
Siang hari ditoko bekery,Sisil sedang melayani beberapa pengunjung bersama Dina sahabatnya diselingi dengan obralan ringan diantara mereka.
"Din kayaknya seminggunan ini aku gak ngambil lemburan deh!" ujar sisil memulai obrolan mereka.
"tumben...kenapa?" jawab dina singkat"
Sisil diam dan bingung harus bagaimana menjelaskan pada sahabatnya yang super kepo itu.
"anu hemmm anu...." sisil merasa gugup.
"ngomong yang jelas sil ada apa??"
"sebenarnya selama semimggunan ini aku tinggal dirumah kak Fei,dia minta tlong sama aku ngrawat anaknya Lion selama dia ada diLondon." jelas Sisil.
"Whatttt????tinggal dirumahnya...berarti tinggal sama pak Lee itu dong???." spontan dina yang merasa terkejut.
"iya...tapi jangan mikir macam macam ya...aku cuma kasihan sama Lion."
"wahhh tak kusangka kemajuan kamu benar benar pesat Sil....." sindir Dina dengan menepuk bertepuk tangan pelan.
"apa maksud kamu???" Sisil merasa bingung dengan ucapan Dina.
"ya iyalah.....kan Sambil menyelam minum air hahaha....sambil merawat keponakannya,,om nya juga bisa didapetin." ujar Dina dengan santainya.
"ngawurrr kamu din." ucap Sisil yang merasa kesal dengan sindiran Dina.
Tanpa mereka sadari ada seorang anak yang berlari kearah meja kasir.
"Momyyy......" teriak seorang anak kepada Sisil.siapa lagi kalau bukan Lion.
"Lion kamu kesini....?ucap sisil yang terkejut dengan kedatangan anak itu.
" Momyy...."mulut Dina menganga karena rasa terkejutnya mendengar Lion memanggil sahabatnya itu dengan sebutan itu.
Tak lama seorang pria paruh baya mendekati sisil.
"maaf mbak sisil tadi tuan kecil merengek minta diantar kesini.hari ini tuan kecil pulang cepat.tadi gurunya menelfon saya." ucap pria paruh baya itu yang tak lain adalah pakBudi supir pribadi keluarga Han.
"ow begitu...tidak apa apa pak budi,bapak temani Lion saja disini.silahkan duduk dulu pak"
ucap Sisil mempersilahkan pria paruh baya itu untuk duduk.
Setelah pak budi duduk.Sisil bertanya pada Lion.
"kau ingin cake blackfores tampan?"
"iya mom....''Lion terseyum lebar kearah Sisil.
Sisilpun mengambilkan cake untuk Lion dan pak budi.menyuruh lion untuk duduk tenang bersama pak budi.
__ADS_1
Baru beberapa menit pak Budi duduk terdengar bunyi dering dari ponselnya.
dengan cepat pria paruh baya itu mengangkatnya.
" Hallo tuan muda..."
"pak Budi sekarang dimana,tadi kata bik surti bapak pergi bersama Lion?" ucap pria itu yang tak lain adalah Lee.
Lee merasa khawatir ingin tau Lion sedang apa karena ia ingat kalau dirumah Lion hanya bersama bik Surti dan pak Budy.karena Sisil harus bekerja.
"saya bersama Tuan kecil sedang berada di toko bekery tempat mbak Sisil bekerja tuan.tadi tuan kecil menangis minta diantar kemari." jelas pk Budi.
"baik,tunggu saya disana.jangan kemana mana."
"baik Tuan."
sambungan itupun berakhir.
Dikantor Lee meminta Nino untuk mengantarkannya ketoko bekery itu.
Tak lama kedua pria tampan itu sampai dan langsung masuk kedalam toko.
"Sil,Lion disini kan?" ucap Lee tiba tiba mengejutkan Sisil.
"Pak Lee disini?..iya pak itu Lion sedang makan cake." jawab Sisil sambil mengarahkan pandangannya menuju tempat duduk Lion.
Lee dan Nino pun segera menghampiri Lion yang sedang asyik makan cake.
"boy...." sapa Lee sambil duduk disamping Lion,dan seketika pak Budy memberi hormat saat Lee datang,segera ia keluar toko dan menunggu didalam mobil.
"dady menyusul kamu....kenapa kamu kesini menyusul kak Sisil boy?dia kan sedang bekerja boy,nanti dia juga akan pulang menemani kamu." ucap lee pelan.
''Lion kesepian dirumah dad...."jawab cepat Lion.
Lee dan Nino yang sudah duduk didepan Lion merasa terkejut dengan jawaban anak kecil itu.mereka merasa iba.
Sisil mendekati tempat duduk Lee,Nino dan Lion.
"Mom aku mau cake nya lagi...." ucap lion spontan.
Sisilpun hanya terseyum dan langsung mengambilkan sepotong Cake lagi untuk Lion.
"Mom....???Lion panggil kak Sisil itu Momy?" tanya Nino yang terkejut dengan panggilan Lion ke Sisil.
"wah serasi didepan Lion ada Dady,dan kak Sisil yang merawat Lion adalah Momy....jadinya sepasang deh Momy and Dady dong hahaha" spontan Nino berucap sambil terkekeh.
Dengan cepat Lee menendang kaki Nino dibawah meja.merasa sebal karena asistennya itu meledeknya.
"Auwwww....sakit bos...''Nino meringis kesakitan sambil memegang kakinya.
Bertepatan dengan Sisil yang membawa cake untuk Lion.
" pak Nino kakinya kenapa??"tanya Sisil.
__ADS_1
"gak papa Sil.cuma kesemutan aja kok." jawab Nino sambil melirik kearah Lee yang berwajah datar.
"ini tampan makanlah." Sisil meletakkan sebuah piring kecil berisi sepotong cake coklat didepan Lion.
"Terima kasih Mom.." ujar Lion.
"maaf ya Sil,Lion mengganggu kerja kamu..setelah ini aku akan mengajak Lion kekantorku saja.kebetulan siang ini jadwalku kosong." jelas Lee pada Sisil yang masih berdiri.
''tidak apa apa pak,,baik kalau itu keinginan bapak....Tampan ikut dady ke kantor dulu ya...nanti momy janji akan pulang cepat okey"ucap sisil memandang Lee dan Lion bergantian.
"iya Mom...tapi janjinya Momy pulang cepat." ucap Lion pada Sisil yang sudah mengusap lembut rambutnya.
"iya janji..." ucap Sisil sambil menunjukkan kedua jarinya membentuk huruf V pada Lion.
Lion pun sudah selesai makan dan Sisil membersihkan bibirnya yang penuh coklat.
"yasudah ayo Boy..." ucap Lee sambil berdiri dari kursinya.
"Lion pergi dulu sama Dady ya Mom..Momy
cepat pulang..." ucap Lion yang membuat Lee dan Sisil merasa canggung.
"iya tampan bye....."
Lee segera menggenggam kuat tangan Lion.
"kamu jangan terlalu capek Sil,jaga badan kamu,aku pergi dulu." ujar spontan Lee dan lansung berjalan keluar toko.
Nino yang berdiri dibelakang Lee hanya terseyum kecil,melihat perhatian yang bosnya itu berikan pada gadis kecil seperti Sisil.
"bye Momy muda...." ucap Nino yang meledek Sisil sambil berjalan melewati gadis itu.
"pak Nino....jangan meledekku....." jawab Sisil sambil memajukan bibirnya,expresi wajah Sisil yang cemberut tak luput dari lirikan Lee.
Setelah melihat mobil mewah Lee berlalu dari parkiran depan toko.Sisil menghembuskan nafasnya panjang.
"Hufffff.... semakin hari semakin Ganteng aja tuh orang.bikin jantung mau copot aja kalau deketan sama dia." gumam Sisil pelan yang masih bisa didengar oleh Dina.
"Wah kayaknya bakal jadi Momy beneran nich sahabatku...." ujar Dina spontan meledek Sisil.
"Apaan sich...,gak lucu tau." jawab ketus Sisil.Dan berjalan meninggalkan dina yang masih terseyum menandanginya.
Tak lama Lee sudah sampai dikantornya bersama Nino.Lion yang tertidur pulas sudah berada digendongan Lee dengan posisi kepala Lion bersandar dibahu kiri Lee sedang tangan kiri Lee menahan pantat dan menempelkan tubuh Lion di dadanya.kedua tangan Lion merangkul leher Lee kuat.
Sampai diruangannya,Lee lansung meletakkan tubuh mungil Lion itu disofa panjang dekat dengan meja kerjanya.
"Sepertinya Lion sangat bahagia Bos didekat Sisil." ucap Nino tiba tiba.
"Sepertinya begitu,dia gadis yang lembut...hingga membuat Lion sangat menyukainya." jawab Lee sambil memandangi wajah Lion yang tertidur pulas.
"Boz,apa gak ada niatan buat jadiin Sisil Momy benerannya Lion???"ucap Nino yang terlihat Serius.
" Maksud kamu no....."jawab Lee mengantung.
__ADS_1
"mungkin bos tahu maksud pertanyaan saya..." Nino mengangkat kedua bahunya menatap Lee sambil berlalu keluar ruangan bosnya itu.
Lee masih diam tertegun dengan ucapan asistennya itu.bukannya marah mendengar itu tapi ada rasa bahagia saat Nino menanyakan hal itu.