Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Keras kepala


__ADS_3

Seminggu telah berlalu setelah pertemuan Lee dengan Dina dikantornya.


Malam hari dikediaman Han.


Lee terlihat duduk disudut ruang tengah.



Pria tampan itu menautkan kedua tangannya bertumpu diatas meja,Sorot matanya terlihat sendu.Pria itu terlihat termenung memikirkan gadisnya.


Ia merasa bingung harus mencari dimana lagi.Ia sangat merindukan calon istrinya itu.


Bayang bayang wajah cantik Sisil selalu terlintas diotaknya.


Seketika ia mengingat ucapan Dina waktu itu,Lee pun memutuskan untuk pergi kekantor wanita itu besok untuk sekali lagi bertanya dimana keberadaan gadisnya.


Keesokan harinya saat sesudah jam makan Siang dikantor Santosa Group.


Tok tok tok.


Bunyi suara ketukan pintu dari luar membuat Dina mengalihkan pandangan dari Laptopnya.


"Masuk."ucap Dina tegas.


Asisten pribadi Dina masuk sambil menunduk memberi hormat pada atasannya itu.


" Ada tamu bu?"ucap Rangga pada boz cantiknya.


"Tamu??" dahi Dina berkerut.


"Ceo Han's Grup,Pak Lee ingin bertemu dengan anda?"


Dina mengangkat ujung bibirnya.


**Sepertinya pria itu belum menyerah**gumamnya dalam hati.


"Biarkan dia masuk!" perintah Dina pada asistennya itu.


"Baik bu." Pamit Rangga lalu keluar ruangan bosnya.


Tak lama Lee masuk keruangan Dina.


"Selamat Siang Nona Dina..!" Sapa Lee setelah berada didalam ruangan Dina.


"Selamat siang juga Tuan Lee,Silahkan duduk..!Apa ada hal yang ingin anda bicarakan?" Dina menatap Lee dengan wajah datarnya.


"Tolong katakan dimana Sisil berada nona!Aku sudah sangat merindukannya.Kumohon nona aku ingin menyelesaikan masalah dengannya.Bukan seperti ini,dia terus bersembunyi dariku.!" ucap Lee dengan sorot mata memohon pada Dina.


"Maaf Tuan Lee,Tapi ini atas kemauannya,Sisil bilang ingin menenangkan dirinya dulu.!"


"Jadi benar dugaanku kau tau dimana dia berada..Apa kau tidak kasihan padaku atau padanya nona...Sampai kapan hubungan kami menggantung seperti ini.Kumohon bantu aku,aku ingin bertemu dengannya.aku akan membuang semua keraguan dihatinya!"


Dina terdiam,ia menimang nimang perkataan pria ini tadi.Dina berfikir memang benar masalah Sisil harus cepat selesai.


"Baik kalau anda benar benar ingin menyakinkan dia kembali..Datanglah Kerumahku nanti setelah jam makan malam Tuan Lee,,nanti saya kirim alamat rumah saya keponsel anda.!" ujar Dina yang membuat Lee terseyum.


"Terima kasih Nona Dina kalau begitu aku pamit dulu...!" Ucap Lee lalu keluar dari ruangan Dina.


**Maaf Sil aku memberitahunya,Tapi aku tak ingin melihatmu terus bersedih**gumam Dina dalam hatinya.


Malam harinya.Dikediaman Han.


Lee yang sudah selesai makan malam bergegas bersiap siap untuk kerumah Dina.

__ADS_1


Pria tampan ini memakai Kaos pandek hitam dengan celana jins biru.tak lupa jacket kulit berwarna coklat dan parfum maskulin yang menambah pesona ketampanannya.


Lee segera melajukan mobil sport merahnya menuju alamat yang sudah dikirim oleh Dina.


Feiluo yang melihat kegigihan adiknya hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan adiknya.


Sementara dikediaman Santosa,Dina sedang duduk dimeja makan bersama Sisil.


Dina melihat sahabatnya itu tidak berselera makan,hanya memutar mutar sendok sambil termenung.


Dina tak bisa berbuat apa apa ia hanya menggelengkan kepalanya.


Merasa tidak bernafsu makan,Sisil pergi meninggalkan sahabatnya menuju balkon dikamarnya dilantai atas.Sisil lebih memilih menikmati keindahan langit malam yang bertabur bintang.setidaknya itu bisa mengobati kerinduannya pada Pria yang sangat ia cintai.


Tak lama bunyi Bel terdengar.Dina langsung berdiri dan berniat membuka pintu itu sendiri.


Dina melihat sosok pria tampan yang terlihat begitu gagah dan maskulin sedang berdiri.


"Selamat malam nona Dina!" Sapa Lee dengan ramah.


"Selamat malam tuan Lee,Wah sepertinya anda terlalu bersemangat ya...!" sindir Dina.


"Silahkan masuk!"imbuh Dina.


Lee hanya terseyum mendapat sindiran dari wanita cantik itu.mereka pun masuk kedalam rumah.


Lee mengedarkan pandangannya kesekeliling rumah,selain melihat arsitektur rumah mewah itu,Dia juga mencari keberadaan gadisnya.membuat Dina menggelengkan kepalanya.


" Sudah tidak sabar menemuinya?"sindir Dina lagi.


Lee menggaruk tengkuknya Yang tidak gatal.


"Dimana dia?"


"Dia ada dikamar,Tadi dia tidak menghabiskan makanannya lalu pergi kekamarnya.Kau bisa kesana Tuan Lee,Kamarnya berada disudut lantai Dua!!" Ujar Dina sambil menunjuk anak tangga dengan jarinya.


Pria tampan itu melihat ada tiga kamar berada dilantai itu,Ia terus berjalan sampai disudut lantai itu ia melihat sebuah kamar yang pintunya sedikit terbuka.Sepertinya Sisil lupa mengunci kamarnya.


Lee masuk kekamar itu dengan berjalan pelan.


Deg....Hatinya merasa berdesir kuat melihat gadisnya sedang berdiri dibalkon kamarnya sambil melihat kelangit.Kedua tangannya bersilang kedepan sambil mengusap usap lengannya sepertinya dia kedinginan.


Lee berjalan semakin dekat dengan begitu pelan sampai Sisil tak menyadari kalau pria itu sudah ada dibelakangnya dengan jarak yang begitu dekat.


Gadis itu memejankan matanya menikmati tiupan angin malam yang menyejukkan,Hingga ada dua tangan kekar yang melilit perutnya erat,membuat ia tersentak kaget.


"Apa kau merindukanku sayang?" Ucap Lee pelan sambil memeluk erat tubuh gadis yang sangat ia rindukan.Hembusan nafas pria itu sangat terasa ditengkuk Sisil,membuat Sisil seketika diam dan menahan nafasnya.


Gadis itu benar benar terkejut dengan kehadiran pria tampan itu dikamarnya.


"Pak Lee.....!" Ucap Sisil sambil mencoba melepas lilitan tangan diperutnya tapi percuma,Tenaga pria itu tak sebanding dengannya.


"Diam sayang,Kau merasa kedinginankan?Maka biarkan aku memberimu kehangatan.!" Ujar Lee yang semakin mengeratkan pelukannya.


Sisil terdiam tak bisa berkata kata.jujur dalam hatinya begitu bahagia.Pelukan ini yang ia rindukan,Aroma maskulin ini yang membuatnya candu.


"Sebaiknya bapak pulang...!" ujar Sisil lirih.


"Sayang sudah jangan menyiksaku terus,Aku sudah tau alasanmu pergi,bukan hanya karena ucapan Dilan kan tapi karena ayahmu kan?"Ucap Lee dengan jelas.


Sisil membulatkan matanya,Ia tak menyangka Lee mengetahui soal Ayahnya.


" Tenanglah,dia tidak akan berani mengganggumu lagi Sayang,,Dan dengarkan aku baik baik,Apa kau pikir Uangku akan habis jika Ayahmu meminta uang padaku....?Dan jangan pernah berfikir kau akan membebaniku!!"ucap Lee dengan suara lugas.

__ADS_1


Lee mulai menciumi tengkuk leher gadisnya dengan lembut.


"Hentikan pak....!" ujar Sisil sambil membalikkan tubuhnya menghadap Lee.


Sekarang Lee mengurung tubuh ramping itu dengan pelukannya.


"Bapak pulang saja...!" ucap Sisil tanpa menatap Lee.


Lee terseyum simpul.Lee semakin menempelkan tubuhnya pada tubuh Sisil hingga tak ada jarak lagi antara mereka.Deru nafas Lee sangat terasa ditubuh Sisil.


"Bagaimana kalau aku tidak mau Sayang?"


Sisil langsung menatap kedua bola mata indah itu dengan intenz.


Tanpa sadar Lee semakin memajukan bibirnya mendekati bibir Sisil.


Cup...Kecupan yang berubah menjadi ciuman hangat.Lee menyalurkan semua kerinduannya selama sebulan ini,Sementara Sisil yang awalnya terdiam mendapati ciuman itu dengan cepat tersadar,Ia sekuat tenaga mendorong tubuh Lee menjauh.Tapi Lee tak bergeming ia terus ******* habis bibir ranum itu meskipun Sisil tak membalasnya.


Setelah puas Lee melepas pagutannya.


Nafas keduanya terengah engah hingga dada Sisil yang cukup besar itu terlihat naik turun karena nafas yang belum teratur.Dan Lee merasakan sentuhan kedua benda kenyal itu didadanya.


"Aku mencintaimu Sayang,,Aku sangat merindukanmu....Ayo kita pulang...!" Ucap Lee yang nafasnya sudah teratur.


Sisil menggelengkan kepalanya pelan.


"Sisil masih ingin disini Pak,Sebaiknya bapak pulang.....Kenapa bapak tidak mencari wanita lain saja yang lebih pantas bersanding dengan bapak..!"


"Lihat aku sayang.....!" perintah Lee yang membuat Sisil langsung menatapnya lagi.


"Kau dengar ini,Aku hanya ingin menikah dengan mu saja....!!" Aku akan terus menunggumu sampai kau mau kembali lagi kesisiku.ingat itu Sayang...!"


"Dasar keras kepala...!!" ucap Sisil asal.


"Kau itu yang Keras kepala..sudah kubilang jangan mendengarkan ucapan orang lain tentang hubungan kita.!"ucap Lee yang masih memeluk Sisil.


Gadis itu benar benar tak bisa melepaskan diri.


" Ayo pulang Sayang,Aku tak bisa tidur jika tidak memelukmu..!"


''Sisil tidak mau pak,Tolong jangan memaksa Sisil.!!"Ucap Sisil tanpa menatap Lee.


"Aku bisa saja menggendongmu dan membawa pulang,Tapi aku tidak mau.Aku ingin kau pulang dengan kemauanmu sendiri!Lihat aku!" perintah Lee.


Dengan cepat Sisil menatap Lee.


Cup satu kecupan mendarat lagi dibibir ranum Sisil.


''Baiklah aku pulang dulu,Jaga dirimu baik baik ya Sayang.mimpi indah.Aku mencintaimu!!"Ucap Lee lalu mencium kening Sisil lembut.


Lee melepas pelukannya dengan berat hati lalu berlalu meninggalkan Sisil.


Sisil berjongkok lemas setelah kepergian pria dewasa itu.Gadis itu menangis tersedu sedu sambil menenggelamkan wajahnya dibalik dua lipatan tangannya.Ia benar benar bingung dan dilema.


"Sisil juga mencintai bapak,,Maafkan Sisil pak!", lirihnya.


Lee turun kelantai satu dengan wajah sedih.


Dina masih setia menunggu diruang tengah.


" Dia belum mau pulang bersamaku nona Dina,Kubiarkan dia disini untuk sementara,Sepertinya Sisil masih butuh waktu!"ucap Lee dengan wajah sendunya.


"Tuan tenang saja,Kelamaan Sisil akan kembali pada anda,Disini saya akan menjaganya."

__ADS_1


"Terima kasih nona,Saya pamit dulu.!"


Lee pun meninggalkan rumah itu dengan berat dan dengan perasaan sedih.tapi dia bisa sedikit merasa bahagia bisa bersama gadisnya tadi walau hanya sebentar.


__ADS_2