Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Cemburu


__ADS_3

Ditoko bekery seharian Sisil banyak diam sampai tak terasa hari sudah siang.ia tak ingin bercerita apapun pada sahabatnya Dina.membuat sahabatnya itu sedikit khawatir.


Saat jam makan siang Sisil duduk diruang istirahat sambil memakan sepotong kue coklat favoritnya.ia keluarkan ponselnya dari dalam tas slempangnya.


Tanpa ia tahu ada pesan dari Lee 15 menit yang lalu.Sisilpun membuka pesan itu.


@ Mr.Lee


***kau sudah makan sayang..?jangan sampai terlambat makan....nanti aku jemput...kau pulang jam berapa?***


Sisil tak ingin membalas pesan itu.mencoba menghiraukan itu walau dengan berat hati.


Sisil hanya terdiam,matanya terpejam.pikirannya benar benar bingung.harus bagaimana bersikap didepan pria itu.Hati sisil belum yakin.


Setelah ckup istirahat Sisil kembali ke meja kasir.berdiri disebelah sahabatnya dengan gurat wajah yang sendu.hanya terdiam sampai tak terasa hari sudah sore.


"Sil...kamu ada masalah?crita dong sama aku..." ucap dina yang mengusap lembut bahu Sisil.


Sisil masih terdiam sambil menghembuskan nafasnya kasar.


''aku belum siap buat cerita sama kamu din.."ucap Lirih Sisil tanpa melihat Dina yang ada disebelahnya.


"baik kalo kamu belum mau cerita...tapi ingat aku ini sahabatmu,kalau ada apa apa aku siap menjadi pendengar setiamu dan juga membantumu memampuku."jelas dina.


"iya maksih ya Din..." Sisil langsung memeluk erat tubuh sabahatnya itu.ada sedikit ketenangan ia rasakan.begitu pula dengan Dina.ia hanya ingin membuat sahabatnya itu tenang dan bisa meringankan bebannya.


"pulanglah ini sudah pukul 5.!" perintah Dina pada sahabatnya itu sambil melepas pelukannya.


"iya aku pulang dulu ya." pamit sisil lalu bergegas keluar dari toko.


Sisil berjalan lunglai ditepi trotoar.pikirannya benar benar bingung.


bodyguard suruhan Lee hanya mengamatinya dari jauh.


Tanpa Sisil sadari ada sebuah mobil sport mewah lamborgini hitam berhenti disebelahnya.


Seorang Pria tampan dengan rambut sedikit pirang dengan perwakan tinggi tegap serta masih memalai setelan jaz berwarna hitam dan kemeja merah keluar dari dalam mobil sport itu.


"Nona Sisil....!" sapa pria tampan itu yang tidak lain adalah Daren Fang.


Sisil yang masih larut dalam lamunannya blum sadar dengan panggilan itu.baru saat panggilan ketiga sisil baru menoleh kearah pria itu.


"Tuan Daren....." ucap Sisil yang masih terkejut dengan kehadiran pria itu.


Daren berjalan mendekati Sisil.


"tadinya aku mau ketoko bakery mencarimu tapi ternyata aku sudah melihatmu disini...!apa kau sudah pulang kerja?"


ucap Daren yang sudah berada dengan jarak yang begitu dekat dengan Sisil membuat pria berjaz hitam suruhan Lee semakin intenz mengawasi dari kejauhan.


"Tuan daren mencari saya ada apa?" ucap Sisil yang heran.


Daren terseyum kearah Sisil,membuat Sisil menjadi semakin bingung.


"apa kau ingat janjiku tempo hari?''


" janji???"Sisil merasa lupa.


"karena kamu sudah menolongku,aku akan mentraktirmu makan seperti keinginanmu waktu itu...bagaimana kau mau?" jawab Daren dengan seyum diwajahnya.

__ADS_1


Sisil baru mengingatnya.


"tapi pak saya...." belum sempat Sisil melanjutkan perkataannya,Daren sudah menarik tangannya menuju mobilnya.


Daren membukakan pintu mobil untuk Sisil.


Dengan ragu sisil masuk kedalam mobil.


Daren segera mengemudikan mobilnya dengan cepat.


Bodyguard suruhan Lee juga ikut masuk kedalam mobil bersiap untuk mengikuti keduanya dengan jarak yang tidak begitu dekat.


Kebetulan Bodyguard itu sudah tau siapa pria yang bersama Sisil.karena dulu Lee pernah menyuruhnya mengikuti Daren.karena memang dari dulu Lee dan Daren bermusuhan.


Merasa ada yang mengikuti dari belakang Daren hanya terseyum.Dia sudah bisa menebak pasti itu orang suruhan Lee,mengingat wanita yang ada disebelahnya juga tinggal dirumah Lee.


Sampai mereka didepan sebuah testoran mewah.


Daren segera keluar dan membukakan pintu untuk Sisil.


Sisil yang masih bingung hanya diam menuruti Daren,dan berjalan mengekor dibelakang pria itu.


"selamat sore tuan Daren,,,silahkan saya antar kemeja anda..." ucap seorang pelayan yang menghampiri mereka.


Pelayan itu menujuk sebuah tempat duduk yang berada diruang terbuka dengan konsep garden.


Daren menarik kursi untuk Sisil.mempersilahkan gadis itu untuk duduk.


kemudian dia duduk berhadapan dengan gadis cantik itu.


"kau mau pesan makanan apa?" tanya daren.


"Terserah tuan saja." jawab Sisil pelan.


"baik kalau begitu." ucap Daren kemudian memesan beberapa makanan dan minuman pada pelayan itu.


Setelah pelayan itu pergi,Daren baru menyadari sikap Sisil yang hanya menunduk.


"apa nona Sisil tidak menyukai tempat ini...?" tanya Daren dengan memandang lekat wajah Sisil.


"Bukannya saya tidak suka pak,tempat ini sangat bagus tapi bagi saya ini berlebihan.saya kurang nyaman ditempat seperti ini.."jelas Sisil pelan.


Jawaban itu membuat Daren semakin heran dengan Sisil.


" maaf kalau membuat nona tidak nyaman tapi kalau boleh tau tempat mana yang membuatmu nyaman?tanya Daren yang semakin penasaran.


"Saya lebih suka makan dipedagang kaki lima tuan atau ditaman,disana saya bisa berbaur dengan banyak orang,membuat hati saya menjadi gembira.dan tolong tuan jangan panggil saya nona ,,Sisil saja....."


Deren mengangkat kedua alisnya,merasa sangat terkejut dengan jawaban gadis didepannya itu.


Biasanya wanita wanita yang dekat dengannya selalu ingin diajak ketempat tempat mewah dengan segala fasilitas yang mewah pula,wanita wanita itu juga sangat suka menghamburkan uangnya.tapi kali ini sungguh berbeda.Wanita didepannya ini sangat sederhana dan apa adanya.


Jauh dari kata glamour,mewah dan royal.


Daren semakin terpukau dengan Sisil.


Sampai makanan pesanan mereka datang.


Mereka berdua makan dengan suasana hening.Sisil masih merasa canggung.

__ADS_1


sampai satu pertanyaan dari Daren membuatnya hampir tersedak.


"maaf aku memaksamu ikut denganku...apa tidak ada yang marah??kekasihmu mungkin??" ucap spontan Daren.


"uhuk uhuk uhuk.." Sisil tersedak.ia lalu teringat Lee yang akan menjemputnya.bagaimana jika Lee tahu dia keluar bersama Daren. wajah Sisil berubah panik.


Daren sudah berdiri disamping Sisil,memberi air putih dan menggosok pelan punggung Sisil agar lebih enak setelah tersedak.


"kamu tidak apa apa Sil?" tanya daren.


"saya tidak apa apa tuan ,,"


"maaf kalau pertanyaanku lancang.kamu selesaikan makanmu ya,lalu aku akan mengantarmu pulang."ucap Daren.


Sisil sudah merasa tidak nafsu dengan makanan didepannya karena teringat Lee.padahal makanan yang dipesan Daren adalah makanan yang mahal.


" Sil apa aku bisa menjadi temanmu?"ucap Daren seketika.


"tentu tuan dengan senang hati" jawab Sisil dengan seyum simpulnya.


"terima kasih.apa boleh aku meminta nomer ponselmu?" pinta Daren yang membuat Sisil membulatkan matanya.


ia bingung harus memberi atau tidak.


"untuk apa tuan?,saya kan cuma seorang pelayan toko."


"saya berteman tidak mengenal status atau materi Sil...bagaimana apa boleh?" tanya Daren lagi.


Sisil tak bisa menolak,dia memberikan ponselnya pada Daren.pria itu.langsung menyalin Nomer sisil.


"yasudah ayo aku antar kamu pulang." Daren kemudian berdiri diikuti Sisil dibekangnya.


Dilain sisi 30 menit yang lalu Dikantor hans Grup.Lee yang sedang bersiap menjemput Sisil mendapat pesan dari bodyguad yang mengawasi Sisil.


Tangan Lee mengepal kuat diatas meja kerjanya setelah mendapat laporan dari anak buahnya itu.


Dengan jelas dan detail orang itu melaporkan pada Lee.


"Daren Fang......apa yang kau coba lakukan dengan gadisku??"geram Lee.


Rasa cemburu begitu kuat menguasai hati dan pikirannya sekarang,apalagi dengan rival abadinya itu.seakan api yang dulu redup kini menyala lagi.


Lee segera berdiri dan keluar ruangannya.dengan sorotan mata tajam dan wajah dinginnya.


Semua karyawan Lee yang melihat bergidik ngeri melihat aura pria itu yang terlihat menakutkan.


Nino yang tau sikap bosnya yang sedang emosi itu hanya bisa diam tak berani bertanya.Nino hanya menunduk memberi.hormat saat bosnya itu lewat didepanya.


Sampai diloby kantor sudah ada sebuah sedan silver mewah terparkir menunggu pemiliknya.


Lee segera masuk dan memacu mobilnya itu dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.


Hari pun sudah mulai malam,orang suruhan Lee pun mengabari bahwa Sisil sudah bergegas ingin pulang.


Lee mencengkeram kuat kemudi mobil itu menahan segala kekesalannya.Ingin Rasanya Lee menyusul mereka.tapi Lee mencoba meredam emosinya.Lee pun memutuskan menunggu Sisil dirumah.


**awas sayang....ada hukuman buatmu...**ucap Lee dengan seyuman smriknya...


.

__ADS_1


__ADS_2