." suara deheman lee sambil mendekati sisil.
suara Lee membuat sisil menoleh dan seketika terkejut.
"pak Lee...anda kesini??Selamat datang ada yang bisa sisil bantu?" sisil sudah berdiri didepan meja kasir sementara dina masih ditoilet.
"aku dan asistenku ingin makan cake disini...berikan aku cake yg terenak !!" ujar Lee sambil memberitahu sisil keberadaan nino dengan pandangannya.
"No kau ingin makan yang mana kau tunjuk saja..." tanya Lee pada nino yang mendekat.
"selamat datang pak Nino,senang bisa berjumpa lagi dengan anda,silahlah anda pilih yang mana yang ingin anda makan?''ucap Sisil sambil matanya menunjuk kearah etalase.
Saat itu tiba tiba Dina muncul dari belakang.melihat siapa yang sedang dilayani sisil membuat dina terkejut.apalagi pria itu membawa teman yang tak kalah tampan.
" pilihkan saja yang paling enak menurutmu sil atau samakan saja dengan pesanan pak Lee."
"baik..." jawab sisil sambil mengambil dua nampan yang ingin ia isi dengan cake spesial dan ICe cream pesanan dua pria tampan yang masih berdiri didepannya.
Dina pun mendekat dan membantu sisil,setelah siap Lee dan Nino membawa nampan mereka masing masing setelah sebelumnya Lee sudah membayar semua tagihannya.
Lee dan Nino memilih duduk disudut toko berdekatan dengan jendela kaca yang memperlihatkan pemandangan luar toko.
Melihat kedua pria itu sudah mulai menikmati hidangan mereka masing masing.Sisil terseyum sambil terus melanjutkan pekerjaannya.
"Sil tumben pria itu kesini...pasti nyariin kamu ya?" tanya Dina tiba tiba disamping sisil.
"ngawurrr,...pak Lee kesini ya mau makan cake toko kita lah" jawab Sisil mengelak sambil menutupi kebahagiannya karena bisa bertemu Lee lagi."
"masak sich....aku tak percaya...tapi sil siapa pria yang bersama pak Lee itu?"tanya Dina yang sudah penasaran dari tadi.
"owww itu pak Nino,asisten sekaligus tangan kanan pak Lee...kenapa naksir ya??" ucap sisil terkekeh menggoda sahabatnya itu.
__ADS_1
"Enak saja,aku cuma tanya.....emang gak boleh ya,,,menyebalkan..." jawab Dina sambil mencubit kecil lengan sisil.
"Auwwww...sakit din" sisil kesakitan dan mengusap lengannya.
Dari tempatnya ternyata Lee mempehatikan Sisil yang sedang asyik bercanda dengan sahabatnya itu.mata Lee tak bisa lepas dari wajah cantik Sisil yang selalu terseyum.
hingga seyum simpul muncul diwajah tampan Lee.
Hal itu tidak luput dari pengawasan nino yang duduk berhadapan dengan Lee.
Nino ikut senang melihat mood Bosnya itu kembali ke mode senangnya.
"Wah sepertinya mood Bos sudah normal,, anda terlihat sangat bahagia bos..."ujar spontan Nino sambil menatap boznya.
" apaa menurutmu begitu....???sudah cepat habiskan cake mu....lalu kita kembali kekantor.."ujar Lee dengan wajah datarnya.
"bos gak mau lama lama disini....?ucap nino terkekeh.
" apa maksudmu.....???wajah Lee sudah mulai terlihat kesal.
Tapi itu tak berlangsung lama,saat Sisil tiba tiba sudah berada di samping Lee.
"bagaimana pak,cake spesial kami lezat kan??" tanya Sisil mengagetkan Lee.
"huummmm lumayan....." jawab singkat Lee menutupi kegugupannya.
"saya hanya ingin sekali lagi berterima kasih pada bapak,karena bapak sudah merawat saya kemarin dikost." ucap sisil dengan sedikit memberi hormat pada Lee.
Sementara Nino terkejut dengan ucapan Sisil barusan.
"Di kost.........?" ucap nino menggantung dengan banyak pertanyaan dikepalanya.
Lee segera sadar perubahan sikap asistennya itu.
Lee segera berdiri menarik lengan jas nino.
"kami kembali kekantor dulu ya sil...." ucap Lee yang berubah salah tingkah sambil berjalan keluar toko.
tapi baru beberapa langkah Lee berhenti dan menoleh kearah sisil.
"soal yang kemarin kau jangan sungkan.." lee melanjutkan langkahnya sambil tangannya masih menarik lengan jas nino.
Nino berusaha berontak.
"boz saya kan belum selesai makan kenapa buru buru......?" protes nino.
Namun Lee tetap menariknya sampai didepan mobil.
Melihat tingkah laku pria dewasa itu,Sisil hanya terseyum simpul,baginya sosok pak Lee tidak sedingin saat pertama kali bertemu dengannya.
Saat didalam mobil Nino memasang muka cemberutnya.sementara Lee berusaha menenangkan pikirannya karena terlalu gugup didepan Sisil.
''Jadi bos udah pernah kekosnya mb sisil ya??wah hebattt bos......tak kusangka bos sangat cepat bertindak...." perkataan Nino meluncur begitu saja.tanpa menoleh kearah belakang tempat bosnya duduk.
"sudah diam ,tutup mulutmu....cepat lajukan mobilnya ke kantor." ucap Lee dengan kesal.
"siappp bos......" Nino terseyum melihat sikap bosnya itu dan langsung melajukan mobil sedan mewah itu dengan cepat menembus jalanan kota bandung.
ditoko sisil sedang membereskan piring sisa pak Lee dan nino tadi.seyum masih menghiasi wajah cantiknya mengingat sikap pak Lee tadi.
"Wah kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nich...." ledek Dina yang tiba tiba berada didepan sisil sambil nyengir.
"ngomong apa sich kamu din....kalau kedengeran orang lain,malu......" elak sisil sambil berjalan kepantry membawa nampan berisi piring dan gelas kotor.
"ehhh sil jangan menghindar dong......ngaku aja deh....gk papa walaupun umur dia tua tapi guantenggg kok hahahaha...." ledek Dina yang membuat sisil menoleh dengan tatapan tajamnya.seketika dina berhenti tertawa.ia takut dimangsa singa betina yang lagi marah.
__ADS_1
"sory sory.....jangan marah dong.....tapi bener kok dia ganteng banget sil." ucap dina lagi yang tak dihiraukan sisil.
Kedua sahabat itu kembali melanjutkan pekerjaan mereka dengan baik meskipun pak agung sedang tidak berada ditoko.