
Hari silih berganti dengan cepatnya.Tak terasa sudah satu bulan Lee sudah kembali dari Rumah sakit.
Tubuhnya pun pulih dengan cepat,tapi tidak dengan ingatannya.ia masih belum mengingat apapun tentang Sisil,meskipun selama sebulan ini gadis itu terus merawat dan memperlakukannya dengan lembut.
Mulai dari menyiapkan sarapan,menyiapkan baju dan segala keperluanya hingga menunggu pria itu bisa tertidur pulas dimalam hari.
Tapi sikap Lee masih datar dan dingin pada gadis muda itu.Meskipun demikian Sisil mencoba terus bertahan dengan keyakinan hatinya.Berharap pria itu cepat mengingatnya!
Disisi lain Lee sengaja memberi ruang dan waktu untuk sisil berada dirumah itu.ia berfikir dengan berada didekat gadis itu ingatannya akan segera kembali.meskipun ia sendiri tak yakin dengan hal itu.
Sisil memang sengaja diminta Feiluo untuk tinggal di rumah mewah kediaman Hans tapi tetap,Sisil masih bekerja dikantor Dina.
Sudah dua hari pula Lee kembali bekerja kekantor.baginya sudah terlalu lama ia meninggalkan kewajibannya.
Sore hari Lee sudah terlihat pulang dari kantor dengan wajahnya yang terlihat lelah.
ia segera naik kekamarnya untuk membersihkan diri.
Seperti biasanya Sisil yang sudah pulang dari kantor Dina langsung mandi dan bergegas kedapur untuk memasak.
Ia sangat senang menggantikan tugas pokok nyonya Micell yang sudah kembali ke Bali dua minggu yang lalu.
Hari sudah malam,masakan Sisilpun sudah siap.Ia segera memanggil Lee dikamarnya.
Terlihat pria tampan itu sedang menatap layar laptopnya disofa kamarnya.
Perlahan Sisil masuk dan menghampiri pria dewasa itu sambil merapikan beberapa barang dikamar yang terlihat berantakan.
"Makan malam sudah siap pak!" ucapnya lembut saat sudah berdiri didekat Lee.
Pria itu hanya menoleh sekilas kearah Sisil lalu fokus kembali kelayar Laptopnya.
"Kalian makanlah dulu nanti aku menyusul!"
ucap Lee dengan nada dinginnya.
"Baik pak" jawab Sisil lirih.
Gadis itu segera keluar dari kamar Lee.
Lee mengusap wajahnya kasar merasa kesal dengan dirinya sendiri.
**kenapa aku belum bisa mengingatnya?Apa benar aku dulu sangat mencintainya?Tak mungkin aku biarkan dia menungguku terlalu lama,dia gadis yang baik.Aku tak ingin menyakitinya lebih dalam lagi.**ucap Lee dengan wajah kalut.
__ADS_1
Diruang makan,Feiluo,Lion dan Sisil sudah mulai menikmati makanannya.
"Dimana Dady..Momy?"tanya Lion tiba tiba.
" Dady sedang sibuk sayang,nanti dia menyusul.''jawab Sisil lembut.
Suasana makan nampak hening,Sesekali Feiluo melirik kearah Sisil yang makan dengan melamun.terlihat gadis itu sedang menyembunyikan kesedihannya.
Sampai selesai makan Lee tak terlihat batang hidungnya.itu membuat Sisil sedikit khawatir.
Sisil segera menuju kamar Lee lagi,Pria itu masih fokus dengan berkas berkas dan laptopnya.Sisil hanya mengintip dibalik pintu kamar,ia tak berani masuk.
Lee yang merasa keberadaan gadis itu dibalik pintu kamarnya hanya diam berpura pura tidak tahu.
Sisil pun segera turun menuju ruang tengah besama Lion dan Feiluo.
Lion yang selalu manja padanya menjadi penawar tersendiri untuk Sisil dikala hatinya sedang terombang ambing setidaknya malaikat kecil ini bisa membuatnya terseyum.
Tak lama Lee turun menghampiri semua yang berada diruang tengah.
"Apa bapak ingin makan biar Sisil siapkan pak..!" tawar Sisil saat Lee sudah mendekat.
"Aku tidak lapar,,,!" jawabnya dingin.
"Aku melepasmu Nona Sisil...!"
"Aku mempersilahkanmu pergi mencari kebahagianmu sendiri,Aku tak pantas untuk kau tunggu,Kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari aku.Aku tak ingin menyakitimu lebih dalam lagi jika kau terus berada didekatku!!"
"Anggap pertunangan kita batall!!!"
Deg.....,.
Sisil memejamkan matanya.Tubuhnya mematung,kakinya lemas.Seakan ribuan pisau menikam hatinya.Hancur lebur sudah hatinya yang memang sudah rapuh.
Ia berusaha tegar menahan air mata yang seakan berdesakan ingin keluar dari dua bola mata indahnya.
Sementera Feiluo dibuat tercengang dengan kata kata adiknya yang bodoh itu.ia benar benar dibuat geram atas tindakan adiknya itu.
Dengan Sisa tenaga yang Sisil miliki,gadis itu berbalik kearah Lee dengan seyum yang ia paksakan.
Sisil berjalan mendekati Lee.
Dengan cepat Sisil melepas Cincin dijari manisnya,lalu ia berikan disatu tangan Lee.
__ADS_1
Dengan cepat Sisil mencium bibir Lee kilat lalu terseyum kearah Lee.sontak Lee terkejut dengan ciuman itu.
"Jaga diri bapak baik baik ya..Sisil tak pernah membenci bapak.!,,ucap Sisil tepat dihadapan Lee.
Gadis itu segera berlari kearah kamar Lion untuk mengemasi semua baju dan barang barangnya.
Tak lama Sisil turun dengan satu koper yang ia tarik.
Tanpa menoleh kearah Lee,Sisil mendekat kearah Feiluo.
" Maafkan Sisil ya kak,mungkin perjuangan Sisil hanya sampai disini,,jaga diri kakak baik baik.salam buat tante Micell ya kak.Dan terima kasih atas semua kebaikan selama ini.!"
"Sil jangan pergi,Lee hanya bicara ngawur.Jangan mau anggap serius.!"
Sisil tak bergeming dengan ucapan Feiluo,ia lalu mendekat kearah Lion yang sangat ia sayangi.
Sisil berjongkok didepan Lion yang sudah menangis melihat momynya mau pergi.
"Boy jangan menangisnya....tampan harus jadi anak yang baik dan pintar.Kapan kapan Momy akan temui Lion oke....Sekarang Momy pergi dulu....janjinya jangan nakal...!"
Lion hanya mengangguk berulang dengan cepat.anak kecil itu terlihat begitu tak rela momynya pergi.
Sisil pun segera melangkah cepat pergi meninggalkan rumah yang begitu banyak meninggalkan kenangan untuknya.
Sisil segera menaiki taxi yang kebetulan lewat untuk menuju kerumah Dina.Dalam perjalanan isak tangisnya pun pecah,ia sudah tak mampu lagi menahannya.Supir taxi itu pun hanya bisa terdiam melihat pemumpangnya menangis.
Setelah Sisil berlalu,Feiluo mendekat kearah Lee yang masih mematung ditempatnya.
Tanpa basa basi Feiluo menampar keras pipi adiknya itu hingga memerah,membuat Lion yang melihat merasa takut.
"Dasar Bodoh kau Lee...apa kau sadar dengan apa yang lakukan barusan.....Aku kecewa padamu Lee....Aku pastikan kau akan menyesal sudah melukai gadis sebaik dirinya!" ucap Feiluo dengan wajah penuh amarah dan sorot mata tajam.
Feiluo pun segera menggandeng tangan Lion untuk pergi kekamar putrannya itu.
Sementara Lee yang tak pernah melihat kemarahan kakaknya yang begitu kuat kini ia baru saja merasakannya.ia merasa terkejut ternyata kakaknya begitu menyanyangi gadis itu melebihi dirinya.
Entah kenapa hatinya terasa sakit melihat Sisil pergi,seperti ada yang hilang dalam hatinya.tapi Lee belum mengerti itu apa.
Ia juga heran dengan dirinya sendiri kenapa ia bisa dengan mudah mengatakan hal tadi.
Perkataan yang tanpa ia sadari sudah melukai hati banyak orang...,!!"
**Shitttt ada apa denganku???"**Umpat Lee sarkas sambil melihat Cincin digenggaman tangannya....
__ADS_1