
Setelah Lee pergi turun kebawah untuk meeting dengan relasi kerjanya,Sisil keluar dari ruangan itu untuk berjalan jalan sebentar.
Sisil berjalan sambil mengamati para karyawan yang sedang fokus bekerja.
Beberapa karyawan yang berpapasan dengannya terseyum ramah.Ada juga yang menatap sinis kearahnya.tapi Sisil mencoba bersikap biasa dan tetap terseyum ramah pada mereka.
Setelah puas berjalan jalan sambil menikmati keadaan kantor Sisil bergegas kembali keruangan Lee.tapi sebelumnya ia ingin pergi keToilet lebih dulu.
Saat Sisil merapikan rambutnya didepan kaca westafel datang beberapa karyawati ditoilet tesebut.
Pandangan sinis dan tajam langsung mengarah keSisil,tapi ia masih mencoba bersikap ramah dengan seyumannya.
Sampai salah satu diantara mereka mendekati Sisil dengan wajah dinginnya.
"Apa yang kaulakukan hingga membuat Pak Lee menyukaimu??" ujar perempuan yang bernama Fifi itu dengan nada meninggi.
Sisil terkejut dan menoleh kearah wanita itu.ia mencoba bersikap tenang.
"Maksud anda apa ya??"
"Udah deh,kamu itu kan cuma gadis mengantar kue ...!!kalao aku lihat tubuhmu juga gak sexi tapi kenapa pak Lee bisa suka padamu!!" ujar wanita itu lagi.sambil melihat tubuh Sisil dari atas kebawah.
"Iya setahuku dulu mantan pak Lee itu seorang model internasional,kok dia bisa suka dengan gadis kampungan kayak kamu,kamu tuh gak pantas buat pria setampan dan sekaya pak Lee.nyadar dong...!!" ketus wanita yang bernama Nita dengan nada tinggi.
"Maaf saya tidak ada urusan dengan kalian,tolong jangan menghina saya..." ucap Sisil yang ingin secepatnya keluar dari tempat itu.
Tapi wanita yang bernama Desi tiba tiba menggenggam tangannya kuat hingga tubuh Sisil terpelanting dan tangannya menabrak sudut dinding hingga terlihat memar.
"Auwww"ringis Sisil yang merasa kesakitan.
" Tunggu gadis kampung jangan buru buru pergi dulu...kau takut ya dengan kami?"ucao Fivi dengan seyum yang menyeringai.
"Ingat kau ini tidak pantas buat pak Lee.jangan mimpi bisa jadi istrinya...kau ini harus sadar dengan kekuranganmu...kau paham gadis kampung....Dan jangan coba coba mengadu pada nya atau hidupmu akan lebih menderita lagi..!!ancam Desi dengan tangannya mencengkeram kuat rahang wajah Sisil lalu melepaskannya dengan kasar.
Mereka bertiga lalu keluar dan pergi dari toilet itu.Sedangkan Sisil masih tertegun dengan kejadian yang baru ia alami.
Dengan pandangan sendu Sisil kembali keruangan Lee sambil memegangi tangannya yang terluka.Ia langsung merebahkan tubuhnya diranjang diruang privet Lee.
Sisil tidur memiringkan tubuhnya sambil menangis,perkataan wanita wanita tadi sangat melukai hatinya.
Secara tidak langsung Sisil membenarkan perkataan mereka yang bilang kalau ia memang tidak pantas bersanding dengan seorang Lee Zhang Han.
Sementara Lee yang sudah selesai meeting sudah berada diruangannya lagi.Pria tampan itu mencari gadisnya itu diruangannya tapi tak menemukannya.
Ia pun masuk keruangan privetnya,Dilihatnya gadisnya sedang berbaring miring membelakanginya.
Lee langsung berbaring disamping gadisnya sambil mengusap lembut pucuk kepala Sisil.
__ADS_1
"Sayang bangun,,ayo kita makan siang dulu!aku sudah memesan makanan untuk kita!" ucap Lee pelan.
Sisil yang berpura pura memejamkan matanya saat mengetahui kedatangan Lee,langsung membuka matanya perlahan.Ia mencoba mengusap air matanya dan menetralkan hatinya.
Sisil bangun perlahan sambil terseyum simpul kearah Lee.
"Ayo..." jawab Sisil pelan.
Mereka pun duduk disofa dengan makanan yang sudah siap disantap.
Sisil hanya terdiam sambil menatap makanan itu.
Lee yang merasa aneh dengan Sikap Sisil yang tiba tiba berubah mengerutkan keningnya.Ia juga melihat mata Sisil yang terlihat sendu seperti habis menangis.
"Apa kau tidak suka makanannya sayang?" tanya Lee sambil menyentuh tangan Sisil yang terkuka.
"Auwww...!" sisil reflek merasa kesakitan.
Seketika Lee terkejut dengan luka ditangan gadisnya,seingatnya tadi tangan sisil masih baik baik saja.
"Kenapa bisa memar begini Sayang?" tanya Lee yang sudah mengangkat tangan sisil yang terluka.
Sisil seketika gugup,ia tak mungkin menceritakan semuanya pada Lee.
"Tad tadi aku jatuh ditoilet.." ucap Sisil bohong dengan gagapnya.
Lee berdiri mengambil kotak obat.
Dengan pelan dan lembut Lee mengobati luka itu hingga Sisil terpana melihat seorang Lee yang begitu perhatian padanya.
Pandangan mereka beradu untuk beberapa saat hingga Sisil memalingkan pandangannya karena gugup.
Tak sengaja Lee yang mengamati wajah Sisil,melihat tanda bekas kemerahan dipipi gadisnya itu,seperti bekas cengkraman.
"Sayang tunggu,kenapa pipimu merah seperti itu?bagaimana kau jatuh tadi kenapa bisa membuat pipimu merah juga.!" ucap Lee yang mulai penasaran.
Sisil semakin gugup dan tak berani menatap kearah Lee.
"Ini ini tadi aku garuk kok jadi merah...!" jwab Sisil asal yang membuat Lee semakin curiga.
Lee pun memeluk tubuh Sisil dengan erat.
Ia tahu sebenarnya gadisnya itu berbohong, tapi ia tak ingin bertanya lebih jauh lagi pada Sisil,karena wajah sisil yang mulai sendu.
Lee lebih memilih mencari tau sendiri.
"Apa ada lagi yang sakit?" tanya Lee setelah melepas pelukannya.
__ADS_1
"Tidak ada."
"Apa ada yang mengganggumu?" tanya Lee yang membuat Sisil menatap Lee.
Sisil mencoba tenang.
"Tidak ada...!" ucap Sisil pelan
Dengan melihat reaksi Sisil,Lee sudah tau yang sebenarnya.
"Sayang dengarkan aku Jangan coba coba menyembunyikan apapun dariku ya...!!" ucap Lee dengan nada yang penuh arti sambil menggenggam kuat jemari Sisil yang bergetar karena gugup.
Ini pertama kalinya ia berbohong pada pria tampan itu.
"Yasudah kita pulang saja..sepertinya kau kurang sehat!" ujar Lee yang langsung menarik tangan Sisil keluar dari ruangannya.
"No aku ingin pulang,urus semua berkasku..!perintah Lee saat berpapasan dengan Nino diluat ruangannya.
" Baik boz"
Nino sempat bingung dengan bosnya yang tiba tiba ingin pulang.
Lee langsung mengemudikan mobilnya ceoat menuju Apatemennya.sementara Sisik hanya bisa menurut karena memang hatinya sedang dalam keadaan yang tidak baik.
"Tidurlah Sayang,aku lihat kau sedikit pucat!" ucap Lee yang sudah mendudukkan tubuh Sisil ditepi rangjang.
Sisil hanya mengangguk dan merebahkan tubuhnya.
Lee lalu melepas jas,dasi dan sepatunya.
Ia segera menyusul gadisnya berbaring diranjang.
Pria itu langsung memeluk erat tubuh Sisil dari belakang.
"Kita tidur siang dulu ya sayang...tenangkan hatimu...apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkanku...!!" ucap Lee dengan pelan.
Deg....jantung Sisil berdetak cepat.
Sisil merasa sepertinya Lee tau apa yang sebenarnya terjadi tadi.
Tapi Sisil masih berusaha menyembunyikan hal itu,ia tak ingin jadi wanita pengadu.
Sisil yang sedikit merasa pusing pun dengan perlahan memejamkan matanya.
Sementara Lee terus mendekapnya erat,mencoba memberi kenyamanan dan kehangatan untuk gadisnya.
Setelah memastikan Sisil sudah terlelap,Lee mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.Ada yang harus ia ketahui.
__ADS_1