Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Sakit


__ADS_3

Keesokkan harinya,Sisil masih terbaring lemah dikasurnya.sisil mencoba bangun untuk sedikit sarapan dengan bubur yang diantar Dina tadi.


Memang hubungan sisil dan dian begitu dekat.persahabatan mereka terjalin kuat.apalagi Dina tahu sisil hidup sendiri dikost, jadi saat tahu sisil sakit dian sangat perhatian padanya.


**huffttt apa aku begini karena aku kurang tidur ya karena kemarin malam ngerawat Lion...?.ya tuhan berikan aku kesehatan kembali,aku ingin cepat bisa kerja lagi**gumam Sisil lirih.


 


Dikantor Lee sudah bersama Nino membicarakan beberapa proyek yang akan mereka kerjakan.


 


''oh ya boz ini laporan tentang biodata mbak Sisil yang boz minta."ucap nino sambil menyerahkan sebuah map.


"baguus kamu cepat melakukannya...kalau tidak ada ada yang perlu dibicarakan,kamu bisa kembali keruanganmu" perintas Lee tegas.


Ninopun segera kembali kemarnya.


Lee pun membuka map itu.dilihatnya dengan baik isi map itu.


Beifern Celia Wijaya.


umur 19/thn.ttd 8 Mei 2000


pendidikan lulusan SMU


Asal kota Ciamis,dengan almat yang lengkap.


Ayah asli warga Thailand,ibu asli ciamis.


punya satu adik laki"berumur 17 thn.


Pekerja keras menjadi tulang punggung keluarga karena ayah sudah pergi sejak kecil.


Status Single.


Lee terkejut dengan isi map itu.


"jadi ayahnya orang thailand??kenapa ayahnya pergi??hemmm gadis itu ckup menarik....." gumam lee sendiri.


Tak terasa waktu sudah sore,Nino pun menghampiri Lee diruangannya.


"sudah sore pak ,,apa bapak ingin saya antar pulang?"ucap Nino.


" tidak No.pulanglah dulu.aku bawa mobil sendiri..."jawab cepat Lee.


Nino pun tak berani pulang duluan karena dia ingin menunggu bosnya itu pulang duluan.Nino hanya duduk diruangannya.menunggu Lee keluar.


sampai akhirnya Nino melihat bosnya itu melewati ruangannya,baru nino bisa dengan tenang pulang.


Lee mengenderai mobilnya dengan cepat menuju sebuah toko khusus menjual aneka macam coklat.entah kenapa hari ini ia ingin sekali menemui Sisil.


Setelah keluar dari toko coklat itu,Lee melaju kencang menuju toko Bakery tempat sisil bekerja.


Lee langsung masuk ketoko itu.pandangannya mengelilingi seisi toko tersebut tapi tak menemukan gadis yang ia cari.


sampai Dina mendekati Lee yang masih berdiri didekat pintu.


"ada yang bisa saya bantuk pak??" ucap Dina yang merasa tidak asing dengan wajah pria tampan didepannya ini.Dina lalu ingat kalau pria ini yang ketoko dengan seorang anak lelaki yang sempat menangis waktu itu.


"maaf saya sedang mencari Sisil,," jawab Lee sambil menatap Dina.


"ow bapak mencari sahabat saya..Sisil tidak masuk pak,dia sakit dari kemarin.bapak bisa menemuinyan di kost....!ujar Dina yang terlihat heran.


" Sakitttt......"reflek Lee tersentak mendengar sisil sakit.


"baik terima kasih ya mbak." ucap lee sambil buru buru keluar darii toko roti itu.


Melihat tingkah laku pria itu yang aneh membuat Dina merasa penasaran.


setelah keluar toko Bakery itu,Lee berniat membelikan makanan untuk Sisil dulu.Ia pun masuk kedalam restoran cepat saji yang kebetulan berada disamping toko bekery itu.


Lee memesan beberapa makanan untuk dibungkus.


setelah pesanannya siap.Lee segera bergegas ke tempat kost sisil.

__ADS_1


Lee memarkirkan mobilnya didepan sebuah Bank yang tak jauh dari gang tempat kost sisil agar lebih aman.


Lee masuk gang berjalan sekitar 50 meter menuju kost Sisil.


Sampai lah Lee didepan kamar Sisil.lee tadi sempat bertanya pada orang dimana kamar sisil.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat sisil pelan pelan bangun dari kasurnya.tubuh sisil memang masih lemah dan kepalanya masih pusing.


Saat pintu sudah terbuka sisil benar benar terkejut melihat pria tampan dihadapannya.sisil menelan salivanya pelan.sisil tak menyangka seorang pria hebat seperti pak Lee berkunjung dikostnya.


"Pak Lee.....anda kesini?????" ucap sisil yang masih terkejut.


"kamu sakit kan Sil?" apa kamu tidak mempersilahkan aku masuk dulu"ucap Lee.membuat sisil bertambah gugup.


"Silahkan pak,tapi kamar saya sempit."


Lee pun masuk kekamar sisil lebih dulu.pandangannya melihat kesekeliling kamar yang berukuran 3*6 itu.Terlihat rapi tapi dengan perabot yang sederhana.


Hanya ada satu kasur berukuran sedang,satu meja riang dan satu almari.satu buak tv berukuran kecil.dan dibagian ujung ada meja dengan peralatan masak yang sederhana.


Lee merasa kagum dengan kesederhanaan Sisil.


"Bapak kok tahu kalo saya sakit?" ucap sisil sambil mempersilahkan Lee duduk diatas karpet.


"tadi saya ketoko kamu,teman kamu bilang dari kemarin kamu sakit....maaf ya sil pasti karena kecapek'an ngurusin Lion kamu jadi sakit..." uucap Lee yang melihat tubuh sisil yang bersandar didinding.


"enggak pak...saya memang kurang fit saja" jawab sisil mencoba mengelak.


"kamu makan dulu gih...ini aku bawain makanan,,ini juga ada coklat buat kamu sil."


Lee menyodorkan kantong berisi makanan dan coklat.


"bapak kenapa repot repot..saya justru merasa tidak enak."


"sudah cepat makan keburu dingin."


Dengan ragu sisil membuka bungkus makanan itu.


Sisil hendak berdiri mengambil sendok tapi tubuhnya masih lemah membuat lee reflek memegang tangannya.


"maaf sil....kamu mau ngapain?" ujar lee sambil melepas tangan sisil.


"saya mau ambil sendok dimeja itu pak?ucap sisil sambil mengarahkan pandangannya kesatu meja disudut belakang.


''kamu duduk aja biar aku yang mengambil sendoknya."


"tapi....." belum sempat sisil melaranng,Lee sudah berdiri dan mengambil sendok itu.


"ini....cepat makan...." lee menyerahkan sendok itu pada sisil.


gadis itu dengan pelan mulai memasukkan makanan kemulutnya.


Tapi kepala sisi terasa pusing membuatnya bersender lagi kedinding.Lee yang melihat itu merasa khawatir.


Tanpa berfikir panjang Lee menggendong tubuh sisil keatas kasur.


Sisil hanya membelalakkan matanya bulat bulat kearah wajah Lee yang sudah sangat dekat jaraknya dengan wajahnya.degub jantungnya bertambah cepat.


"berbaringlah dulu....biar aku yang menyuapimu....''ujar Lee yang sudah membaringkan tubuh sisil dikasur tipisnya.


Lee lalu mengambil makanan tadi dan mencoba menyuapi sisil.


" bapak tidak perlu menyuapi saya,,,saya bisa makan sendiri...."ucap sisil sambiil berusaha mengambil alih sendok dan makanan yang ada ditangan Lee.


"sudah menurut saja''jawab singkat Lee dengan sorot mata yang membuat sisil langsung menurut.


Lee dengan pelan menyuapi sisil,,sedikit demi sedikit makanan itu mulai habis.


Sisil menguyah makanan itu sambil menatap wajah lee yang begitu dekat.hingga seyum simpul terukir diwajah cantiknya.


" kenapa kau terseyum sil...?dan jangan terus memandangi aku seperti itu..."ujar Lee yang mendapati seyuman diwajah sisil.


Blusssss

__ADS_1


Piipi sisil merona,saat Lee tahu kalau dirinya dari tadi menatap pria tampan itu.


Sisil mencoba mengelak dan mengalihkan pandanganya.


Makanan itu pun sudah habis.Lee memberi segelas air untuk sisil minum.


"kamu udah priksa ke dokter sil?" tanya Lee.


"tadi pagi Dina kesini membawakan obat dari apotik pak?"jawab sisil sambil menunjukkan obat yang ada disebelahnya.


"kalau begitu cepat diminum obatnya"perintah Lee sambil menyerahkan obat yang sudah dibuka pada Sisil.


Sisil pun menuruti perintah Lee.


" sekarang tidurlah,aku akan menemanimu disini...''ucap Lee sambil menarik selimut menutupi tubuh sisil.


"tapi pak......saya tidak ingin merepotkan bapak.ini kan sudah hampir malam bapak lebih baik pulang saja" ujar sisil yang merasa tidak enak dengan sikap lee.


"apa kau mengusirku,,,,,?kalau aku bilang akan menemanimu ya aku akan tetap disini menemanimu" ucap Lee yang bersikeras tidak ingin pergi.


''bukan begitu pak....tapi saya merasa tidak enak,,bapak kan orang yang sangat sibuk dan juga pasti sudah lelah tapi malah disini menemani saya..?!"Sisil mencoba menjelaskan agar Lee tak salahh paham.


"aku saja tidak keberatan....sudah cepat tidur!!" perintah lee dengan tegas.


Mau tidak mau Sisil menuruti perintah pria dewasa itu.gadis itu mencoba memejamkan matanya pelan.awalnya susah tapi kelamaan sisil mulai mengantuk karena efek obat tadi.


Akhirnya Sisil benar benar tertidur pulas.Lee yang dari tadi duduk bersandar didinding terseyum lega.


ia lalu mendekati sisil,menatap dengan sangat jelas wajah cantik itu.tanpa sadar Lee mengusap lembut kening Sisil,menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi sedikit wajah sisil.


Lee pun mencium kening sisil dengan lembut.


Lee merasa nyaman dan begitu bahagia melihat sisil tidur dengan tenang seperti itu.ada rasa damai dihatinya.perasaan yang sudah tiga tahun ini tidak ia rasakan.perasaan tenang yang sudah lama ia tidak dapatkan setelah acara besar yang menyakitkan itu.


Lee pun lama kelamaan juga tertidur dengan kepala dan badan bersandar pada dinding yang berdekatan dengan kasur sisil.


Tak terasa sudah dua jam berlalu.sekarang pukul delapan lebih.


Sisil mulai membuka mata dan menggerakkan badannya pelan.Sisil kembali ingat kalau dia tadi bersama pak Lee.


Sisilpun perlahan bangun dan mendapati pria tampan itu masih tertidur pulas.


Sisil terseyum seakan tak percaya pria sehebat pak Lee mau menjaganya saat tidur.


Sisil mendekati Lee yang masih terpejam.


**sungguh indah ukiran tuhan ini.....begitu sempurna.....begitu beruntung siapa yang akan memilikinya..**gumam sisil dalam hatinya.


Tanpa sadar tangan Sisil menyentuh pipi Lee,mengelus lembut hingga membuat pria itu terbangun.dengan cepat Sisil menarik tangannya.


"sil kamu sudah bangun?" ucap lee saat membuka mata mendapati sisil sudah ada didepannya.


"sudah pak...saya terkejut ternyata bapak masih disini"


"kan tadi aku bilang mau menemanimu....gimana masih pusing sil?kalau masih ayo kita kedokter saja!"


"udah baikan pak,maksih." sisil menatap lekat wajah Lee.membuat pria dihadapannya sedikit risi.


"ada apa sil?apa ada yang ingin kamu katakan??"


"terima kasih ya pak,sudah baik banget sama saya." ucap sisil dengan matanya yang mulai berkaca kaca.


"heeeee kenapa kamu jadi sedih sil ....aku mau kamu sehat kembali...ya sudah aku pulang dulu...kamu jaga dirimu baik" ya...maaf tadi q sempet ngambil no ponsel kamu...."ucap Lee dengan sedikit ragu,takut sisil marah.


Sisil hanya terdiam memandang Lee yang tingkahnya kadang seperti anak kecil."


"iya pak sisil gak marah.bapak hati hati dijalan ya...sekali lagi terima kasihya pak..


" iya sampai jumpa lg ya sil"ucap Lee sambil mengusap lembut kepala sisil lalu segera keluar dari kost sisil.


Sisil diam terpaku dengan sikap Lee itu.


gadis itu memandang sampai tubuh pria tampan itu hilang dikegelapan malam.


Sisil menutup pintunya.dan berdiri sambil memegang dadanya yang serasa ingin terbang.

__ADS_1


**pak Lee ....jangan buat aku salah paham atas perhatianmu ini......**gumamnya.


Sementara Lee sudah masuk kedalam mobilnya dan langsung melaju menuju rumahnya.seyum lebar menghiasi wajah orientalnya sepanjang perjalanan.


__ADS_2