
Siang hari Ditoko Bakery,Sisil terlihat melamun dimeja kasir membuat Dina penasaran dan mendekati sahabatnya itu.
"hehhh lagi mikirin apa?siang siang gini udah ngelamun aja..." ujar Dina sambil menepuk pelan lengan Sisil.
Sisil terjengat sedikit kaget dan menoleh kearah Dina.memang Sisil tidak bisa menyembunyikan apapun didepan sahabatnya itu.
"ehmmmm Din...kau masih ingat ibu ibu yang membeli banyak kue coklat kemarin?"
Dina berfikir sejenak mengingat ingat orang yang dimaksud oleh Sisil.
"iya aku ingat,ibu ibu yang kamu bantu kemarin kan?yang orangnya masih terlihat cantik meskipun sudah tidak muda lagi....kenapa memangnya?"
"Dia mamanya pak Lee ,Din....namanya tante Micell,kemarin aku bertemu saat dirumah mewah itu.." ucap Sisil tanpa memandang kearah Dina yang sudah membulatkan kedua matanya karena merasa terkejut dengan penjelasan Sisil.
"Whatt.....?Serius Sil?"
Sisil hanya mengangguk.
"jadi kau sudah bertemu dengan CAMER mu ya?gimana sikap nya kekamu saat pertama bertemu kemarin?" tanya Dina yang penasaran.
"ngawur CaMer apa an Sich Din.,aku gak mengharap sampai segitu.....Tante Micell orangnya baik,ramah dan tidak memandang orang hanya dari statusnya." jelas Sisil sambil meneruskan pekerjaannya menata kue dilemari etalase disamping meja kasir.
"Bagus dong berarti beliau itu suka sama kamu Sil....Ehmmm kayaknya hubungan kalian bakalan ada kemajuan nich..." ucap Dina sambil terkekeh.
Spontan Sisil mematap tajam kearah Dina yang sengaja menggodanya.
Ditempat lain,Dikantor Han's Group.
Terlihat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik berjalan dengan anggunnya dan berdiri didepan Lift memuju lantai 29 tempat dimana ruang kerja putranya berada.
Wanita itu tak lain Micell Zhang Han.Dari awal tiba dilobi sampai kedalam gedung lantai satu itu semua karyawan menunduk memberi hormat padanya,mereka sudah paham betul siapa wanita yang sedang lewat itu,dia juga seorang Big Bos kedua digedung itu setelah putranya.
Selelah sampai dilantai 29 Micell langsung menuju ruangan Lee dan masuk begitu saja.
"apa kau sedang sibuk putraku?" ucap Micell yang sudah duduk disofa pangjang.
Lee yang masih fokus dengan Laptopnya,spontan menoleh kearah suara yang tidak asing baginya.
"Mama??tumben kesini?ada aaa?" ucap Lee sambil berdiri dari kursinya dan mendekati ibunya disofa.
"kenapa kaget mama kesini..?ada hal penting yang harus mama ingatkan padamu Lee?"
Lee yang susah duduk disamping mamanya,mengerutkan keningnya memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"maksud mama?" ucap Lee yang merasa bingung.
"apa kau lupa,bukankah beberapa hari lagi ulang tahun perusahaan kita ini!"
Lee baru ingat hal itu,karena kesibukannya,ia hampir melupakan hari besar perusahaannya.
"hahhhh aku hampir lupa ma..." ucap Lee sambil mendengus kesal.
"Ehmmm sudah mama duga...begini saja Lee karena kau sangat sibuk,biar mama dan kakakmu yang mengurus semuanya.kau tinggal menyuruh Nino untuk membuat daftar tamu tamu yang akan kau undang keacara kita,yang lain serahkan semuanya pada mama dan kakakmu.kau mengerti?ujar Micell dengan serius.
Lee terdiam lagi memikirkan sesuatu.
Micell sudah bisa menebak apa yang dipikirkan putranya itu.
" Untuk masalah Sisil serahkan pada kakakmu yang penting kau bilang dulu padanya,biar Sisil datang bersama kakakmu.apa kau tahu maksud mama?"ucap Micell yang sudah menaikkan kedua alisnya menandakan sesutu hal yang harus Lee lakukan diacara tersebut.
Seyum tersirat dibibir tipis Lee..mengerti akan maksud ucapan mamanya itu.
"terima kasih ma,kau selalu mengerti keinginanku tanpa aku mengatakannya padamu.."
Mereka saling terseyum dan berpelukan,keduanya saling bisa mengerti dan memahami rencana apa yang akan mereka lakukan saat acara tersebut.
Micell bernafas lega,setelah tahu rencananya sesuai dengan keinginan putranya.
"kalau begitu mama pulang dulu,mama harus segera menyiapkan semuanya.dan jangan lupa bilang kedia mama yang menyuruhnya datang keacara kita..." ucap Micell lalu beranjak pergi dari ruang kerja putranya.
Lee hanya mengangguk dan terseyum kearah wanita itu.
''No tolong kamu tulis daftar tamu yang akan kita undang keacara ulang tahun perusahaan kita ini,aku ingin semua pimpinan cabang,petinggi perusahaan,Relasi kita dan semua pimpinan perusahaan yang berkerja sama dengan kita bisa datang.lalu serahkan pada asisten mamaku".ucap Lee tegaas.
"baik pak...tapi bagaimana dengan tuan Daren apa kita juga harus mengundangnya?", ucap Nino pelan takut membuat atasannya itu marah.
Lee terseyum menyeringai.
" Tentu ,,dia harus datang....karena ada kejutan untuknya..."ucap Lee mengantung.
Nino menelan salivanya kasar,melihat seyum mematikan dari bosnya itu.dia merasa bingung dengan ucapan Lee yang seakan merencanakan sesuatu yang tidak ia ketahui.
"baik tuan secepatnya saya akan menyelesaikannya"jawab Nino cepat dan segera keluar dari ruangan itu.
Hari sudah sore waktunya Sisil pulang kerja.Gadis itu berjalan seperti biasa hingga suara panggilan mendekatinya.
" Sisil...."sapa Daren yang juga baru pulang dari bekerja.
"Tuan Daren.....sedang apa disini?"
"Ayo ikut aku..." ucap pria tampan itu sambil menarik tangan Sisil masuk kedalam mobilnya.belum sempat Sisil menjawab Daren sudah menariknya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari dari arah belakang Lee yang baru saja datang melihat Sisil ditarik Daren masuk kedalam mobil.akhirnya Lee mengikuti mereka dengan pelan.
"Sial...aku sedikit terlambat....beraninya Daren menemui Sisil lagi...." umpat Lee sambil mengepalkan kedua tangannya.
"mau kemana pak?"tanya Sisil yang merasa bingung.
Seyum manis Daren kearah Sisil.
" aku hanya ingin bersamamu...kita ketaman kota saja..."
Mobil itu melaju dengan cepat hingga akhirnya berhenti didepan parkiran sebuah taman yang indah.penuh dengan pohon dan bunga.
Lee sengaja menghentikan mobilnya agak jauh dibelakang mobil Daren.
Daren membukakan Pintu untuk Sisil,dan mengenggam kuat tangannya untuk berjalan menuju sebuah kursi panjang dibawah pohon yang cukup rindang.
Suasana taman disore hari memang ckup ramai.
"Maaf lagi lagi aku menarikmu kesini..." ucap daren yang sudah duduk bersama Sisil dikursi panjang itu.
Sedangkan Lee terus mengawasi mereka berdua dari kejauhan.
Sisil hanya terdiam menatap Daren sesaat lalu mengalihkan pandangannya kearah anak anak yang sedang berlari.
"aku merindukanmu Sil....makanya aku menemuimu.."
Sorot mata Daren kian dalam menatap Sisil pria itu sudah mengenggam kuat tangan Sisil,membuat Lee semakin emosi melihat itu.
Sisil langsung menoleh.
"maaf tuan Sisil bingung harus bagaimana...Sisil juga sadar kalau Sisil ini cuma gadis desa,sebaiknya bapak mencari wanita yang sepadan dengan bapak..." ucap Sisil dengan nada pelan.
Daren terseyum tipis kaarah Sisil.
"apa kau menyukai Lee?"
Sisil merasa kenyataannya saat ini hatinya masih bimbang,masih merasakan keraguan dan ketakutan.tapi Sisil tak menyangkal sudah mulai nyaman didekat Lee.
"Suka atau tidak,biarkan menjadi urusan Sisil tuan.tolong jangan membuat Sisil merasa tersudut..."
"Maaf.....tapi aku sungguh cemburu saat kau bersamanya.memang kuakui banyak wanita yang cantik,sexsi dan kaya yang mendekatiku,tapi aku sama sekali tidak tertarik pada mereka.justru aku merasa tenang saat berada didekatmu sil.tolong jangan membenciku atau menjauhiku meskipun kau belum memiliki perasaan padaku.aku merasa takut kau menghilang dariku.dan perlu kau ingat aku akan terus menunggumu..."
Sisil tertegun dengan ucapan Daren.Sisil bisa melihat kesungguhan dimata pria tampan dihadapannya itu.semakin membuatnya bingung.yang bisa Sisil lakukan sekarang adalah berteman dengannya.
"Tuan tenang saja,Sisil janji tidak akan menjauhi tuan,karena saat ini Sisil hanya bisa menjadi teman tuan.apa tuan sudah bisa merasa lega sekarang?" ucap Sisil lalu terseyum kearah Daren.
Pria itu balik terseyum kearah Sisil sambil mengangguk.merasakan sedikit kelegaan karena Sisil sudah berjanji padanya untuk tidak menjauhinya.
__ADS_1
Hingga terdengar suara tegas mengejutkan keduanya....dengan cepat Sisil.dan Daren menoleh kearah datangnya suara..
"Sayang ayo pulang....."