
1 tahun kemudian.
Hari berlalu dengan cepatnya.Sisil masih setia dengan kesendiriannya.Ia melupakan kesedihannya dengan seyum diwajahnya saat bersama teman temannya.
Sementara Lee yang selama setahun ini terus mendapati kilasan kilasan memory yang muncul begitu saja diotaknya.Tanpa ia memberitahu kepada siapapun tentang apa yang sudah ia ingat.Ia hanya berusaha menyakinkan hatinya sendiri.
Sedangkan hubungan Dina dan Daren semakin dakat tanpa ada status yang jelas mungkin bagi orang dewasa tak perlu ada kejelasan status,ckup dengan perhatian dan perbuatan sudah menunjukkan perasaan mereka masing masing.
Malam hari setelah pulang bekerja,Sisil berhenti disebuah Gazebo kecil sambil memandangi ombak pantai yang indah
Kuakan selalu mencintaimu..
Walau kita tak mungkin bersama..
Meski berat melepasmu ..
Tapi kamu akan selalu dihatiku slamanya.....
Potongan Syair lagu dari ponsel yang ia dengar itu semakin membuatnya bersedih.
Tak terasa air matanya terus mengalir deras mengingat pria yang sangat ia rindukan.
Satu tahun bukanlah waktu yang singkat.Tapi rasa cintanya pada seorang Lee Zhang Han tak pernah berkurang.Dadanya sesak saat merasa begitu merindu pada pria dewasa itu.ingin rasanya Sisil kembali keBandung untuk menemui pria itu tapi Sisil kembali sadar dan merasa takut.
Suasana hening buyar ketika Denis muncul disamping Sisil.
"Sil kamu baik baik saja kan?" Tanya Denis yang mengejutkan gadis cantik itu dengan cepat ia mengusap air mata yang membasahi wajahnya.
"Sudah setahun lo Sil,kamu memendam kesedihan ini,sampai kapan kau akan terus begini?" timpat Denis lagi.
"Entahlah Kak..Sisil tidak tahu.!" jawab Sisil tanpa memandamg Deniz yang menatapnya lekat.
"Apa tidak ada celah sedikitpun untukku Sil?"
Sontak Sisil menoleh kearah Deniz dengan mulut yang masih terdiam.
"Kata orang cara menyembuhkan luka hati adalah dengan datang nya Cinta yang baru..Aku sudah mencintaimu sejak SMA Sil...Maaf jika sekarang aku jujur padamu!" ucap Deniz dengan wajah sendunya.
Sisil benar benar terkejut dengan pernyataan Denis yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu.
"Maaf Kak,Sisil belum bisa membuka hati Sisil...Kakak Pria yang baik,Sisil yakin Kakak bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari Sisil.sekali lagi maaf kak jika kejujuran Sisil ini membuat kakak terluka..!"
Deniz terseyum kecut menutupi kekecewaan dihatinya.
Kedua terdiam,terhayut oleh suasana malam yang indah.
Sisilpun pamit untuk kembali kekosnya.
Keesokan hari.
Dikantor Hans Group,Nino yang baru saja keluar dari ruangan Lee dikejutkan dengan suara dering ponselnya.
__ADS_1
Ia melihat no baru dilayar ponsel pintarnya.
Tanpa berfikir panjang Nino mengangkatnya.
**Hallo siapa ya??"
**Kak Nino,,ini Sisil...!"
Spontan Mata Nino membulat.
"Sisil...bagaimana kabarmu....sudah setahun kita tak bertemu..!" ucap Nino yang sangat terkejut.
"Kabar Sisil baik Kak...apa Sisil bisa minta tolong pada kakak?"
Nino mengerutkan dahinya.
"Apa?katakan!
" Apa bisa Kak Nino mengirimkan foto terbaru Pak Lee...!"ucap Sisil ragu.
Gadis itu sudah benar benar tidak tahan lagi menahan kerinduannya pada pria dewasa itu.baginya hanya dengan melihat fotonya bisa mengobati kerinduannya.
"Tentu bisa Sil,,,Kau masih sangat mencintainya kan,bersabarlah......Yasudah nanti aku kirim fotonya ya...!!
" Terima kasih ya Kak....Sisil mohon,Dia jangan sampai tahu."
"Ok Sil aku mengerti.
Panggilan itupun terputus.
Dengan pelan Lee pun menjelaskan pada asistennya itu.
Tanpa Lee sadari Nino mengambil beberapa gambarnya dari balik berkas yang ia pegang.
Dan segera ia kirim pada Sisil.
Tak lama Suara pesan masuk keponsel Sisil.
Dengan cepat gadis itu membukanya.
Air mata langsung tumpah tak terbendung lagi melihat foto foto kekasih hatinya.
Dengan memakai setelan jas berwarna biru tua,Lee terlihat begitu tampan bagi Sisil.Hanya Lee terlihat lebih kurus dari dulu.
" Kau masih terlihat sangat tampan sayang....Aku merindukanmu...Hiks hiks Hiks.."
Sisil tak mampu menahan kesedihannya hingga tubuhnya lemas,ia berjongkok sambil terus menangis menyandarkan punggungnya didinding kamar kosnya.
Sementata Nino yang masih bersama Lee dikejutkan dengan pernyataan atasannya itu.
"No...apa aku bisa meminta tolong padamu!" Ucap Lee ragu.
__ADS_1
Nino bingung dengan sikap bosnya itu yang tiba tiba terlihat gusar.
"Apa kau bisa menceritakan semua tentang nya,dari mulai awal aku bertemu dengannya sampai kami bertunangan!"
Nino tertegun, ia tak menyangka atasannya itu busa berkata seperti itu.
"Sisil maksud bos??"
Lee hanya mengangguk dengan tatapan dalam.
Nino pun menceritakan semua secara lengkap dari awal bertemu Sisil tanpa ada yang terlewatkan.
Lee benar benar dibuat terperanga oleh cerita Nino.Pasalnya semua yang dikatakan bawahannya itu sama persis dengan kilasan kilasan memory yang muncul diotaknya selama setahun ini.
Tanpa terasa Lee meneteskan air matanya.Tubuhnya Lemas hingga tak kuat menopang punggungnya.ia bersandar duduk dikursi kebesarannya dengan rasa sakit karena pukulan telak yang menghujam dadanya.tatapanya melihat keatas langit langit ruangannya.
Nino yang melihat atasannnya seketika merasa bingung dan panik.
"Tuan kenapa??"
Lee menoleh kearah Niko dengan tatapan sendu.
"Aku sudah mengingat semuanya No....." ucap Lee lirih.
Kedua mata Nino membulat penuh."
"benarkah pak??Saya benar benar senang mendengarnya.
" Sebenarnya selama setahun ini aku melihat kilasan kilasan momori ku bersama Sisil yang muncul begitu saja diotakku.Aku cuma belum yakin saat mencoba merangkai ingatan itu.Tapi sekarang aku sudah benar benar yakin setelah mendengar ceritamu.Aku baru sadar aku sudah melukainya No....aku menyesal...!!"ucap Lee yang pelan dan lesu.
"Jadi bapak sudah mulai ingat setahun ini..kalau begitu mulai sekarang bapak jangan menyesali diri sendiri.Sekarang waktunya memperbaiki semuanya.!" Ucap Nino antusias
Lee mulai tak yakin karena waktu sudah berlalu lama.
"Sudah Setahun No....mungkin dia sudah mendapatkan pria yang lebih baik dari aku ..aku mungkin sudah terlambat!"
"Belun terlambat pak....percayalah Sisil masih sangat mencintai bapak.!"
"Kenapa kau begitu yakin...??Segeralah cari dimana dia sekarang.aku akan membawanya pulang.!!" Ucap Lee tegas.
Nino terdiam sesaat.mungkin ini saatnya menyatukan dua hati yang sudah terpisah terlalu lama.
"Sebenarnya Barusan Nona Sisil menghubungi saya pak,dia minta saya mengambil foto bapak!Sepertinya ia masig mencintai bapak!" ucap Nino tanpa ragu.
Kedua mata Lee berbinar...
"Benarkah...lalu sekarang dimana Dia?"
"Sebaiknya Bapak bertanya pada Nona Dina,Dia pasti tahu dimana keberadaan sahabatnya itu!"
Tanpa pikir panjang Lee segera bergerak menuju kantor Dina bersama Nino.
__ADS_1
Ia sudah begitu yakin dengan perasaannya saat ini.Hal bodoh yang pernah ia lakukan tak.akan pernah ia ulangi lagi.Sekarang saat nya ia memperbaiki semuanya.Tentu dengan bantuan teman temannya.
Lee juga sudah menghubungi kakaknya Feiluo yang sampai sekarang masih marah padanya.Awalnya Feiluo malas berbicara dengan adiknya itu.Tapi Saat Lee menyakinkannya,Feiluo sangat lega dan bahagia.Ia pun memberi dukungan untuk adiknya itu.