Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Kelemahan


__ADS_3

Hari berlalu.


Tak terasa besok adalah hari ulang tahun Lee.Sisil sengaja menyiapkan acara makan malam sederhana yang akan dihadiri oleh keluarga terdekat.Tentunya tanpa sepengatuhan Lee.


Sisil juga akan memberitakukan tentang kehamilannya besok sebagai kejutan untuk sang suami dengan memberi kotak kecil berhias pita merah yang berisi sebuah tespek kehamilan.Sisil lalu menyimpan kotak itu didalam almari pakaiannya.


Sisil bergegas Keapartemen untuk bertemu ibunya.setelah Lee berangkat kekantor.Tentunya dengan pengawalan Micael Jung.


"Ayo kita KeApartemen sekarang Mr,Micael!" Ajak Sisil.


Miccael Jung pun mengantar Sisil sampai.keApartemen mewah itu.


"Ibu...." Panggil Sisil saat sudah memasuki apartemen itu.karena ia tentu sudag hafal dengan nomer sandinya.


"Sisil kamu datang nak.....dengan siapa?" tanya Sita ibunya Sisil yang baru selesai memasak.


"Itu buk sama bodyguard Sisil,mr.Micael.!" jawab Sisil yang membuat Sita terkejut.ia baru tahu bahwa sekarang putrinya selalu dikawal.


Jeno lalu muncul dari kamarnya sudah dengan pakaian kantornya.Jeno juga bekerja dikantor Lee sebagai Staf didivisi keuangan.


"Kakak.....!" ucap Jeno memeluk tubuh kakak tercintanya.


"Kamu belum berangkat Jen?"tanya Sisil yang heran karena sudah pukul 8 lebih adiknya belum berangkat.


" Tenang Kak,aku ada pekerjaan dilapangan.jadi aku bisa berangkat agak siang.!"jawab Jeno dengan santainya.


"Bagaimana pekerjaan kamu?jangan macem macem ya,kerja yang rajin.jangan kecewain kakak iparmu.Dan maaf suami kakak tidak memberimu jabatan tinggi karena dia ingin kamu berusaha dari bawah agar kamu bisa menikmati semua prosesnya Jen."


"Iya Kak,tidak apa apa,bisa bekerja diHans Group saja aku udah beruntung banget.Gini aja gajiku udah gede kak!"


"Bagus kalau kau menikmati pekerjaanmu,Oh ya Kakak kesini mau ngundang kamu besok malam datang ya kerumah kakak buat makan malam,besok hari ulang tahun kakak iparmu,tapi jangan bilang sapa sapa ya..ini kejutan!"


"Okey Kak,aku pasti datang.yaudah aku berangkat dulu ya Kak.,buk!"


Jeno lalu menyium tangan Sisil dan Sita lalu keluar apartemen untuk bekerja.


"Bu besok pagi kerumah Sisil ya,bantu sisil memasak untuk acara makan malamnya,terus Sisil mau bikin kue ulang tahun spesial buat suami Sisil!"


"Iya nak,ibu bantu kamu.Tapi besok ibu selesaikan pekerjaan ibu disini dulu ya baru kerumah kamu!"


"Iya bu...gimana ibu senang kan tinggal disini?"


"Hemmm sepertinya ibu merasa kesepian disini Sil,Beda kalau dikampung dekat tetangga." jawab Sita pada putrinya.


"Mungkin ibu belum terbiasa,,skali skali ibu bisa berkunjung kerumah ku!"


Keduanyapun terlibat dalam obrolan yang hangat.


@@


Dikantor Fang Group.


Daren terlihat sedang bersama Bily asiatennya.


"Tuan ini laporan tentang tuan Gerald yang anda minta,orang kita yang ada diKorea bisa dengan cepat mendapatkannya!" ujar Bily sambil menyodorkan sebuah map pada Daren yang duduk dikursi kebesarannya.


Baru daren ingin membuka map itu,Bily berucap lagi.


"Tuan ternyata selama ini Tuan Gerald sedang mencari keberadaan ibunya yang hilang secara diam diam ia tak ingin sampai media mengetahuinya.!"


Daren menautkan kedua alisnya


"Ibu????bukankah setahuku saat kuliah dulu ibunya sudah meninggal!"


"Belum tuan,,Ibunya pergi saat tuan Gerald berusia lima tahun dan sepertinya ada yang aneh dengan keluarganya,,Tuan bisa lihat sendiri laporan itu!"


Daren melihat dan mengamati laporan itu dengan seksama.


Matanya tiba tiba terfokus pada sosok wanita yang berada didalam sebuah foto lama.ia pun merasa pernah melihat foto wanita itu.


"anak dalam foto ini Gerald??"


",Iya tuan."


Seketika Daren mengingat dengan jelas bahwa ia pernah meliihat wanita itu berada dalam foto keluarga dirumah Lee.


Daren segera berdiri.

__ADS_1


"Ayo ikut aku dan bawa Map itu!"


Keduanya segera meninggalkan kantor.


"Kita Ke kantor Santosa group dulu,aku ingin mengajak kekasihku juga!"


Bily mematuhi perintah atasannya itu.


Mobil sudah sampai didepan Loby kantor Dina.


Daren segera turun sendiri dan langsung keruangan kekasihnya.


Ceklekkkkk...


"Sayang apa kau sibuk?"sapa Daren saat masuk dan melihat Dina sedang fokus pada layar laptopnya.


Seketika Dina menoleh.


",Sayang kau datang,,ini kan belum jam makan siang?"


"Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat.Ini soal Gerald,apa kau bisa!"


"Tentu..ayo!"


Keduanya langsung keluar.


"Rangga aku keluar dulu,tolong kau urus pekerjaanku!"ucap Dina pada asistennya.


"Kita mau kemana Sayang?''Tanya Dina.


"Kita akan menemui Kak Feilluo dibutiknya!"jawab Daren.


Mobil itu pun sampai didepan Butik elit nan mewah dengan bangunan tiga lantai.


"Wah aku tak menyangka Butik Kak Fei semewah ini" ucap Dina yang merasa kagum pada butik Feiluo.


" Selamat siang,ada yang bisa saya bantu Nona dan tuan tuan?"sapa seorang pelayan saat mereka sudah masuk kedalam butik.


"Kami ingin bertemu dengan Kak Feiluo,apa dia ada?"ucap Daren dengan wajah datarnya.


"Oh..Nyonya ada diruangannya.Dengan siapa ini?"


"Baik tuan,mohon tunggu sebentar!"


Karyawan itu segera naik untuk memberitahukan pada bosnya dan tak lama karyawan wanita itu turun.


"Mari saya antar keruangan beliau..!"


Ketiga nya pun naik menuju ruangan besar milik Feiluo yang berprofesi sebagai Disainer terkenal.


"Wah ada angin apa ini...sepasang CEO mengunjungi butikku?apa kalian ingin memesan gaun pengantin??" sapa Fei saat melihat ketiganya.


Blussss ,,,pipi Dina memerah karena merasa malu.


Sementara Daren hanya terseyum simpul.


"Bisa kita bicara kak,ada hal penting yang ingin aku tanyakan dan ini menyangkut Sisil dan Lee!"


Feiluo merasa penasaran."Ayo duduk sana!"


Ketiganya duduk disofa panjang bersama Feiluo.


"Langsung saja Kak,,Kakak kenal Gerald Liu kan?"


"Tentu bukankah dia temanmu dan teman Lee juga.aku juga sempat bertemu dengannya diKorea beberapa kali,kami melakukan kerjasama.Dan aku tahu dia adalah CEO hebat dari negara gingseng.Dan dia termasuk pesaing Lee dipasaran Asia.!"ucap Feiluo yang memang memiliki koneksi kalangan atas.


"Dia menyukai Sisil,dan sangat tergila gila pada Sisil,bahkan dia ingin merebut Sisil dari Lee kak!"


Seketika kedua bola mata Fei melebar.


"Apa???Apa pria itu sudah gila....Apa tidak ada wanita lain didunia ini.banyak wanita yang lebih dari pada Sisil,dan kupikir seorang Gerald akan dengan mudah menemukan wanita seperti keinginannya!"


Dina pun menceritakan semua kejadian yang menimpa Sisil saat berada diKorea.


Feiluo semakin tercengang..


"Bukalah Map ini kak,dan tolong perhatikan foto yang ada didalam!" ucap Daren sambil menyodorkan Map tadi pada Feiluo.

__ADS_1


Beberapa Saat Feiluo terlihat fokus mencermati isi laporan dari dalam map tersebut.


Namun Mata Feiluo membulat saat melihat foto seorang anak laki laki yang sedang duduk bersama seorang wanita cantik.


"Foto ini....!ucap Feiluo menggantung.


" iya kak itu foto Gerald saat berusia lima tahun dan wanita itu adalah ibunya!Selama ini ternyata Gerald sedang mencari ibunya yang hilang secara diam diam,ia tak ingin media tau kak,karena orang luar mengira ibunya sudah meninggal.


"Apa ini bercanda Daren??" Ucap Feiluo yang merasa Syock,,karena ia sangat mengenal siapa wanita yang ada didalam foto tersebut.


"Ini Serius Kak,,,Kakak mengenal wanita itukan?Karena seingatku aku pernah melihat wanita itu ada difoto keluarga dirumah besar Kakak.!" ucap Daren yang membuat semua orang terkejut kecuali Feiluo.


Feiluo menarik nafasnya dalam.walau foto itu foto lama dan wanita difoto itu masih terlihat sangat muda,tapi Feiluo sangat yakin itu foto seseorang yang ia kenal.


"wanita ini Bibi ku....adik dari mamaku!"


Sontak semua terkejut.


"Jadi Lee dan Gerald saudara sepupu?" tanya Dina yang merasa semakin teecengang.


"Entahlah...sejak kecil aku mengenal bibiku sebagai orang yang pendiam dan tertutup.Dan setahu aku dia hanya memiki seorang putri."jelas Feiluo.


"Ini aneh Kak...apa tidak sebaiknya kakak menayakan pada orang tua Kakak sekarang,Karena kita sudah tidak punya banyak waktu Kak.hanya wanita ini yang bisa menghentikan kegilaan Gerald.Dia kelemahan Gerald!" ucap Daren dengan cepat.


Tanpa pikir panjang Feiluo mengambil ponsel pintarnya.ia langsung melakukan Video.Call pada orang tuanya yang berada diBali.


Panggilan pun tersambung.Muncul wajah Nyonya Micel dilayar ponsel lebar itu.


"Hallo Fei Sayang...tumben kau menelpon mama siang hari?"tanya Micell.


" Hallo Ma,,apa Papa ada bersama Mama?"


"Iya Nak ada apa?"


"Ma....Feiluo ingin bertanya pada Mama dan Papa,Tapi Fei mohon kejujuran Kalian karena ini menyangkut keselamatan menantu Mama dan papa!"


"Ada apa dengan Sisil Fei?"


Feiluo lalu menunjukkan foto lama tadi kedepan layar ponselnya.


Kedua mata Micell dan suaminya membola.


"Ini bibi Merisa kan ma???tanya Feiluo semakin membuat kedua orang tuanya terkejut.


" Dari mana kau mendapat foto itu nak?"tanya Miceell pada Feiluo.


Daren pun mengambil alih ponsel Feiluo.


"Tante saya yang menemukan foto itu tolong jawab apa benar wanita difoto itu benar adik tante...dan anak difoto itu putranya kan?Tante harus mengetahu bahwa anak itu sekarang sudah tumbuh menjadi seorang CeO hebat dan dia juga yang berusaha merebut Sisil dari Lee.Anak itu.adalah Gerald Liu tante!!''jelas Daren panjang lebar yang membuat Micell dan suaminya lemas seketika.


" Ayo.ma katakan,,Kita tidak punya banyak waktu,Kita harus menghentikan Gerald!"


Setelah terdiam cukup lama Micell akhinya membuka tabir yang sudah hampir 30/tahun tertutup rapat.


"Iya itu foto Tantemu dan putranya..Fei,Mama dan Papa akan segera KeBandung.Kami.akan menjelaskan semuanya pada kalian!"


Semua saling tercengang.


"Okey,ma.Feiluo tunggu kedatangan mama dan Papa.!" panggilan pun terputus.


"Lalu Dimana sekarang bibi Merisa Kak?"tanya Daren.


" Dia ada diChina bersama suami dan putrinya!"


"China????Sebaiknya Kakak segera menghubungi bibi Merisa.Dan bagaimanapun caranya Kakak.harus membuat ia datang keIndonesia sekarang juga!" ucap Daren tegas.


Feiluo terdiam memikirkan alasan yang tepat agar Bibinya mau datang kesini.


"Baik,Kakak akan menghubunginya!"


Feiluo pun segera mengubungi Bibinya.


Beberapa saat kemudian Feiluo terseyum puas.


"Dia akan tiba besok pagi!"


"Bagus Kak...kita tinggal susun rencana untuk mempertemukan mereka!" ucap Daren.

__ADS_1


Mereka pun larut dalam percakapan serius selama beberapa Jam.


__ADS_2